
Gunung Dawai terletak di bagian ujung Pegunungan Paus, yang langsung berbatasan dengan samudera surgawi barat. Dari kejauhan Gunung Dawai terlihat kuning keemasan, terkadang bercampur kemerah-merahan, beberapa tempat terlihat kehijauan yang menyejukkan mata. Akan tetapi yang menjadi perhatian semua orang bukanlah keindahan surgawi Gunung Dawai, tetapi terletak pada irama alam Gunung Dawai yang terdengar sampai ribuan meter jauhnya.
Tumbuhan di Gunung Dawai sangat bervariasi, tapi umumnya berdaun merah kekuningan, sesuai dengan namanya, gunung dawai banyak ditumbuhi oleh Pohon Dawai, pohon yang berwarna kuning, memiliki daun tipis panjang, apabila angin berhembus ia akan menimbulkan suara yang sangat merdu, layaknya suara nyanyian dewa dewi yang membawa ketenangan batin bagi siapa pun yang mendengarnya.
Kawasan Gunung Dawai memiliki sebuah keunikan di antara seluruh wilayah Kekaisaran Purba, wilayah ini tidak dipasang segel kutukan oleh Siluman Iblis selama ratusan tahun, sehingga wilayah ini terbebas dari pemakaian kristal siluman dalam bertahan hidup.
Di antara Bangsa Siluman dan penghuni Gunung Dawai terdapat sebuah perjanjian bersama, yaitu, Penghuni Gunung Dawai akan bersikap netral dan tidak campur tangan dalam peperangan antara manusia dengan bangsa siluman secara langsung. Hal inilah yang membuat tempat ini menjadi aman dan tenteram dari berbagai ancaman.
Walaupun kondisi ini menguntungkan, tapi pada kenyataannya, Gunung Dawai tidak memiliki jumlah penduduk banyak, hanya beberapa ribu orang saja, kota sepi, hanya beberapa warga yang lalu-lalang membersihkan kota dari dedaunan tumbuhan lebat, pemandangan ini jauh dibandingkan dari keramaian kota pada umumnya.
Tidak banyak orang di kota Gunung Dawai, bukan berarti tidak ada yang ingin mengunjungi tempat ini, akan tetapi di sini memiliki tradisi yang sangat kental dari Suku tertua di kekaisaran Purba, yaitu “Suku Daya Kuno”. Siapa pun diperbolehkan berkunjung tapi tidak lebih dari satu bulan, dan siapa pun yang datang untuk menetap, maka harus mengalahkan salah satu dari seribu tetua Suku Daya Kuno, mereka dikenal dengan Sariek Beude, ada juga sebagai orang yang menyebutnya “Siriek Bude” artinya “Pejuang Langit”.
Sariek Beude sangat kuat, paling rendahnya tingkat legenda, jadi sangat mustahil bagi siapa pun yang berasal dari Kekaisaran Purba mampu mengalahkan mereka, di sisi lain mereka juga hampir tidak pernah keluar dari Gunung Dawai.
Bagi beberapa pemuda Jenius yang ingin memasuki Gunung Dawai dan menetap di sana, mereka bisa mengikuti seleksi untuk menjadi salah satu murid dari Sariek Beude yang diadakan setahun sekali. Seleksi ini tentunya sangat ketat dan hampir mustahil untuk lulus.
Sariek Beude selama ribuan tahun hanya mempertahankan wilayahnya saja, sangat jarang mereka turun tangan dengan masalah di kekaisaran, karena hampir seluruhnya dari Sariek Beude adalah Petapa Tua.
Gunung Dawai yang biasa aman dan damai karena dijaga ketat oleh Sariek Beude, sekarang sudah disusupi oleh para siluman dalam jumlah besar. Tidak ada yang menyangka mengenai hal ini, sebelum salah satu Sariek Beude berhasil menangkap seekor siluman berpangkat legenda.
Kini di Ragam Ata atau Rumah Besar Adat yang berbentuk kubah besar, seekor siluman telah disegel dan diletakkan di tengah ruangan untuk di interogasi. Seratus Sariek Beude yang bertugas telah duduk di sekelilingnya. Pertemuan besar ini di pimpin oleh seorang sepuh yang duduk di kursi paling depan menghadap ke arah siluman. Sepuh ini bernama Siriek Din.
