Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 21. Menari Dalam Penderitaan


__ADS_3

Di tepi hutan agak jauh dari Kota Reruntuhan


Dari kemarin para Pemburu Partai Hyena terus terlibat pertempuran dengan berbagai siluman di sepanjang perjalanannya mulai dari dikejar-kejar oleh Siluman Kera Bertanduk hingga mereka dihajar bonyok-bonyok setelahnya.


Kemudian mereka diserang oleh Jangkrik Kabut dalam jumlah besar, jangkrik jenis ini menyerang mangsa secara berkelompok ukuran tubuhnya tidak terlalu besar hanya satu meter panjangnya namun serangan meraka sangat membabi-buta memakan semua bulu-bulu pada tubuh korbannya sampai gundul dan termasuk juga pakaian yang dikenakan, sebelum semua habis di makan maka jarang dilepaskan.


Akibatnya, seluruh para Hyena telah gundul bahkan tidak di jumpai walau hanya satu bulu pun, dan semua pemburu telah botak-botak layaknya batu nisan kuburan serta bercelana compang-camping tidak karuan, sekilas mereka terlihat seperti gembel gila tak terurus.


Selain itu pemburu Klan Hyena semuanya bermata panda bengkak akibat kurang tidur dan kelaparan serta kena gebuk dari Siluman Kera Bertanduk sebelum berhasil meloloskan diri.


Trauma mendalam terhadap para siluman membuat para Pemburu Clan Hyena tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya, untuk memastikan tempat mereka aman dari para siluman, Aboki mengirim beberapa anak buahnya sebagai mata-mata untuk mengintai pergerakan siluman dalam skala besar.


Sekarang sekitar enam puluh orang yang selamat dan berhasil bertahan hidup dari total lebih seratus orang sebelumnya telah berhasil di kumpulkan dan sebagian di berikan tugas khusus.


Kini Aboki duduk di tanah ditemani lima puluh orang anak buahnya dan disekelilingnya terdapat tiga puluhan ekor Hyena gundul yang kini kedinginan terlihat tubuhnya gemetar hebat dibawah teriknya matahari.


Beberapa jam sebelumnya Para Hyena banyak yang mati kedinginan karena tidak berbulu sama sekali sekilas mereka mirip seperti kucing gundul gurun kurapan.


Untuk mengakali agar Hyena tidak terus mati kedinginan, Aboki dengan kecerdasannya memerintahkan para Hyena untuk terus berlari berkeliling wilayah itu secara terus-menerus tidak henti-henti agar metabolisme tubuh lancar hingga membuat mereka berkeringat dan tidak mati kedinginan.


Aboki terlihat duduk kelaparan bercelana compang-camping bersama empat puluh pasukan yang bernasib sama dengannya, wajahnya terlihat bonyok dan lesu, giginya beberapa telah rontok akibat kena pukulan Siluman Kera Bertanduk saat melarikan diri kemarin, begitu juga dengan anak buah lainnya semua terlihat seperti orang putus asa yang berharap mendapatkan secercah harapan baru.


“Sial! Si Bomo kepaarat itu tidak masuk kemari, kita hampir mati di sini bahkan kita tidak lagi mirip manusia, padahal aku percaya padanya untuk memasuk paling belakangan, tapi dia malahan tidak masuk kemari, sial.. karena pengkhianatannya kita sekarang seperi kucing kurapan basah kuyup, sial!” keluh Bomo marah sambil meninju tanah.


Cunguk duduk di samping Aboki mereka terlihat akrab dan telah setara, sekarang tidak seperti dulu Aboki selalu duduk di tempat lebih istimewa dari pada anak buah lainnya.


Cunguk menggeleng-gelengkan kepalanya, “Kok nasib kita begini-begini amat ya? Tapi aku ada ide bos agar kau tidak selalu bersedih hati, bagaimana bos?” tanya Cunguk yang sekarang telah di angkat menjadi wakil barunya.


Aboki menganguk pelan, “Katakan pada ku, asal kau bisa membuat ku ceria dan bersemangat apapun itu tidak masalah” kata Aboki dengan nada serius.


Cunguk mengambil seruling yang diselipkan di pinggangnya, “Bos! Bos kan paling doyan lihat wanita menari-nari dengan iringan suara seruling dan gendang, Nah! Sekarang suruh si tuyul tuyul itu duduk di depanmu.. kau pukul lah kepala kepala botak mereka sebagai gendang, dan sebagian lagi kau suruh mereka menari-nari layaknya biduan atau apalah itu, sementara aku meniup seruling, bereskan, hahaha” Cunguk memberikan ide gilanya.


Aboki senyum ceria sampai-sampai gusi ompong terlihat, “Ide mu sungguh cemerlang, kenapa aku tidak berpikir demikian sebelumnya ya, hehehe yang penting kita masih bisa happy apa salahnya” Tawa Aboki penuh ceria kini tatapan matanya tertuju pada puluhan anak buah yang menyedihkan itu.


“Hahaha” Tawa Cunguk senang saat Aboki mengakui kehebatan idenya.

__ADS_1


Di sisi lain, sepah serapah para Pemburu Klan Hyena mulai terdengar menanggapi usulan bodoh si Cunguk, akan tetapi Aboki terlihat sangat gembira dengan ide si Cunguk itu.


"Kurang ajar! kita ini Pemburu.. bukan penari perut! Kurang ajar si Cunguk!"


“Kimbek si Cunguk sialan itu! Kita hampir mati malah dia ingin mengerjai kita”


"Benar! Rusak wibawa kita karenanya, kita ini Laki-laki orang yang berperang! bukan penari.. sialan!"


