
Ratu Amanda mengangguk, “Yona hanya bisa diobati oleh si pembuat segel itu” ucap Amanda pelan.
“Itu benar, hanya Juli Masternya itu yang bisa mengobati Putri Yona, selain si menyebalkan itu memang tidak ada lagi” tiba-tiba sebuah suara anak kecil perempuan terdengar dari arah belakang Raja Alundril, Ratu Amanda dan Jendral.
Mereka menoleh kearah sumber suara, betapa terkejutnya mereka bertiga saat melihat sebuah singgasana bangsa Kuru kuno berada di belakang mereka, Raja Alundril tahu benar bahwa itu sebuah singgasana penyembuhan, dan dapat membuat siapapun yang duduk di atasnya akan awet muda walaupun dalam waktu ribuan tahun.
Namun yang sangat mengherankannya anak manusia kecil cantik jelita seumuran Yona duduk santai diatasnya seperti seorang ratu besar di antara petinggi-petingginya,
Ratu Amanda mengerutkan keningnya mencoba mengawasi bayang-bayang gelap yang bersembunyi di balik singgasana me
gah anak itu, akan tetapi dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Raja Alundril sudah terbiasa berhadapan dengan para dewa aneh dan hal itu tidak begitu mengejutkan baginya, akan tetapi anak manusia di depannya ini terhitung keterlaluan memasuki istananya tanpa minta izin terlebih dahulu.
“Katakan siapa kau? Dan Apa tujuan mu” tanya Raja Alundril penuh selidik.
Anak di depannya itu malah senyum santai, “Aku Sernam Dewi, aku datang kemari untuk menyelamatkan Putri Yona, ya… bisa dikatakan aku dan dirinya memiliki master yang sama, kebetulan master kami sedang terjebak dan belum bisa keluar dari jebakan itu, jadi aku datang kemari untuk membantunya” Jelas Sernam Dewi santai.
Semua orang kaget, Raja Alundril terlihat tidak percaya, “Nak! Kau mengatakan kalau dia terjebak? Bisakah kau menjelaskan padaku bagaimana seorang tingkat Dewa Leluhur segela bangsa bisa terjebak? Huh! Apa dia telah tumpul pengetahuannya atau telah pikun karena tua? kalian saja sebagai anak didiknya memiliki pengetahuan luas dan memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, bisa kau jelaskan jebakan macam apa itu” Raja Alundril tidak percaya dengan Sernam Dewi.
__ADS_1
Sernam Dewi memijat keningnya terlihat bingung sekali, ‘Bagaimana harus ku jelaskan kondisi si anak breengsek itu, kalau ku jelaskan pun pasti semua orang akan berpikir aku menipu mereka’ Batin Sernam Dewi bingung.
“Begini, Master kami itu karena sebuah kecelakaan kecil di teleportasi ke dalam kubah kutukan Bumi Barat, karena budidaya tubuhnya sekitar tingkat batu jadi dia tidak bisa keluar dari sana, namun bagiku untuk keluar masuk ke sana membawa Yona masih bisa ku lakukan walaupun aku harus beristirahat beberapa minggu karenanya, tapi sebaliknya, aku benar-benar tidak mampu menarik monster itu keluar dari sana” jelas Sernam Dewi dengan nada serius.
“Hahaha, Kau mau menipu ku? Apa kau pikir itu bisa menipu seseorang tingkat Dewa seperti ku? Adakah seseorang berpengetahuan sangat luas berada di tingkat batu? kau sendiri telah berada di tingkat kaisar sebagai anak didiknya, Putri Yona cicit ku berada di tingkat emas mutasi sangat mengerikan, apa kau akan berkata seorang budidaya tingkat kaisar dan tingkat emas diajarkan oleh seorang bocah yang bahkan belum menginjak tingkat timah! huh? apa kau ingin membuatku gila untuk mempercayai mu?” tanya Raja Alundril mulai marah.
Sernam Dewi menepuk jidatnya ia menoleh kearah Ratu Amanda, ia benar-benar kehabisan akal untuk menjelaskannya,
“Ibunda Ratu! Bagaimana cara ku menjelaskan tentang Master? Dia begitu misterius, bukankan Ibunda Ratu pernah berjumpa dengannya? Kala itu dia masih di tingkat kayu? Bagaimana aku menjelaskan kondisi ini, pada yang mulia Raja Alundril?” tanya Sernam Dewi tiba-tiba sampai membuat Ratu Amanda kaget.