“Katakan kepada kami Apa tujuan kalian masuk kemari? Padahal telah menjadi kesepakatan selama ratusan tahun, di antara kita tidak ada yang saling mengganggu, kami tidak pernah memburu kalian, dan kalian juga tidak pernah memburu kami, tapi sekarang? Kalian telah berani menyusup ke daerah kami, kalianlah yang membuat perjanjian ini rusak.” Sariek Din bertanya dalam keadaan mata terpejam.
Sariek Din memiliki pengetahuan yang sangat luas, dan bisa membaca pikiran semua orang dengan baik, tanpa mereka harus menjelaskan kepadanya.
Siluman itu terlihat ragu untuk menjawab, akan tetapi pada saat seperti ini dia tidak memiliki pilihan. Setiap siluman menyadari kehebatan Sariek Beude yang sesungguhnya. Sariek Beude bukan hanya dapat membaca pikiran, tapi juga bisa mencuri memori setiap orang yang ingin mereka dapatkan.
“Kalian telah menculik Putri Mina, tentu saja kami harus mengambilnya kembali, kami memang tidak punya bukti kuat untuk menuduh kalian, tapi kami harus menyelidikinya, karena Putri Mina hilang di dalam Kubah Pelindung ini. Selain Sariek Beude siapa lagi yang dapat mengalahkan Putri Mina di dalam kekaisaran ini.” Siluman itu menjelaskan.
Siluman itu juga menjelaskan bahwa Dewi Siluman Iblis telah membawa ratusan siluman tingkat dewa, dan mereka bersiap untuk menyerang Sariek Beude kapan saja, jika Putri Mina tidak ditemukan, maka Sariek Beude lah yang harus menanggung akibatnya.
“Omong kosong! Kalian sengaja mencari masalah dengan kami, kalian tahu bahwa kami sudah terkekang di sini selama ratusan tahun, kami juga memiliki martabat untuk tidak menggunakan kristal siluman, karena itu kami tidak bisa pergi keluar lebih dari satu hari, di sisi lain kalian terus tumbuh dan menjadi lebih kuat, sementara kami kekurangan sumber daya untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi, hari ini Setelah kalian menjadi kuat datang untuk menumpas kami, dan berdalih untuk mencari putri Mina! Omong kosong ini sudah tidak perlu diperpanjang lagi! Kami Sariek Beude selalu akan melayani siapa pun yang mencoba menindas kami, tidak terkecuali kalian,” Sariek Din menjadi sangat murka.
__ADS_1
Para Sariek Beude menjadi marah, mereka merasa dipermainkan oleh bangsa siluman selama ini, peningkatan kekuatan mereka jauh lebih rendah daripada bangsa siluman, padahal ratusan tahun lalu mereka jauh lebih unggul, bahkan jika dibandingkan dari Dewi siluman itu sendiri.
Belum sempat Sariek Beude berpikir lebih jauh, hajat Dewi siluman iblis telah mencakupi mereka semua, langit menjadi gelap, gemuruh mulai terdengar, Aura pembunuh mulai menekan siapapun, hawa dingin mulai menyelimuti seisi Gunung Dawai, menandakan gunung dawai telah terkepung.
“Lancang sekali mereka! Beraninya mereka menekan kita!”
“Apa Sariek Beude tidak ada arti lagi di mata siluman?”
Sariek Beude menjadi murka. Mereka tidak mengira Gunung Dawai telah dikepung dari berbagai arah.
Sariek Din bangun dari tempat duduknya, “Sariek Beude! Sekarang kita harus bangkit, leluhur kita telah berpesan, ketika datang badai kita akan menghadapinya bersama, hari ini badai itu telah datang, yakinlah kita pasti dapat melewati badai ini,” Saridin segera mengangkat tongkatnya.
“Hari ini kita akan berperang, hajat Dewi Siluman yang telah lancang mencakupi wilayah Gunung Dawai, merupakan salah satu genderang perang bagi Sariek Beude, sekarang mari kita maju ke medan perang, untuk menyambut tantangan mereka!”
“Perang!”.
“Perang!”
“Sariek Johan! Tabuhkan genderang perang! Sariek Fatah panggil seluruh Sariek Beude untuk menunaikan janji leluhur!”. Sariek Din memerintah mereka semua.
“Baik ketua!”
