Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 85. Menyelamatkan Pangeran Ke-dua


__ADS_3

Wuusss...


Hana Bergerak cepat menggunakan sepasang pedangnya menusuk Beruang Tumbuhan tepat di antara kedua matanya. Tusukan Hana hanya berhasil menembus tengkorak beruang besar itu kira-kira sedalam 50 centimeter saja tapi cukup untuk merobohkan monster yang tak terkalahkan.


“Ah! lega rasanya bisa mengalahkan monster sebesar ini, kurasa jika bang Juli tidak memberitahuku kelemahan maka cukup sulit bagiku untuk mengalahkannya” Hana senyum melihat hasil buruan pertamanya setelah segel tenaga dalam dilepas.


Ke-sepuluh pasukan duduk bersila meresap kristal hijau yang telah ditelan, Juli? memberikan teknik khusus penyerapan pada mereka agar dapat membunuh akar-akar parasit di dalam tubuh. Juli juga menarik keluar tumbuhan tumbuhan parasit yang telah keluar dari tubuh pasukan, pencabutan tumbuhan parasit tidak sesakit sebelumnya sebab akar-akar tumbuhan telah mati dan terpisah dari jaringan tubuh setelah proses penyerapan terjadi.


Sekarang hanya pangeran ke-dua dalam posisi duduk yang terlihat sekarat bila di bandingkan dengan pasukan lainnya. Juli mengeleng gelengkan kepala kagum saat melihat kesetiaan semua pasukan elit yang kini berlutut di depan pangeran ke-dua dengan isak tangis penyesalan. Semua pasukan sudah putus asa tidak tahu cara untuk menyelamatkan pangeran mereka dari kematian.


Jendra Wirma menoleh ke arah Juli yang terlihat berdiri santai menjinjing ber-tongkat, ia perlahan berjalan dengan lutut setengah merangkak pada Juli dengan penuh penghormatan dan harapan. Air mata jendral terus bercucuran mengingat penderitaan yang sedang dihadapi pangerannya.


“Senior! Aku mohon padamu bantulah pangeran kedua kami atau setidaknya katakan bangai mana cara kami menolong pangeran” suara terkandung isak tangis dengan penuh ketulusan.


Mendengar permohonan Jendral Wirma kesembilan pasukan lainnya juga melakukan hal yang sama, mereka semua berlutut memohon pada Juli agar menyelamatkan pangeran.


Juli menghela napas panjang, “Baiklah! Kalian ambil saja kristal beruang itu, kristal beruang itu bahkan sudah mencapai level 3, dan itu jauh lebih bagus daripada kristal yang kuberikan pada kalian sebelumnya yang hanya level 2” Perintah Juli senyum tipis, Juli dapat menduga Hana pasti berat melepaskan kristal hijau itu mengingat dia lah yang telah mengalahkan monster itu.


"Baik senior!"


Para pasukan terlihat senang dan bergegas pergi. Sebenarnya, Juli dan Hana datang kemari karena mendapat informasi dari Naga Iblis bahwa ada Beruang Tumbuhan pangkat tinggi di tempat ini dan Juli memutuskan untuk memburunya. Kini melihat Pangeran ke-dua sekarat jadi Juli memutuskan untuk menyelamatkan pangeran dulu, mengingat Pangeran Kedua ini di kehidupan Juli sebelumnya juga mati muda dan misterius. Juli dapat menduga bahwa pangeran ke-dua sebelumnya mati di rimba ini jadi ia berinisiatif untuk mengubah nasibnya.

__ADS_1


Setelah mendengarkan ucapan Juli ke-sepuluh pasukan elit langsung membelah mengambil batu kristal pada Beruang Tumbuhan yang telah dibunuh Hana dan bahkan tidak meminta persetujuan lagi pada Hana.


Hana semula sedikit keberatan untuk memberikan kristal level 3 pada mereka karena ia tahu benar manfaatnya, tapi mengingat nyawa pangeran sedang terancam maka ia bersedia melepaskannya.


“Kalian harus tahu, sebenarnya seniorku juga membutuhkan kristal tingkat 3 ini, jadi untuk ke depan aku tidak mau mendengar Kekaisaran Purba mengkhianati senior ku, jika itu sampai terjadi, maka aku sendiri yang akan menuntut balas pada kalian bagaimanapun caranya” Hana terlihat serius dengan kata-katanya.


Ke-sepuluh pahlawan itu menelan ludah, jika bukan karena terpaksa mereka pasti tidak berani mengambilnya resiko, karena bagaimanapun masa depan tidak ada yang bisa menjaminnya, apalagi mengingat konflik internal kekaisaran antara pangeran pangeran muda yang berambisi ke depan pasti terjadi kekacauan yang tidak bisa diprediksi.


“Tuan Putri kami akan mengingat budi ini, namun kami benar-benar tidak bisa menjamin masa depan tapi bagaimanapun itu kami bersumpah tidak akan mengkhianati”


Hana diam, ia bisa mengerti karena kondisi ini juga terjadi di kekaisaran langit yang tidak bisa diprediksi masa depannya, dan Hana harus berpuas diri dengan perjanjian mereka.


Perbedaan level kristal hijau sangat singnifikan, 1 level 3 setara dengan 100 level 2, dan setara dengan 1000 level 1. Dari segi pemanfaatan level tinggi juga lebih efesien karena hanya butuh waktu singkat untuk menyerapnya satu kristal, sementara level rendah membutuhkan waktu berminggu minggu atau bahkan berbulan-bulan menyerapnya baru setera dengan satu kristal level tinggi.


Pangeran kedua Setelah sembuh langsung menghampiri Juli dengan wajah gembira, “Kakak tertua, terimakasih kau telah menyelamatkan kami, tapi saya masih ada permintaan lagi pada kakak, kuharap kakak tidak mengecewakanku” pangeran Kedua memberikan hormatnya.


