Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 82. Naga Iblis


__ADS_3

Naga Iblis sebenarnya ras siluman yang telah berevolusi beberapa kali dan kini ia telah berpangkat bintang merah, dan itu sungguh sangat sulit untuk dilawan, apalagi dengan kondisi tubuh Juli saat ini. Namun untuk menaklukkan musuh tidak selamanya harus memakai tenaga, tapi juga bisa menggunakan pengalaman masa lalunya apalagi mengetahui kelemahan dari monster-monster mematikan seperti ini.


Juli berusaha senyum menekan rasa sakit tubuhnya yang luar biasa, “Naga Iblis, Aku membutuhkan air bersih untuk berendam membersihkan lendir hijau pada anak yang ku bawa ini, sebagai gantinya aku akan memberikan sepuluh kristal hijau ini untuk membantumu berevolusi ke tingkat selanjutnya” Juli melakukan penawaran seraya memperlihatkan 10 kristal Kuda Bangkai yang sangat langka.


Juli mengetahui satu fakta mengenai Naga Iblis, makhluk ini sebenarnya tidak bisa meninggalkan telaga ini karena tubuhnya masih terlalu lemah untuk bertarung dengan siluman lain di luar air, sebab ular ini telah gagal berevolusi ketahap selanjutnya. Satu-satunya yang Naga Iblis butuhkan saat ini adalah sumber daya yang mendukung evolusi salah satunya kristal hijau di tangan Juli.


Naga hijau melihat kristal itu saja sudah sangat bahagia apa lagi ditawarkan padanya, bila tidak diberikan pun dia pasti akan merebutnya secara paksa. kali ini keberuntungan besar datang padanya karena Juli hanya melakukan permintaan kecil akan sulit baginya untuk tidak menyetujui.


“Manusia aku sangat setuju, kalian merendamlah di sini sesuka hati dan aku akan menjaga kalian dari segala makhluk lainnya yang mencoba mengganggu, tapi aku juga tidak suka ditipu jadi berikan kristal hijau itu padaku terlebih dahulu” Pinta Naga Iblis itu dengan nada serius.


Tanpa berpikir panjang, Juli segera melemparkan Kristal hijau itu tanpa ragu Juli tahu kalau Naga Iblis salah satu makhluk yang bisa dipercaya dan juga selalu memegang janjinya. Naga ini jika sempat berjanji setia maka sampai mati tidak akan mengkhianati, di sisi lain jika menjadi musuhnya maka akan dicari sampai ke ujung dunia.


Setelah kesepakatan tercapai Juli tanpa ragu menurunkan Hana perlahan ke dalam telaga guna untuk membersih lendir beracun yang lengket pada tubuhnya, pakaian beracun robek yang dikenakan Hana perlahan dilepaskan.


"Ah, Apa ini? Bukankah ini segel?"


Setelah pakaiannya dilepaskan di dalam air, Juli terkejut begitu menyadari kondisi tubuh Hana selain pembengkakan luka kulit di beberapa tempat akibat cambukan lidah Kuda Bunga Bangkai, di punggungnya juga penuh dengan segel Suku Manusia Angin. Segel ini jelas diperuntukkan untuk menekan tenaga dalam penggunanya bertujuan untuk menurunkan pangkat pada lengan Hana.


Sejenak Juli termenung menatap segel kutukan itu, “Ah aku benar-benar tidak menyangka kalau mereka menggunakan teknik ini untuk menekan tenaga dalam Hana, kalau saja aku tidak melepaskan semua pakaiannya sungguh pola misterius ini tidak terlihat, ini semua pasti ada kaitannya dengan Kaisar Langit, mereka pasti tidak mau Hana terlihat menyolok di benua barat dengan pangkat perunggu atau diatasnya, tapi, ini justru membuatnya tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi diri sendiri”


Tanpa tenaga dalam akan sangat sulit bagi Juli untuk mengeluarkan apapun dari dalam cincin ruang termasuk pakaian Hana, jadi Juli memisahkan baju tingkat Dewanya untuk menutupi bagian tubuh Hana, walaupun baju dewa tidak bisa di pisahkan dalam waktu lama tapi cukup sampai Hana tersadarkan dari komanya.


