
Di halaman luas reruntuhan kota kerdil.
Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun, ia duduk termenung di hadapan puluhan orang yang bertekuk lutut di depannya, tatapan matanya jauh ke langit biru dengan air mata berlinang di kedua pipinya.
“Rakyat kecil yang malang! Kalian dibantai di setiap kota, di setiap ganggang, diperlakukan secara keji, namun tidak ada yang peduli, tidak ada lagi aliran putih yang bercahaya, hanya aliran hitam yang penuh murka, Raja di kerajaan ini sungguh biadab, dan tidak tahu cara bernegara, tidakkah dia tahu, tanpa rakyat untuk apa raja? Kalau keadaan begini, maka perjalananku akan sangat panjang di Bumi Barat, guru! maafkan muridmu ini”. Ratap anak itu dalam kesedihannya.
Betapa tidak, anak ini memiliki kemampuan menatap dunia dengan mata jiwanya, mata jiwa “Kunang-kunang surgawi”.
Beberapa orang suku Bante berdiri di dekatnya, namun mereka tidak berani menegur sapa.
“Juli! Itu namamu bukan? Kau bukan bocah iblis Barat?! Jadi sebenarnya siapa kau ini?” tanya seorang gadis cantik jelita penasaran.
“Putri Yara! Kalau kukatakan aku anak biasa dari pantai nelayan dari kekaisaran Bumi Timur, apa kau percaya? Atau kau lebih mempercayai, jika aku mengatakan bahwa aku seorang kaisar!”.
Jawaban Juli membuat Putri Yara senyum sinis. Pada dasarnya keduanya benar, Juli adalah seorang anak Desa Pelayan dari Bumi Timur, di sisi lain dia juga seorang kaisar Langit Bumi di kehidupan sebelumnya.
Kaisar Langit Bumi ialah kaisar yang memiliki wilayah puluhan dunia dalam berbagai dimensi di alam semesta, kekaisarannya tidak bisa dibandingkan dengan kekaisaran bumi Tengah yang hanya seujung kuku saja.
“Anak biasa itu tidak mungkin! Kalau kau mengatakan sebagai kaisar, sangat banyak sekali kekaisaran di bumi ini, kau itu kaisar mana?”, Putri Yara menatap Juli dengan tatapan serius.
Juli melihat ke reruntuhan di arah belakangnya, “kau tahu! Di kekaisaran ini sudah tidak memiliki lagi tempat yang aman, kejahatan merajalela di berbagai tempat, aku ingin mendirikan kekaisaran ku sendiri kelak, dan ku pastikan selama aku hidup, rakyat di kekaisaranku akan hidup sejahtera, tidak lagi ada orang merasakan kelaparan, dan hukum yang adil terhadap siapapun, sekarang aku akan membuat tempat ini sebagai kerajaan ku, bagaimana menurutmu!” Juli senyum sampai gigi putihnya terlihat.
“Xixixi, ambisimu bagus, mendirikan kerajaan bukanlah pekerjaan mudah, kamu hanya bisa bermimpi!”
Juli tidak berdebat, ia bangkit berdiri, tatapan mata tajam menyapu semua orang yang berada di hadapannya.
“Semuanya dengarkan Aku! Wilayah reruntuhan suku kurcaci sekarang menjadi milikku, bagi kalian suku Bante, aku memberikan pilihan kepada kalian, menetap di sini sebagai wargaku atau kalian akan pergi dari sini, dan tentunya aku akan memberikan perbekalan untuk kalian, Aku tidak akan merampas tanah nenek moyang kalian, suatu saat kalian kembali maka akan dipersilahkan, karena setelah aku mengambil tanah ini, maka peperangan di sini akan kerap terjadi, aku tidak mau mencelakai kalian jadi semua tergantung keputusan kalian semua hari ini”. Suara Juli dapat didengar oleh semua orang.
Juli mengatakan demikian, karena ia tidak ingin ada kesan dirinya memaksa seseorang untuk tinggal atau pergi. Tapi ia yakin suku Bante pasti akan memilih tetap tinggal, mengingat tempat mereka di Lembah kuning sudah tidak aman lagi.
Kepala suku Ardan telah melihat sepak terjang Juli sebelumnya, ia meyakini walaupun Juli seorang siluman sekalipun, tapi ia memiliki hati yang baik.
Ardan melihat ke arah warga yang terluka dan kelelahan akibat pertempuran sebelumnya.
“Bagaimana, aku rasa kita tidak memiliki pilihan lain, kita akan tinggal di sini!” kata Ardan senyum lebar.
“Hore!”
Keputusan Ardan disambut hangat oleh anak-anak, mereka segera membayangkan makanan dan minuman enak setiap harinya yang dimasak oleh Juli.