Hana cepat angkat bicara sebelum Juli menjawabnya, “Pangeran! Boleh saja kau meminta apapun pada senior ku, tapi ingat aku tidak akan melepaskan kristal hijau level 2 apalagi level 3, karena kami datang kemari juga untuk itu, selain kristal kalian bisa meminta apapun asal tidak merugikan seniorku” Hana berbicara serius, perkataannya bukan tidak beralasan tapi Hana ingin menyembuhkan Wadah Tenaga Dalam Juli terlebih dahulu yang membutuhkan sekitar 1000 Kristal Hijau level 3 paling sedikitnya.


Pangeran memberi hormatnya kembali pada Hana, tanpa terasa keringat dingin membasahi punggungnya, ‘Sial! Senior Hana lebih mengerikan dari Kakak tertua, dan iapun lebih teliti, sebenarnya aku memang menginginkan kristal hijau ini untuk mempercepat kenaikan pangkatku, tapi kalau seperti ini kejadiannya akan sulit untuk membuatkan penawaran bagi hasil rampasan dengan senior Hana, untungnya rencana utamaku bukan itu’ batin Pangeran Ke-dua senyum pahit menggaruk garukkan kepalanya.


“Ah! tidak masalah senior Hana, tapi terus terang saya sangat tergiur dengan Kristal Hijau ini, tapi yang paling penting, maukah kakak membantu kami membunuh sepuluh petinggi setingkat Beruang Tumbuhan ini untuk menutupi portal, kumuhon padamu kakak, kami tidak ingin rakyat jadi korban dan terus menerus di kirim ke mari”

__ADS_1


Juli senyum, Juli mengerti kalau mereka sebenarnya selain menginginkan portal tertutup juga menginginkan kristal hijau untuk menaikkan pangkatnya apalagi setelah mengetahui kehebatan kristal hijau. Sebenarnya Juli tidak keberatan membagi hasil dengan pangeran dan pasukannya, tapi Hana pasti menolak dan tidak ingin hal itu terjadi, akan tetapi Hana tidak keberatan jika level 1 yang di bagikan.


“Pangeran! Kalian dengarkan aku, kendala kalian sebelumnya memburu siluman tumbuhan di rimba ini dikarenakan kalian tidak tau cara menghadapi parasit, kali ini bisa dikatakan tubuh kalian telah kebal selama beberapa hari ke depan setelah menyerap kristal hijau, jadi kalian kuberi dua pilihan, pertama kalian boleh berburu sendiri yang pastinya semua hasil buruan akan kalian dapatkan, kedua kalian ikut aku, level 1 itu untuk kalian…” Belum habis Juli berbicara Hana langsung memotong pembicaraan.


“Level 1 bagi dua dengan ku, level 2 untuk ku, dan level diatasnya untuk seniorku, kalau mau boleh mengikuti kami, bila tidak kalian buru saja sendiri dan kami tidak akan merampas milik kalian” Bicara Hana cepat dan tidak basa-basi membuat mereka tercengang mematung sejenak.


"Ah!"


Para pasukan saling pandang, mereka sebenarnya juga yakin dengan kekuatan mereka sendiri setidaknya bisa membunuh level dua dengan mudah, Jendral Wirma mengerti kesulitan pangeran dalam menghadapi orang seperti Hana, apalagi Juli berada di belakangnya.


“Senior Hana! Sebelumnya terimakasih telah membantu kami, tapi untuk sementara waktu biarlah kami berburu mandiri, kami akan memilih jalan kiri dan berusaha untuk melenyapkan sarang-sarang bos siluman yang kami temui, selain itu, juga membantu senior Hana dalam mempercepat pembasmian siluman” Jendral Wirma memilih untuk berusaha dulu.


Juli senyum baginya tidak keberatan, tapi Juli bisa melihat sebatas mana kemampuan Pangeran kedua dan pasukannya, “Ingatlah! Kalau kalian menjumpai Monster pangkat bintang maka menyingkirlah, atau setidaknya carilah kami dulu untuk mengalahkannya” Juli mengingatkan sembari melangkah pelan meninggalkan tempat itu dan di ikuti oleh Hana.


Pangeran kedua berdiri terpaku sampai Juli dan Hana menghilang dari pandangan matanya, “Jendral Wirma, apakah kau tahu kalau kakak tertua itu mengalami luka dalam serius, dan bahkan wadah tenaga dalamnya telah hancur lebur” pangeran kedua mengerutkan kening seakan tidak percaya bisa melihat mayat hidup.


Jendral Wirma menganguk, “Benar Yang Mulia, Aku bahkan melihat tenaga dalamnya telah di segel dengan pola misterius, kurasa sebab itulah dia masih selamat, saya justru merasa senior Hana itulah yang benar-benar kuat dan memiliki tenaga dalam yang tak terukur, berbeda dengan senior Juli yang memiliki pembawaan santai dan sedikit bertindak, kurasa selama ini Kakak tertua cuma mengandalkan kekuatan senior Hana begitulah penilaianku untuk sekarang ini”


Jendral Wirma serta pasukan lainnya dapat melihat kenyataan itu bahwa Juli memang tidak bisa menggunakan tenaga dalam karena selain wadah hancur juga tersegel rapat.


Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya pangeran dan pasukannya kembali berburu pada wilayah yang telah disepakati. kali ini pasukan terlihat lebih bersemangat, mengingat mereka sudah tidak lagi terinfaksi dan mereka tidak perlu segan-segan dalam membantai semua siluman yang ditemuinya.

__ADS_1


“Pasukan! Mari kita bantai tumbuhan-tumbuhan mengerikan ini sampai ke akar-akarnya”


**


__ADS_2