Jawab Dua jenderal Sariek Beude serempak, dan langsung menghilang untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan.
Dum Dum Dum Dum.
Tidak butuh waktu lama genderang perang Sariek Beude langsung terdengar, Gunung Dawai yang biasanya sunyi, kini semua orang berhamburan keluar dengan mengenakan zirah perang, dilengkapi berbagai senjata perang.
“Semuanya bersiap! kita sedang diserang!”
“Lihat lah! Musuh di langit, Sariek Beude terbang lah, sambut mereka!”
Ratusan Sariek Beude yang berpangkat di atas legenda langsung terbang ke langit, sementara yang di bawah pangkat legenda tetap di bumi untuk melanjutkan peperangan dengan pasukan aliran hitam.
__ADS_1
“Xixixi! Sariek Beude memang selalu bersemangat, seperti dalam legenda.” Terdengar tawa Dewi Iblis menggema keseluruh Gunung Dawai.
Langit memerah, ratusan siluman mulai muncul di langit biru, selain itu ribuan pendekar aliran hitam mulai berdatangan membentuk barisan.
Daerah Pelabuhan biasanya sepi pun kini dipenuhi ribuan orang dari sekte aliran hitam, mereka secara umum bukanlah lawan dari Sariek Beude, namun dalam jumlah banyak mereka dapat memanfaatkan situasi untuk mengeroyok anak-anak dan warga lemah, atau setidaknya mereka dapat mengalihkan perhatian Sarie Beude dalam menghadapi bangsa siluman.
Puuuuuu
Terdengar terompet perang dari Bangsa Siluman, ratusan siluman mulai berbaris bersiap untuk melakukan peperangan. Dewi siluman iblis tiba-tiba muncul memimpin peperangan.
“Sariek Beude! Kalian tidak akan mengaku, dan aku juga tidak ingin kalian mengaku, yang jelas hari ini, saya datang kemari untuk menumpas kalian semua, bagi kami sama saja, baik manusia rendahan ataupun kalian Sariek Beude, semuanya tetap sampah yang harus di bumi hanguskan, sekarang sebelum ajal menjemput, katakan yang sebenarnya, di mana Putri Mina?” Dewi Siluman Iblis melihat mereka dengan tatapan merendahkan.
Sariek Din memimpin seluruh Sariek Beude, “Kami adalah Pejuang langit! Sariek Beude! Kami tidak pernah menculik, bahkan kami tidak pernah melihatnya, namun kalian datang kemari dengan alasan omong kosong, kami tahu tujuan kalian kembali adalah untuk memusnahkan kami! Tidak usah berdalih! Kalian takkan kubiarkan pulang secara utuh! Majulah!” teriak Sariek Din memulai perang.
“Sariek Din! Kau semakin tua semakin pikun! Hari ini aku akan membantai seluruh Sariek Beude dari Gunung Dawai, tidak akan kubiarkan dua pemimpin dalam satu wilayah, Bumi Barat adalah kekuasaanku, tidak akan ku biarkan satupun bangsa lain merebut wilayah ku, semuanya serang mereka!”
"Siap! Yang Mulia Ratu! Semuanya Serang!"
"Serang!"
"Serang!"
Dewi siluman iblis memerintahkan bawahannya, semua pasukan iblis mulai bergerak terbang ke arah pasukan Sariek Beude, kedua pasukan akhirnya bertubrukan hingga menimbulkan gelombang kejut dahsyat yang menghempas apa pun di sekitarnya.
Begitu juga dengan pasukan Aliran Hitam, mereka terus menyerang lawan yang sepadan dengan mereka, Peperangan antara Sariek Beude dan siluman terjadi di berbagai tempat di wilayah Gunung Dawai.
Sementara itu, Dewi Siluman Iblis hanya mengamati peperangan dari kejauhan bersama beberapa jenderal, dari segi kekuatan mereka jauh lebih unggul dibandingkan Sariek Beude, jadi mereka bisa sedikit bersantai.
“Jendral Ute-e! Kau tetaplah di sini awasi mereka, Aku ada urusan lain, aku bisa merasakan hajat seorang anak manusia mengunciku, kurasa aku harus membunuhnya terlebih dahulu!” Selesai berkata demikian Dewi siluman menghilang dari tempat itu.
“Baik yang mulia ratu!”.
**
__ADS_1