Begitu juga dengan ibu-ibu yang mulai terlihat senyum berseri, setelah sekian lama senyum itu tidak terlihat lagi di wajah mereka.
__ADS_1
“Baiklah! Pasukan Hantu! Untuk langkah pertama kalian semua bantu Ade untuk merenovasi semua bangunan ini saja! ingat kalian jangan pergi jauh dariku, apalagi masuk ke reruntuhan bagian dalam lainnya, jangan sekali-kali. Oya! Senior Ade! Kau sekarang ku angkat menjadi menteri pembangunan, selamat untukmu! Sementara, ibu-ibu dan gadis-gadis untuk saat ini tugas kalian memasak seenak-enaknya bahan-bahan dan resep akanku bagikan untuk kalian semua.”
Juli mulai mengatur administrasi sederhana, Ade segera bertekuk lutut di depan Juli dengan wajah penuh keceriaan.
“Terima kasih yang mulia!” Ucap Ade dengan nada serius, tidak ada di antara mereka yang menertawakan Ade, seolah penganugerahan jabatan dilakukan di istana besar.
Juli senyum senang, “Menteri Ade, tidak usah terlalu formal, tapi baiklah aku akan memberikan palu dan berbagai perkakas lainnya untuk pekerjaan kalian nanti, sekarang 50 orang pasukan hantu akan menjadi bawahanmu, sementara kepala Ardan, Anda bertindak sebagai kepala pelayan istana, semua kebutuhan istana adalah urusanmu kelak.”
Kepala Ardan langsung berlutut menunduk kepala melintangkan air matanya, “Tuan! Terima kasih telah mengangkat si pincang ini menjadi kepala pelayan istana,”.
Ardan telah menjadi orang buangan di Kerajaan Embun selama puluhan tahun, tidak ada yang menghargainya selain warga sukunya.
Namun kini, walaupun kerajaan ini hanya terlihat seperti mainan, akan tetapi sebuah kebanggaan besar telah tumbuh di hatinya.
Putri Yara hanya melihat dari samping. Senyum kikikan terkadang terdengar dari mulutnya.
‘Dasar bocah! Aku tidak tahu sandiwara apa yang sedang kau mainkan, menyuruh 100 orang membersihkan bangunan yang luasnya ratusan ribu hektar! Apa ini masuk akal? Lagi pula, ini semua reruntuhan gedung yang tidak bisa dipakai lagi, apalagi untuk membuat istana? Itu membutuhkan sedikitnya 50 tahun, tapi kalau untuk reruntuhan gedung ini saja sih mungkin, tapi kalau semua tidak mungkin, belum lagi akan ada penyerangan dari pihak kerajaan nantinya, aku tidak mau terlibat di dalam rencana bodoh ini, aku hanya mengikutinya selama dia bersedia menyembuhkan luka dalamku, setelah itu aku akan pulang ke bumi Tengah, ke tempat kelahiranku,’ batin Putri Yara, ia merindukan kampung halamannya.
Juli senyum, ia tahu apa yang dipikirkan Putri Yara terhadapnya,
‘Hehe! Dari tatapan matanya aku bisa merasakan, kalau dia sedang berpikir kalau aku ini bodoh! Aku akui ini bodoh, tapi aku tahu sesuatu yang tidak dia ketahui,” batin Juli kini tatapannya menuju jauh ke dalam gelapnya reruntuhan tua bangsa Kerdil.
“Oya! Apa nama kota dan kerajaan ini?” tanya Yara ingin tahu, ia menduga Juli akan berpikir lama untuk menjawabnya.
Jawaban singkat Juli membuat semua orang terbelalak, Yara sendiri tidak menduga Juli akan menjawab secepat itu.
"Berarti ini sudah direncanakan sebelumnya, ini tidak mungkin!" batin Putri Yara semakin penasaran.
Disisi lain, suku Bante sendiri menjadi terharu, seolah masa kejayaan suku kerdil telah bangkit kembali.
“Benar! Kakekku pernah berkata, kota ini suatu saat akan menjadi kota ‘Singa Ilahi’ aku dulu menganggapnya bodoh! Tapi hari ini, mataku terbuka, dan telah jadi kenyataan,” gumam Ardan seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Setelah itu, mereka pun mulai bergerak bekerja seperti arahan Juli, Yara mengikuti Juli sepanjang waktu dengan penuh keterkejutan dan kekaguman.
Decakkan kekaguman Yara terus terdengar di sepanjang waktu, dan berbagai pertanyaan terus dilontarkan, namun keajaiban terus terjadi. Tindakan Juli sungguh tidak masuk akal.
“Juli, bagaimana cara mereka memindahkan batu besar ini?”
Yara mengira bahwa orang yang bekerja hanya sejumlah puluhan orang saja.
