Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 83. Pangeran Putus Asa


__ADS_3

Setelah tiga jam Juli menyembuhkan diri ratusan kristal Kuda Bunga Bangkai terserap habis oleh tubuhnya. Pupil mata ular raksasa melebar, ia benar-benar tidak percaya seorang anak manusia bisa menghabiskan begitu banyak kristal kuda bangkai untuk regenerasi tubuh kecilnya, sementara ular raksasa sendiri bahkan hanya butuh lima kristal saja untuk melakukan evolusi.


Sekilas luka fisik Juli terlihat telah sembuh, kaki kiri dan tangan sudah kembali kebentuk semula walaupun masih dalam keadaan terlemahnya. Hana dalam tiga jam terus melihat dan mengawasi perkembangan tubuh Juli walaupun perkembangannya terlihat aneh tapi itu hal wajar mengingat cara kerja Air Mata Abadi yang bisa mengembalikan bagian tubuh yang hilang.


Dalam penyembuhan terdalamnya Juli mengunjungi ranah jiwa yang telah hancur dan tersegel. Matanya terus memperhatikan empat hukum di dalamnya, ke-empat hukum seakan terlihat seimbang dan itu tidak terlepas dari peran seorang bayi ilusi dalam ranah jiwanya.


“Bayi ini selain menyerap hukum dewa dia juga bisa menstabilkan hukum-hukum dewa dalam Wadah Induk Tenaga Dalam ku, namun aku telah kehabisan kristal langka ini, dan mustahil bagiku untuk memperbaikinya sekarang, apalagi mengingat untuk memulihkan Wadah Tenaga Dalam setidaknya aku butuh seribu atau dua ribu Kristal Hijau tingkat tiga, dan ini sungguh sangat sulit kucari, namun kurasa selama aku bisa berburu di sini untuk empat hari ke depan bukan tidak mungkin aku akan mendapatkannya” gumam Juli sembari melihat reruntuhan Ranah Jiwanya yang tersegel.


Dari dalam ranah jiwa, Juli bisa mendengar isak tangis Hana yang menangisi, Juli bergegas keluar dari ranah jiwa. Perlahan Juli membukakan mata dan sedikit terkejut begitu menyadari Hana menangis dalam keadaan memeluk dirinya yang sedang duduk bersila.


“Ah! Hana kenapa kau ini?”


“Tidak! Aku hanya bahagia melihat tangan dan kakimu sudah kembali seperti semula”


“Ah! begitu kah! Syukurlah aku berhasil”


Juli kembali bisa melihat, merasakan tangan kanan dan kaki kiri serta dapat digerakkan seperti biasa. Hana perlahan merenggangkan pelukan dari raut wajah anak itu terlihat kebahagiaan yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, karena sebelumnya Hana sempat berfikir bahwa Juli akan cacat seumur hidupnya.


Juli senyum kini pandangannya teralihkan pada ular raksasa yang telah menjaganya selama beberapa jam seperti yang dijanjikan.


"Kau masih menjagaku di sini"


“Iya!" Naga Iblis menatap Juli dengan tatapan heran, "Bocah! Sekeras apa tubuh mu itu hingga membutuhkan ratusan kristal hijau untuk memulihkannya, bolehkan kau memberikanku beberapa kristal lagi dari sisa yang kau gunakan itu”


Naga Iblis benar-benar tergiur dengan kristal hijau tapi dia juga tidak ingin merampok orang yang telah mengikat perjanjian dengannya.


Juli senyum seraya melihat sisa kristal Hijau yang tersisa sekitar 15 kristal lagi, “Ini ada 15 yang tersisa, ini untukmu sepuluh, lima lagi untuk berjaga-jaga” Juli melemparkan sepuluh kristal ke arah Naga Iblis.

__ADS_1


Naga iblis terlihat sangat bahagia karena mendapatkan 10 kristal secara cuma-cuma dan bahkan lebih banyak dari jumlah sebelumnya. Sebagai balasannya Juli menanyakan tempat tempat berbahaya yang memiliki siluman tingkat tinggi pada Naga Iblis. Naga itu pun tanpa ragu memberitahukan semua tempat-tempat paling berbahaya dan mematikan di Hutan Siluman Pemangsa di Tanah Parasit.


Hana semula sempat berpikir bahwa Juli menanyakan tempat-tempat berbahaya pada Naga Iblis guna untuk menghindari tempat-tempat itu namun dugaannya meleset, karena Juli justru ingin mengunjungi tempat-tempat mematikan itu untuk memburu Kristal Hijau level tinggi.


“Senior! Apa kamu yakin dengan keputusan mu ini? di sana lawan kita bahkan bintang, itu sungguh mustahil untuk kita lawan?”


Juli hanya senyum sembari berbalik badan melangkah melanjutkan perjalanannya. Naga Iblis kembali turun ke telaga untuk menyelesaikan evolusinya yang telah lama tidak bisa diterobos. Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak bisa berkomentar apapun karena Juli memang berwatak nekad.


**


Hiak!


