Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 137. Juli Vs Ku-Ja


__ADS_3

“Manusia rendahan! Kalian senang hanya dengan membunuh seorang cecunguk kecil! Kini akan ku perlihatkan bagaimana kekuatan Dewa yang sesungguhnya, Hahaha!”Terdengar tawa dari salah satu kapal aliansi Sungai Darah.


Suara tawa ini mengandung tenaga dalam dahsyat yang mampu menekan ratusan orang di sekitarnya, kekuatan ini bukanlah kekuatan yang dimiliki oleh manusia tingkat legenda sekalipun.


Arga berusaha mempertahankan kesadarannya dengan menggunakan segenap tenaga dalam, sementara belasan pasukan yang berpangkat putih telah jatuh tumbang ke lantai geladak kapal.


“Wali Agung! Benarkah itu kamu?” kini Arga mulai memandang Juli dengan pandangan yang berbeda, bukan lagi sosok anak kecil yang perlu dilindungi seperti sebelumnya, walaupun demikian ia perlu memastikan kebenaran.


Juli menoleh ke arah Arga, “Senior Rajawali Merah! Mereka memang memanggil ku dengan sebutan itu, jadi sudah menjadi tugas ku untuk melindungi mereka yang menganggap aku sebagai wali. Oya! Kau tetap disini dan aku akan berusaha mengurus mereka”. Setelah berkata demikian Juli langsung menoleh kembali ke arah sumber suara yang menekan semua orang.


Arga menjatuhkan diri berlutut memberi hormatnya, “Wali Agung! Saya Arga memberi hormat, katakan padaku apa yang harus kulakukan?”. Arga merasakan nyaman dalam hatinya saat melayani Tetua Agung, apalagi Tetua Agung langsung menyebutkan nama seolah telah mengenalnya dengan baik.


‘Kini rasanya Aku seperti telah dibangkit kembali menjadi sosok yang lebih kuat.’ Batin Arga merasakan kebahagiaan dihatinya.


Juli menoleh ke arah Arga dengan senyum hangat, “Senior Arga Si Rajawali Merah! Kau kutugaskan untuk menjaga kapal, dan aku akan mengurus sisanya, makanlah kristal hijau yang kuberikan ini, dan seraplah untuk menyembuhkan tenagamu”.


Selesai berkata demikian Juli menyerahkan dua kristal hijau pada Arga, tanpa menunggu respon Arga, Juli langsung melompat ke salah satu kapal Aliansi Sungai Darah.


Arga bangkit dengan semangat yang luar biasa, “Terimakasih banyak Wali Agung! Masalah ini serahkan saja padaku?” Arga segera memerintah beberapa pasukan yang tersisa untuk bersiap bertempur kembali.


Juli mendarat di kapal Aliansi Sungai Darah dengan sempurna, tidak ada satu pasukan pun yang berani menghadang langkahnya. Mereka mengetahui jika itu dilakukan maka korban tidak akan terhindari, mengingat pemimpin mereka saja tidak mampu menghentikannya.


“Apa yang kalian lihat? Bukankah kalian ingin merampok! Mengapa diam saja, hari ini akulah yang akan merampok kalian, bagaimana?” Juli langsung menyerang dengan cepat dan tidak menunggu mereka menjawab.


“Ayo semuanya kepung! Akh!”

__ADS_1


Belum sempat mereka berbicara, Juli telah menyeret mereka ke dalam Neraka Para Dewa. Mereka menjadi terkejut saat melihat siapapun yang disentuh oleh Juli langsung menghilang bagai ditelan udara. Mereka tidak menyadari, bahwa semua rekannya telah menjerit kesakitan di dalam Neraka Para Dewa.


Pasukan Aliansi Sungai Darah terus berteriak memohon untuk dibunuh, akan tetapi kutukan ini tidak berlaku bagi mereka yang telah masuk ke dalamnya.


Sementara ratusan lainnya hanya menunggu giliran saja, Juli terus bergerak dengan cepat, pergerakannya Bahkan tidak dapat dilihat dengan mata kepala mereka, yang mereka tahu bahwa satu persatu kawan mereka menghilang di hadapannya.


Untuk melumpuhkan satu kapal, Juli hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja, sebelum melompat ke kapal lainnya. Aura stres dan frustasi kini mulai terlihat di wajah mereka, mereka mulai merapatkan barisan untuk mencegah serangan tiba-tiba, tanpa mereka ketahui justru dalam keadaan tersebut mereka dapat dimusnahkan semuanya sekaligus.


“Tunjukkan dirimu! Jangan bersembunyi seperti pengecut! Aaa..!” lagi-lagi sebelum mereka sempat menyelesaikan kalimat mereka telah menghilang.


“Hohoho! menarik!” Tiba-tiba tiga sosok keluar dari dalam kapal, mereka berpangkat bintang hitam, siapapun yang melihat pasti mengetahui bahwa mereka adalah siluman tingkat dewa.


