
Plok!
“Kunang-Kunang sialan! Beraninya kau menyengat ku dengan listrik mu!” Teriak marah seorang Aliansi Pemburu Klan Singa Hitam membunuh Kunang-Kunang Surgawi.
Plok! Plok!
Pembunuhan yang dilakukan terhadap Kunang-Kunang Surgawi membuat semua Pasukan Teratai Langit murka, mereka segera mengambil senjata yang telah di jatuhkan sebelumnya.
“Beraninya kalian membunuh Kunang-Kunang Surgawi!” Teriak Jendral Zora marah seraya menebas pedangnya ke arah pasukan Aliansi yang telah membunuh Kunang-Kunang Surgawi.
Wusss….
Pasukan Aliansi kaget, hal itu bukan karena tebasan pedang Jendral Zora padanya, namun sebuah energi angin padat berbentuk peluru melesat cepat mengenai jantungnya.
Aaakkhh!
Drooomm!
Sekali energi angin melesat ke jantung pemburu itu langsung meledak dahsyat, Aura pembunuh mengerikan membuat bumi gelap, Yona berada di puncak kemurkaannya membuat semua orang merinding.
“Tuan ku pernah berkata padaku untuk tidak memancing di air yang keruh! Tapi kalian malah melakukannya, dan itu berhasil membuatku murka, terus terang, dari dulu aku tidak suka ras manusia, karena mereka sangat serakah, namun setelah aku menemui tuanku, aku bisa belajar banyak dari ras manusia, sampai-sampai aku lupa bahwa aku pernah membenci ras manusia, tapi untuk kalian ada pengecualiannya, sekarang angkat lah pedang kalian, dan berdoalah untuk keselamatan nyawa kalian setelahnya” Suara Yona pelan namun bisa memekakkan telinga musuh-musuhnya.
Melihat kemurkaan Yona seluruh Petinggi memilih bergerak mundur ke arah Kota Teratai Langit karena mereka tidak ingin mencampuri pertempuran Yona,
Sementara Aliansi Singa Hitam merasakan seperti ada bongkahan batu besar di atas pundaknya hingga membuat mereka sulit bangkit berdiri dari posisi berlututnya, sebagian malah bersujud memohon pengampunan termasuk Dewi Maut dan Bamli.
"Dewi Ampunilah kami"
"Mm..?" Yona bukanlah orang yang berlunak hati terhadap musuh-musuhnya apalagi terhadap musuh-musuh tuannya, kini ia bahkan mempercepat mencabut tancapan busur Dewa Peri di atas hamparan es, dan segera memanah musuh tanpa mau mendengarkan penjelasan mereka lebih lanjut.
wuusss...
DROOOMMM!!
Sekali panah Yona mengenai area sekitar mereka, semuanya menjadi bongkahan es padat yang dapat membekukan jantung dan darah dalam hitungan detik, kemarahan Yona tidak hanya sampai di situ namun ia terus memburu pasukan Aliansi Klan Singa Hitam yang berada dalam posisi siaga satu di bawah kepemimpinan Bordu yang berjarak 5 kilometer dari tempat itu.
“Dewi! Hancurkan Mereka!”
“Dewi! Hancurkan Mereka!”
__ADS_1
Suara teriakan anak-anak Teratai Langit yang dipimpin Nuryin terus memberi semangat, sementara Muska bersama petinggi lainnya bergerak cepat mengevakuasi Rioh yang terluka parah. Hana terlihat panik ia beberapa kali memberikan pil tingkat tinggi pada Rioh untuk mempercepat pemulihannya.
“Cepat! Bawa rioh ke Kota Teratai Langit” Perintah Hana cepat, sementara dirinya berdiri terpaku melihat ke tempat posisi terakhir Juli yang kini hanya tinggal hamparan es.
‘Senior! Apa yang terjadi dengan mu, adakah dirimu masih hidup? maafkan aku yang tidak bisa melakukan apa-apa, sekarang Aku hanya bisa menyimpan Kunang-Kunang Surgawi yang satu ini untuk mengenang mu’ batin Hana seraya mengalihkan pandangan pada Yona yang terlihat murka terhadap pasukan Aliansi Singa Hitam.
“Dewi! Bisakah saya tahu siapa nama mu? Siapa tahu kelak kita akan bertemu kembali” Tanya Hana tanpa memperdulikan Yona dalam mode perangnya.
