Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 20. Juli vs Serigala


__ADS_3

"Aku benar-benar ingin belajar cara gila seperti mu, Senior Juli" Ucap Hana terlihat bersemangat.


Juli kaget mendengarnya, “Hei! Jangan! Jangan coba-coba belajar cara ku.. kau akan mati ditempat.. caraku hanya berlaku untuk ku saja..” jelas Juli cepat, karena ia merasa ngeri memikirkannya bagaimana ide bodohnya itu ditiru mentah-mentah.


“Eh! Kenapa begitu? Memangnya ada yang salah?” Hana kaget.


“Salah! Jelas salah”.


Husen menelan ludah wajah berubah pucat, sementara Bomo terlihat sangat tenang dan perlahan dia bergerak ke arah belakang Juli dan berdiri di sana.


“Bomo! Kenapa kau bersembunyi di belakang anak kecil, kau seharusnya berdiri di depan ku.. karena kau lah orang paling kuat dalam kelompok ini, Juli! Hana! Pergilah dari sini cepat!” tegur Husen mulai pucat.


Juli senyum, “Hm.. Kakek percayalah padaku, aku bisa mengatasinya, karena waktu bayi dulu aku pernah diasuh oleh Harimau, di besarkan oleh Singa, berkawan dengan Naga, jadi kalau tingkat Serigala Ghaib dari dulu pun mereka itu jadi mainan kejar-kejaran ku.. hehehe” ucap Juli kembali berjalan menghadang para gerombolan Serigala Ghaib.


Husen menjadi panik saat melihat Juli melewatinya dengan begitu santai, “Jangan ke sana mereka akan memakan mu hidup-hidup!” Teriak Husen gemetar ia hendak menangkap Juli agar tidak maju menghadapi serigala ghaib namun teguran dari Bomo terdengar.


“Husen! Mata mu buta tidak kah kau lihat dia itu diasuh oleh harimau dan dibesarkan oleh singa, aku saja percaya padanya” Ucap Bomo gemetar dan berhati-hati dalam berbicara karena ini menyangkut dengan Juli.


Husen sangat marah pada Bomo, “Apa kau bilang! kau pikir karena dia lemah akalnya sehingga kau memanfaatkannya, tidak..!! selama aku hidup aku tidak membiarkan anak-anak mati dihadapan ku apalagi untuk anak lemah akal seperti bocah ini” Teriaknya marah dan ia kembali ingin menangkap Juli yang terus berjalan ke arah gerombolan serigala yang menyerang kearahnya.


Hana bergerak cepat menghadang kakek Husen, “Kakek percayalah kepadanya! Biarkan dia pergi” ujar Hana cepat menghentikan gerakan Husen yang ingin menangkap Juli.


Husen kembali terkejut, “Apa..?! Apa kata mu Hana..?! Kau menyuruhku untuk mempercayainya? Apa katanya tadi.. Disusui Harimau.. dan di besarkan Singa? Kau percaya dengan kata-kata bodohnya itu.. dia itu anak miring.. anak miring.. miring gini” Husen meletakkan jari telunjuknya di dahi lalu dimiringkan sedikit, ia hendak menjelaskan pada Hana bahwa Juli itu rada-rada gila.


Juli senyum mendengar pembicaraan kakek Husen tapi ia tidak perduli sama sekali dan tatapan matanya tajam melihat kearah sekawanan Serigala Ghaib itu.


Aaaunggg! Aaaunggg!


hahahaha hahahaha

__ADS_1


Begitu gerakan serigala mendekati Juli suara tawa Juli membuat para serigala bergidik, “Hahaha! Apa kalian belum jera? Dan masih mau bermain-main dengan ku lagi, huh!? Belum kah kalian puas bermain-main kala itu huh!” tanya Juli dengan nada lantang yang dapat di dengar oleh semua orang dan seluruh serigala yang hadir.


Ikh.. ikh..


Spontan semua serigala langsung menghentikan langkahnya, tubuh gemetar bulu roma mulai merinding dan raut wajah para serigala kembali pucat, harum tubuh dan wajah imut anak kecil yang tak asing didepan mereka ini sungguh telah membuat sebuah pengalaman pahit dan mengerikan yang telah mereka rasakan tadi malam.


Bagaimana mereka bisa melupakan pengalaman pahit, ratusan serigala dihajar habis-habisan kalau bukan Juli bersikap lunak maka tidak ada satupun serigala ini yang masih hidup sekarang.


Ing.. ing.. ing..


Perlahan dengan ketakutan yang mendalam para serigala itu mundur-mundur dengan putus asa. Tapi Juli justru memanggilnya serigala paling besar diantara semua serigala, pangkatnya pun lima perak kakinya gemetar hebat saat melihat yang di depannya ialah anak yang sama seperti semalam.