Beberapa menit saja dengan talenta Juli berhasil mengusap membersihkan bersihkan tubuh Hana dari lendir beracun, "Selesai! sekarang tinggal menyerap racun dalam tubuhnya" Juli perlahan mengangkat tubuh Hana keluar dari telaga dan membaringkan pada sebuah batu datar di tepi danau yang dijaga ketat oleh Naga Iblis.

__ADS_1


"Bocah! Sudah siap?"


"Iya"


Naga Iblis melihat Juli merawat Hana dengan baik dan penuh kasih sayang membuatnya iba, betapa tidak, ia tidak pernah melihat anak cacat kaki tangan dan sakitan merawat bocah lain melebihi kepeduliannya terhadap diri sendiri,


“Bocah manusia! Apa kau perlu bantuan ku untuk menyerap racun pada bocah perempuan ini? kalau kau menginginkan aku akan melakukannya secara gratis untuk mu” tawar Naga Iblis, Juli tahu kalau makhluk di tempat ini umumnya kebal terhadap racun dan bahkan ada yang memakan racun sebagai sumber memakannya.


Juli mengeleng geleng kepala, ia tidak mau Hana murka kepadanya karena disentuh tubuhnya oleh siluman mengerikan seperti Naga Iblis, “Terimakasih atas perhatian mu, tapi tidak usah! Dia ini seorang ratu umat manusia, tidak pernah seorangpun melihat kulitnya seperti yang kita lakukan sekarang ini, apalagi untuk menyentuh kulit indahnya, aku harus melindungi ratu manusia dari bersentuhan langsung dengan kulit siluman, termasuk dirimu, dan kau beruntung bisa melihat anak secantik ini, jika bukan dalam keadaan terpaksa kau akan dibutakan olehnya” Juli terlihat gugup dengan perkerjaannya, 'Hana pasti akan marah kepada ku, tapi ini memang jalan satu-satunya' batinnya.


Mendengar perkataan Juli Naga Iblis tertawa, “Hahaha, Bocah! Aku melihat kalian berdua saja sebenarnya sudah merembes air liurku, kalau bukan karena kau telah memberiku Kristal Hijau ini maka kalian sudah pasti telah ku makan, bagiku kulit bercahaya atau tidak sama saja, karena aku melihat kalian hanya sebagai makanan lezatku, hahaha” galak tawa Naga Iblis sampai membuat merinding bagi siapa saja mendengarnya.


Juli senyum mengeleng gelengkan kepalanya, “Hehe, iya aku lupa, lagi pula kau itu Naga Betina, sungguh suara cempreng dan jenggot mu menipuku, hahaha, oah, khuk! Khuk!” candaan Juli terbatuk-batuk terdengar tapi memang benar bahwa Naga Iblis ini betina.


Juli mengeluarkan beberapa kristal hijau dari saku bajunya. beberapa waktu lalu Juli sempat memindahkan ratusan kristal hijau ke tempat aman dengan hukum ruang sebelum ia menyegel wadah induk tenaga dalamnya, kini kristal hijau dihancurkan sampai menjadi bubuk dan ditaburkan pada luka-luka Hana sementara sebagian kristal utuh lainnya dimasukkan ke dalam mulut untuk bisa di serap.


Setelah mematahkan segel Hana, Juli merasakan lelah dan sakit luar biasa di sekujur tubuhnya, "Hana sebentar lagi akan sembuh semua racun telah terserap oleh kristal hijau, kini saatnya aku memulihkan diri" Juli akhirnya duduk bersila di dekat pembaringan Hana, dan berpesan pada Naga Iblis untuk menjaganya selama proses penyembuhan, kemudian Juli menelan beberapa kristal dan menyerapnya perlahan.


Dua jam telah berlalu, Hana perlahan membuka matanya pertama yang dilihatnya ialah Naga Iblis yang menjulang tinggi mengawasinya, “Ular!” Hana kaget segera bangkit duduk sembari melihat kondisi tubuhnya yang berpakaian minim.


"Pakaian ku!" kini matanya melebar wajahnya merah karena malu yang tak dapat diungkapkan saat mendapati tubuhnya hanya mengenakan kain kecil saja. Hana masih anak-anak tapi bagi seorang putri ia tidak pernah meninggalkan pakaiannya, matanya teralihkan pada Juli yang sedang duduk bersila menyerap batu hijau tidak jauh darinya.


