
Dewi Siluman Iblis segera mengeluarkan pedang pelangi miliknya, pedang pusaka tingkat surga, pedang ini jarang digunakan kecuali saat menghadapi musuh kuat saja, tapi kali ini Dewi siluman iblis terlihat serius menghadapi Juli.
“Bocah! Kamu menguasai hukum ruang, Bagaimana caramu mengalahkan ku, jika aku menyegel ruang? Xixixi” Dewi siluman iblis mengangkat tangannya.
“Segel Ruang diaktifkan!”
Langit berubah menjadi merah darah, pola segel terlihat jelas melingkupi semua wilayah, bisa dikatakan tindakan Dewi Siluman Iblis sangat berlebihan dalam memamerkan kekuatannya.
Juli menelan ludah, dia sadar kalau tidak bisa menggunakan hukum ruang maka ia akan kesulitan bertarung di angkasa. Kini satu-satunya jalan yang tersisa hanya bertempur di atas permukaan tanah.
Pemikiran Juli bisa ditebak oleh Dewi Siluman Iblis, karena Juli pada dasarnya tidak bisa terbang bebas dan pergerakannya tidak secepat Dewi Siluman. Saat penyerangan sebelumnya saja, Juli hanya menggunakan teknik ruang untuk menyerang secara tiba-tiba, jika ruang telah disegel, satu-satunya cara yang tersisa ialah bertarung secara langsung.
Juli terjun cepat dengan senyum sinis, “Dewi siluman Iblis! Majulah kita akan bertarung secara adil di darat!” Juli mencoba memprovokasi Dewi Siluman Iblis sembari mendarat di pelabuhan Gunung Dawai yang sedang berkecamuk perang.
Drooom
Pendaratan Juli menghancurkan lempengan tanah di kakinya hingga menimbulkan suara suara dentuman keras, dan menimbulkan gelombang kejut besar, hingga menghempas siapapun yang ada di sekitarnya.
Aliran Hitam dan penduduk Gunung Dawai yang sedang berperang, kini perhatian mereka teralihkan pada bocah kecil yang baru muncul di tengah-tengah mereka. Sebagai dari aliran hitam langsung mengepung, walaupun Juli memiliki sepasang pedang petir, namun mereka tidak takut saat melihat wajah imutnya.
“Anak kecil! sepertinya pedangmu sangat hebat, berikan padaku!” seorang berpangkat emas berencana menyerang Juli untuk merebut pedang.
“Aduh! Banyak sekali sampah di sini”. Juli menghunus pedang petir ke arah ahli tingkat emas yang berencana merebut pedang.
Drooom!
Seketika halilintar hitam menghancurkannya hingga tidak tersisa, membuat semua orang memilih menjauh dari Juli, dan mereka mulai takut untuk bertarung secara langsung.
“Anak ini sungguh berbahaya! Siapa dia yang berani ikut campur tangan di sini?”
“Kalian tidak tahu! Satu-satunya anak-anak yang memiliki kekuatan misterius di kekaisaran ini hanya Wali Agung, berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, aku yakin anak ini adalah orangnya”
“Benarkah! Kalau Wali Agung turun tangan, berarti kita tidak bisa memastikan siapa yang jadi pemenangnya?”
“Tidakkah kau lihat kubah pelindung telah hancur! Sudah pasti Dewi Siluman Iblis akan keluar sebagai pemenangnya!”
Dalam berkecamuknya perang, sebagian orang masih sempat berdialog, mempertanyakan tentang keberadaan anak misterius yang baru muncul di hadapan mereka secara tiba-tiba. Belum habis rasa penasaran, tiba-tiba energi tebasan pedang raksasa mengarah ke wilayah itu.
Drooom!
Dewi Siluman Iblis menebas energi pedang ke arah Juli, dan tidak peduli Juli sedang berada dalam kerumunan Aliran Hitam yang menjadi sekutunya. Akibat tebasan brutal Dewi Siluman Iblis, bukan hanya pelabuhan saja yang hancur lebur, tapi juga semua orang yang berada di sana lenyap dari muka bumi.
“Hey! Lihatlah! Di sana ada ledakan dahsyat!”
__ADS_1
“Ledakan Itu berasal dari arah pelabuhan! Periksa lah! Sepertinya di sana sedang terjadi pertempuran hebat lainnya.”
Kepulan debu membumbung tinggi sampai terlihat puluhan kilometer jauhnya, yang membuat beberapa siluman tingkat Dewa tertarik untuk mendatangi wilayah ini.
“Tidak Iblis tua, tidak Iblis muda, tensimu tidak berkurang sedikit pun, seperti dugaan ku, kau memang sangat sombong.” Juli menggertakan gigi, kemarahannya meningkat, energi pedang Dewi Siluman memang bisa menghancurkan apa saja, tapi Juli masih mampu menghindari walaupun tanpa teknik ruang.
