Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 125. Kisah Perjalanan Putri Yara di Bumi Timur


__ADS_3

Di langit malam dibawah cahaya indah bulan purnama, dua anak manusia menunggang seekor Tyrannosaurus terbang, hewan ini telah punah sejak jutaan tahun lalu. Dengan keahlian Mina, Seorang putri dari kekaisaran iblis, makhluk ini dapat dihidupkan kembali dan bertransformasi menjadi makhluk penguasa langit yang mengerikan. Dua anak manusia itu berdiri di atas kepala Tyrannosaurus terbang di antara dua tanduk raksasa.


Setelah mengetahui latar belakang Juli, Putri Yara menatap Juli dengan perasaan aneh, perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Sebaliknya, Pandangan Juli justru tertuju ke bumi, menikmati panorama alam yang indah di malam hari, gunung-gunung tinggi ditutupi oleh salju abadi membawa hawa dingin yang menyejukkan. Melewati alam rimba yang ditumbuhi pepohonan lebat dalam kegelapan membuat kesan indah dihatinya.


Juli berkali-kali menarik nafas panjang merasakan keindahan malam ciptaan Tuhan. Sesekali ia berucap syukur, “Segala puji bagi Tuhan, yang telah melimpahkan karunia yang luar biasa ini pada kami”. Perasaan bahagia dan khawatir bersemi di lubuk hatinya, perasaan untuk merubah nasib dunia.


“Juli!”


Sesaat lamunan Juli terpecahkan oleh suara panggilan tiba-tiba.


“Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu!” Pertanyaan Putri Yara memecah keheningan malam.


“Tanyakan saja, selama aku bisa menjawab, aku pasti melakukannya”, Juli senyum hangat. Juli memang anak biasa seperti umumnya tidak ada yang berbeda, setiap kali dia senyum ia terlihat sangat manis.


“Juli! Kau terlihat sangat manis selaku anak-anak, tapi selain itu kamu juga bisa terlihat sangat tua dalam bersikap, tapi bukan itu yang ingin kutanyakan. Sebelum aku kemari, aku pernah ke Bumi Timur, Apa kau mengerti maksudku?”.


Juli langsung melihat ke arah Putri Yara dibawah cahaya rembulan, Putri Yara dapat melihat ketertarikan Juli dalam pertanyaannya.


“Bumi Timur! Aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya, bahwa aku berasal dari Desa Nelayan dari Bumi Timur, bukan?”.

__ADS_1


Juli sebelumnya sudah menceritakan bahwa dirinya berasal dari Desa Nelayan, Putri Yara bukan saja tidak mempercayainya, tapi justru menuduh Juli sebagai sosok Bocah Iblis Barat.


Putri Yara senyum kikikan, “Eh! Desa nelayan, Aku bahkan tidak tahu nama desa itu, tapi bukankah kau itu ‘Wali Kecil’ dari kekaisaran Awan?”. Putri Yara ingin melihat ekspresi Juli, akan tetapi Juli justru terlihat biasa saja.


“Mereka melebih-lebihkanku! Aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadap mereka, tapi aku telah berusaha semampuku.” Juli terlihat sedih saat mengenang Bumi Timur.


Putri Yara terkejut, “Apa kau bilang! Aku bahkan bisa melihat bagaimana majunya peradaban Bumi Timur saat itu, bahkan bisa dikatakan setara dengan Bumi Tengah di bidang kemajuan teknologi dan peradaban, aku melihat puluhan kota besar yang memiliki aray pelindung super ketat, bahkan tidak ada di Bumi Tengah sekalipun, semua itu diciptakan oleh seorang anak kecil, ‘Wali Juli’ namamu bahkan lebih besar daripada nama kaisar awan itu sendiri”.


Putri Yara menceritakan pengalamannya dalam perjalanan ke Bumi Timur untuk melakukan sebuah misi yaitu, pencarian Putri Rihana.


“Sama saja! Selama Aliran Hitam masih banyak, dan aliansi sekte Dewa iblis masih campur tangan ke dalam kubah Pelindung, manusia hanya bertahan untuk beberapa saat lamanya”.


“Eh! Aku bahkan tidak melihat aliran hitam yang berani memasuki wilayah-wilayah tertentu, bisa ku katakan aliran hitam sangat tersudut, bahkan hampir habis diburu oleh para pendekar. Kau tahu seberapa kuat Bumi Timur sekarang? Dalam perjalanan ini bukan kau saja yang berhasil mengalahkan kami, tapi ada seorang manusia setengah dewa sebelumnya dari Bumi Timur juga bisa melakukannya, dia jauh lebih kuat darimu, dalam beberapa gerakan saja dia dapat mengalahkan kami berlima dengan mudah, namanya Asoka! Aku belum pernah melihat ras dia sebelumnya, Apa kau mengenalinya”. Tanya Dewi Yara dengan tatapan serius.