“Tebasan Pedang Naga!”


“Yang Mulia Pangeran, mundur lah Beruang ini sangat berbahaya”


Beruang Tumbuhan menyerang pasukan menggunakan taktik cerdas, sebab pada dasarnya makhluk ghaib yang telah mencapai peringkat emas umumnya telah bisa berpikir dan berbicara layaknya manusia, namun setelah terinfeksi dengan tumbuhan parasit membuat hewan ini mengganas dan menggila sehingga tidak dapat dikendalikan. Dari segi kekuatan beruang ini jauh melampaui manusia pada pangkat yang sama.


Dua puluh pasukan kekaisaran berpangkat perak juga telah terinfeksi dengan spora tumbuhan pemangsa, namun karena budidaya tubuh mereka tinggi maka proses pertumbuhan spora menjadi sedikit terhambat, walaupun beberapa di antara mereka sekarang telah muncul pucuk-pucuk daun parasit di bagian tubuhnya.


“Ayo! Bertahanlah! Beruang iblis ini sangat kuat, aaaakkhh”


Semua pasukan terlihat panik dan putus asa dalam pertarungan tersebut, tidak terkecuali Pangeran Kedua, karena lawan mereka bukan saja seekor Beruang Tumbuhan tingkat emas namun parasit yang menggerogoti dari dalam tubuh mereka,


“Celaka! Kita semua akan mati di sini? Aku tidak tahu mengapa dalam tubuhku terdapat banyak sekali tumbuh-tumbuhan parasit yang menggerogoti, ini sungguh sangat menyakitkan”


Seorang pasukan melepaskan baju zirah karena sakit yang tak tertahankan di antara cakaran Beruang Tumbuhan, pasukan itu justru menyerahkan dirinya untuk dicakar beruang hingga mati dari pada merasakan kesakitan yang sangat dahsyat.

__ADS_1


“Aaaakkhh!”


Satu persatu jeritan mengerikan pasukan kekaisaran terdengar, pangeran kedua sangat frustasi melihat Pasukan elitnya dibantai selain itu dia sendiri juga telah terinfeksi spora tumbuhan pemangsa, rasa putus asa mendalam menghampirinya.


“Kurang ajar! Akan ku bakar tempat terkutuk ini” terdengar teriakan Pangeran kedua sembari menerjang maju melawan Beruang Tumbuhan dengan beberapa pasukan yang masih tersisa.


“Pangeran! Pergilah dari sini! Biarkan kami melawan beruang terkutuk ini” Teriak seorang bertubuh tinggi besar, walaupun dalam hidungnya telah keluar tumbuhan menjalar yang bergerak-gerak namun serangan kapaknya tidak dapat disepelekan.


Wusss… Buk.. Buk… krak!


“Hiak!”


Hantaman kapak mengenai badan Beruang Tumbuhan tapi justru gagang kapak yang patah, tubuh beruang ini sangat keras sebab sebelum terinfeksi beruang ini dikenal dengan Beruang Besi. Dalam keputus-asaan mendalam para pasukan terus bertahan dengan linangan air mata penyesalan.


Di saat keputus-asaan yang mendalam Pangeran Kedua meneteskan air matanya, “Aku tidak pernah berpikir ada tempat terkutuk seperti ini di bumi, aku telah mengorbankan pasukan elit dan diriku sendiri untuk menutup gerbang ini, tapi… Semuanya di bantai oleh tumbuhan pemangsa ganas ini, sekarang aku tidak bisa kembali, dan riwayatku akan berakhir di sini” ucapan kesedihan pangeran kedua mulai memegang hidungnya yang telah keluar tumbuhan rambat parasit yang bergerak-gerak.


Pangeran kedua mencoba mencabut paksa namun kesakitan luar biasa terasa sampai ke otaknya, tarikan spontan membuat tumbuhan pemangsa putus bagian ujungnya dan darah segar keluar deras dari sana disertai bau amis sangat menyengat.


Pangeran Kedua mencabut pedang dan meletakkan di lehernya, “Jika begini aku lebih baik mati dengan tenang” ucapnya putus asa disertai teriakan histeris beberapa pasukannya yang sedang bertahan menghadapi Beruang Tumbuhan.


“Pangeran jangan! Bertahanlah” Teriakan para pasukan berjiwa patriot yang sedang bertempur sampai napas penghabisan.


Pangeran Kedua memejamkan matanya kenangan masa lalu mulai terngiang kembali, ‘Aku dulu berlatih kuat agar bisa menjadi orang nomor satu di Benua Barat ini, membuat ayahanda bangga, dan membebaskan manusia dari ancaman siluman akan tetapi sangat banyak para petinggi yang menantang ku, aku lemah, aku hilang dukungan, dan sekarang aku harus mati secara mengenaskan, sahabat! Maafkan aku, kesakitan ini sungguh tidak mampu ku tahan’ batin Pangeran Kedua ingin mengakhiri hidupnya.


Wuusss..


“Pangeran Bodoh!”

__ADS_1


**


__ADS_2