Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 89. Dewi Siluman Iblis


__ADS_3

Di Rawa-Rawa Rimba Pemangsa.


Pagi buta Ceurape telah mengumpulkan ribuan kristal hijau level 1 dan level 2 beberapa level 3. Hana berdecak kagum melihat tupai kecil milik Juli sangat cerdik dalam memilih dan memilah kristal yang didapatinya, selain itu Ceurape juga memahami bahasa manusia dengan sempurna.


“Tupai yang imut, kau benar-benar hebat, semua kristal ini sanggup kau kumpulkan seorang diri, ini sangat luar biasa” terdengar gumam lembut Hana penuh kekaguman.


Raut wajah Hana sudah berseri kembali setelah menyerap kristal hijau dari semalam. Hana mengamati sekeliling telah terpasang aray pelindung yang terlihat indah dan rapi seperti kaca bening tembus pandang. Sejenak pandangan Hana teralihkan pada Juli yang terlihat sibuk menyiapkan sarapan pagi berupa roti dan teh yang kini telah terhidang rapi pada meja makan.


Hana sedikit canggung saat beradu pandang dengan Juli,


“Senior, kau telah pulih syukurlah, apa ini? Apa ini Aray pelindung? Di sini bahkan udaranya sangat bersih bebas dari kabut spora parasit” Hana terkagum-kagum melihat teknik baru Juli yang dapat menciptakan aray pelindung sehebat ini.


Juli senyum hangat, “Ah! kau Sudah bangun rupanya, sini... sini... kita sarapan dulu, ini sarapan pagi telah ku siapkan untuk dua orang, jadi makan lah sampai kenyang agar kau bertenaga nantinya” Juli mengeluarkan dua kursi dari cincin ruang dan meletakkannya di depan meja makan. Beberapa hari sebelumnya Juli tidak bisa menggunakan tenaga dalam jadi ia kesulitan mengeluarkan barang barang dari cincin ruangnya.


Hana segera menghampiri Juli dengan riang dan duduk di bangku yang telah disediakan, Juli menjelaskan pada Hana mengenai teknik pembuatan aray pelindung sementara yang diciptakannya. Selanjutnya Juli juga memperkenalkan Ceurape pada Hana serta menjelaskan bagaimana Ceurape bisa memahami bahasa manusia. Sebenarnya hal itu terjadi karena Juli memberikan sedikit kesadaran pada Ceurape.


Hana terlihat bahagia, ia bisa sarapan enak dengan nyaman di pagi hari tanpa terganggu sedikitpun oleh tumbuhan liar parasit. Sambil sarapan Juli terus menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya, langkah itu terdengar gila seperti biasa namun Hana terlihat tidak begitu menghiraukannya. Salah satu rencana Juli sekarang ini ingin mencari keberadaan Pangeran ke-dua, walaupun wilayah yang di masuki pangeran kedua tidak begitu berbahaya namun serangan tidak terduga kemungkinan akan terjadi di malam hari.


“Baiklah! Kita akan ke sana sekarang senior, mengenai semua rencana mu aku menurut saja walaupun itu terdengar gila”


“Hahaha” tawa Juli sembari mengeluarkan bingkisan kain besar dari dalam cicin ruang dan meletakkan di atas meja di depan Hana,


“Baiklah Hana, ini ada ratusan kristal hijau manfaatkan kristal ini untuk meningkatkan budidaya tubuhmu nantinya” kemudian Juli menyerahkan bingkisan berisi ratusan kristal level 2 dan beberapa level 3 pada Hana.


Hana terlihat senang karena ia pun mendapatkan jatah yang tidak sedikit, walaupun tidak ada level 4 atau level 5 disana, tapi jumlah sebanyak itu cukup bagi Hana untuk naik beberapa level sekaligus tanpa ada efek samping.

__ADS_1


Setelah sarapan, Juli kembali menyimpan peralatan ke dalam cincin ruang, menghapus Aray kutukan, kemudian keduannya meneruskan perjalanannya kembali sesuai dengan rencana yang telah disusun. Disisi lain, setelah Juli sambuh Hana kini bisa merasakan tenang seperti sebelumnya.


**


Pada Sebuah Istana Raksasa Bumi Barat,


Ribuan manusia siluman berbagai bentuk dan ukaran berkumpul di dalam istana. Semua siluman yang ada di sini umumnya berpangkat bintang merah atau diatasnya, dan tidak sedikit pula yang berbentuk bintang ganda di dalamnya, tapi apapun itu tempat ini bukan tempat bagi mahluk berpangkat rendah.


Dalam istana seorang wanita cantik bersayap seperti Dewi berumur belasan tahun duduk di singasananya. Dewi ini mengenakan pakaian kebesaran kekaisaran berwarna hitam, mahkota permata indah tersemat di kepalanya, sorot matanya tajam kejam. Aura pembunuhnya sangat pekat di antara semua manusia siluman yang berada di dalam istana. Ribuan manusia siluman di ruangan itu bersujud memberi penghormatan padanya.


