
Di hutan sabana luas,kawasan utara pegunungan Paus tidak jauh dari pintu gerbang kota Lembah Teratai Langit, 10.000 orang berpakaian lusuh jalan tertatih-tatih di bawah teriknya matahari. Dari kejauhan terdengar tangisan-tangisan bayi dalam rombongan.
Orang-orang dalam rombongan ini sangat bervariasi, mulai dari bayi hingga tua renta. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan orang jompo, hanya ratusan pemuda kurus bertubuh penuh luka tebasan yang berjalan dalam kerumunan.
Ribuan orang ini berasal dari lembah kuning Provinsi Singa Putih, dan berencana mengungsi ke kota Lembah Teratai Langit, karena Lembah kuning telah diserang oleh sekte Cabak Iblis beberapa hari yang lalu.
Banyak orang yang terbunuh dalam penyerangan, hanya sedikit yang tersisa. Sekarang mereka memilih untuk melarikan diri mencari perlindungan.
Setiap orang pasti tahu, jika bermusuhan dengan pemburu kegelapan, satu-satunya tempat paling aman untuk berlindung adalah Kota Lembah Teratai Langit.
Kota Lembah Teratai Langit sendiri merupakan Kota baru yang didirikan oleh seorang anak kecil misterius, yang kini dipuja sebagai “Wali Juli Agung” di hati rakyatnya.
Di wilayah kota ini semua orang terbebas dari kutukan Aray iblis. Sehingga tidak membutuhkan kristal siluman untuk menyambung hidup.
Kota Lembah Teratai Langit dulunya hanya dihuni beberapa ribu jiwa saja, akan tetapi, dalam beberapa pekan terakhir, kota ini menjelma menjadi kota perdagangan terbesar di Kerajaan Embun.
Raja Darwan Kerajaan Embun menjadi iri atas kemajuan Kota Lembah Teratai Langit yang tidak bisa disaingi. Untuk itu ia berupaya menundukkannya di bawah kekuasaan Kerajaan Embun dengan berbagai penawaran kerjasama, dan tentunya dengan penawaran-penawaran yang menguntungkan pihak kerajaan embun itu sendiri.
Seperti, pemungutan pajak tinggi bagi bagi para pedagang, serta bea cukai yang tidak masuk akal bagi rakyat kota Lembah Teratai Langit.
Tentu saja tawaran kerajaan ini ditolak mentah-mentah oleh walikota Aira, ia tidak mau menunduk kepada siapapun, karena menurutnya, hanya guru satu-satunya orang yang berhak untuk mengatur pemerintahan kota Teratai Langit.
Pihak Kerajaan Embun menjadi murka, dan beberapa kali mencoba menyerang untuk memperebutkan kota ini secara paksa,akan tetapi hasilnya sia-sia, dan mereka berhasil dipukul mundur.
Kota Lembah teratai langit sekarang telah memiliki penduduk lebih dari 200.000 jiwa, wilayahnya pun telah diperluas sampai ke semenanjung Pegunungan Paus, dan bagian timur berbatasan dengan wilayah reruntuhan Kota Kerajaan Kerdil kuno yang misterius.
Kedatangan 10.000 orang pengungsi dari Lembah Kuning bukanlah kejadian besar, karena sebelumnya juga lebih banyak penduduk mengungsi kemari.
Akan tetapi, kali ini agak berbeda dari pengungsi sebelumnya. Karena sebelumnya pengungsi tidak ada yang mengalami luka-luka tebasan serius dalam kapasitas banyak seperti ini.
Sesampai rombongan Lembah Kuning di depan pintu gerbang besar Kota Lembah Teratai, mata mereka melongo, mereka tidak menduga bahwa mereka akan mengungsi ke kota impian, jauh lebih maju bila dibandingkan Kerajaan Embun.
