
Gunung Dawai biasanya sepi dari aktivitas manusia yang berlebihan dan selalu terdengar suara nyanyian alam dari berbagai tempat, sekarang berubah menjadi suara pekikan gemuruh akibat pertempuran para ahli tingkat dewa.
Taman-taman bunga dan hutan-hutan lebat yang membuat suasana hati damai, kini telah menjadi kawah-kawah besar yang mengeluarkan api membara.
Mayat-mayat manusia dan bangkai siluman bergelimpangan di berbagai tempat, pertempuran terus berlanjut antara bangsa siluman yang dibantu oleh manusia aliran hitam, melawan Sariek Beude. Suasana Gunung Dawai sekarang menjadi sangat mencekam, rakyat biasa telah menjadi tumbal dalam peperangan skala besar ini.
Sariek Beude terus mengamuk di berbagai tempat untuk mempertahankan diri di antara kepungan ratusan siluman yang terus berdatangan dari berbagai arah.
Sariek Beude tidak menduga bahwa dalam kubah pelindung telah disusupi oleh ratusan ribu siluman tingkat tinggi, tidak sedikit dari mereka berada di tingkat legenda. Dalam skala besar begini, jelas akan membuat mereka kewalahan dalam menghadapinya.
Seorang sepuh dengan gagah berani menerobos kawanan siluman dengan sebatang tongkat, ia bertempur dengan sangat gagah berani dan tidak mengenal lelah, walaupun ia terus diserang oleh belasan siluman tingkat dewa di berbagai sisi, wajah sepuh itu justru terlihat khawatir terhadap kubah pelindung yang mulai memudar, hal ini bisa terlihat dari perhatiannya yang terus menatap langit di antara kesibukan dalam pertahanannya.
“Para Sariek Beude! Lihatlah ke langit! Aray Pelindung dalam masalah! Cepat! Bertarunglah dengan semangat tinggi! Kalau tidak manusia akan terancam!” Sariek Din, mulai khawatir, apalagi saat menyadari seluruh Sariek Beude sekarang dalam keadaan terdesak.
Semua Sariek Beude sangat murka, namun mereka tidak bisa bergerak leluasa, setiap Sariek Beude dikepung oleh puluhan siluman dan manusia, sehingga mereka tidak leluasa untuk bertindak, bahkan sebagian dari mereka sulit untuk sekedar menatap langit sekalipun.
“Bagaimana ini? Sariek Din Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya umat manusia akan tamat di bawah Kubah Pelindung ini jika kita gagal, lagi pula kita tidak bisa bertahan terlalu lama dalam posisi seperti ini,”
“Celaka! Para siluman terus berdatangan ke dalam kubah pelindung, Apa yang harus kita lakukan!”
Sariek Beude menjadi kebingungan dan kehilangan arah, kekhawatiran mereka meningkat, apalagi saat menyadari kubah pelindung telah rusak, dalam keadaan seperti ini jika Dewi siluman iblis turun tangan maka dapat dipastikan Sariek Beude akan tinggal kenangan.
Kekhawatiran jelas terlihat di wajah Sariek Din, yang mulai terluka parah akibat serangan belasan siluman tingkat dewa, karena hal senada juga dialami oleh seluruh Sariek Beude.
“Tua bangka Sariek Din! Kau memang pemimpin yang hebat! Tapi hari ini, semuanya akan berakhir, hahaha,” teriak lantang Ute-e dengan penuh semangat.
Ute-e bersama Jenderal lainnya terus memantau perkembangan peperangan dari kejauhan, Ute-e terus bertepuk tangan dengan gembira, saat melihat Sariek Beude tidak mampu bertahan lama.
“Jenderal Ute-e! Bagaimana jika kami turun tangan dan membantai mereka semua,” pinta salah satu Jenderal siluman dengan semangat yang membara.
“Benar jenderal! Mereka setelah kehilangan kekuatan, bahkan banyak dari mereka telah tumbang, ini kesempatan emas bagi kita untuk membantai mereka semua!” Sesosok Jenderal lain juga memberi pendapatnya.
