
Di Istana Kota Lembah Iblis yang sangat besar dan megah Pemburu Boris Si Iblis Barat duduk di singgasana dilayani oleh delapan selir cantik yang bermanja-manja dengannya, sepuluh orang para petinggi yang hadir pun berkelakuan sama mereka juga membawa selir-selir mereka dalam ruang istana itu.
Boris berbadan tegap tinggi besar berkulit putih berambut merah berpangkat perak bintang satu memiliki tato Iblis di dada kirinya, dia salah satu orang paling ditakuti di Lembah Iblis diantara sepuluh orang lainnya, keahliannya dalam tombak bermata golok tidak diragukan lagi selain itu dia juga seorang penyihir hebat yang terkenal kejam.
“Dodep! apa kau sudah siapkan seratus orang untuk tumbal Raja Iblis malam ini, huh? Haha”
Boris tertawa senang saat merasakan sensasi membunuh para gadis-gadis lemah lalu dilemparkan jasadnya ke dalam sumur Iblis untuk santapan Raja Iblis.
Dodep Si Cabul seorang berbadan besar berperut buncit bermata satu, dia terkenal kejam dan perenggut kehormatan wanita,
“Tuan Boris! Tenang lah! Aku bahkan telah menyiapkan lebih tujuh ratus orang gadis dan dua ratus pemuda suku Padri semuanya siap kita korbankan, apalagi mengingat kita ini berada dalam kolam besar tuan.. jadi untuk ikan-ikan kecil mudah sekali kita dapatkan, yang penting renggut kehormatan ikan-ikan betina dulu dan ikan jantan akan datang dengan sendirinya, hahaha” Jelas Dodep sambil bersenda gurau dengan beberapa selirnya.
Boris senyum senang lalu ia mengalihkan pandangannya pada seorang pria berbadan tegap berpangkat perunggu yang duduk seorang diri tanpa ditemani selir berbeda dengan yang lainnya karena orang ini sibuk makan.
“Mado Kanibal! Aku dengar beberapa minggu ini ada pemberontak di wilayah utara.. apa kau sudah mengatasinya, huh?” Tanya Boris dengan tatapan tajam.
"Huh?!"
Mado menatap Boris dengan tatapan dingin namun mulutnya terus mengunyah jari-jari indah yang telah direbus setengah matang,
“Apa kau buta Boris! Tidakkah kau melihat aku lagi makan bagian tubuh mereka, huh? Apa selama ini kau meragukan kemampuan ku?” tanya Mado senyum dingin penuh ancaman.
Semua orang dalam ruang itu menelan ludah diantara semua hanya Mado yang sangat menyeramkan gerakannya pelan namun sangat mematikan, dalam ruangan itu bahkan tidak ada yang berani mengusik Mado perkataan mado yang paling sering terdengar “Aroma daging mu enak sekali kawan”.
Boris senang mendengar jawaban Mado karena masih gila seperti biasanya, “Semuanya dengarkan… malam ini kita akan membangkitkan Raja Iblis.. Setelah ini kita akan menguasai Kekaisaran Purba.. hahaha, namun aku masih terhalang oleh seorang Hanter Legendaris, dia masih menghantui ku.. namun setelah pertempuran sepuluh tahun silam dia menghilang entah kemana.. aku hanya takut dia sewaktu-waktu muncul dan membuat ulah..” Boris terlihat serius dengan perkataannya.
Seorang petinggi berbadan kurus berwajah putih berpangkat lima perunggu memegang sebuah kipas perak, ia selalu mengkipaskan tubuhnya diantara kerumunan selir-selirnya seolah dia sangat kepanasan.
__ADS_1
“Tuan Boris! Percayalah padaku aku telah membunuhnya beberapa hari lalu dan juga telah menyeret anak laki-laki dan perempuannya ke dalam penjara, kalau tuan ingin bersenang-senang aku akan menyeretnya kemari biar kau puas, hahaha, biar kau lihat sendiri dengan mata kepala mu, namun satu hal yang sangat ku sesalkan, anak tertuanya lepas dari tangan ku” pria berwajah putih itu menggeleng-gelengkan wajahnya dengan perasaan kecewa.