Mereka bisa melihat, pagar kota setinggi 16 meter serta menara menara pertahanan tinggi. Di setiap menara terdapat busur silang yang sanggup menembak lebih dari dua kilometer jauhnya. Rasa enggan untuk masuk kini kembali memasuki hati mereka.
“Gawat! Ini kota maju, bagaimana cara kita memasukinya? Aku takut mereka akan menolak kita!”
“Benar! Tapi bagaimanapun kita harus memohon kepada mereka untuk membantu kita, kalau tidak!akan banyak saudara-saudara kita yang mati sia-sia”.
__ADS_1
Semua orang mulai buntu pikirannya, selain hati mereka enggan, mereka juga tidak mengetahui bahwa Kota Teratai Langit bisa semaju ini.
“Jalanlah! cepat ikuti aku, akan mencoba membujuk pimpinan mereka agar mereka menerima kita walaupun untuk sesaat, atau setidaknya membiarkan kita membeli sesuatu yang bisa dimakan oleh balita dan anak-anak”.
Seorang pemimpin berumur 40 tahun berjalan cepat memimpin rombongan mendekati pintu gerbang Kota Lembah Teratai Langit. Raut wajah pucat dan ketakutan, aura putus asa mulai terpancar di wajahnya.
“Tolong! Kami dari Lembah teratai langit, kami baru saja diserang oleh Sekte Cabak Iblis, tolong bukakan pintu agar kami bisa beristirahat di sini untuk beberapa saat, setidaknya untuk sekedar membeli obat-obatan dan makanan”.
Pemimpin itu memohon pada salah kepala satu penjaga pintu gerbang. Kepala pintu gerbang menyambut mereka dengan hangat.
“Saudara tidak masalah saudara masuk di wilayah kami, tapi, di tempat kami ini pengaturannya sangat ketat, mengingat banyaknya penyusup dari aliran hitam, jadi bagi siapapun yang memasuki Kota Lembah Teratai Langit, diwajibkan untuk meminum cairan merah ini, ini minumlah!anggota yang lain boleh mengambilnya sendiri, di rak yang telah disediakan”.
Penjaga itu menunjuk ke sebuah rak besar berisi ribuan cairan berwarna merah yang terletak di depan pintu gerbang. Botol ini telah diproduksi banyak dan cukup untuk semua anggota rombongan.
Tanpa berpikir panjang kepala rombongan langsung menegak cairan darah yang diberikan padanya. Dan diikuti oleh seluruh anggota rombongan.
Tidak lama kemudian Aira datang menyambut rombongan, Senyum manis dan bersahabat menghiasi bibirnya.
“Walikota Aira kami datang memberi hormat!”
Kepala penjaga gerbang kota memberi hormatnya dan disusul belasan penjaga lain,
Pemimpin rombongan terlihat canggung, andai saja penjaga tidak memberikan hormat sebelumnya, yang menyebabkan terbuka identitas walikota, maka mereka akan menduga bahwa Aira hanya anak-anak nakal biasa.
Aira senyum ia sudah dapat menduga, dan ini bahkan bukan kali pertama.
“Apa bapak pemimpin rombongan ini?”
“Benar! Nama saya Dendi”
Dendi mulai bercerita bahwa dirinya diserang oleh Sekte Cabak Iblis, ribuan pemuda dan kepala keluarga dipaksa untuk bergabung dengan pasukannya, kini para pemuda dan kepala keluarga dimanfaat untuk menyerang runtuhan kerajaan Kerdil.
Aira menjadi kaget, “Benar saja, menurut isu yang kudengar dari warga, kota kerdil bagian Selatan telah dibangun kembali dalam beberapa hari ini oleh suku Bante, Aku tidak menyangka Sekte Cabak Iblis sangat rakus dalam melahap semua. Tapi untuk keselamatan wargamu untuk sekarang, Saya harap kalian istirahat dulu di kota ini, aku telah menyiapkan beberapa Aula besar yang mampu menampung kalian semua untuk sementara waktu, di sini juga ada ruang perawatan dan bahan makanan untuk para pengungsi seperti kalian. Untuk sementara waktu, mengenai orang yang direkrut oleh Sekte Cabak Iblis, biarkan aku yang memikirkan solusinya”.
