Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 31. Aboki Vs Siluman Bangkai


__ADS_3

Sore hari kabut tebal menyelimuti wilayah reruntuhan kota kuno sampai membuat jarak pandang hanya mampu melihat dua puluh meter jaraknya.


Dalam kabut sering terdengar berbagai suara aktivitas mahkluk hidup seperti derap langkah kaki, aungan, gerpakan sayap burung, dan berbagai suara lain, namun tidak jelas terlihat wujudnya.


“Ayo cepat pacu Hyena kurap mu! Kita sudah telat nih..”


“Aku tidak bisa melihat jalannya.. kabutnya sangat tebal”


“Pacu saja ikuti aku..”


“Iya.. Baik Bos!”


“Ayo cepat kita hampir sampai, sepertinya itu reruntuhan yang ingin kita tuju..”


“Ayo.. ayo.. cepat!”


Terdengar percakapan dalam kabut dari sekelompok Pemburu Klan Hyena yang berjumlah 50 orang dan dipimpin langsung oleh Aboki. Para Pemburu memacu Hyena gundul mereka dengan cepat dalam kabut bergerak ke lokasi pintu masuk Portal Kekaisaran Purba.


Grap! Grup! Grap! Grup!


Tiba-tiba terdengar derap kaki sekolompok Siluman Bangkai dalam kabut dingin itu, dari kegaduhan suara derap langkah diperkirakan tidak kurang dari seratus ekor siluman bergerak secara bersama menyerang Pemburu Hyena disertai aura pembunuh yang sangat pekat dari mereka.


Kek kek kek


Roooaaarr! Roooaaarr!


Semua Pemburu Klan Hyena terkejut begitu menyadari serangan tiba-tiba Siluman Bangkai,


“Lihat lah! Itu segerombolan Siluman Bangkai telah bergerak menyerang kita, ayo semuanya bersiap untuk berperang!” Teriak Aboki sambil mencabut kapak, matanya terus mengawasi pergerakan siluman dengan waspada.


Para siluman Bangkai bergerak dalam bentuk formasi tertentu dalam kabut sehingga sangat merepotkan Aboki dalam memprediksi jumlah siluman dan strategi yang harus di ambil.


“Tetap dalam kelompok jangan memisah diri” Teriak wakil Jujur mulai mencari jalan untuk kabur, ia mulai menoleh kanan dan kiri mencari peluang.


“Serang! Bertarung lah sampai mati!” teriak wakil Cunguk menghentikan langkah kaki Hyena agar Pemburu lain menyerang duluan.


“SERANG!”


“GROAAARR!!”


Pasukan Hyena terus menerjang maju hingga pertarungan pun tidak terhindarkan dalam kabut tebal itu, kedua belah pihak bertarung dengan sangat gigih dan berimbang, Siluman Bangkai terus mencakar mencabik-cabik mangsa dengan ganas dan menggigit siapapun yang menghalangi serangan mereka.


Aaaaakk!!!

__ADS_1


Grooaaarr!!


Sementara itu Pemburu Partai Hyena mulai terpecah belah akibat banyak para pemburu yang memutuskan melarikan diri daripada berperang melawan Siluman Bangkai, seperti yang dicontohkan oleh kedua Wakil Ketua mereka, di saat semua Pemburu bertarung mati-matian menyerang Siluman Bangkai si Jujur dan si Cunguk bukannya membantu tapi justru kedua wakil itu kabur menyelamatkan diri dan menghilang dalam kabut tebal.


“Jangan kabur… Kentut kuda..!! Tetap dalam kelompok! Bersatu lah!” Teriak Aboki sangat marah saat mengetahui banyak anggotanya yang melarikan diri.


ROAAARR!


Para Siluman terus menyerang membabi buta mencakar dan mencabik-cabik para Pemburu yang tersisa, “Bos! Kami tidak mampu lagi bertahan” Teriak beberapa anak buah Aboki yang masih setia bertarung disisinya.


“Aaaaakk! Boss… tolong…!”


“Bos Apa yang kita lakukan?! Banyak di antara kita yang bertahan telah mati.. Aaakkk!”


Anak buah Aboki satu persatu merenggang nyawa dalam serangan itu karena gerakan Siluman Bangkai dalam kabut berskala besar sungguh merepotkan mereka, teriak putus asa anak buah Aboki semakin jelas terdengar hingga membuatnya harus mengambil keputusan genting.


“Kalau begitu kalian pergilah, biarkan aku yang akan bertarung disini sendirian!” Teriak Aboki mulai nekat menerjang maju dengan Hyenanya.


Hiak…!!!


Dalam serangan nekatnya Aboki mulai menyadari perjalanan hidupnya selama ini,


‘Aku tidak menyangka.. aku akan mati seperti ini.. memang inilah rimba para pemburu.. diburu atau memburu, tapi kali ini aku berharap akan mati sebagai pemburu yang terhormat’ tekat Aboki terus menerjang maju melawan menebas Siluman Bangkai setinggi empat meter di depannya.


GROOOAAARR!!


"Walah..!!"


