Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 111. Kemunculan Mina Si Bocah Iblis.


__ADS_3

Putri Yara setelah mundur dari kepungan ia memilih untuk diam mengamati situasi, namun pada saat ketua Ardan datang menghentikan Juli dengan cara yang konyol, Putri Yara menepuk jidatnya.


“Aku tidak menduga bahwa suku ini sangat pengecut!” Yara melirik ke arah Ade yang sedang ketakutan.


“Dasar kalian pengecut! Ade! Katakan pada ketua sukumu untuk melepaskan anak itu dari pelukannya, jangan takut, aku yakin dia lebih kuat dari Bocah Iblis Barat itu sendiri,”


Ade kebingungan, ia tidak tahu harus percaya atau tidak ucapan Putri Yara, tapi masalahnya ini mengenai keselamatan sukunya. Jika saja Ade salah langkah maka dapat dipastikan seluruh sukunya akan berakhir hari ini.


Dalam kebimbangan Ade, tiba-tiba seorang ibu tua suku Bante Berteriak lantang.


“Lepaskan dia kepala suku! kami juga telah lelah melarikan diri selama bertahun-tahun, hidup mati seseorang di tangan Tuhan, begitu juga dengan takdir kita semua, biarkan kita berperang terakhir kali,”. rasa putus asa suku Mante mulai terlihat.


Melihat keberanian ibu-ibu suku mante Juli senyum dingin, “hm.. kini saatnya aku membakar semangat juang suku Mante, kurasa tidak ada orang di dunia ini yang mengetahui tentang Suku mante melebihi dariku, kata-kata Kuntok saat itu telah membangkitkan semangat mereka yang terkubur”, Juli senyum menatap langit.


“Sejak kapan suku kerdil Barat yang gagah perkasa ditindas layaknya hewan hina, sejak kapan suku Mante menjadi sepengecut ini dan melarikan diri selama puluhan tahun, apa kalian tidak malu pada leluhur! apa kalian telah buntu akal pikiran! Hari ini kalian akan mati, namun, kalian mati dalam melawan atau kalian mati konyol, kalian tahu mereka tidak akan membiarkan kalian hidup! sekarang pilihlah! Melawan atau menyerah!” teriak Juli melengking lengking membakar semangat mereka.


Teriakan Juli berhasil membangkitkan semangat juang suku mante, ibu-ibu mulai mengikat pinggangnya, para pemuda mulai mengeluarkan senjata yang sekian lama disembunyikan.


Ade menjadi marah hingga membuat matanya merah, “keluarkan senjata kita! Angkat palu leluhur! Kita akan melakukan perlawanan seperti ksatria masa lalu, kita ini suku Bante! Suku pejuang langit!” teriak marah Ade, ia segera mengeluarkan palu yang selama ini disimpannya.


Kepala suku Ardan menjadi dilema, ia menengadah ke langit dengan mata sembab.


‘Tuhan, aku telah bersabar, dan berusaha melakukan yang terbaik bagi sukuku, namun jika hari ini akhir cerita dari suku Bante Barat, maka jadikanlah peperangan ini menjadi peperangan yang dikenang oleh manusia-manusia sesudahku’, batin kepala suku Ardan, dan perlahan ia melepaskan pelukannya.


“Baiklah! situa Bangka ini akan melawan mu Kuntok! Bersiaplah untuk mati,”


Kepala suku Ardan mengeluarkan kekuatan dahsyat dari tubuhnya, kekuatan ini sebenarnya telah lama dipendam karena tidak bisa dikontrol olehnya.


“Eh! Kekuatan penempa surga! tapi ini belum sempurna, kasihan sekali, hanya sedikit dari manusia kerdil yang dapat membangkitkannya, karena ini hanya bisa dibangkitkan oleh keturunan murni suku Kerdil Barat, Hm, kurasa di dunia ini hanya aku yang dapat melepaskan segel darah mereka” Juli senyum misterius.


Seluruh suku kerdil kini melakukan hal yang sama, mereka semua mengeluarkan kekuatan dahsyat Seperti yang diperlihatkan oleh kepala suku mereka.


“Bersiap untuk mati!”


Teriakan menggema diudara membuat ratusan pasukan aliansi Lembah Hantu menjadi gentar. Mereka tidak menduga selama ini suku Bante Barat menyembunyikan kekuatan aslinya.