“Apa yang terjadi? Kemana pakaian ku? perbuatan siapa ini? aku pasti akan membunuhnya” terdengar pertanyaan Hana bertubi-tubi sembari menutup dada dengan kedua tangan, wajahnya merah, malu, marah bercampur aduk. pandangan mata menyapu area sekitarnya dan berakhir pada Juli yang terlihat serius dalam pemulihan dirinya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Pertanyaan Hana tidak mendapatkan jawaban apapun mengenai kondisi yang dialaminya.


Keterkejutan Hana tidak sampai di situ Hana kembali tercengang setelah melihat lengannya yang telah berpangkat perunggu, “Apa? Dua Perunggu? Segel penekan tenaga dalam ku telah hilang? Ini celaka” Hana kaget, namun kini ia dapat menduga bahwa semuanya pasti perbuatan Juli, karena di dunia ini sangat sulit menemukan orang yang bisa menghancurkan segelnya.


Mendengar keterkejutan Hana akhirnya Naga Iblis angkat bicara, “Bocah Ratu! Bocah yang sedang memperbaiki diri itu berpesan pada ku agar kau tidak pergi jauh darinya, aku akan menjagamu kali ini” Naga Iblis bergerak melata ke tepi telaga kepalanya diangkat setinggi 15 meter dan itu cukup bagi Hana untuk menelan ludah, melihat kengerian Ular Raksasa itu melebihi Kuda Bunga Bangkai yang dijumpai beberapa saat lalu, gerakan itu memang bukan ancaman yang di buat-buat oleh Naga Iblis tapi Hana memang geli melihat ular.


"Aku Harus cepat mengenakan pakaian ku" Hana spontan mengeluarkan pakaian dari cincin ruangnya dan segera mengenakannya, sementara mulutnya terus mengomel, “Ular! Katakan padaku siapa yang membuka bajuku ini?” tanya Hana marah pada Naga Iblis rasa malu Hana mengalahkan rasa takutnya terhadap ular.


“Bocah Ratu! Apa kau melihat ada kaki di tubuh ku ini? kalau tidak maka diam saja, setelah bocah itu menyembuhkan diri, aku pun ingin berevolusi, mungkin aku akan menjaga kalian beberapa saat setelah bocah cacat itu sembuh aku pun akan pergi”


"Tidak salah lagi, ini semua perbuatannya" gumam Hana malu sembari memperhatikan luka Juli yang terlihat lebih parah dari sebelumnya rasa kasihan mengurungkan niat Hana untuk memperpanjang masalah yang tak penting, di sisi lain pemulihan Juli juga terlihat lebih cepat dari biasanya.


"Kristal apa ini?" Hana penasaran begitu melihat di depan Juli ada setumpuk Kristal Hijau aneh dan itu bukan berasal dari tumbuhan Hijau seperti yang pernah dikutipnya beberapa saat lalu.


"Itu kristal Kuda Bunga Bangkai, Bocah Ratu"


“Banarkah! Ah! benar! Senior menyelamatkan ku waktu itu, aku bisa ingat saat-saat aku ditelan oleh Kuda Bunga Bangkai, kristal ini pasti dari kuda kuda siluman itu, berarti Senior Juli kembali menyelamatkanku dengan mengorbankan dirinya” ucapan sedih Hana terdengar oleh Naga Iblis.


“Bocah Ratu! Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi beberapa saat lalu bisa ku pastikan di arah itu telah terjadi pertempuran besar” Naga Iblis melihat ke arah hamparan es yang agak jauh dari tempatnya.


"Apa? Berarti Senior.." Hana tidak meneruskan kata-katanya ia bisa menduga bahwa perjuangan Juli tidaklah ringan untuk menyelamatkannya apalagi sampai ular raksasa ikut ambil andil.


"Iya! Bocah itu bahkan mengorbankan nyawanya untukmu, aku iri pada manusia"

__ADS_1


Naga Iblis mengatakan yang sebenarnya, dia menyelam ke dalam telaga beberapa saat lalu karena takut petir-petir hebat yang menyambar-nyambar, tapi selain itu dia juga mendapat berkah karena telah mendapatkan Kristal Hijau seusai pertempuran yang menggetarkan bumi.


**


__ADS_2