
“Teknik Pengambilan Kristal Paksa!”
Teriak Juli sembari menancap tongkat ke pola tulisan kuno yang telah digambar menggunakan darah. Tancapan tongkat yang mengandung energi alam mulai bereaksi, seluruh pola yang digambarkan kini mulai bercahaya merah terang beriringan dengan teriakan kesakitan Janeng Iblis.
KRIEEEKKK!
Janeng Iblis kini berhenti mengejar Naga Kegelapan Tunggangan Hana yang terbang semakin meninggi dan menjauhi area rawa-rawa. Janeng Iblis kembali membalikkan arah cabang-cabangnya menyerang ke arah umbi secara membabi-buta.
Swut! Swut!
Juli melebarkan mata saat melihat hantaman cabang raksasa di arahkan padanya,
“Gawat! Andai saja aku bisa menggunakan tenaga dalam, hasilnya pasti tidak seburuk ini” Juli kembali memutar tongkat untuk mengumpulkan energi alam yang tidak seberapa besarnya.
“Teknik Pengambilan Kristal Paksa!”
DROOOMMM….
Cabang Raksasa menghantam Juli yang berada di atas umbinya. Tekanan udara dahsyat sebelum mengenai umbi cukup untuk menghempas tubuh kecil Juli sejauh satu kilometer jauhnya. Raungan Janeng Iblis semakin menggelegar mengisi ruang udara hingga menimbulkan gelombang kejut keras mengusik Janeng Janeng lain dalam rawa luas itu.
KRIEEEKKK!
Bumi kembali gempa lokal akibat ronta kesakitan Janeng Iblis, tidak lama kemudian Janeng Iblis menjadi lemas cabang-cabang layu kemudian mati, perlahan api hitam pun mulai padam sebelum Janeng Iblis habis terbakar.
"Kenapa dia tidak lagi mengejar ku? Apa dia telah mati?" Hana melihat kematian dadakan Janeng Iblis membuatnya memutar balik Naga tunggangannya,
“Apa yang terjadi! Apa Senior berhasil?” Hana terlihat sangat penasaran dan terus terbang mendekati tumbuhan raksasa mengerikan.
Hana terus memperhatikan tubuh Janeng Iblis yang tergeletak mati di tanah ia mencoba mencari keberadaan Juli. Wajah Hana kembali cemas saat melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan Juli di sana, Hana terus menunggang Naga Kegelapan terbang mengitari wilayah rawa-rawa. Tembakan-tembakan Bunga Jarom Sisat terus terlihat mengarah padanya.
“Hana! Hana! Aku di sini!”
Terdengar suara Juli sekilometer dari jasad Janeng Iblis, Juli terus melambai lambaikan tangannya ke arah Hana agar Hana melihat keberadaannya. Kaki kiri Juli terluka akibat serangan terakhir Janeng Iblis namun tidak separah sebelumnya. Saat beradu pandang Hana tersenyum senang dan segera membelokkan naga menukik ke bumi dengan cepat.
Ciiiiuuuuu……….
__ADS_1
“Senior, kamu baik-baik saja?”
Naga Kegelapan terus melesat cepat ke arah Juli yang berdiri tegak di antara tumbuhan tumbuhan parasit yang baru saja dibunuhnya. Hana mendaratkan Naga Kegelapan tepat di depan juli dengan wajah gembira, terlepas dari berhasil tidaknya mereka dalam misi.
Hana dengan cepat menuruni Naga Kegelapan tunggangan, “Senior! Aku senang kau masih hidup, tapi ngomong ngomong apa kita berhasil?”
Hana bergegas menghampiri Juli dengan wajah penasaran, karena yang bisa dilihat hanya kaki kiri Juli yang berdarah kembali namun tidak terlalu serius.
Juli senyum senang perlahan dia mengeluarkan Kristal Hijau pekat dari balik bajunya dan memperlihatkan pada Hana,
“Lihatlah! Ini yang kita dapatkan” Juli terlihat kagum dengan hasil panen kali ini.
"Apa! Itu kan.."
Hana terbelalak, dari ukurannya saja sangat besar memenuhi telapak tangan Juli, selain itu bentuknya juga sangat indah dan lebih padat dari kristal yang ditemui sebelumnya, Hana bisa menebak ini pasti level 4 atau di atasnya, karena selama ini dia tidak pernah melihat kristal hijau seindah itu.
Hana mengusap dagu menerka-nerka level kristal yang berhasil didapatinya, “Senior, apa itu level 4 seperti yang kau katakan padaku, bahwa level empat sudah membentuk pola apa ini maksudnya” tebak Hana, karena dia tidak tahu pasti mengenai material misterius itu.