Kuntok sendiri pernah melihat kekuatan yang ditunjukkan saat ini, kekuatan murka Bangsa Kerdil.


‘Gawat! mereka semua memiliki kekuatan terkutuk ini, dan bisa dipastikan mereka semua garis keturunan murni dari Suku Kerdil!’ Kuntok mulai pucat.


“Cepat! habis mereka sebelum mereka menggila!”


Pasukan Aliansi Lembah Hantu bergerak bersama menyerang ketua suku Ardan dan para anggotanya, begitu juga sebaliknya. Ardan bersama warganya bergerak serempak melakukan perlawanan.


Putri Yara pertamanya tidak ingin mengambil bagian dari pertempuran ini yang dianggapnya taktik Juli semata, akan tetapi saat beberapa orang mulai mengepungnya dan ia pun akhirnya terlibat dalam pertempuran itu.


Juli sekarang berada di tengah-tengah pertempuran, ia dapat melihat kekuatan antara seratus orang pasukan Aliansi Lembah Hantu ini melawan sembilan orang suku Bante dengan hasil hampir berimbang.

__ADS_1


Sementara sebelas lainnya adalah anak-anak dan bayi, merekajelas tidak ikut campur dalam pertarungan ini.


Di antara semua suku Bante hanya ade yang terlihat lebih unggul dari anggota suku Bante lainnya. Pemuda ini bertarung dengan gagah berani ia melawan 20 Pasukan Aliansi seorang diri. Sementara kepala suku hanya melawan lima belas orang saja.


Juli pada dasarnya bisa saja membunuh mereka semua sekaligus, akan tetapi hal itu tidak membuat suku Mante berkembang kedepannya. Dengan cara ini suku Mantemerebut kembali kehormatannya yang telah lama terkubur.


Melihat Juli berdiri santai di tengah berkecamuknya perang, seorang  pasukan aliansi menyadarinya dan mencoba menebasnya dari arah belakang.


“Anak setan!ini semua karena ulahmu!” teriaknya marah.


Juli mengangkat tangannya, api hitam keluar dari telapak tangan dan menyerap pasukan itu kedalamnya. Tindakan Juli ini menarik perhatian beberapa orang termasuk Kuntok dan Ardan.


Kuntok dan Ardan terkejut bukan main saat melihat seorang di hadapannya menghilang begitu saja ditelan awan hitam yang misterius.


“Apa yang terjadi? Apa kau yang menyebabkan semua orang yang memasuki wilayah ini menghilang?”


Teriakkan menggema Kuntok membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Pertempuran berhenti untuk sesaat semua mata tertuju pada Juli, yang terlihat masih beri santai.


Juli cepat melambaikan tangannya, “Bukan, bukan aku! Yang sebelumnya bukan Aku, tapi untuk kalian semua  yang berasal dari pasukan Aliansi Lembah Hantu akan segera menghilang, yaaa.. layaknya sepertikawanmu tadi”. Juli senyum dingin menatap Kuntok.


Kuntok menjadi murka, ia sempat curiga dengan Juli sebelumnya. Karena dalam pikiran Kuntok, di dunia ini hanya dua jenis orang yang bertingkah seperti Juli.


Pertama jenis anak yang bodoh, biasanya mereka mati muda. ke-dua, siluman tua yang menyamar, mereka akan berpura-pura menjadi lemah untuk menangkap mangsa yang lebih besar, jenis inilah yang paling ditakuti mereka.


“Celaka! Kita terjebak oleh anak siluman, cepat! semuanya serang anak iblis ini dulu!” teriak Kuntok memerintahkan anak buahnya.


“Sepertinya Kuntok dalam masalah!”


“Tidak! Anak itu baru saja melakukan teknik misterius yang membuat salah satu anak buahnya menghilang, aku sempat melihatnya tadi,”


Kini semua orang memandang Juli dengan cara yang berbeda, mereka mulai bertanya-tanya siapakah Juli yang sebenarnya.


Di sisi lain, suku Bante sendiri telah terlepas dari kepungan, karena pasukan pengepung mereka telah berbalik badan menyerang Juli.


