
Aaaakkhh! Tolong! Tolong! Ampun!
“T-Tempat apa ini?”
“Ini Neraka!”
Hana terbelalak saat keluar dari Pintu Portal, ribuan manusia dalam kondisi mengerikan menjerit histeris minta tolong dalam posisi digantung pada pohon-pohon tumbuhan pemangsa, sebelumnya Hana tidak sedikitpun terlintas dalam pikiran tentang pemandangan mengerikan seperti ini.
Ditambah lagi suasana lingkungan remang-remang karena banyaknya spora tumbuhan parasit di udara membentuk kabut spora tebal, kabut ini selain menghalangi cahaya matahari juga menjadi wabah yang mematikan.
Kini Hana harus berhadapan dengan ribuan orang menjerit-jerit, meronta-ronta meminta tolong sedang dimakan oleh pohon-pohon hidup yang sangat mengerikan, pohon pemangsa memiliki bunga besar bergigi tajam memakan siapapun dalam jangkauannya,
Kemunculan Juli dan Hana di tempat ini membuat semua pohon mengalihkan bunga bergerigi mereka ke arahnya, Hana melihat saja tingkah tumbuhan parasit yang tidak lazim itu sudah membuatnya bergidik.
Hana menoleh ke arah Juli yang berdiri menyaksikan keadaan di sekitarnya dengan tatapan mata waspada,
“Senior aku takut, tempat Ini sungguh sangat mengerikan, aku benar-benar tidak pernah membayangkan akan menemui tempat seperti ini, kita tak mungkin bisa bertahan di rimba mengerikan ini. Di sini bahkan tumbuhan pun memakan daging, intinya semua makhluk menjadi ancaman manusia, tempat apa ini?” Hana mulai pucat dia tidak menyangka tempat seperti ini ada di dunia.
Juli mengerutkan kening, matanya terus mengawasi lingkungan sekitarnya, “Hana, Ini namanya Bunga Venus Darah, dan ada pula Jenis Anggrek Bertaring Ganda, dan berbagai tumbuhan pemangsa lainnya, Hana kau jangan membuka penutup wajah mu karena spora terlalu banyak di udara, spora ini bisa tumbuh di dalam tubuh manusia dan menjadikan mereka inangnya” jelas Juli singkat seraya mengencangkan kain penutup hidungnya.
“Lihatlah Orang tua itu! Dia telah terinfeksi spora parasit” Juli menunjuk ke arah seorang pria tua yang masih hidup terus meronta-ronta, dalam mulut dan lubang telinganya keluar tumbuhan parasit jalar hidup bergerak-gerak dan terus menggerogoti tubuhnya.
Too.. tolong..
Hana terbelalak keringat dingin membasahi punggungnya, ia tidak tega melihat kakek tua sekarat itu namun ia juga tidak tahu cara menolongnya,
“Apa? Ini sungguh mengerikan, Apa ini akibat spora tumbuhan parasit? tubuh pak tua itu apa bisa diobati? Ini sungguh mengerikan, jadi bagaimana cara kita mencegah? ini sungguh sulit” Hana berkeringat dingin.
Juli mulai melangkah maju tatapannya terlihat waspada, “Hana! Kita sedang berada di Hutan Siluman Pemangsa Tanah Parasit, salah satu wilayah paling mematikan di bumi, coba kau lihat tumbuhan di dekat kakimu ini” Juli memukul tumbuhan rambat di dekat kaki Hana dengan tongkatnya.
Wuusss.. krek... krek... syut.. syut..
Tumbuhan rambat itu meronta-ronta mengeluarkan darah segar manusia pada setiap luka pukulan,
"Darah Manusia" Hana kaget melompat mundur beberapa langkah,
“Senior, Kenapa ini? kenapa semua tumbuhan begini” Tanya Hana penasaran, ia baru menyadari bahwa seluruh rimba merupakan tumbuhan parasit pemangsa, bahkan tiada satu rumput pun tumbuhan biasa.
Juli mengalihkan pandangannya pada pohon-pohon dan belukar lebat di hadapannya,
“Hana, Tumbuhan ini sebenarnya berasal dari manusia-manusia yang dikirim paksa kemari, tanpa mereka sadari mereka terhirup spora tumbuhan parasit, hingga akhirnya spora parasit itu tumbuh seperti ini, jadi semakin banyak manusia di kirim kemari maka akan semakin lebat pula Hutan Siluman Pemangsa ini” jelas Juli dengan nada pahit.
Grusss... gruss...
Sying!
__ADS_1
Tiba-tiba tumbuhan bergerak-gerak, Hana segera mengeluarkan sepasang goloknya bersiaga,
“Senior! Jadi apa yang harus kita lalukan?” Hana panik karena di berbagai tempat penuh dengan tembuhan mangsa yang mulai merangkak ke arahnya.