Dalam kepulan asap Juli mengeluarkan tebasan api hitam ke langit secara beruntun, tebasan itu sangat akurat. Dewi Siluman Iblis terus mengelak setiap tebasan, ia menyadari tebasan api hitam ini sama berbahaya dengan energi pedangnya.
“Bocah Terkutuk! Beraninya kau mendesak tuan putri ini!” sekarang rasakanlah energi pedang ku yang sesungguhnya.
Dewi Siluman Iblis menjadi marah, dan melepaskan energi pedang secara membabi-buta, ke berbagai arah yang dicurigai sebagai tempat keberadaan Juli.
Dram! Drooom! Broom!
Ledakan dahsyat terjadi di berbagai tempat hingga menghancurkan bukit-bukit, dan sebagian wilayah Gunung Dawai dalam sekejap mata berubah menjadi kawah-kawah pedang si Dewi Siluman Iblis.
Semua Sariek Beude terbelalak, mereka tidak menduga Dewi Siluman Iblis akan sekuat ini.
“Celaka! Jika ini terus berlanjut, maka Gunung Dawai akan tenggelam!”
“Sariek Bude! Cepat hentikan si iblis betina itu! Jangan biarkan dia mengamuk sesuka hati di wilayah Gunung Dawai!”
Sariek Bude sendiri dalam keadaan terdesak, beberapa bahkan menggunakan artefak leluhur untuk bisa meloloskan diri dari para siluman. Semangat juang Siriek Bude memang pantas diacungi jempol, akan tetapi untuk memenangkan pertempuran ini masih jauh dari kata cukup.
Dalam kepulan debu Dewi Siluman terus mencari hawa keberadaan Juli yang menghilang bagai ditelan bumi, “Bocah! Jangan mati sekarang! Aku masih mau bermain-main, hahaha” Dewi Siluman Iblis tertawa dengan penuh keangkuhan.
“Bocah Siluman Bodoh! Ingin menundukkan manusia! Jangan bermimpi selama aku masih hidup!” Di sela-sela kepulan debu Juli menampakkan diri bersamaan dengan tebasan api hitam ke arah Dewi Siluman Iblis, tebasan ini lebih dahsyat dari sebelumnya.
“Tebasan Kaisar Langit Bumi!”
Tebasan Juli jelas sangat dahsyat, mata Dewi Siluman Iblis terbelalak, sesaat yang lalu ia berada di puncak kemenangan, kini hawa serangan dahsyat mulai menekannya. Dewi Siluman Iblis kembali melancarkan serangan pedangnya ke arah energi pedang Juli, dua energi pedang beradu di langit.
Broom! Bram! Broom!
Bumi gempa, suara ledakan di angkasa terdengar dahsyat dan menimbulkan gelombang kejut listrik yang dapat melukai manusia tingkat dewa sekalipun.
Siriek Bude dan Siluman tingkat Dewa, pertamanya mereka ingin ikut campur pertarungan ini, namun begitu melihat pertarungan sudah di level tingkat dewa langit, mereka hanya bisa menelan ludah, kini mata mereka teralihkan pada seorang anak kecil yang mulai melayang di udara dengan tenaga petir dan api hitam yang langsung di keluarkan dari dalam wadah induk tenaga dalamnya.
“Gila! Bocah itu, lihatlah dia membocorkan tenaga dalamnya untuk mengeluarkan Empat Hukum Dewa! Anak ini akan mati dengan sendirinya.”
“Lihatlah! Lawannya Dewi Siluman Iblis, anak ini mengorbankan nyawanya untuk membunuh siluman iblis, untuk apa dia melakukannya, apa mungkin dia datang kemari untuk menolong Siriek Bude?”
“Sariek Beude tidak ada sekutu selama ini, jadi dari mana anak ini muncul.”
__ADS_1
“Perhatikan baik-baik! Bukankah dia Wali Agung! Wali dari Kota Lembah Teratai Langit, ini tidak heran dia membantu kita, bukankah kita dan dirinya memiliki musuh yang sama, tapi bagaimana anak kecil seperti ini memiliki empat hukum dewa sekaligus,”
“Aku tidak tahu, yang jelas Wali Agung telah menolong kita hari ini, bagaimanapun ini hutang yang harus di bayar, sekarang kita bantu saja Sariek Beude yang lainnya”
“Baiklah! Ayo!”
Siluman tingkat dewa akhirnya bertempur kembali di udara dan di darat, suasana menjadi gemuruh kembali. Sementara Dewi Siluman Iblis menjadi murka, akan tetapi dia menyadari satu hal saat melihat Juli berdiri kesakitan di angkasa, bahwa Juli melakukan serangan bunuh diri terhadapnya.
