Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 113. Membangun Kota Singa


__ADS_3

Di masa kejayaannya bangsa kerdil terkenal handal dalam menciptakan bangunan, baik itu bangunan fisik maupun bangunan sihir.


Akan tetapi, bangsa kerdil lemah dalam hal pertanian, untuk memecahkan masalah ini, raja kerdil memutuskan untuk mencari bangsa lain yang handal dalam pertanian. Salah satunya, suku bangsa yang terampil bertani adalah suku Wewe Gemut dari Utara.


Suku wewe gemut sangat terampil dalam bercocok tanam, dan suku ini banyak tersebar di seluruh Benua Barat kala itu.


Raja kerdil melihat ketekunan dan keterampilan wewe gemut dalam bertani membuatnya tertarik.


Sehingga, Raja kerdil memutuskan untuk menangkap seluruh Wewe Gemut di Benua Barat untuk dipekerjakan di kerajaannya.


Tidak kurang dari 3000 Wewe Gemut tertangkap dan berhasil dipekerjakan.


Pertamanya bangsa Wewe Gemut sangat bermanfaat bagi kerajaan kerdil dalam penyediaan pangan.


Bangsa kerdil sudah tidak lagi mengkhawatirkan mengenai kekurangan sumber pangan yang selama ini meresahkan mereka.


Sekarang mereka bisa lebih fokus dalam mengembangkan senjata dan memperluas Kerajaannya.


Namun, tanpa mereka ketahui, sebenarnya Suku Wewe Gemut memiliki sisi gelap, yaitu sebuah ritual makan daging manusia setiap harinya.


Sebab itulah, suku Wewe Gemut menyebar ke seluruh Bumi Barat, selain untuk mempermudah mendapatkan mangsa juga untuk menutupi perilaku aneh mereka.


Setelah setahun bekerja, suku Wewe Gemut tidak menunjukkan tanda-tanda lapar daging manusia, Sehingga Walaupun ada rumor mengenai kebiasaan mereka, namun tidak ada suku Kerdil yang mau mempercayainya.


Akan tetapi, pada suatu malam mereka bergerak bersama, untuk berburu bangsa kerdil yang sedang tertidur.


Bangsa kerdil tidak waspada terhadapnya Wewe Gemut, sehingga membuat banyak jatuh korban, tidak sedikit anak-anak dan orang tua mati atas serangan malam itu.


Akibat penyerangan ini Raja kerdil sendiri terluka. Pagi harinya ia kembali dikejutkan saat melihat seluruh kerajaan kerdilbersimbah darah.


Raja Kerdil menjadi murka, membunuh bangsa Wewe Gemut tidak cukup untuk menghapus dosa-dosa mereka. Akhirnya Raja kerdil mengutuk bangsa Wewe Gemut dengan kutukan kuno bangsa kerdil.


Kutukan ini membuat Wewe Gemut tidak bisa keluar dari kerajaan suku Kerdil, akan tetapi juga Wewe Gemut ini tidak bisa mati.


kutukan ini mirip dengan kutukan mutiara neraka yang pernah digunakan Juli sebelumnya, yang membedakan ialah, Juli menempatkan mereka dalam matahari sementara kutukan ini hanya menempatkan mereka di dalam kota kerdil.


Kutukan ini malah membuat bangsa Kerdil semakin terpuruk. Betapa tidak, bangsa Kerdil dengan mudah dibunuh oleh suku Wewe Gemutyang kini tidak bisa mati lagi.


Akibat kecerobohan ini, suku Kerdil yang bertahan hidup akhirnya harus, melarikan diri dari kampung halamannya.


Kisah Wewe Gemut ini menjadi sejarah, dari sejarah menjadi legenda, dari legenda menjadi mitos, dan sekarang tidak ada lagi orang yang mengingatnya.


Di kehidupan Juli sebelumnya, Wewe Gemut berhasil memecahkan kutukannya dengan bantuan sekte Cabak Iblis.


Wewe Gemut kemudian di manfaatkan oleh aliran hitam untuk memerangi aliran putih yang tersisa.


Tidak terhitung jumlah pendekar aliran putih yang terbantai ditangan suku liar ini, hingga bumi menjadi merah darah.


Pada saat itu, hati Juli terpanggil untuk menyelamatkan bumi Barat. Juli datang bersama pasukannya menumpas habis Wewe Gemut beserta keturunannya dengan menggunakan segel kutukan lainnya.


**

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu, reruntuhan suku kerdil bagian Selatan telah berhasil dibangun kembali. walaupun masih jauh dari kata sempurna, tapi bangunan ini telah dapat dihuni dengan layak.