Gruk! gruk!
Juli bisa merasakan pergerakan tumbuhan bukan saja dari atas permukaan tanah tapi justru yang paling banyak dibawah permukaannya,
“Hana! Kini saatnya kau menggunakan Naga Kegelapan mu untuk membakar tumbuh-tumbuhan ini, dan aku sangat membutuhkan batu Kristal tumbuhan ini, setidaknya kristal level satu, karena semakin tua dan tinggi pangkat tumbuhan itu semakin tinggi pula kristal jiwanya” Juli menyuruh Hana, mengingat selama ini Hana tidak pernah mengeluarkan senjata andalannya.
“Baiklah! Aku pun sudah sangat ingin menungganginya lagi” jawab Hana segera mengeluarkan Naga kegelapannya.
Wuuusss
GRAAAAAAAA…..
Sosok Naga Kegelapan besar muncul wajah Hana kini ceria kembali, disisi lain kemunculan Naga Kegelapan justru menyebabkan tumbuh-tumbuhan jalar parasit merangkak cepat seperti ular ke arah Hana dan Naga Kegelapan,
Krek... Krek
Juli melihat kejadian itu menjadi kaget ia segera menarik tangan Hana ke sisinya,
“Hana ingatlah! Tumbuhan yang merangkak itu sangat beracun tubuhmu masih tidak sanggup menahan racunnya, maka cepatlah kau naik kepunggung Naga dan cepatlah bakar tumbuhan parasit itu” perintah Juli sembari menghantam beberapa tumbuhan parasit yang mencoba menggigitnya.
Wusss… truk.. truk..
Hana menjadi geli melihat, “Baik!” jawab Hana segera melompat ke atas punggung naga tunggangannya,
"Cepat Naga! Habisi makhluk terkutuk itu" teriak Hana cepat.
Huuuuuuu...
Naga kegelapan segera menghembuskan api hitam dengan cepat membakar tumbuhan parasit serta manusia-manusia yang telah terinfeksi.
Setelah area Juli tempati aman, Naga melompat terbang mulai membakar area sekitar dengan api hitamnya. Hembusan napas api Naga dari ketinggian bukanlah lawan tumbuhan parasit sehingga beberapa menit saja area itu telah bersih.
Juli bisa merasakan tumbuhan-tumbuhan itu setelah habis terbakar sampai ke bawah permukaan tanah oleh api hitam dan menyisakan kristal-kristal hijau yang berserakan,
Juli senyum, ‘Di kehidupan ku sebelumnya, kristal ini sangat langka harganya juga sangat mahal, kristal tumbuhan parasit sangat banyak manfaatnya, bisa untuk kebal dari infeksi spora, bisa juga untuk menyembuhkan keracunan, tapi yang paling penting kristal ini bisa digunakan untuk menyembuhkan luka seperti yang ku alami, di kehidupan ku sebelumnya aku pernah kemari bersama Ziya, pada saat itu Ziya lah yang mengajariku cara menggunakan kristal ini, kristal ini bisa digunakan dengan beberapa cara, ditelan langsung bisa menimbulkan efek pada penggunanya, diserap dengan menggunakan tenaga dalam adalah cara yang paling aman, dan cara yang terakhir digiling halus di taburkan pada luka, untuk kasus ku ini aku akan menelan lansung dan menaburkan pada luka sebagiannya, ku harap dua cara ini dapat mempercepat kesembuhan ku’ batin Juli senyum pahit.
Hana sudah bisa mengendalikan api hitam naganya walaupun belum terbilang mahir, tapi Hana dapat membakar tumbuhan pemangsa saja dan menyisakan kristal hijau setengah utuh, Hana sendiri sedikit terkejut, sebab sebelumnya ia tidak tahu kalau dalam tumbuhan mengandung batu kristal siluman.
Setelah Naga Hana membakar area sekitarnya, Hana kembali mendarat di samping Juli yang terlihat menunggunya,
"Senior! Kita berhasil sejauh ini" raut wajahnya terlihat senang atas keberhasilannya.
__ADS_1
"Mmn.. iya.. kamu hebat" Juli mengangkat jempolnya.
“Senior! Ini banyak sudah kristal siluman, tapi aku sudah merasakan lemas setelah banyak menggunakan tenaga dalam untuk membakar kawasan ini”
Hana terlihat lelah karena mengontrol api hitam dalam ukuran besar, dan itu bukanlah pekerjaan mudah, apalagi Hana telah membersihkan kawasan itu sejarak lima ratusan meter sekelilingnya.