“Bocah manusia hina! Beraninya kau mengancam ku dengan teknik bunuh dirimu, sekarang lihatlah! Tenaga dalammu sungguh menyedihkan, bagaimana kau melawanku? Rupanya kau mencoba menghancurkan wadah tenaga dalammu agar empat hukum mengamuk dan kau akan meledak! Begitukah jalan pikiranmu bocah! Hahaha, seandainya saja kau tingkat dewa, tidak, tingkat emas saja kau mampu mengalahkan ku, tapi saat ini mustahil untukmu bocah”.
Dewi siluman iblis menggerakkan telapak tangannya untuk menyegel Juli yang terlihat sekarat setelah serangan terakhirnya.
Juli menahan rasa sakit yang tidak bisa diungkapkan, serangan Dewi Siluman Iblis sebelumnya diarahkan pada rumah-rumah penduduk kota Gunung Dawai, Juli melindungi mereka dengan tubuhnya, sehingga luka yang dialami sangat serius.
Satu-satunya cara untuk memukul mundur Dewi Siluman Iblis hanya dengan Kekuatan Pedang Kaisar Langit Bumi, akan tetapi untuk menggunakan teknik ini jelas tenaga dalamnya tidak cukup, dan untuk melepaskan seluruh tenaga dalam sekaligus dia harus membocorkan wadah induk tenaga dalamnya. Keadaan ini lah yang membawa Juli menjadi seperti sekarang ini.
“Dewi Siluman Iblis! Kau bodoh! Seharusnya kau sadari bahwa kau seorang Dewi Peri, Dewi Peri barat, kau peri terakhir di antara bangsamu, Ratusan tahun lalu para Siluman telah membasmi keluargamu, dan kau malahan berpihak pada siluman, bahkan kau menjadi pemimpin mereka, sungguh ironis.” Juli terbatuk-batuk mengeluarkan darah hitam. Tubuh Juli hampir hancur, kini tubuhnya bahkan tidak bisa digerakkan karena segel Dewi Siluman Iblis.
Mendengar penjelasan Juli, Dewi Siluman Iblis senyum sinis, “Oh! Kau tau indentitas ku? Siapa kau sebenarnya? Tapi.. itu semua sudah tidak penting lagi, karena aku sekarang telah menjadi ratu, dan manusia ataupun siluman sudah berada di bawah telapak kakiku, hahaha.” Tawa Dewi siluman iblis menggetarkan bumi.
Juli menoleh ke arah perang yang teru berkecamuk, Siriek Bude telah tumbang, bahkan Sariek Din telah jatuh dan bersimbah darah karena dikepung puluhan siluman Tingkat Dewa.
Juli menghela napas panjang dan memejamkan matanya, ‘Teknik terakhirku ini jika ku gunakan, aku akan sepenuhnya mati, dan Dewi Peri juga akan mendapatkan luka yang akan diingatnya seumur hidup,”. Juli mulai membuka matanya.
“Irle! Suarta irdaye wuku ji! (Dewa leluhur! Jendral Besar Irdaye datang membantu!”
Dari puluhan kilometer suara itu terdengar jelas, raut wajah Dewi Siluman Iblis menjadi pucat, ia sungguh tidak mengira suku barbar itu akan turun tangan hari ini.
Dewi Siluman dapat merasakan setidaknya satu juta suku penunggang malam mendatangi Gunung Dawai. apa lagi suku penunggang malam membawa serta ratusan dewa mereka sungguh peperangan ini akan menjadi terasa sulit.
“Suku Penunggang Malam? Kenapa mereka ikut campur urusanku?”
Dewi Siluman terlihat panik, Suku penunggang malam bukanlah suku yang mudah ditangani, mereka sangat banyak menyebar di seluruh permukaan bumi. Suku ini merupakan suku netral, dan tidak ada bangsa dibumi yang berani mengusik mereka.
“Penunggang Malam ya! Kau tahu siapa aku? Aku adalah leluhur mereka? Aku Irle Juli”. Ucapan Juli membuat Dewi Siluman Iblis sangat murka.
“Berbohong di napas-napas terakhirmu! Baiklah! Kalau demikian! Aku akan mengirimmu ke neraka secepat mungkin”. Dewi Siluman iblis langsung menusuk dada Juli dengan pedangnya hingga menembus punggung.
"Akh!"
Juli berusaha memukul Dewi Siluman dengan telapak tangan kanannya, Dewi Siluman segera mencabut pedang dan menebas tangan Juli hingga putus. Juli dengan tenaga terakhir berusaha menendang, akan tetapi kecepatan Dewi Siluman Iblis kembali memotong kakinya.
“Bocah kau sungguh sulit untuk mati, sekarang aku akan memenggal kepalamu!” Dewi Siluman Iblis menebas leher Juli, pada saat itu Juli mengeluarkan teknik terakhirnya.
__ADS_1
“Teknik Mata Dewa Kegelapan! Tahap tiga!”
**