Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 139. Empat Dewa Siluman Ku-Ja, U-Lok, U-Zire, U-Ka


__ADS_3

“Iblis Tua Ku-Ja, butuh bantuan dari para Dewa Senior!”


Suara Ku-Ja menggentarkan dunia, membuat kapal yang ditempati menjadi hancur berantakan, energi yang dikeluarkan benar-benar sangat dahsyat dari raungan siluman itu.


Juli benar-benar tidak berpikir ada bangsa siluman sepenakut Ku-Ja, sangat jarang bangsa siluman memanggil bala bantuan karena kekalahan pribadi, sebab apa yang dilakukan Ku-Ja sama saja dengan merendahkan harga diri demi keselamatan nyawanya di depan para siluman lain.


Langit menjadi merah, teriakan Ku-Ja mendapat reaksi dari seluruh para siluman tingkat tinggi. Ulok bergegas terbang ke arah Juli dengan wajah pucat.


“Yang Mulia! Dia berencana memanggil puluhan Tetua Siluman atau bahkan Ratu Iblis Barat!” Ulok memperingati Juli dengan cepat, Juli hanya mengangguk karena ia sudah tahu semuanya.


Juli perlahan berjalan ke arah Ku-Ja dan menatapnya dengan tatapan dingin.


“Siluman tua bangka Ku-Ja! Aku tidak menyangka kau akan melakukan tindakan rendah seperti ini, tapi yang namanya dunia siluman tidak ada yang namanya kata adil dalam pertarungan, kalian ingin memusnahkan manusia, dan manusia pun ingin memusnahkan kalian, di dunia ini hanya ada satu bangsa yang akan bertahan nantinya, kalau bukan bangsa manusia tentu saja bangsa siluman. Begitu kan yang kalian pikirkan? Tapi ku rasa! Pertempuran besar akan segera terjadi! Kau berani bertindak gegabah di dalam kubah pelindung, kau pikir Sariek Beude akan membiarkan kalian pergi begitu saja! Konyol!” Juli menatapnya dengan tatapan dingin.


Ku-Ja dan U-Zire menelan ludah, mereka tahu kalau pertarungan dilanjutkan bisa dipastikan mereka akan mengalami hal mengerikan seperti yang dialami U-Lok, apalagi peluang menang mereka sudah tidak ada, karena U-Lok juga telah bergabung bersama mereka. Harga diri bagi mereka saat ini tidaklah berarti, yang penting adalah bagaimana cara menyelamatkan nyawa.


“Bocah manusia! Kau takkan mampu mengalahkan kami, kami telah membuka portal untuk bisa masuk kemari, pertamanya misi kami hanya mencari Putri Mina, tapi sekarang misi kami untuk melenyapkanmu dan Sariek Beude! Di bawah Kubah Pelindung ini tidak ada yang namanya manusia tingkat dewa, dan tidak ada pula manusia yang memiliki teknik-teknik di luar akal sehat sepertimu!” Ku-Ja pucat ia tetap menjaga jarak terhadap Juli, ia dapat mengerti kalau Juli bisa saja menyerangnya secara tiba-tiba.


Putri Yara mendarat di samping Juli, tatapannya tajam sepasang pedang langsung dicabut dari sarungnya, “Tuan apa yang kita tunggu! Kenapa kita tidak membunuhnya saja, kita pasti bisa melakukannya!” Putri Yara menjadi penasaran dengan sikap Juli yang biasanya cepat bertindak.


“Dewa yang agung! aku juga akan membantu.” U-Lok memasang posisi siap menyerang dan menunggu aba-aba selanjutnya dari Juli. Juli senyum sembari mengangkat tangan, sebagai isyarat untuk tidak melakukan apa pun tanpa perintahnya.


“Kalian pikir kami takut karena hanya tersisa berdua saja? Kami bisa saja melakukan teknik rahasia untuk menghancurkan kalian semua.” U-Zire mencoba menggertak Juli untuk mengulur waktu.


Juli menghela nafas panjang, senyuman dingin kembali menghiasi bibirnya, “Benar! Mereka berpikir berbicara denganku hanya untuk mengulur waktu, tapi sebenarnya aku juga sedang bekerja pada mereka! Hahaha!” Juli tertawa terbahak-bahak, matanya kembali mengeluarkan api kegelapan.