__ADS_1
Ute-e senyum penuh kebanggaan, “Tidak masalah, lakukanlah! Biar urusan dengan Dewi siluman, Aku yang bertanggung jawab, hahaha!” Ute-e bicara penuh percaya diri.
Mendapat restu dari Ute-e, semua jenderal langsung menyerang Sariek Beude yang telah terluka parah, karena mereka lebih mudah dihabisi ketimbang Sariek Beude yang masih bertahan.
‘Celaka, Para Jenderal siluman telah turun tangan, sementara kita tidak ada bantuan dari pihak mana pun! Jadi bisa dipastikan Sariek Beude akan binasa hari ini!’ Batin Sariek Din saat melihat tidak ada peluang lagi untuk menang.
Sariek Din menjadi semakin murka, saat menyadari Ute-e mengerahkan para Jenderal tingkat tinggi untuk menghabisi semua Sariek Beude yang terluka serius, yang menandakan mereka ingin membunuh semua Sariek Beude hingga tak tersisa.
Semua Sariek Beude menyadari kelicikan siluman, akan tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak saat ini, karena para siluman terus berdatangan dari berbagai arah dan tidak henti-hentinya, Sariek Beude bahkan tidak memiliki waktu luang sedetikpun walau hanya untuk sekedar mengistirahatkan ototnya.
Rasa putus asa mulai menghampiri Sariek Beude yang tidak memiliki sekutu di dunia, dan sekarang jelas bagi mereka bahwa tidak ada bantuan dari siapa pun, walaupun mereka harus musnah hari ini.
**
Seorang anak menunggang Tyrannosaurus Terbang dengan kecepatan tinggi, sesekali dia menggunakan teknik ruang untuk mempercepat pergerakan tunggangan, pandangan terus tertuju ke Gunung Dawai yang menjadi tujuannya.
“Gawat! Dewi Siluman Iblis ada di sana, jika aku tidak memancingnya menjauh, bisa saja dia membunuh seluruh Sariek Beude, celaka! Baiklah, aku akan menguncinya segera dengan hawa pembunuh ku, setidaknya aku bisa bertempur di kaki Gunung Dawai, kalau tidak Gunung Dawai akan menghilang di muka bumi ini.”
“Dewi Siluman Iblis! Target Terkunci!”
Dari kejauhan Juli dapat melihat wajah Dewi siluman iblis yang tidak asing baginya, bedanya kali ini Dewi Siluman Iblis masih sangat belia, tidak ubahnya seperti gadis cantik yang berumur belasan tahun saja.
Tidak butuh waktu lama Dewi iblis langsung muncul di atas kepala Tyrannosaurus terbang berhadapan dengan Juli, tatapan mata Dewi Siluman iblis sedikit keheranan begitu menyadari yang menekannya benar-benar anak ingusan.
‘Eh? Bukankah anak ini yang ku temui berapa waktu lalu? Benar, dialah yang anak yang berani mencabut tangan Ute-e di hadapanku, menarik, Kenapa aku tidak mengira kalau anak ini bagian dari Sariek Beude.’ batin Dewi Siluman Iblis mulai memperhatikan Juli dengan cara yang berbeda.
“Oh! rupanya Kamu bocah! Aku sempat bertemu dengan kamu beberapa waktu lalu, ku pikir kau telah mati karena lukamu saat itu, tidak ku duga, kau bahkan berhasil membunuh ribuan Jarom Sisat dan beberapa Janeng Iblis peliharaanku, hari ini, kau bahkan berani mengancamku, sungguh bocah yang nekat!” Dewi siluman iblis senyum sinis, ia mengeluarkan hawa pembunuh untuk menekan Juli yang dianggapnya sebagai anak jenius.
‘Apa-apaan ini? Sial seperti yang ku pikirkan, Dewi Peri lebih egois daripada masa tuanya, iya tidak malu menekan anak-anak sepertiku sampai ke titik ini.’ batinnya.