“Kami mengatakan bahwa kami mencari Tetua Kecil dari Bumi Timur, dulu sempat kami berpikir Tetua Kecil itu adalah Putri Rihana, Setelah mendengar penjelasan kami bahwa Tetua Kecil berasal dari bumi Tengah, dia pun melunak, dan meminta maaf atas kesalahpahamannya, kami juga mengetahui belakangan bahwa Asoka adalah salah satu murid dari ‘Tetua Kecil’ setelah kami menemui guru Amin di Kota Anggrek Salju.”


Tentu saja Amin tidak mengetahui kebenaran, kalau Asoka sebenarnya budak Juli, karena Juli tidak pernah memberitahu siapapun mengenai hubungannya dengan Asoka. di hati Juli sendiri, Asoka bahkan telah menjadi bagian dari keluarganya.


“Guru! Ah! Katakan bagaimana keadaannya?”


Juli tiba-tiba menjadi tertarik untuk mendengarkan kisah perjalanan Putri Yara, terutama saat menyinggung tentang gurunya.

__ADS_1


“Oh! Kau menjadi tertarik ya? Pertamanya kami mengira orang buta itu berbohong pada kami, karena ia mengatakan Juli adalah muridnya dari Bumi Timur, melihat tingkatannya sangat rendah kami mengira dia sengaja menyembunyikan Putri Rihana dari kami. Bagaimana seorang guru buta akan melahirkan seorang murid seperti Dewa, kalau bukan mengingat Asoka yang memiliki hubungan dekat dengan gurumu, maka kami telah membunuh gurumu saat itu juga.”


Wajah Juli menjadi merah padam saat mendengar gurunya terancam, matanya menjadi hitam pekat, Aura ini bahkan lebih menakutkan dari saat menyelamatkan Hana.


“Untung! Untung saja kalian tidak melakukan hal bodoh itu, percayalah! Kalau kalian sempat melakukannya, aku akan mencari kalian walaupun harus ku tenggelamkan Bumi Tengah hingga rata dengan laut sekalipun, percaya lah aku bisa melakukannya! Kurasa, kalian saat itu benar-benar berutang banyak pada Asoka.”


Putri Yara menelan ludah, ia bisa melihat kalau Juli sungguh-sungguh dengan perkataannya. Putri Yara sadar, kalau Juli memiliki ribuan teknik-teknik lebih mengerikan yang belum diperlihatkannya, dan bukan mustahil Juli bisa menenggelamkan Bumi Tengah sekalipun.


“Aku penasaran, bagaimana kau bisa menguasai semua teknik yang bahkan itu mustahil dilakukan oleh seorang Dewa sekalipun.”


Rasa penasaran ini telah lama ia simpan, hari ini Putri Yara ingin menanyakan secara langsung, karena dulu dia sempat berpikir Juli adalah seorang anak yang berumur ribuan tahun, namun belakangan ini pemikirannya terbukti salah.


“Kau pernah mendengar kata “Anak Pengetahuan!” Anak pengetahuan adalah anak yang mengetahui semua rahasia dunia tanpa harus mempelajarinya, ia bisa menjelajahi masa silam dan mampu melihat masa depan, bagaimana dengan penjelasanku”.


“Tidak masuk akal, tidak masuk akal sama sekali”, Yara menatap Juli tajam. “Sepertinya, setelah aku melihatmu, itu menjadi masuk akal, Hm, dunia ini tidak adil, kenapa Tuhan menciptakan anak sepertimu, sementara kami yang jenius ini berjuang mati-matian untuk bisa mencapai hasil yang tertinggi”. Putri Yara merenung.


“Sombooooong! Jenius tanggung sepertimu banyak yang sombong, padahal aku bisa dikatakan bukan anak jenius seperti kalian, aku hanya anak yang sedikit beruntung”.


“Lha! Kau itu yang sombong!”.


Putri Yara dan Juli kembali dalam lamunan masing-masing. Putri Yara berpikir dunia ini tidak adil baginya dan bagaimana menyembuhkan tenaga dalamnya yang telah hancur. Sementara Juli memikirkan bagaimana cara menyelamatkan Bumi dan isinya, kalau pertempuran dengan sembilan Dewa Kegelapan sungguh terjadi.

__ADS_1


**


__ADS_2