Ku-Ja dan U-Zire terkejut bencana melompat beberapa langkah mundur, akan tetapi tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali,


“Apa yang terjadi?”


“Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan! Apa yang telah kau lakukan pada kami?”


Dua Dewa itu menjadi pucat, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Juli sehingga tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali, Juli mendekati keduanya dan mengambil sesuatu di balik jubah mereka, sesuatu yang bercahaya kedap-kedip.


“Kunang-kunang surgawi!”


Putri Yara menjadi terkejut, ia tidak tahu bagaimana Juli memanfaatkan kunang-kunang surgawi untuk menahan pergerakan mereka, namun kunang-kunang surgawi benar-benar telah menyegel mereka dengan sempurna.


“Tuan! Bagaimana kunang-kunang ini bisa tidak terdeteksi keberadaannya? Aku bahkan tidak menyadari kunang-kunang itu ada pada mereka, lagi pula bagaimana tuan memanfaatkannya!” Putri Yara menjadi sangat bingung.


Kebingungan ini justru sangat jelas terlihat di wajah dua siluman, mereka tidak menduga Juli bisa berubah menjadi lebih licik daripada yang mereka pikirkan.


“Kau bocah licik! Apa yang kau lakukan dengan kunang-kunang bodoh itu terhadap kami? Lepaskan aku! biarkan aku bertarung secara adil!”


Juli menggeleng kepalanya, “Ini Kunang-Kunang Surgawi, tentu saja tingkat dewa rendahan seperti kalian tidak mampu mendeteksinya, ketahui lah! Mataku bukan satu, aku bisa memanfaatkan mata kunang-kunang ini untuk menyegel kalian dari titik buta.” Juli tertawa mendekati keduanya dan segera memukul dengan telapak tangan.


Ku-Ja dan U-Zire ingin berkata sesuatu namun mereka menghilang bagai di tiup angin, suasana menjadi hening, dua siluman yang memiliki Aura yang sangat mengerikan kini telah menghilang ditelan udara.

__ADS_1


“Horee!”


“Sekarang kita terbebas! Wali Kecil menang!”


“Apa! Wali Kecil dapat mengalahkan monster-monster itu? Sungguh!”


“Benar! Lihatlah hawa pembunuh telah sirna di kapal itu,”


“Hik! Hik! Air mataku sampai keluar sendiri, aku tidak menduga Tetua Kecil mampu menghadapi malapetaka ini!”


“Hore! Tetua Kecil menang!”


“Hore!”


Semua orang mulai bersorak gembira, mereka jelas tidak mengetahui apa pun, mereka tidak mengetahui bahwa bencana akan segera datang menghampiri.


Walaupun Juli akhirnya berhasil mengalahkan tiga dewa siluman dan ratusan Pasukan Aliansi Sungai Darah lainnya, hingga berhasil dimasukkan ke dalam Neraka Para Dewa, raut wajah Juli bukan ceria, tapi malah murung. ini disebabkan karena Juli mengetahui rencana mereka yang sebenarnya.


Juli berhasil memperoleh ingatan semua Dewa Siluman yang telah dimasukkannya ke Neraka Para Dewa, dan Juli juga memiliki cincin ruang milik mereka.


Juli memeriksa kelima kapal Aliansi Sungai Darah, ia menemukan penjara di lebung kapal yang di penuhi oleh wanita muda dan beberapa orang bangsawan yang telah mereka culik sebelumnya.


Raut wajah Juli terlihat buruk, saat melihat kondisi wanita yang berhasil di selamatkan, Juli memahami penderitaan dan rasa putus asa yang mereka alami.


“Perbuatan pasukan Aliansi Sungai Darah seperti Iblis! Untuk sementara tebus lah dosa kalian di Neraka Para Dewa”.


Juli sangat murka sehingga Pasukan Aliansi akan tetap di diamkan dalam Neraka Para Dewa untuk beberapa lama.


“Bapak-bapak! Abang-abang! Dan Kakak kakak semua, kalian jangan putus asa, aku memiliki kristal hijau, kristal ini dapat mengembalikan kondisi tubuh seperti sediakala, jangankan luka, andai tangan dan kaki putus pun dapat tumbuh dengan sempurna!”


