Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 52. Mengenang Bumi Timur


__ADS_3

Larut Malam Di Depan Gua Iblis


Api kegelapan dalam gua iblis telah padam bersamaan dengan menghilangnya semua bau menyengat didalamnya, Boris dan pengikutnya telah berhasil dimusnahkan hingga tak tersisa, anak-anak dan para gadis telah berhasil diselamatkan.


Sebuah bongkahan batu besar tidak jauh dari mulut gua Juli duduk mengawasi aktivitas ratusan orang di atasnya, raut wajahnya terlihat tenang saat melihat 10 orang Petinggi Boris kini telah menjadi pasukan bayangan.


Dalam diam Juli memerintahkan mereka semua untuk melakukan berbagai bentuk penyelamatan seperti ada yang memasak makanan, mengobati anak-anak dan gadis-gadis sakit, mendirikan tenda-tenda darurat, membagi-bagikan makanan, pakaian dan selimut. Semua barang ini Juli peroleh dari hasil menyitaan pada Istana Boris dan cincin ruangnya.


Untuk saat ini, walaupun anak-anak belum bisa mengobati rasa trauma terhadap para Petinggi Boris namun cukup bagi mereka untuk bertahan dan hidup melewati kematian.


Juli bisa melihat anak-anak duduk lesu tanpa harapan dan cita-cita, hampir semua dari mereka yatim piatu yang tidak memiliki tempat untuk ditinggali. Sekilas Juli tergiang beragam kenangan dan pemikiran di dalam benaknya.


‘Ah! Baru beberapa hari aku di sini, sudah teringat pada Naga ku, Tyas! Apa dia akan lapar karena ketiadaan ku, mudah-mudahan dia tidak makan ternak orang atau makan daging mentah, karena bagaimanapun dia masihlah anak-anak, Mm… Aku bahkan tidak sempat berpamitan pada Ziya, ku harap mereka tidak mengkhawatirkan ku, namun satu orang yang ku cemas, ia pasti bertindak nekat karena kepergianku ini, Putri Yona, aku tidak tahu bagaimana murkanya dia kalau ia tahu aku terjebak di sini, hehe, dia pasti menggila dan menghancurkan perisai ini dengan taruhan nyawa, heh… Dasar bocah peri nekat’ batin Juli menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.


‘Hm... Di balik itu semua, aku juga justru sangat mengkhawatirkan kesehatannya, aku tidak yakin Hukum Dewa Petir bisa ditaklukkan dengan mudah, aku saja masih merasakan sakit di tubuhku saat memaksakan diri menggunakan Hukum Ruang Waktu, ku harap Yona peri kecilku itu baik-baik saja, aku tidak mau mendengar berita buruk tentangnya, dia anak peri yang patuh, aku sangat merinduinya, Mm… Tapi mengingat kepulangan ku ini pasti disambut oleh dua orang yang membuatku bergidik, mereka pasti menghajarku atau minimal menceramahi ku hingga gatal-gatal, pertama Sernam Dewi, itu jelas salah ku, ku harap nenek reot itu tidak menceramahi ku seperti senapan mesin, bisa rontok rambut ku dibuatnya, dasar nenek cerewet!’ batin Juli kembali senyum-senyum mengingat sampai saat-saat terakhir ia masih saja menyusahkannya.


‘Hah, ini dia masalah terbesar ku.. Guru.. Aku bertambah bergidik hanya mengingat namanya, kali ini dia pasti menghajar ku habis-habisan, sudah ratusan tahun aku masih bisa merasakan pukulan tongkatnya, ‘Tenaga Dalam Bidadari.. Pukulan Ganda’ benyot kepalaku dibuatnya, apa yang harus ku jelaskan padanya? Dia orang yang tidak pernah mau mendengar alasan, Apa aku harus berkata padanya 'Guru! Aku Ini Kaisar para Dewa Tertinggi menguasai Langit dan Bumi, hentakan kakiku saja bisa menghancurkan bumi, sekali tebasan bedang ku bisa membunuh ribuan para Dewa' heh, kalau itu ku katakan pasti aku akan dihajarnya sampai tongkat rotannya patah, yang lebih parah aku akan dikurung dalam kuali sampai aku bau apek, huh! Amit amit jangan sampai kejadian kehidupan ku sebelumnya terjadi lagi' Juli memukul kepalanya.


'Baiklah, sekarang aku harus membuat perencanaan untuk menghancurkan kubah aray kutukan ini, setelah itu aku akan memikirkan cara menyingkirkan Dewi Iblis dari muka Bumi! Ah, sebelumnya aku harus menyelamatkan manusia di sini terlebih dulu, Hm.. kurasa dengan cara membuat aray perlindungan bagi semua orang juga bukan ide buruk, selain itu aku juga bisa mengontrol tempat ini dari kejahatan para Pemburu kegelapan' batn Juli mulai terlihat senang,


“Bang Juli.. Bang Juli..”