Kapak Aboki gagangnya patah saat menghantam dada kiri Siluman Bangkai raksasa yang telah berpangkat emas, tubuhnya sekeras baja gerakannya juga sangat gesit sehingga sulit bagi Aboki untuk melawannya secara langsung, Aboki mencoba mundur namun terlambat.


Swuusss… Krak!


Siluman Bangkai bergerak cepat mencengkram kepala Aboki bersamaan dengan sebuah tendangan dilayangkan pada badan Hyena yang menjadi tunggangannya.


Drruuuuup! Aaaiiiingg! Wuuusss!


DROOOM!!


Suara teriakan kesakitan Hyena terdengar keras, tendangan itu membuat Hyena melesat cepat terpental belasan meter jauhnya.


Siluman Bangkai yang telah mencengkram kepala aboki kini mulai mengangkat kepala Aboki tinggi-tinggi hingga kakinya melayang dari di udara, Aboki tidak dapat berkutik sama sekali.


Aaaaakkk!!

__ADS_1


ROOAAR!


Raungan Siluman Bangkai terlihat marah dan mengerang padanya,


“Aaakkk! Rupanya beginilah akhir cerita hidupku, Apa dia akan meremas kepalaku seperti telur” Aboki lemas tidak berdaya dan putus asa, matanya terus melirik kearah anak buahnya yang terus dibantai oleh Siluman Bangkai lainnya.


‘Aku tidak menyangka kalian sangat setia padaku, walaupun sebelumnya kalian telah ku jadikan gendang.. Seperti kau Gentong.. tapi sekarang hanya kalian yang tetap setia bertempur sampai akhir disisi ku’ batin Aboki mulai menyesal atas perbuatannya.


Wuss wus wus wus


Tiba-tiba batu-batu kerikil kecil melesat cepat mengenai tangan Siluman Bangkai membuat cengkraman kepala aboki terlepas hingga Aboki jatuh tersungkur ke tanah, disusul beberapa kerikil lainnya menghantam Siluman Bangkai itu hingga terpental jauh jatuh menghantam bebatuan.


GROOAAAR!


“Apa ini?” Aboki terkejut saat melihat Siluman Bangkai dihantam oleh batu-batu kerikil yang melesat cepat menembus tubuh Siluman Bangkai sampai mereka tewas dalam sekejap mata.


Swus swuss swuss


Kerikil-kerikil misterius itu terus melesat cepat mengenai siluman-siluman lainnya secara akurat, “Bos siapa yang melakukannya?” tanya Gentong yang masih bisa bangkit berdiri bersama belasan Pemburu lainnya walaupun seluruh tubuh mereka penuh dengan luka cakaran.


“Aku tidak tahu.. tapi yang jelas ini kesempatan kita untuk terus bergerak ke reruntuhan” teriak Aboki berusaha bangkit untuk terus berlari ke Reruntuhan.


“Baik lah! Semuanya mari kita ikut Bos Aboki!” Ajak Gentong segera memanfaatkan kesempatan itu untuk terus berlari ke reruntuhan kuno.


“Ayo…!!”


Tanpa berpikir panjang semua Pemburu Klan Hyena terkepoh-kepoh melarikan diri dari ladang pembantaian itu,


“Bos! Kali ini tidak ada satu pun Hyena yang selamat… semuanya telah mati” Gentong menginformasikan.


“Tidak masalah, asalkan kita bisa selamat.. yang lain kita pikir belakangan..” Aboki terus berlari dengan kencang meninggalkan tempat itu disusul oleh belasan anak buahnya yang tersisa.


Sementara itu Siluman Bangkai mulai kalang kabut mereka bisa melihat puluhan rekan-rekan mati secera misterius oleh batu-batu kerikil yang melesat cepat dari arah yang tidak mereka sangka-sangka, sebagian yang tersisa memilih melarikan diri dari tempat pembantaian itu.


Rooaaarr!! Rooaaarr!!


“Hahaha… Apa itu si Aboki dan anak buahnya? Kenapa mereka berkepala botak dan hanya menggunakan celana compang-camping saja, apa itu cara mereka menghindari para siluman atau kah di tempat ini ada tukang cukur.. Hahahah.. Sungguh sangat lucu… Eh! Jangan-jangan mereka benar-benar bertemu siluman Jangkrik Cukur... Mereka sungguh beruntung” Suara tawa canda anak kecil terdengar sayup-sayup dalam kabut tebal dari kejauhan.


“Senior! Apa aku harus membunuh mereka? Sepertinya saat inilah aku bisa menghabisi mereka sekaligus.. karena Naga ku tidak bisa ku gunakan dalam Perisai Pelindung itu akan sangat berabahaya” terdengar sayup-sayup suara anak perempuan dari dalam kabut.


“Hehe.. Jangan! Biarkan saja mereka.. kita harus bergegas”


Kabut semakin pekat pandangan mata hanya bisa melihat beberapa meter saja sementara itu raungan Siluman Bangkai dan Aungan serigala terdengar sahut menyaut dalam kabut dingin.

__ADS_1


**


__ADS_2