“Hahaha, bagus Hantu Muka Putih, anak tertuanya ya? Apa namanya Irawan? Bagus kurasa dia akan muncul sendiri tak kala adik-adiknya kita bunuh.. hahaha.. kalau begitu mari kita berpesta malam ini.. setelah itu kita akan melakukan persembahan, Hahahaha” tawa Boris senang seraya mengangkat cawan anggurnya.
“Tuan Boris! Tuan Boris!”
Tiba-tiba terdengar suara seorang Anggota Pemburu Iblis bertopeng kuning berlari dengan terkepoh-kepoh memasuki ruangan dan dia langsung berlutut memberi hormatnya, “Tuan!.. Tuan Boris.. Aku dengar suara lonceng tanda bahaya di pintu gerbang… kurasa itu penyerang yang dilakukan oleh para pemberontak!” ujarnya dengan napas terengah-engah.
"Eh?!"
Boris kaget sorot matanya menyapu seluruh ruangan, “Hahaha! Siapa yang bertanggungjawab terhadap pemberontakan kali ini, huh! Apa aku hanya mendengar tidak ada pemberontak padahal pemberontak sudah ada di depan mataku” Tanya Boris dengan tatapan tajam pada semua petingginya.
Sontak Mado Kanibal berdiri seraya menendang meja di depannya dengan wajah marah, “Boris! Aku sendiri yang akan makan pemberontak ini hidup-hidup, serahkan saja padaku akan ku tebus kesalahan ku jika ini bagian pemberontakan dari Utara” suara Mado terdengar ngeri tatapan matanya dingin lidahnya terus dijulurkan liar hingga terkesan sangat mengerikan.
“Hohoho… Boris.. aku si Hantu Wajah Putih selalu senang dengan kata pemberontak.. dan kau Mado..! Kau tahu siapa Aku Mado, huh? Kau bisa saja memakan siapapun tapi kau tidak akan sanggup membunuh musuh mu dalam jarak dua puluh langkah, hahaha, kau tinggal saja disini biarlah semut-semut itu urusanku” ucap Hantu wajah putih dengan aura pembunuh yang membuat siapa pun bergidik.
“Hehehe, Kalian memang dua monster yang mengerikan, baiklah kalian urus saja mereka, siapapun dapat membawa kepala mereka kemari aku akan memberikan hadiah, dan aku harap para pemberontak tidak menganggu ritual suci ku, hahaha” Boris segera bangkit berdiri diantara belaian para selir cantiknya.
Hantu wajah putih bangkit berdiri, “Ayo kita buktikan siapa diantara kita yang bisa membawa kepala mereka lebih banyak maka dia lah yang terhebat diantara kita, hahaha” tantang Hantu wajah putih segera bergerak cepat keluar istana.
Mado menatap dingin ke seluruh isi ruangan, “Boris! Kalian pergilah ke tempat pemujaan.. aku akan mengurus mereka semua.. bila perlu aku juga akan mengurus si hantu bodoh itu, hm..” Tatapannya bringas aura pembunuhnya sangat pekat sehingga dalam ruang itu tidak ada yang ingin memperpanjang urusan dengan Mado Kanibal.
Mado Kanibal segera mengambil arit pemenggalan leher dan berjalan pelan meninggalkan istana,
Boris senyum melihat dua petingginya, ‘Hm.. Mereka dua monster yang ku pelihara dengan baik, dengan keberadaan mereka dan Raja Iblis maka aku bisa menguasai Kekaisaran ini dengan mudah’ Batin Boris senyum dingin.
Boris mengalihkan pandangannya pada semua petingginya, “Semuanya ayo kita berangkat, sebentar lagi bulan purnama puncak, hahahah” Tawa terbahak-bahak Boris menggelegar seraya berjalan meninggalkan singgasana menuju ke tempat pemujaan yang di ikuti oleh delapan orang petinggi lainnya.