Tumbuhan-tumbuhan merambat yang bisa bergerak mulai berlarian meninggalkan kawasan ini, sementara tumbuhan besar lainnya semuanya menjadi debu. Hana yang kelelahan akhirnya menyimpan kembali Naga Kegelapan.
Juli senyum senang melihat perkembangan Hana dan menupuk pundaknya karena bangga,
“Bagus Hana, aku akan mengumpulkan kristal ini, karena kristal ini bisa mempercepat regenerasi tubuhku dan meningkatkan kualitas tubuhmu, nanti akan ku ajarkan caranya” Juli mulai bergerak mengambil beberapa kristal yang tidak jauh darinya.
Hana terasa sedikit lega karena kini bisa melihat tanah bebatuan setelah tumbuhan pemangsa di bakar, ia melihat Juli mulai mengutip kristal itu dan ia pun membantunya.
“Senior! Apa tidak ada warga yang selamat menurut mu? Apa orang yang dikirim kemari semuanya telah mati”
Hana terlihat penasaran, karena jika mengingat kondisi seperti sekarang ini akan sangat sulit bagi manusia untuk hidup, walaupun Hana bisa mendengar suara orang teriakan dari kejauhan namun belum pasti mereka tidak terinfeksi.
Juli menoleh ke arah Hana, “Pintu Portal Keluar lebih dari seratus kurasa jumlahnya, jika aku tidak memelukmu erat dalam Ruang Portal tadi, aku tidak yakin kita akan keluar secara bersama kemari, tempat ini memang sangat mengerikan, aku rasa bisa jadi mereka masih hidup sebagian yang kuat pertahanan tubuhnya, atau bisa jadi seperti orang-orang yang telah terinfeksi dengan spora, jika demikian mereka hanya menunggu kematian, perlu kau ketahui Hana rumput ini merupakan tingkat rantai makanan yang paling rendah di tempat ini, itu artinya jika di dalam sana tumbuhan-tumbuhan pemangsa ini adalah makanan bagi makhluk lainnya” jelas Juli.
“O.., Jadi… Lawan yang sesungguhnya bukanlah tumbuhan pemangsa ini ya?” Hana tertekun mulai memijat keningnya ia terlihat bingung memikirkan darimana ia mendapatkan makanan untuk di makan kalau sampai lima hari kedepan masih di tempat ini.
Juli perlahan membuka kain penutup mulutnya dan menelan satu kristal hijau sebesar ibu jari,
"Hana, Aku akan memulihkan rasa nyeri ku sejenak, kamu jagalah aku" ia duduk di atas sebuah bongkahan batu untuk mengontrol otot-ototnya,
Hana sedikit terkejut dengan tindakan Juli yang menelannya secara langsung kristal itu, 'Bisa ditelan langsung? bukankah itu racun? ah nanti akan kutanyakan" batin Hana penasaran.
Juli memejamkan mata, merasakan setiap ototnya yang mulai beregenerasi perlahan,
“Hana! Kau jangan pergi jauh dari ku, aku akan meregenerasi tubuh ku untuk sekarang, mungkin dalam beberapa hari aku bisa menyembuhkan tubuhku kembali dengan sempurna” pinta Juli dengan mata terpejam.
“Apa? Dalam beberapa hari? Apa maksudnya semua luka akan sembuh? Ini sungguh luar biasa” Hana kaget tapi sangat bahagia mendengarnya sampai air mata tanpa terasa keluar di sudut matanya.
Hana kembali di kejutkan saat melihat tubuh Juli mengeluarkan asap hijau yang dapat dilihat dengan jelas setiap Juli kali menelan Kristal, membuat beragam pertanyaan timbul dipikiran Hana.
“Apa!”
Guman Hana kaget saat melihat luka-luka dan memar di wajah Juli kini mulai menghilang, ‘Sebesar inikah manfaat kristal hijau ini, aku bisa melihat tubuhnya pulih dengan cepat, tapi pemulihannya hanya sebatas ukuran kristal ini saja, ini pasti Air Mata Abadi dapat terpacu dengan adanya kristal ini, jadi kurasa Senior Juli pasti membutuhkan kristal hijau ini dalam jumlah banyak, kalau begitu aku akan mengumpulkan semuanya yang ada di sini’ batin Hana kembali pergi mengumpulkan kristal hijau.
Kristal hijau yang dikumpulkan Hana umumnya level satu dan level dua karena tumbuhan itu tumbuhan muda yang berasal dari manusia-manusia yang baru masuk kedalam portal, Hana karena keasikan mengumpulkan Kristal hijau tanpa terasa ia telah jauh dari Juli.
GROOAAAARR!
"Makhluk Apa itu?"
__ADS_1
**