Bangunan ini bekas salah satu bangunan pertahanan suku kerdil, sehingga terdapat satu menara utama dan empat menara tinggi di setiap sudutnya.


Keberhasilan pembangunan ini, tidak terlepas dari kerja keras pasukan hantu yang dipimpin oleh Ade, seorang pemuda jenius dari suku Bante.


Bangunan ini tidak besar bila dibandingkan dengan ratusan bangunan lainnya, akan tetapi bangunan ini bisa dihuni oleh 2000 kepala keluarga.


Membangun bangunan ini kembali tidaklah mudah, setiap pekerja harus dikawal dengan ketat, sebab selalu ada sosok bayangan hitam yang selalu mengincar nyawa para pekerja.


Seorang anak perempuan bangsa siluman berusia 8 tahun, Berdiri siaga di lantai atas menara utama yang baru saja direnovasi.


Tinggi menara ini tidak kurang dari 120 meter yang terdiri atas 30 lantai.


Tatapan matanya menyapu seluruh area pembangunan, aura kematian yang dikeluarkan tubuhnya sangat menakutkan.


“Mina!”


Tiba-tiba terdengar suara panggilan anak lelaki dari pintu portal arah belakang, anak ini sebaya dengannya. Anak Laki-laki ini datang bersama seorang wanita cantik jelita, kedua orang ini tidak lain ialah Juli dan Yara.


“Iya Tuan!” Jawab mina singkat dan memberi hormatnya.


 “Mina! Tugasmu sekarang letakkan batu kristal ini di setiap sudut kota yang telah kita bangun, ingat! Waktumu tidak banyak!”


Juli menghampiri Mina sembari menyodorkan 12 kristal yang telah ditulis dengan tulisan kuno kepada Mina.


“Ya tuan!” jawab Mina cepat.


Disisi lain, Putri Yara berdiri terpaku di belakang Juli dan sedikit termenung.


Yara kali ini dapat menyaksikan sendiri bagaimana Juli membangun pintu portal di setiap sudut reruntuhan dengan mudah.


Padahal di kekaisaran Bumi Tengah sekalipun, hanya Mahaguru Kirzi yang dapat melakukannya.


Mahaguru Kirzi pula yang telah mengajari mereka cara memanfaatkan artefak ruang waktu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tanpa artefak mereka tidak bisa melakukannya.


Lain halnya dengan Juli, ia membangun beberapa pintu hanya dalam hitungan hari saja, sementara Mahaguru Kirzi membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk merampungkannya.


Memang dari segi usia dan tenaga dalam, Juli tidak ubahnya seperti anak biasa, namun dari teknik-teknik kuno yang digunakan membuktikan bahwa anak ini bukan berada di usianya.


Keterkejutan Yara, menjadi penasaran, dari rasa penasarannya berubah menjadi rasa kekaguman.


Akhirnya Yara mengerti kenapa Putri Rihana memanggil Juli sebagai seorang senior.


Yara semula mengira Juli anak yang ceroboh, namun Juli sebenarnya seorang anak yang penuh perhitungan.


Contohnya saja, ia memiliki Bocah Iblis Barat yang bisa dijadikan tamengnya saat pertarungannya melawan pengawal kekaisaran bumi Tengah, tapi Juli tidak ceroboh menggunakan Mina, karena, kalau dia memanggilnya saat itu, maka dapat dipastikan Mina akan terbunuh dengan sia-sia.


Selain itu, Juli juga memiliki hati yang lembut dan tidak menyombongkan diri. Walaupun ia adalah seorang ahli tertinggi dengan sejuta pengetahuan, namun dia tetap saja tidak memandang rendah orang lain, bahkan ia bisa bermain dengan ceria bersama anak-anak seusianya.


Hal-hal kecil seperti inilah yang membuat Putri Yara merasa bahwa dirinyalah yang berpikiran kekanak-kanakan di hadapan Mahaguru yang sebenarnya.

__ADS_1


“Tuan Juli! Dalam dua hari ini aku melihat pergerakan mereka mulai mendekati, apa aku harus mengambil tindakan?” pertanyaan Mina memecahkan lamunan Putri Yara.


Sebenarnya, Mina dalam beberapa hari ini ditugaskan Juli untuk mengamati keadaan disekitar reruntuhan kota yang baru dibangun.


Namun belakangan ini dia mengetahui ada sekelompok makhluk yang terus mengawasinya. Sekelompok makhluk ini memiliki ciri-ciri tubuh, tinggi besar, memiliki taring panjang, serta dapat menghilang secara misterius di sela-sela bangunan layaknya hantu.