Akan tetapi, tiba-tiba Juli kembali memanggil belasan Kera Bertanduk dan ikut membantu para pekerja dalam mengangkat batu-batu besar.
__ADS_1
**
10 tahun yang lalu walaupun wilayah bumi Barat telah disegel aray kutukan iblis, namun Kerajaan Embun Barat masih merupakan kerajaan besar serta rakyatnya hidup makmur dan sejahtera.
Namun semenjak raja Darwan naik Tahta menggantikan raja sebelumnya, kehidupan rakyat berubah 180 derajat. Dulunya rakyat makmur sekarang berubah menjadi melarat.
Pejabat korup, pajak membumbung tinggi, penindasan terhadap rakyat kecil, hukum tumpul ke atas tajam ke bawah, pembunuhan dan berbagai kejahatan lainnya, kejadian-kejadian seperti ini selalu terjadi.
Dan bukan hanya itu, rakyat sengsara kembali dipaksa menjadi tumbal siluman di luar kubah pelindung. Sementara itu aliran hitam terus berkembang serta mendapat dukungan penuh dari kerajaan.
Disisi lain, aliran putih terus di buru karena dianggap memberontak terhadap kebijakan yang ditetapkan.
Akibat kebijakan kerajaan yang merugikan rakyat, serta tidak ada dukungannya terhadap aliran putih, menyebabkan banyak aliran putih terpaksa berpindah haluan dengan alasan keamanan.
**
Kota Naga Merah merupakan ibukota kerajaan embun Barat, kota ini sangat luas dan megah. Tembok bangunan kota tinggi serta memiliki penjagaan yang sangat ketat, siapa pun yang melihat akan mengetahui, bahwa kota ini termasuk ke dalam katagori kota berbahaya untuk dikunjungi.
Di tembok-tembok kota terpampang ratusan gambar, bertuliskan, “Orang dicari”, dengan harga kepala yang bervariasi. Pembunuhan dan penangkapan secara paksa di kota ini kerap terjadi, baik terhadap orang asing maupun warga kerajaan itu sendiri.
Umumnya, orang yang hidup aman di kerajaan ini ialah mereka yang memiliki hubungan kerabat dengan anggota kerajaan, ataupun pembesar-pembesarnya, selain itu mereka adalah mangsa yang siap diterkam kapan saja.
Di bagian wilayah tengah kota terdapat istana megah, dinding-dindingnya terbuat dari batu marmer merah. Bila dipandang dari kejauhan, istana ini seolah-olah bara api, layaknya nafas naga raksasa.
Di dalam istana, Raja Darwan duduk gagah di singgasana, belasan menteri dan para jenderal datang menghadap.
“Jenderal Kebo, bagaimana misi mu di desa lebah kuning? sudahkah kau mendapatkan peta itu dari suku Bante?”
“Ampun Baginda Raja! Di Lembah kuning hanya dihuni beberapa suku kerdil, kami sudah bergerak ke sana, namun mereka lebih dahulu melarikan diri, dan tugas pengejaran ini sudah saya serahkan kepada aliansi Lembah Hantu, aku yakin dalam beberapa hari ini mereka akan membawakan peta itu”, Jenderal Kebo memberi hormatnya.
“Jenderal! Ini adalah perintah dari ratu iblis! Kau tahu kalau kita gagal dalam misi ini, maka jangan harap kita masih bisa mendapatkan kristal siluman dengan mudah, selama ini ratu iblis telah berbaik hati terhadap kita, coba kau pikirkan! berapa banyak kristal siluman hijau tingkat satu telah kita dapatkan? Berapa banyak sumber daya yang telah diberikan? Dan berapa banyak pula teknik-teknik budidaya tingkat tinggi telah kita dapatkan.”
Seorang perdana menteri pangan menghadap. “Paduka! Sekte Cabak Iblis meminta izin untuk bergabung dalam misi pencarian ini, sebagai gantinya wilayah reruntuhan kerajaan kerdil menjadi wilayahnya”.
“Hahaha, wilayah runtuhan kota kerdil? bukankah itu hutan belantara misterius? Banyak manusia tingkat tinggi yang menghilang di sana? Baiklah! walaupun wilayah itu seperempat wilayah kerajaan ini, namun tempat itu tidak berguna sama sekali, beri saja! Biar kuberi tahu pada kalian apa yang bersemayam di sana! Itu, Wewe Gemut! Dan wilayah itu adalah Tanah Terkutuk!”
“Apa! Wewe Gemut!”
Raut wajah semua orang menjadi buruk, mereka saling pandang satu sama lainnya, keringat dingin membasahi kening mereka.
“Jangan sesekali kalian pergi ketempat terkutuk itu”
__ADS_1
**