“Sini kau!” Panggil Juli cepat.


Dengan lutut gemetar jantung deg-degan serigala itu perlahan menghampiri Juli seraya menundukkan kepalanya.


“Aiingg!” terdengar suaranya pelan.


‘Anak itu sebuah keajaiban yang dikirim tuhan kepadaku.. selama ini belum ada siapapun yang dapat melindungi ku tanpa pengorbanan nyawa, kurasa hanya dengan mengikut Senior Juli lah aku bisa terlindungi dari kejaran para Kaisar Siluman dan Para Dewa Kegelapan’ batin Hana melihat harapan baru pada Juli biarpun semua orang menganggap Juli anak gembel gila.


Aiiinngg!


Jeritan kesakitan Serigala Gaib terdengar saat Juli menjewer kupingnya sampai serigala itu terlihat gigi-gigi putih akibat bertahan dari rasa sakitnya.


“Apa kau tuli.. huh! Aku bilang jangan menakuti orang-orang seperti mereka.. lihat lah sampai kakek itu gemetar hebat dan hampir mati jantungan karena ulah kalian, dan lihat pula di atas sana…” Juli menunjuk ke arah atap yang terlihat orang-orang syok dengan mata terbelalak dan mulut terbuka lebar.


“Lihat lah! Berapa banyak orang-orang yang harus mengungsi ke atap-atap rumah padahal tidak banjir seperti di kota-kota besar.., apa yang kalian lakukan di sini sih!? Kalian itu serigala bukannya banjir! Mengertilah peran mu…! Tugas kalian melolong di hutan-hutan di malam hari buat nakut-nakutin Kunyang yang membawa-bawa jeroannya, kalo lapar makan tu siluman-siluman sana.. lagian, Si Aboki ada di sana bersama anak buahnya sekalian kalian santap semuanya, mengerti..? paham?” tanya Juli memberi ceramah singkat kepala kelompok serigala sampai serigala itu terkencing-kencing ketakutan.


“Aing..! Aing..?!” Teriak tangisan ketakutan para serigala itu sambil manggut-manggut kepalanya.

__ADS_1


Husen dan semua orang yang ada di sana jantungnya terasa berhenti dan tubuhnya bagai mati rasa sementara mulut terbuka lebar dengan mata terus terbelalak.


“Apa aku telah gila?! Atau aku sedang bermimpi sekarang?!” Gumam Husen tidak percaya dengan mata kepalanya.


Aing! Aing! Aing!


Dengan ketakutan mendalam semua serigala menempatkan ekor di antara dua pahanya terus balik arah dan melarikan diri dengan terkentut-kentut meninggalkan tempat itu dan mereka berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi berurusan dengan anak gila kecil itu.


Aiing! Aiing! Aiing!


Hahaha hahaha


Juli tertawa terbahak-bahak melihat tingkat konyolnya serigala itu, “Sungguh serigala yang menyedihkan” gumam Juli pelan lalu ia menoleh kearah semua orang.


“Kenapa dengan mereka?” tanya Juli terkejut saat melihat semua orang mematung seperti arca dengan mulut terbuka lebar,


‘Apa ada yang salah dengan ku?’ batin Juli memeriksa dirinya melihat apa ada yang aneh,


“Ah! Aku baik-baik saja tidak ada yang aneh” gumam Juli pelan.


Hana segera menghampiri Juli dengan perasaan senang, ia kini semakin yakin bahwa Juli bukan lah orang gila, namun anak yang terlalu jenius sehingga dia terlihat seperti itu,


“Senior Juli! aku telah melihatnya, kurasa para serigala itu menakuti mu karena pengalaman pahit yang diderita mereka sebelumnya akibat ulah mu, dan aku tidak bodoh untuk mengikuti gaya Senior jadi tenang lah” Hana terlihat kagum dengan keberanian Juli.


Juli senyum senang, “Baiklah kalau kau mengerti, kalau begitu kita akan ada tugas lain yang harus kita lalukan” Juli terus melangkah maju kearah pintu gerbang istana misterius itu dan di ikuti oleh Hana.


Hana semakin penasaran, “Senior jangan bilang bahwa kau bisa membuka pintu gerbang ini?” Hana sangat penasaran.


Juli menggaruk-garukan keningnya, “Siapa tahu kalau kita tidak mencobanya. Hehehe” tawa Juli dengan sikap tenang membuat Hana langsung terbelalak,

__ADS_1


‘Jangan-jangan ia seorang Dewa yang menyamar, aku harus mengetesnya dengan menggunakan batu jiwa misterius’ batin Hana curiga.


**


__ADS_2