Yona melirik ke belakang melihat Hana dengan sudut mata emasnya, “Yona, Dewi Peri Utara, kau jangan khawatir, karena Wali kalian belum mati, aku bisa mencium wangi darahnya di setiap nadiku”
Yona mengalihkan pandangannya ke langit, “Sepertinya sang fajar akan muncul tidak lama lagi, sekarang aku akan menghabisi mereka semua sebelum fajar tiba” ucap Yona lembut lalu menghilang dari tempat itu.
Wuuusss
Hana menelan ludah, kini ia tahu perbedaan kekuatan di antara mereka berdua yang terlampau jauh, “Kurasa di bumi ini hanya senior seorang yang dapat mengendalikan seorang Dewi setingkat itu, dan yang lebih mengerikan Dewi ini telah berpangkat 2 emas, bagaimana jika dia sampai berpangkat bintang? Sehebat apakah dia nantinya” gumam Hana senyum pahit jika mengingat pertarungannya dengan Yona beberapa saat lalu.
‘Aku harus kuat! Harus! Kitab-Kitab tingkat Dewa telah berada di tangan ku, aku yakin aku juga akan melampauinya, mulai sekarang aku akan bersungguh sungguh sehingga kelak aku benar-benar menjadi rivalnya yang patut diperhitungkan, dan pastinya Bang Juli tidak memandangku sebelah mata’ tekat Hana berapi-api seraya meninju hamparan es dengan perasaan cemburu.
Sementara kini Aliansi Pemburu Klan Singa Hitam bisa melihat Aura Pembunuh yang begitu besar milik Yona, sehingga kebayakan mereka memutuskan melarikan diri masuk ke hutan-hutan dengan perasaan putus asa.
Yona pada prinsipnya tidak ingin merusak ekosistem hutan dengan sarangan anak panah yang mensinga-buta, namun ia juga tidak ingin melepaskan mereka begitu saja, sehingga ia membunuh sebagian besar dan membiarkan beberapa ribu yang lainnya untuk selamat.
**
Fajar menyingsing sang surya mulai keluar dari peraduannya, pemandangan alam terlihat sangat indah tapi Yona masih berdiam diri di atas sebuah bongkahan es setelah membantai ribuan orang hampir tak tersisa, pandangan mata Yona bukan menikmati pandangan alam seperti yang biasa dilakukannya tapi justru matanya teralihkan pada seekor Kunang-Kunang Surgawi sebesar jari kelingking di telapak tangannya, sekilas tatapan mata Yona mengandung kesedihan yang mendalam.
“Tuan! Apakah ini semacam kutukan? Ataukah suatu kemuliaan, aku tidak peduli apapun itu namun aku tetap menunggu mu di benua ini, aku ingin sekali mendengar suaramu saat-saat memberiku banyak petunjuk dalam teknik-teknik budidaya tubuh dan teknik beladiri, aku rindu saat-saat itu..” gumam Yona larut dalam kesedihannya.
Wusss…. whoooss....
Tiba-tiba Kunang-Kunang Surgawi mengeluarkan cahaya kuning indah tidak lama kemudian berubah menjadi sesosok anak kecil berusia delapan tahun dengan kondisi tubuh sangat mengenaskan, kaki kiri dan lengan kanannya telah hancur, sebatang tongkat tercipta dari sebuah besi berfungsi untuk menopang tubuhnya agar tegak.
Wajah anak itu senyum melihat wajah peri cantik yang terbelalak saat melihat wajahnya seperti melihat hantu, “Yona! Kau sudah sehat? syukurlah” tanya anak itu senyum hangat.
Yona histeris, ia tidak menjawabnya namun langsung berberak cepat menubruk tubuh anak itu memeluk erat seakan tidak mau dilepaskannya,
“Tu.. Tuan! Kau membuatku menangis lagi dan Aku mengkhawatirkan mu hingga aku putus asa, namun.. namun tubuhmu masih sangat mengenaskan” Yona merenggangkan pelukannya ia buru-buru mencarikan pil penyembuh dalam cincin ruangnya, wajahnya pucat pikirannya terlihat kacau,
“Tu.. Tuan! Aku akan menyembuhkan mu, tuan jangan begini, tuan harus sembuh, hik.. hik..” Yona menutup wajah dengan dua tangannya karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkan tuannya hingga membuat Yona terlihat panik sendiri.