Sepanjang waktu makhluk ini terus mengawasi para pekerja dalam gelap, namun tidak ada yang berani mengganggu.


Juli dapat melihat walaupun Mina telah menjadi budak dan hanya memiliki sedikit kesadarannya, namun Mina masih memiliki semangat untuk melenyapkan makhluk ini.


Juli menepuk pundak Mina dengan lembut, bibir Juli tersenyum lebar.


“Tidak perlu Mina, kau tidak akan bisa membunuhnya, Karena makhluk ini adalah makhluk terkutuk! Di samping itu, mereka juga berguna untuk kita kedepannya, sekarang tenang saja, selama aku masih di sini, mereka tidak akan berani berbuat apa-apa”, jelas Juli santai.


“Baik tuan!”


Mina segera terbang meninggalkan Juli dan Putri Yara yang kini menggantikan posisinya mengawasi tempat itu.


Tidak butuh waktu lama bagi Mina untuk meletakkan kristal itu sesuai yang diinginkan, sebab Mina sendiri memiliki kesadaran Juli di dalam dirinya.


Juli senyum, saat melihat wilayah yang telah berhasil dibangunnya mencapai puluhan hektar.


Pasukan Lembah Hantu bekerja dengan gigih, seakan tidak lelah sedikitpun, padahal mereka hanya berhenti pada saat makan dan minum saja setiap harinya.


“Putri Yara! Setelah Mina meletakkan kristal di setiap sudut wilayah, array kutukan akan muncul beberapa saat kemudian, oleh karena itu kau jangan keluar dari tempat ini, dan berikan minuman dalam botol-botol ini jika ada pengunjung yang datang”


Juli memberikan 1000 botol kecil yang berisi cairan merah darah yang dikenal dengan “cairan kutukan budak darah”, bagi peminum cairan ini, Juli dapat membaca pikiran dan mengontrol orang itu serta dapat pula membunuhnya dengan mudah.


Yara mengambilnya dan memperhatikan lebih dekat, raut wajahnya terlihat bingung.


“Juli! Bisakah kau katakan lebih detil fungsi dari cairan ini? Sepertinya cairan ini sama persis seperti cairan yang kau berikan pada puluhan orang pasukan Aliansi Lemah Hantu, aura kutukan yang terdapat pada cairan ini sungguh sangat pekat ”.


Sangking pekatnya kutukan, walaupun tanpa menggunakan tenaga dalam, Yara masih mampu melihatnya.


“Putri Yara! Di bawah aray ini, hanya orang yang minum salah satu dari tiga cairan terkutuk yang bisa bertahan lebih dari satu jam, pertama cairan pengenal jiwa, kedua cairan kutukan jiwa, yang ketiga cairan budak darah”.


Juli menyerahkan dua cairan yang dimaksud, satu bening satunya lagi cairan berwarna kuning.


Juli menjelaskan fungsi dan manfaatnya pada Yara dengan detail, setelah mendengar penjelasan Yara jelas ingin minum cairan bening.


Akan tetapi, Juli mengatakan bahwa hal itu tidak berguna baginya, karena darah Juli telah mengalir dalam tubuh Yara, saat Juli menyembuhkan perut Yara sebelumnya.


Juli menjelaskan cara kerja aray kutukan secara detail, dan cara Juli mengontrolnya sesuka hati.


Yara mendengar dengan seksama, akan tetapi untuk membuat seperti yang dikatakan oleh Juli setidaknya membutuhkan lima puluh tahun bagi Yara untuk mewujudkannya.


Mata Yara melebar, ‘Pantas saja Mahaguru Kirzi mengatakan bahwa menjadi ahli kitab itu tidak mudah seperti kelihatannya, memang benar adanya, orang yang disebut jenius seperti ku saja tidak memahami apa-apa tentang apa yang dibicarakan, sungguh menyebalkan’. batin Yara.


Tidak lama kemudian Julipun pamit pada Yara, dengan jentikan jari, Juli kembali menghilang layaknya debu dihempas angin. Kejadian seperti ini memang tidak asing di bumi Tengah, akan tetapi melakukannya tanpa menggunakan Artefak, itu perkara lain.


Tidak lama setelah kepergian Juli, Aray kutukan mulai terlihat dilangit reruntuhan, semua orang menjadi bingung untuk sesaat.

__ADS_1


Akan tetapi itu tidak dalam waktu lama, karena Putri Yara telah ada disana untuk menjelaskan pada mereka sesuai yang diperintahkan Juli sebelumnya.


**


__ADS_2