Senyum mekar di bibir Juli,wajah senyum bahagia kembali terlihat,


“Bagus aku memang membutuhkan pasukan, 100 pasukan berkuda tidak buruk, tapi jika kalian ku serap ke neraka kegelapan mungkin aku bisa mengatur kalian dengan mudah, tapi, hawa tubuh kalian terlalu mengerikan itu dapat menakuti anak-anak. Namun kalau kalian kuberikan cairan budak kutukan itu akan terlihat lebih baik! Baiklah kalian penasaran dengan bocah iblis bakat bukan? Sekarang lihatlah”


Suara Juli menggema di udara, seolah bukan berasal darinya. Kini Juli mengangkat telapak tangannya sembari berteriak.


“Bocah Iblis Barat!keluarlah!”


Juli mengeluarkan sosok anak perempuan berusia 7 tahun, memiliki sepasang tanduk dikepalanya, bersayap dan berekor.


Aura kematian yang dipancar anak perempuan ini sangat kuat mengancam siapapun yang ada di sana, termasuk Putri Yara.


Kemunculan anak cantik ini membuat semua orang terkejut, terutama Kuntok karena dialah salah satu orang yang pernah melihat langsung anak ini sebelumnya.

__ADS_1


“Putri Mina Bocah Iblis Barat!”


Beberapa orang dari Aliansi Lembah Hantu berkata serempak, mereka tidak mengira petinggi mereka akan menampakan diri hari ini.


Perkataan mereka itu menjadi gempar, semua orang menjadi ketakutan tidak terkecuali pasukan Aliansi Lembah Hantu sendiri.


“Bagaimana Putri Mina bersamanya?”


“Apa yang terjadi?”


“Apakah ini Putri Mina palsu?”


“Tidak! tidak mungkin, Aura kematian yang dipancarkan tidak ada duanya, ini asli!


Semua suku Bante berdiri terpaku, mata mereka terbelalak, tidak tahu apa yang harus dikatakan. Karena anak perempuan kecil didepan mereka bukanlah sesuatu yang bisa mereka lawan, bahkan jika mereka menggunakan tenaga leluhur sekalipun.


Mina perlahan menghampiri Juli dan bertekuk lutut di depannya dengan tubuh gemetar ketakutan,


“Tuan! Memanggil saya?” Putri Mina memberi hormatnya dengan khusyuk.


Semua mata terbelalak, termasuk Putri Yara. Putri Yara sungguh tidak menduga bahwa Juli termasuk orang paling berpengaruh di bumi Barat, ia berusaha keras mengingat-ingat siapa sosok Juli di depannya ini.


‘Aku tidak tahu, mungkinkah anak ini ute-e? Tidak! Ute-e sudah berusia lebih dari 200 tahun, walaupun muda namun tidak akan semuda ini, adakah anak siluman lain yang lebih hebat dari itu.’ Batin Yara mulai pucat.


Karena ia tahu kalau banyak siluman sekuat Juli, maka kehancuran bumi Tengah hanya menunggu waktu.


Di sisi lain, tindakan Mina yang berlutut di depan Juli membuat seluruh Aliansi Lembah Hantu ikut berlutut dan bersujud bersama.


Raut wajah mereka terlihat buruk, tidak ada lagi yang berani menatap Juli secara langsung. Mereka tidak menyangka bahwa salah satu ketua aliansi tertinggi sekarang bersujud di depannya.


Suku Bante juga sangat kebingungan, mereka tidak tahu Juli itu sebenarnya kawan atau lawan, namun mereka memilih membaca situasi terlebih dahulu.


“Kepala suku, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya nyawa kita berada pada tangan anak itu, kali ini bukan lagi Kuntok yang menjadi ancaman kita,” Ade kembali berkeringat dingin.


“Tenanglah! Anak ini lebih enak diajak berbicara dibandingkan Kuntok, lagipula, jika anak sekuat ini ingin menghancurkan kita, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa”, jawab ketua suku mantap.


“Mina! Tugasmu kali ini memberikan cairan Kutukan Budak Darah ini kepada mereka! Karena aku ingin menciptakan pasukan ku sendiri untuk melindungi orang-orang lemah dari penindasan, serta membuat tempat yang aman di kerajaan ini, dan terbebas dari kutukan Aray Iblis.”


Juli mengeluarkan 200 cairan merah darah dari dalam cincin ruang lalu diserahkan pada Mina.


“Baik tuan serahkan tugas ini kepadaku!”


Mina mengalihkan pandangannya ke arah pasukan Aliansi Lembah Hantu.


“Apa kalian dengar!apa yang Kaisar katakan?”


***

__ADS_1


__ADS_2