Juli menjadi pucat, jelas tekanan Dewi Siluman Iblis sangat terasa baginya, karena Dewi siluman iblis bukanlah lawan tanding yang sepadan dengannya, akan tetapi Juli tetap menatap Dewi Siluman Iblis dengan senyum dingin.
__ADS_1
‘Tidak mungkin! Ia jelas anak ingusan yang berumur 8 tahun, bagaimana dia dapat menahan hawa pembunuhku, ini tidak masuk akal, tapi siapa tahu? Di dunia ini memang banyak anak yang jenius tersembunyi di berbagai pelosok dunia, dan mungkin dia salah satunya,' pikir Dewi Siluman Iblis mulai jadi penasaran dengan batasan kekuatan anak di depannya.
“Bocah! Sebelum aku membunuhmu, katakan padaku, dari mana kamu mendapatkan Tyrannosaurus terbang ini?” Dewi Siluman Iblis menatap Juli dalam-dalam, ingin mengetahui kebenarannya.
Juli menggaruk kepala, “Tentu saja aku mendapatkan ini dari Putri Mina! Karena dia telah membawaku secara paksa dari bumi Barat, kurasa aku tidak berlebihan kan? Apalagi dia mencoba membunuhku sebelumnya, aku menang dalam pertarungan hidup mati dengannya, dan aku tentunya berhak untuk menyegel musuh-musuhku, dan menyita apapun yang dia punya. Baiklah! Sekarang apalagi yang kau ingin tanyakan? Tanyakan saja.” Juli senyum santai menutupi kegugupannya.
Juli sadar bahwa perkataannya dapat memprovokasi Dewi Siluman Iblis, tapi ia terpaksa melakukannya untuk mengalihkan perhatian Dewi siluman iblis terhadapnya, Juli berharap Dewi Siluman Iblis membebaskan Siriek Bude dari pembantaian, walaupun hal itu sangat mustahil untuk dilakukan.
“Hahaha, Bocah bodoh! Kali ini aku akan mengikuti jalan pikiranmu, aku juga akan menyegelmu!” Setelah berkata demikian Dewi siluman iblis mengibaskan tangannya, hingga Juli terpental puluhan meter dan jatuh ke bumi.
“Akh! Sial! Dia sangat kuat!”
Juli segera mengeluarkan Hukum Dewa Petir dan menciptakan dua pedang pendek di tangannya.
“Sial! Kenapa aku harus selalu menderita, tapi harus bagaimana lagi, ini satu-satunya jalan jika aku ingin mengimbanginya,”
Melawan setingkat Dewi Siluman Iblis, Juli tidak bisa menggunakan sembarang senjata. senjata seperti inilah yang bisa melukai tubuh Dewi siluman iblis, walaupun beban bagi tubuh Juli sendiri juga sangat berat.
“Hukum ruang!”
Juli tiba-tiba telah berada di atas kepala Dewi Siluman Iblis dan menebas lehernya secepat kilat, Dewi iblis terkejut, dia langsung melompat jauh dari kepala Tyrannosaurus terbang.
“Oh! Kau bahkan menguasai hukum Dewa Petir! Aku benar-benar tidak bisa menganggapmu remeh! Xixixi, Tapi lihatlah tubuhmu yang menyedihkan itu, hukum petir bahkan mengikis tubuhmu, sungguh anak nekat!”
Dewi siluman iblis segera mengeluarkan pedang pelangi miliknya, pedang pusaka tingkat surga, pedang ini jarang digunakan kecuali saat menghadapi musuh kuat saja, tapi kali ini Dewi siluman iblis terlihat serius menghadapi Juli.
“Bocah! Kamu juga menguasai hukum ruang, sungguh mengesankan, tapi bagaimana kau mengalahkan ku, jika ku menyegel ruang di kolom langit ini? Xixixi” Dewi siluman iblis mengangkat tangannya.
“Segel Ruang Tanpa Batas!”
**
__ADS_1
Maaf kawan-kawan semua, dalam beberapa hari ini sedang sibuk, jadi kapan ada waktu luang kita tulis terus. terimakasih atas dukungannya.