__ADS_1
Anak itu memang terlihat sebagian badannya hancur, tapi tubuhnya terus beregenerasi pelan sehingga tidak ada darah yang merembes keluar seperti sebelumnya,
“Yona peri kecilku! Tenanglah, aku baik baik saja, aku telah minum Air Mata Abadi jadi selama jantungku tidak berhenti berdetak cairan ini akan terus meyembuhkan ku, janganlah khawatir” jelas anak itu senyum mencoba menenangkan kepanikan Yona.
Yona meneteskan air mata, Yona sebenarnya tidak pernah panik bahkan saat dirinya melawan 3 Dewa sekaligus, tapi saat melihat kondisi tubuh tuannya ia bahkan terlihat seperti anak kecil yang cepat panik.
“Aku bisa melihat Walah Induk Tenaga Dalammu hancur total, bagaimana tuan bisa bertahan hidup? Bukankan itu sangat menyakitkan? Hik hik!” tangis Yona menyesal.
Yona telah masakan bagaimana sakitnya bocor wadah induk tenaga dalam, apalagi kalau hancur itu sungguh sakit yang tidak bisa dibayangkan. Selain itu orang yang telah hancur Wadah Induk Tenaga Dalam mereka akan menjadi manusia yang lebih rendah dari manusia biasa.
Juli senyum melihat kekhawatiran Yona terhadapnya, Juli membelai rambut Yona dengan tangan kirinya,
“Yona, di Kerajaan Embun ada gedung pengobatan, di sana terdapat banyak jenis bahan baku pembuatan Pil dan bahan obat-obatan, aku hanya perlu ke sana dan memyembuhkan Wadah Induk Tenaga dalam ku, jadi, kau jangan bersedih hati karena aku selalu memiliki cara, percayalah pada tuanmu” Juli senyum mencoba menghibur Yona dengan mengarang cerita.
Yona mengeleng-gelengkan kepadanya, ia terus memalingkan wajahnya memilih melihat panorama alam di pagi hari, ia tidak sanggup melihat kondisi tuannya,
“Tuan! Aku akan di sini membantu sampai sembuh, jika mereka tidak bersedia memberikan obat-obatan yang tuan perlukan, aku bersumpah akan menenggelamkan kerajaan ini” Yona menggepalkan tinju dengan penuh tekad.
Juli senang mendengar tekad Yona, “Tidak apa-apa Yona, aku bisa mengatasinya sendiri, namun aku memiliki satu permintaan padamu, jaga lah diri jangan sampai terluka seperti sebelumnya” tatapan mata Juli kali ini terlihat serius memperingati Yona.
Yona hanya menundukkan kepalanya, “Baik tuan! Untuk kedepan aku akan berhati-hati aku tidak mau menyusahkan tuan lagi” Jawab Yona lembut.
Whoossss…… wuuusss...
Tiba-tiba tubuh Yona mulai beterbangan seperti debu terbawa angin, Yona terkejut melihat kondisinya, “Tuan! Ada apa ini? Aku di teleportasi? Tuan…. Aku akan datang lagi kemari… tunggulah aku” suara terkejut Yona terdengar panik.
“Jangan! Kau tetaplah di Bumi Utara, di sana mereka sangat membutuhkan mu, aku berjanji akan menemuimu di sana”
Juli terlihat panik saat memikirkan tindakan gila Yona mencoba menerobos Aray Segel Bumi Barat seorang diri.
“Tuan aku akan datang ke…” belum habis Yona bicara tubuhnya telah habis terbawa angin pagi, sesaat Juli tertekun lalu ia kembali jatuh terbaring di atas hamparan es.
Juli memandang langit, tangan kirinya terus bergerak menciptakan segel pada wadah induk tenaga dalamnya yang telah rusak, “Hm… aku sekarang harus menjinakkan Hukum Hukum Dewa, dengan kondisiku seperti sekarang ini, sepertinya nasib ku serba terpaksa, namun di sisi lain sebelum tubuhku sembuh aku bahkan seperti orang tolol yang tak berguna” Juli terus meyegel wadah induk tenaga dalamnya sehingga ia benar-benar tidak bisa menggunakan tenaga dalamnya sama sekali.
Wusss…
Setelah itu Juli berubah menjadi cahaya dan menghilang meningalkan seekor Kunang-Kunang Surgawi yang mulai terbang dengan lincahnya.
**
__ADS_1