Semua orang mengira perkataan anak ini bohong, akan tetapi setelah mereka makan dan menyerap kristal hijau sesuai anjuran, mereka dikembalikan seperti semula. Bukan saja luka, tapi penyakit apa pun yang di derita sembuh sempurna.


“Terimakasih! Aku telah tua dan telah lama botak! Tapi sekarang rambutku seperti saat usiaku belasan tahun, bahkan gusi ompong ku telah ditumbuhi gigi kembali dengan sempurna! Aku kembali muda, ini menakjubkan!”


“Terima kasih wali kecil! Kurap ku tidak bisa sembuh-sembuh, bahkan aku telah pergi ke beberapa tabib, dan tidak ada hasilnya, tapi kali ini benar-benar sembuh!”


“Lampu kiriku telah pecah! Selama bertahun-tahun aku tidak bisa melihat lagi, namun hari ini sudah bisa melihat kembali seperti biasa! Aku jadi tampan!”.


“Aku sudah beranak dua puluh tiga! Rambut-rambutku telah memutih, kerutan meraja lela, tapi sekarang aku telah menjadi anak gadis belia, kristal apa ini? Bisakah ketua Agung memberikanku beberapa lagi? Nenekku sangat membutuhkannya”


“Ah! Terimakasih! Luka di wajahku telah sembuh sempurna, aku bahkan merasakan lebih sehat dari sebelumnya, terimakasih Tetua Kecil!”


Semua orang terkejut dengan melihat perubahan tubuhnya, mereka pertamanya putus asa, sekarang menjadi bersemangat kembali, dan menjadi orang yang berbeda bahkan lebih cantik dari sebelumnya.


Putri Yara pertamanya menjadi kasihan pada gadis-gadis lugu, akan tetapi ketika melihat Juli banyak menghabiskan sumber daya langka untuk mereka, hati Putri Yara menjadi tidak senang, apalagi saat mendengar beberapa orang malah meminta lebih dari Juli untuk kepentingan pribadinya.


“Sudah! Kalian semuanya telah dipulihkan, kalian bukannya bersyukur! Tapi malah merampoknya, tidak ada alasan! Kalian memiliki anak lah! Istri lah! Nenek lah! Semua orang juga membutuhkan kristal hijau ini, kalau kalian mau membeli maka bayarlah dengan nyawamu!” Putri Yara terlihat marah terhadap beberapa orang yang ingin meminta lebih pada Juli, karena ia sendiri sebagai muridnya enggan untuk meminta sesuatu yang tidak diberikan.

__ADS_1


Teguran Putri Yara jelas membuat mereka takut, apalagi saat melihat Putri Yara bisa terbang bebas di angkasa, yang menandakan Putri Yara termasuk seorang ahli tingkat tinggi.


Pada dasarnya Juli lebih mengetahui mengenai kebutuhan mereka, di antara beberapa orang ada yang benar-benar membutuhkannya lebih, dan beberapa orang hanya ingin mengambil keuntungan. Tapi Juli jelas bisa mengatasinya dengan baik.


Juli mengumpulkan semua orang di geladak kapal, semua orang terlihat antusias mengikuti perintahnya, tidak terkecuali anak-anak yang sebaya dengannya. Mereka berbaris rapi, senyum manis menghiasi bibir mereka.


Juli merasakan perasaan bahagia saat melihat semua orang bisa tersenyum lepas.


“Dengarkan Aku! Di kekaisaran ini tidak ada lagi tempat yang aman, kecuali dua tempat, yaitu, Kota Lembah Teratai Langit, dan Runtuhan Kota Kerdil Kuno! Yang sekarang telah berganti nama menjadi Kota Singa Langit, Kalau kalian tidak memiliki tujuan maka datangi lah kedua kota ini, wilayahnya sangat luas jadi kalian bisa melangsungkan hidup di sana, untuk perbekalan aku akan memberikan kalian masing-masing sepuluh keping emas, untuk pengawalan, saya akan memberikan tanggungjawab ini pada Pendekar Arga Si Elang Merah. Bagaimana?”


Tawaran Juli ini disambut baik oleh semua orang, walaupun beberapa orang tetap memilih untuk kembali ke orang tuanya, dan Juli sudah menyiapkan solusi untuk itu, agar mereka bisa kembali ke keluarga masing-masing dengan keadaan selamat.