Dia mencoba mengingat-ingat memang benar seperti yang dikatakan Sernam Dewi, Juli kala itu masih tingkat kayu sementara Yona Tahap Perunggu Mutasi, sekarang Yona telah berada di tingkat emas dua setelah membunuh tiga Dewa Peri Kegelapan seorang diri sekaligus.
“Yang mulia! Benar apa yang dikatakan Sernam Dewi ini, aku jadi saksinya, kala itu Master Yona masih tingkat kayu” Ucap Ratu Amanda membenarkan.
“Hahaha, Situasi macam apa ini, aku tidak tahu harus bagaimana berpikir sekarang, di sisi lain, jika ku pertahankan Yona tetap di sini dia akan tetap mati pada akhirnya, lebih baik bawa saja dia, setidaknya kematiannya tidak di depan mataku, tapi jika kau memanfaatkannya aku bersumpah akan memburumu sampai ke neraka” Ancam Raja Alundril mengeluarkan aura pembunuh yang sangat dahsyat hingga membuat Sernam Dewi gemetar hebat,
Sernam Dewi hanya menganguk pelan, setelah itu Raja Alundril pergi meninggalkan ruangan itu dengan wajah sedih tidak menentu, ‘Cicitku tersayang! Maafkan Kakek buyutmu yang tidak berguna ini’ batinnya menyeka air matanya.
Sernam Dewi mengalihkan pandangannya pada Ratu Amanda, “Ibunda Ratu! Aku akan mengobatinya sebentar, setelah dia sembuh aku akan mambawanya kembali kemari, aku mengerti tempat ini sungguh sangat membutuhkan jasanya dalam menghadapi banyak ahli siluman yang terus memerangi kalian, lagi pula kekuatanku untuk menerobos ke sana hanya untuk sehari saja, selanjutnya kutukan Aray akan berlaku pada Yona dan itu tidak bisa ku biarkan, aku tidak mau mengambil resiko nyawa” ucap Sernam Dewi senyum.
__ADS_1
Ratu Amanda melihat wajah Sernam Dewi yang cantik jelita dan memiliki wawasan yang luas membuatnya senyum bahagia,
“Terus terang aku iri pada kalian, kalian masih lah anak-anak tapi pemikiran kalian sungguh melampaui orang diatas kalian” kata ratu amanda senyum hangat.
Sernam Dewi hanya senyum tidak menjawab apapun, ‘Hihihi, Aku sebenarnya telah berumur ratusan tahun walaupun fisikku tujuh tahun dan hampir menyaingi umurnya, si Juli sialan itu malah selalu memanggilku nenek reot, dia selalu menyusahkan ku, sekarang aku dibuat barang teleportasinya, kalau jumpa kali ini aku pasti akan memakinya’ batin Sernam Dewi seraya melambaikan tangannya pada Ratu Amanda,
Wusss…
Sernam Dewi beserta singgasananya hilang dari sana begitu Juga dengan Putri Yona yang berada di dalam ruangan tersegel itu.
Ratu Amanda menoleh kearah jendral yang dari tadi hanya melongo tidak tahu harus percaya atau tidak apa yang dilihatnya,
“Jendral! Aku harap kau harus terus menjaga di depan pintu ini, aku tidak ingin informasi kepergian putriku tersebar, kau mengertikan maksudku?” tanya ratu Amanda dengan nada serius.
Jendral menganguk, “Aku mengerti Ratu, aku juga bisa mencium bau pemberontakan di kerajaan ini sekarang” jawab Jendral menyetujui usulannya.
Ratu Amanda kini bisa senyum setelah sekian lama terus menangis dan tidak pernah bisa tidur tenang, ‘Hm… Aku bisa tenang sekarang dan hanya dia satu-satunya harapan, aku yakin Masternya akan segera menyelamatkannya, aku bisa melihat anak itu sungguh sangat baik dan dia pasti tidak akan membiarkan Yona mati begitu saja di depan matanya’ Ratu Amanda mengenang.
**
__ADS_1
Kawan Kawan yang tidak tahu siapa Yona dan Sernam Dewi bisa baca di (Kembalinya Kaisar Langit dan Bumi) jilid pertama, mungkin sebagian tidak menyukai chapter ini tapi bersabarlah karena ini ada kaitannya dengan cerita selanjutnya
**