“Panjang Umur Maha Ratu Iblis!”


“Panjang Umur Maha Ratu Iblis!”


Dewi Siluman Iblis merupakan Maha Ratu siluman tertinggi wilayah barat yang sudah berada dibudidaya Dewa Tertinggi tahap puncak, dia satu satunya makhluk terkuat di Bumi Barat. Dewi Siluman Iblis juga memiliki sepuluh Kerajaan Siluman dibawah naungannya, kerajaan siluman ini memiliki kekuatan pasukan melebihi seluruh kekaisaran manusia Bumi Barat.



Dewa Bumi


Dewa Langit


Dewa Tertinggi.


Raja Dewa.

__ADS_1


Dewa Kaisar Bumi


Dewa Kaisar Langit


Dewa Kaisar Langit dan Bumi



Setiap tingkatan Dewa terbagi sepuluh tahap, setiap tahapan sangat sulit dilalui dan biasanya membutuhkan waktu ratusan tahun bahkan ribuan tahun. Dahulu Juli termasuk manusia jenius yang bisa menerobos tingkat Dewa dalam waktu puluhan tahun saja. Semua itu berhasil dilakukan karena Anggur Pengetahuan yang diperolehnya di Bumi Tengah pada kehidupan sebelumnya.


Dalam Ruangan Istana. Jendra Ute-e bergegas menghadap Dewi Siluman Iblis sembari bersujud dengan penuh hormat.


“Yang Mulia Maha Ratu, saya mendapat kabar buruk, seorang anak manusia memiliki 4 hukum, dua di antaranya Hukum Dewa, dan dia sekarang mengamuk di Hutan Siluman Pemangsa di Tanah Parasit, aku takut bocah itu akan mengganggu kestabilan lingkungan siluman, sejauh ini menurut laporan dia telah berhasil membunuh seekor Janeng Iblis” Jandral siluman Ute-e terus bersujud sembari menyampaikan informasi.


Dewi Siluman Iblis menyeringai, “Masalah itu saja kau sampai padaku, apa kau terlalu sibuk Ute-e dan tidak memiliki waktu untuk mengurusnya? Huh? Dia itu hanyalah bocah manusia yang sedikit jenius dan suka mencari perhatian pada siluman, Ute-e jika kamu terlalu sibuk maka perintahkan saja Yilae-be, Ingat! Aku tidak mau mendengar kalian gagal membawa kepala mereka, terutama bocah laki-laki itu, oya.. aku baru ingat! Kedua bocah itu membawa cincin ruang misterius, ku tebak! Anak perempuan itu menyimpan cincin pusaka tingkat tinggi, begitu juga dengan bocah lelaki itu, singkat cerita aku ingin dua cincin itu jatuh ketangan ku, dan kalian jangan sampai gagal” Ancam Dewi Siluman sampai keluar aura pembunuhnya hingga membuat seluruh ruangan gelap.


Ute-e menjadi pucat menghadapi sesuatu yang tidak bisa dilawannya, Ute-e siluman tingkat Dewa Bumi, akan tetapi bila dibandingkan dengan Dewi Siluman Iblis maka dia tidak ubahnya seekor semut lemah saja. Dewi Siluman Iblis bahkan dapat membunuh setingkat Ute-e hanya dengan jentikan jari saja.


“Yang Mulia Maha Ratu, jika misi ini begitu penting maka saya sendiri yang akan membawa kepala dua bocah itu kemari berikut cincin-cincin ruang yang ratu inginkan” Ute-e terlihat serius, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.


Dewi Siluman Iblis mengibaskan tangannya, “Ute-e! Ingatlah! Jika bukan mengingat jasa ayahmu terdahulu, kau bahkan tidak layak menjadi kepala pasukan ku, namun kau juga harus menyadari tanggung jawabmu yang ku embankan, Sekarang Pergilah! Aku ingin mendengar kabar baik dari mu” Dewi Siluman Iblis menyilangkan kaki duduk dengan angkuh di singasananya.


“Baik yang mulia, anugrah Yang Mulia selalu saya ingat”


Ute-e perlahan mundur dalam keadaan bersujud di antara ribuan petinggi lain yang masih bersujud diruangan Istana Siluman. Dalam ruang istana Ute-e tidak terlihat menyolok karena berpangkat bintang hitam dan bahkan ia terlihat biasa saja diruangan itu, karena dalam ruangan itu ratusan orang lebih tinggi pangkatnya dari Ute-e. Hanya saja dalam jabatan Ute-e merupakan salah satu jendral besar dari 20 jendral besar lainnya.

__ADS_1


**


__ADS_2