__ADS_1
Boris dan petingginya adalah pemuja Iblis Kegelapan, membunuh menyiksa merupakan kegemaran mereka, biasanya mereka sebelum membunuh korbannya lebih suka menyiksa dulu hingga mereka mati perlahan, sehingga di Lembah Iblis mereka dikenal dengan sebutan “Sebelas Iblis Psikopat Gila Yanga Tak Terbendung”.
**
Di pintu gerbang Juli bisa melihat sekitar seribu anggota Pemburu Iblis berpakaian hitam memakai topeng putih dan merah yang bertopeng putih rata-rata berpangkat putih dan yang bertopeng merah berpangkat kuning, umumnya mereka menggunakan pedang dan golok sebagian kecil mereka menggunakan tombak dan panah sebagai senjata mereka.
Juli menatap langit malam bibir senyum gembira, ia bahkan tidak peduli dengan seribu Anggota Pemburu Iblis menerjang maju kearahnya dengan niat pembunuh yang sangat mengerikan, sementara Hana benar-benar gemetar ketakutan apalagi sekarang Kingkong telah pergi dari tempat itu, kini hanya tinggal dirinya dan Juli yang berdiri santai menatap bulan purnama.
‘Hm.. Bulan sudah mulai keluar di timur, cahayanya menyinari bumi dengan indah.. di bawah cahaya rembulan aku akan mengajarkan Ratu Rihana muda teknik pedang yang benar, teknik pedang yang ku ciptakan di kehidupanku sebelumnya' batin Juli.
Juli menoleh pada Hana yang masih berdiri pucat bersiap menghadapi serangan ribuan pasukan musuh.
“Hana! Perhatikan aku saat menggunakan teknik pedang.. teknik pedang ini dikenal dengan teknik Pedang Kaisar Langit dan Bumi.. yang tidak pernah kau lihat dari kitab manapun di bumi ini” Juli senyum dingin saat pandangannya teralihkan pada pasukan musuh yang terus mendekatinya.
Pada dasarnya Juli menyadari teknik ini sangat tinggi untuk Hana saat ini akan tetapi ia harus mengajarinya juga pada akhirnya dan itu semua hanya masalah waktu saja.
Hana sebenarnya bukan orang pertama yang diajarkan teknik ini tapi ada yang lainnya. Bagi Juli saat ini ialah saat yang paling tepat untuk mempraktikkannya langsung semua teknik tekniknya.
Hana kaget, “Senior.. ini bukan saatnya bercanda, aku benar-benar tidak mau mempelajari jurusmu, ini pertarungan serius berlindunglah dibelakang ku” teriak Hana mulai melihat kembali kegilaan Juli namun yang lebih gilanya lagi, Juli kali ini bahkan tidak menggunakan tenaga dalam sedikit pun.
“Jangan membantah! Ingat lah peraturannya, kalau seandainya kau tidak mengingat teknik ku.. maka aku akan mengusir mu…” ancam Juli yang membuat Hana terkejut dan berkeringat dingin.
“Ba.. Baiklah, aku akan mendengarkan mu senior!” Hana memberi hormat, ia benar-benar buntu akalnya saat beradu argumen dengan Juli, Hana sendiri yakin kalau Juli lagi serius maka kemungkinan besar dia akan dapat menghadapi semua musuh musuhnya,
“Huff! Baiklah aku akan memperhatikan teknik pedang senior itu”
Juli senyum menoleh kearah Hana, “Itu pilihan bijak!” Juli segera memutarkan pedangnya ringan sambil menerjar maju menebas leher-leher musuh dengan mudah diantara puluhan tebasan golok, pedang dan anak panah gelap yang mengarah padanya.
__ADS_1
“A.. Apa?! Se-Se-hebat itu kah?! Teknik yang mustahil” Hana terbelalak tidak percaya.
**