Juli tidak menyangka mereka akan keluar secepat ini. “Oh! rupanya kalian keluar juga! Kupikir kau akan menunggu sampai aku membunuh semua pasukan ini,” Juli tawa terkekeh.


“Kenapa Apa kau takut! Kami bertiga melawan satu orang cecunguk sepertimu! Hahaha.” Tawa seekor siluman bertanduk dan berekor panjang serta memiliki jenggot yang sangat panjang. Namanya Ku-Ja, dia merupakan pemimpin ketiga siluman lainnya.


Mereka bertiga saling menatap, tapi kebingungan mereka tidak berlangsung lama, setelah Juli mengeluarkan sesuatu dari telapak tangannya, sesosok yang sangat mereka kenal.


“U-Lok!” suara panggilan mereka serentak dengan wajah terkejut.


“Bukankah U-lok telah dibunuh! Aku dengar dia telah binasa di kota pelabuhan permata, tapi kenapa dia ada di sini? Apa yang terjadi dengan tubuhnya?”


“Ku-le mengatakan kalau U-lok mati saat melawan seorang bocah misterius di kota pelabuhan permata, apakah ini anak misterius itu! Celaka!”.


“Tapi Bagaimanapun kita akan menghabisinya hari ini, kalau kita menggunakan formasi Bintang Iblis maka dengan mudah kita dapat mengalahkannya. Tapi bagaimana dengan U-lok? Dia akan memihak kepada siapa?”

__ADS_1


Ketiganya terlihat bingung, tapi kebingungan mereka baru saja dimulai, kini U-lok bersujud dan membenturkan kepala di hadapan Juli dan menangis sejadi-jadinya.


“Dewa ampuni aku! Ampuni aku! Aku bersumpah akan setia kepadamu! Ampuni aku! ampuni aku!” U-lok terus bersujud-sujud membenturkan kepala ke lantai, membuat semua orang memahami betapa beratnya penyiksaan yang dialami oleh U-lok selama ini.


Juli menatap U-lok dengan dingin, “U-lok! Bangunlah! Tidakkah kau dengar apa yang mereka tanyakan? Sekarang jawablah kau berada di pihak siapa?” Juli senyum penuh makna.


U-lok segera sujud kembali, “Dewa yang agung! Tentu saja hamba berada di pihakmu, apa yang tuan perintahkan hamba akan laksanakan!” Tubuh U-lok gemetar hebat, dia bahkan tidak berani menatap wajah Juli.


Neraka Para Dewa tidak mengenal tubuh tingkat Dewa sekalipun, semuanya akan dihancurkan lalu diciptakan kembali dan dihancurkan kembali, begitulah seterusnya sehingga tidak cukup air mata Darah untuk menangisi penderitaan itu. U-lok telah merasakan sendiri bagaimana penderitaan yang dialami, mengingatnya saja membuatnya frustrasi berat.


“Baiklah aku mengampunimu, dan kau akan menjadi budakku selamanya, setiap perkataanku adalah titah yang tidak bisa kau bantah, sekali pembantahan kau akan mendiami neraka para dewa selama seminggu lamanya, dan itu lebih lama dari yang kau pernah alami selama ini, hahaha”. Juli tertawa lantang, sementara U-lok kembali pucat dan frustasi.


“Dewa yang agung! Aku tidak akan sekali-kali membantah perintahmu!” U-lok berkata dengan sungguh-sungguh, bahkan tidak dalam mimpinya pun terpikirkan Juli akan mengampuninya hari ini, andaikan dia bisa memilih dia lebih memilih mati daripada ditempatkan di Neraka Para Dewa.


“Apa yang terjadi dengan U-lok! Pasti sesuatu yang mengerikan telah dirasakannya.”


“Hati-hati jangan sampai tertangkap oleh anak ini! Dia sangat berbahaya!”


Ketiga siluman melebarkan matanya, mereka tidak bisa memikirkan Bagaimana penderitaan yang U-Lok derita selama ini, U-lok terkenal keras kepala dan sulit untuk menuruti keinginan orang lain sebelumnya, tapi hari ini U-lok bahkan kehilangan harga diri.


“U-lok! Kamu hadapi salah satu dari mereka, biarkan aku melawan dua yang lainnya”, Juli bergerak cepat ke arah Ku-Ja, dengan serangan telapak tangannya.


“U-Ka! Kau bantu aku untuk menghadapinya, sebaiknya kamu gunakan serangan terbaikmu dalam penyerangan ini!” dengan cepat Ku-Ja mengeluarkan sepasang golok dan menebas Juli secara membabi-buta.


Juli segera menangkis golok Ku-Ja, hingga mengeluarkan api hitam setiap benturan terjadi, mata para siluman terbelalak, saat melihat Juli menangkis senjata mereka dengan menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


**


__ADS_2