“Kita sudah tidak makan dari kemarin, bertahan dari derasnya hujan dan kini malah mau di jadikan Badut, apa yang di pikirkan si Cunguk sialan itu”


Bermacam sepah serapah terus terdengar diantara mereka namun tidak ada yang berani protes sikap si Cunguk secara langsung karena sekarang ia telah diangkat menjadi wakil,


Seorang bertubuh gendut akhirnya nekat karena tidak tahan lagi dengan sikap si Cunguk dia bangkit berdiri dan protes.


“Gila kau Cunguk! Badan kami ini sudah seperti gentong sakitan.. kau suruh kami menari-nari pula mendengar ide mu saja aku sudah mual-mual” teriak orang yang berbadan gemuk seperti gentong.


Cunguk langsung menunjuk kearahnya, “Bos! si gentong ini kau jadikan gendang saja, kayaknya punggung dan kepalanya komplet! Kau suruh saja dia tengkurap di depan mu” Cunguk langsung memposisikan si gentong untuk tiarap di depan si Aboki.


Aboki langsung tertawa gembira saat melihat gendang yang mirip sekali dengan aslinya,


“Hahaha” Cunguk tertawa, “Iya! walaupun dalam keadaan tiada alat asal kita bisa memanfaatkan mereka apa salahnya, ya kan bos!” Cunguk memukul kepala botak si gentong.


Plak!


“HAHAHAHA”


Tawa Cunguk dan beberapa anak buah lainnya yang tidak terlibat dalam kegiatan itu.


“Aw! Kampret kau Cunguk” gumamnya marah dan terhina, akhirnya si gentong pun dengan terpaksa harus menurutinya, Aboki juga menunjuk beberapa bawahan yang lainnya untuk duduk didepannya agar digunakan sebagai Drum.


Ukuran tempurung kepala berbeda-beda sehingga bunyi yang di hasilkan juga beda-beda.


Tak! tuk! tak! tuk!


“Hahaha, Bengini lah kalau ada aku bos.. dalam bahaya pun seperti sedang konser aja kita, Hahaha” Tawa Cunguk bersemangat bagaimanapun Cunguk berhasil mengubah suasana setidaknya mereka dapat melupakan trauma dan juga untuk mengusir rasa dingin tubuh mereka.

__ADS_1


HAHAHA


Tawa mereka yang tidak terlibat, Cunguk sendiri terlihat sangat terhibur dengan ulahnya, ia pun memilih beberapa orang kurus kerempeng untuk goyang-goyang perut lapar mereka, bahkan ada yang belum juga goyang telah terkentut-kentut duluan hingga Aboki marah.


“Kau makan apa sih! Setiap bergoyang selalu kentut? Makan angin ya?” tanya Aboki marah.


“Maaf bos! Habisnya aku lapar Bos! Bos suruh aku goyang-goyang? Apa bos sehat?” tanyanya protes terhadap kebijakan Aboki.


HAHAHA…


Semua Pasukan lain tertawa, namun Justru Aboki marah terhadap anak buahnya yang lapar itu,


“Jangan ada yang protes! Cunguk apa kita bisa mulai? Jangan kelamaan” Teriak Aboki mulai bersemangat, senyumnya kini melebar hingga gigi ompong terlihat.


“Mulai!” teriak cunguk.


Tung..! Dang..! Dung..! Duk!


Tuk! Tak Tuk! Tuk! Tak Tuk!


Aw! Aw! Aw! Aw! Aw! Aw!


Syuu.. syu.. syu.. syu… syu…..


HAHAHA HAHAHA


Pukulan rebana diiringi suara kesakitan penahannya hingga menimbulkan suara aneh aneh, sementara Cunguk terus meniup seruling yang diiringi goyang lenggak-lenggok pria botak-botak seperti tuyul kesasar, hingga membuat suasana ceria dan penuh tawa kembali,


“Hahaha, Untuk bisa tertawa bahagia.. terkadang tidak perlu harta, tahta dan wanita.. mengerjai rekan-rekan yang bodoh juga sebagian dari kebahagiaan.. jadi, kerjai lah mereka yang bodoh selagi kamu suntuk… hahahaha” petuah Cunguk pada rekan-rekan penonton lainnya.


Iringan tawa terus terdengar diantara para penonton yang terlihat seperti gembel semua, para penari dan terus bergoyang-goyang seperti pemabuk diiringi suara gendang dan suara seruling bertalu-talu.


Dari kejauhan, seorang pasukan Hyena pulang membawa laporan baru, sebelum ia mendekat ia melihat keanehan di tempat perkumpulan bosnya.


“Apa? Apa mereka sedang pesta? dunia kacau balau mereka asik main-main saja, Apa aku harus melaporkan berita penting ini sekarang? Kelihatannya itu bukan pesta, sepertinya mereka semua telah gila, hii… ngeri? Dasar Aboki gila! Cunguk di angkat jadi wakil, ya beginilah nasib Klan Pemburu Hyena, dasar bodoh! Suara ribut mereka itu justru menarik para siluman, tapi biarlah, sebaiknya aku nonton saja dulu.. kalau ku lihat itu asyik juga ya.. biarlah aku ngintip di sini saja, Begitu banyak kejadian semalam, kenapa kejadian ini yang disorot, semakin bingung aku dengan kisah ini, hahaha Bodoh amat lah!” tawa pembawa pesan sambil mengintip kelakuan rekan-rekannya yang telah putus asa dalam mengusir kedinginan.

__ADS_1


**


__ADS_2