Tiba-tiba panggilan seorang anak memecah lamunannya, Juli menoleh kearah sumber suara, sekawanan anak-anak datang menghampirinya raut wajah seluruh anak-anak terlihat heran dengan keadaan sekelilingnya seperti kemp pengungsian, namun berbeda dengan anak berumur lima tahun dia berlari gagah dengan sebatang ranting di tangannya.

__ADS_1


“Bang Juli! Kenapa kau duduk di sini… apa ada orang yang menyakiti mu?” tanya Bocah kecil itu memasang wajah serius, ia berlari kencang untuk memhampiri Juli dan gayanya bak seorang pendekar hebat yang mencemaskan anak-anaknya.


“Hehehe” Juli tawa kikikan melihat tingkah lucu anak kurus ingusan berumur lima tahun itu yang berlari ke arahnya.


“Oh! Yogi.. Kamu sungguh gagah perkasa, aku kagum padamu, kamu bahkan berhasil membawa kakak-kakak dan adik-adikmu kemari, kamu memang pendekar hebat” goda Juli begitu melihat anak kurus yang bersemangat.


Dengan nafas masih terengah-engah Yogi langsung membuat laporan, “Bang! Gawat! Monyet mu bang… dia curi lembu orang.. sekarang lagi di sate didepan pintu gerbang.. tadi dia bilang padaku ‘Aku lagi makan sate, dari lembu curian.. tapi tolong jangan katakan pada tuan ya!’ begitu dia bilang padaku” lapor Yogi dengan nafas terengah engah.


“Hahaha, Benarkah!”


Tanya Juli tertawa terbahak-bahak sebenarnya Juli telah mengetahui itu, karena kesadaran Juli berada pada Mina yang menjaga mereka, bisa dikatakan secara tidak langsung Juli lah yang menuntun mereka ke tempatnya hanya saja anak anak seperti Yogi jelas tidak mengetahuinya.


“Benar bang.. ta…” Belum habis Yogi bicara Hasna batuk-batuk, isyarat itu sering ditujukan untuk menghentikan bicara adik-adiknya yang dianggap tidak perlu.


Sesampai Hasna di depan Juli, Hasnah menurunkan adik dari gendongannya perlahan dan bergegas memberi hormatnya, Juli menjadi tidak enak hati menerima penghormatan anak miskin kurus yang bersusah payah, iapun melompat turun dari bungkahan batu dan memberi hormatnya kembali.


“Sudahlah kak Hasnah! Jangan formal begini, Oya! Ini sudah larut, apa kalian lapar? Kalau lapar marilah kita ke tempat makan yang telah di sediakan seadanya” ucap Juli senyum hangat.


Hasnah menggeleng-gelengkan kepalanya, “Kami tidak lapar, tapi kami ingin bertemu kak Zahra terlebih dahulu” pinta Hasna dengan perasaan khawatir.


Juli senyum, “Ah! Benar, kak Zahra ada di tenda nomor 102 kalian pergilah ke sana” Juli mengalihkan pandangannya pada Mina, dan Mina segera memberikan Hormatnya.


“Mina! Kau sembunyikan saja sayap dan tanduk mu karena itu akan menakuti yang lainnya, Oya Mina kau suruh kakak-kakak dan adik-adik ini makan setelah mereka berjumpa dangan kakak Zahra” perintah Juli pada Mina.

__ADS_1


“Baik yang mulia… Semuanya ikuti aku” ajak Mina mundur perlahan dari hadapan Juli setelah itu iapun membawa anak-anak untuk mengikutinya.


Semua anak-anak dengan penasaran bergegas cepat mengikuti Mina, sementara Yogi sebelum pergi mengangkat pedangnya,


“Bang Juli! Trimakasih ya? Kelak aku jadi pendekar hebat dan aku akan mengingat budi ini” ucapnya terus berlari kembali memimpin rombongan bagaikan pendekar hebat.


Juli senyum menggeleng-gelengkan kepalanya, “Baiklah! Boris saatnya kau keluar!” ucap Juli sembari mengeluarkan Boris dari telapak tangannya.


Wuss


Boris muncul di depan Juli, tubuhnya di selimuti asap hitam pekat dia segera bersujud dihadapan Juli dengan persaan ketakutan yang mendalam sampai tubuhnya gemetar hebat,


“Yang Mulia ampuni hamba! Hamba menerima titah!” suara Boris terdengar gemetar dan ia tidak berani mengangkat wajahnya.


Juli melemparkan sekantong Kristal Iblis kehadapan Boris, “Boris! Kau pasang batu kristal ini di sekeliling wilayah Kota Lembah Iblis, aku ingin menciptakan aray pelindung di kota ini, mulai sekarang Lembah Iblis ini akan dikenal dengan sebutan ‘Lembah Teratai Langit’ dan aku akan menjadi wali baru di kota ini”


“Baik yang mulia! Hamba akan menyelesaikan sebelum fajar!”


“Baiklah, kerjakan sekarang!”


Juli mengeluarkan kristal siluman dari cincin ruangnya, ia mulai serius mengukir kristal siluman itu dengan pola misterius yang megandung kutukan kuno, ‘Sepertinya aku harus bekerja keras lagi’ batin Juli mulai terlihat serius.


**

__ADS_1


__ADS_2