Aira terlihat sangat dewasa dalam berbicara dan mengambil keputusan, berbeda dari fisiknya yang hanya berumur 7 tahun. Semua orang menjadi takjub dengan kedewasaannya, akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi saat mereka memasuki pintu gerbang Lembah Teratai Langit.
“Wuah!”
__ADS_1
“Wuah! Kota khayangan! Bagaimana ada kota seindah ini didunia.”
“Aku dengar kota ini dibangun oleh Wali! Ini sangat indah.”
“Tapi aku dengar yang merancang bangunan ini hanya seorang anak kecil! Apa mungkin?”
“Iya! Itu Wali berarti Wali Kecil!”
Semua mata terbelalak, di balik pintu gerbang mereka bisa melihat kota berperadaban tinggi secara sempurna, bangunan-bangunan tinggi megah dan agung. Penduduk berpakaian bersih rapi, mereka menjalani keseharian dengan kesibukan masing-masing.
“Benar!Ini Kota impian yang dibangun oleh Wali Juli Yang Agung, selamat datang!”
Aira memberi isyarat pada beberapa pasukan untuk memandu mereka ke tempat yang telah disiapkan. Tidak lama kemudian, Aira pun menghilang dari sana.
Setelah mengetahui masalah yang dihadapi penduduk Lembah Kuning, Aira memerintahkan salah seorang mata-mata terbaiknya untuk mengunjungi reruntuhan Kota Kerdil Selatan, guna untuk bernegosiasi mengenai perihal penyerangan Sekte Cabak iblis.
**
Pagi hari di depan reruntuhan Kerajaan kerdil, ribuan Pasukan Cabak Iblis sudah siap untuk menyerang, umumnya pasukan Cabak iblis bertubuh kurus beberapa bahkan orang cacat. Wajah mereka terlihat ketakutan saat melihat para pemimpin memasuki lapangan.
Seorang berbadan kecil berdiri paling depan diantara empat pemimpin lainnya, dia adalah “Bajok Si Raja Rimba”.
“Kalian dengarkan! Hari ini sekte Cabak Iblis akan menyerang suku Bante dan 100 orang penghianat dari aliansi lembah Hantu, bunuh mereka semua tanpa kecuali, kalau tidak! aku akan meratakan seluruh keluarga kalian.”
Tatapan mata tajam Bajok Si Raja Rimba membuat ribuan orang ketakutan, ancaman demi ancaman terus dilontarkan membuat seluruh pasukan harus menuruti apa yang diinginkan.
“Bajok! Apa kau yakin mereka tidak akan berkhianat!”. Bisik Morgan merasa khawatir.
“Tenang saja, jika mereka melakukan itu maka seluruh keluarga mereka akan ku bantai!”.
Bajok telah berpengalaman dengan berbagai kondisi, dia pandai memanfaatkan keadaan,sehingga petinggi sekte iblis sangat menyukai dirinya. Dalam sekte Cabak Iblis pun, ia sangat dihormati karena kepintarannya dalam berpikir.
Seperti halnya sekarang, Bajok merekrut paksa warga biasa untuk dijadikan pasukan yang sekaligus juga tumbal untuk kepentingannya.
Bajok bahkan tidak berpikir untuk keselamatan mereka, asal tujuannya tercapai yang lain hanya jalan bagi misinya.
Setelah Bajok mengatur strategi perang, ribuan pasukan bergerak bersama memasuki wilayah Reruntuhan Bangsa Kerdil.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu apa yang akan mereka lawan. Namun yang pasti, mereka harus waspada, sebab menurut rumor yang beredar,siapapun yang masuki reruntuhan hutan misterius tidak ada yang kembali.
**