Arga sendiri merasa terhormat mendapat perintah langsung dari ketua Agung yang dihormatinya. ia sendiri bisa merasakan bagaimana dahsyat kristal hijau yang diberikan Juli sebelumnya. Setelah menyerap kristal hijau Arga langsung naik tingkat menjadi 2 perunggu, kenaikan pangkat secepat ini bahkan tidak terbayangkan olehnya bahkan dalam mimpi.


Juli sadar ia tidak dapat membawa beban terlalu banyak bersama, apalagi sekarang Juli menjadi incaran oleh ratusan Dewa Siluman, menempatkan mereka pada tempat yang aman itu adalah pilihan yang paling bijak yang bisa dia lakukan.


Juli juga memberikan perbekalan kepada mereka 10 keping emas per orang, apabila mereka hidup secara normal, itu bisa bertahan lebih dari setahun. Juli sengaja tidak memberikan lebih, karena mereka bisa saja menjadi sasaran rampok aliran hitam.


Mereka sangat bersyukur atas kemurahan Juli, bahkan banyak dari mereka sempai menangis terharu dan menghaturkan terima kasih kepadanya, namun Juli mengibaskan tangan, memberi isyarat agar mereka tidak terlalu bersedih dan segera kembali berlayar ke Kota Pelabuhan Permata.


Setelah keberangkatan kapal penumpang kembali ke Kota Pelabuhan Permata, Juli kembali mengatur strategi di salah satu kapal yang masih utuh bersama Putri Yara dan U-lok. satu kapal dari lima kapal tidak bisa lagi digunakan karena hancur oleh energi raungan Ku-Ja sebelumnya.


Langit menjadi merah, awan-awan mulai menutupi, gemuruh mulai terdengar, alam indah mulai tertutup oleh kabut tebal, wajah Juli tersenyum ia mengenang lagi pertempuran selama seratus tahun di kehidupan sebelumnya.


“Dewi Peri! Kau datang lebih awal! Kekuatanmu sekarang bertarung dengan pengetahuanku! Aku tidak akan selamat dan kau pun tidak akan lolos!” gumam Juli sembari mengeluarkan ratusan orang dari Neraka Para Dewa.


“Yang mulia, Ampuni pemimpin bodoh ini! Tolong yang mulia! Saya Jenderal Ramba bersumpah setia sebagai budakmu!”


“Ampun dewa! Saya Ku-Ja bersumpah setia tolong jangan masukkan aku ke dalam neraka para dewa!”  


“Ampuni Aku! Aku U-Zire juga bersumpah setia, pada tuan! Tolong Ampuni kami! Hix hix!”


“Yang mulia Dewa ampuni aku, aku U-Ka bersumpah setia padamu! Tolonglah berikan kesempatan bertobat pada kami, kumohon!”


“Tolong kami dewa! Ampuni kami dewa!”


Ratusan orang bersujud-sujud membenturkan kepala mereka dengan tangis histeris meminta ampun, tubuh mereka mengeluarkan api hitam membara, namun mereka tetap menundukkan kepala tanpa berani mengangkatnya.


“Kalian berlutut lah! Aku ingin melihat wajah kalian semua?” ucapan Juli menjadi titah di kepala mereka.


Semua orang langsung berlutut dan menundukkan kepalanya, Juli dapat melihat ratusan orang berwajah sedih dan pilu, tidak terbayang bagaimana penyiksaan yang mereka terima dalam beberapa jam sebelumnya.


Lutut mereka gemetar ketakutan yang mendalam kini dapat dirasakan, Juli bisa melihat 3 Dewa siluman kini berlutut di depannya dengan penuh ketakutan.


“Ku-Ja! Teriakanmu sebelumnya telah memanggil bala bantuan, kali ini mungkin Dewi Siluman iblis sendiri yang akan turun tangan, aku mau bertanya kau berada di pihak mana?”


“Tentu saja saya berada di pihak paduka yang mulia!” Ku-Ja cepat-cepat menjawab seolah itu kata penghabisan yang akan dikeluarkannya.

__ADS_1


“Oh kau mau berpihak kepada Dewi siluman iblis! Ya?” tanya Juli bergurau.


**


__ADS_2