Juli mengeleng-gelengkan kepala senyum, “Ini level 5 mutasi, bisa dikatakan Janeng Iblis ini salah satu dari 10 Tumbuhan Pemangsa yang telah berumur ribuan tahun, bisa dikatakan nenek moyang para Tumbuhan Bangkai, harganya sungguh tidak terkira kita sangat beruntung mendapatkannya hari ini” jelas Juli terlihat senang.
"Begitukah!" Hana terlihat sangat gembira, seolah ia menemukan harapan baru di sana untuk kesembuhan Juli, “Senior! Apa artinya itu cukup untuk menyembuhkan Wadah Tenaga Dalam mu?” Hana sangat penasaran.
"Tapi.." Tiba-tiba Juli terlihat berpikir-pikir,
“Ah! bukankah tadi banyak Bunga Jarom Sisat? Maksud ku tumbuhan yang menembak jarum-jarum duri pada mu?” Wajah Juli terlihat senyum senang.
“Eh!” Hana kaget karena ia tahu tumbuhan itu juga tidak kalah berbahaya dari Janeng Iblis,
“Apa Senior Juli juga berencana memburunya? Jangan bang, aku merasa itu jauh lebih berbahaya” Hana kembali berkeringat dingin, karena saat ini Hana sendiri terlihat sangat lemas akibat tenaga dalam yang hampir terkuras habis.
Juli senyum hangat sembari menyodorkan lima Kristal Hijau level 2 yang didapatkannya dari Tumbuhan Pemangsa yang terbunuh saat mencoba menghalangi Naga Kegelapan tinggal landas,
“Hana, gunakan kristal ini untuk pemulihan mu, setelah itu kita akan berburu kembali” Juli terlihat penuh semangat.
"Baiklah!" Perlahan Hana mengambil pemberian Juli tanpa berkomentar banyak dan ia langsung menelannya,
__ADS_1
“Senior! Aku akan menyerap kristal ini sebentar untuk memulihkan tenaga dalam ku”
Hana mengeluarkan dua kursi dari dalam cincin ruangnya, satu khusus disediakan untuk tempat istirahat Juli yang telah terluka dan kelelahan.
“Trimakasih, Hana tenang saja aku kan menjagamu di sini”
Juli merasa senang atas kepedulian Hana terhadapanya. Sesaat Juli mengenang kehidupan sebelumnya, walaupun Juli selalu menjadi beban bagi Hana tapi Hana tidak pernah meyalahkan Juli atas kelemahan dan kesalahan yang dilakukan Juli secara tak sengaja, tapi justru Hana terus memberi semangat dan sumberdaya untuk meningkatkan budidaya Juli saat itu.
“Terimakasih Senior!” Hana mulai duduk bersila menyerap kristal hijau level 2 dengan teknik yang diajarkan oleh Juli. dalam sekejap tubuh Hana langsung mengeluarkan asap hijau, dan tenaga dalamnya pun dengan cepat terhimpun kembali.
Pada dasarnya wadah induk tenaga dalam Hana mutasi tingkat tiga, jadi untuk menaikkan pangkat terhitung sangat sulit. Oleh karena itu untuk peningkatkan budidaya tubuh Hana membutuhkan sumber daya yang berkualitas tinggi dan itu tersedia di dalam cincin ruang miliknya walaupun tidak setinggi level 3 atau level 4 kristal hijau tapi jumlahnya sangat banyak.
Setelah satu jam lebih penyerapan, tenaga dalam Hana kembali pulih total. Hari sudah menjelang sore raungan pohon terdengar mengerikan di kedalaman rimba rawa yang mematikan. Juli juga terlihat menyerap kristal hijau level 2 untuk menyembuhkan luka kakinya.
Setelah selesai Hana perlahan membuka mata, ia melihat Juli duduk bersila dengan mata terpejam disampingnya,
“Senior! Apa rencana mu sekarang?” tanya Hana mulai berdebar jantungnya, apalagi mengingat hal-hal gila pasti akan dilakukannya lagi.
Juli perlahan membuka mata, kakinya telah sembuh total seperti sedia kala, “Mm… kamu sudah pulih kembali Hana, bagus! Sekarang saatnya kau bakar rawa ini! hahaha” Juli tertawa terbahak-bahak bersemangat.
“Apa?”
Hana kembali melebarkan mata karena syok berat, ia sudah menduga kalau Juli bangun pasti memiliki ide gila lainnya, kalau hutan dibakar otomatis seluruh Tumbuhan parasit berbagai tingkat akan menyerang mereka, padahal Juli masih dalam kondisi tidak bisa menggunakan tenaga dalam.
“Senior! Apa tidak sebaiknya kita mencari Bunga Jarom Sisat saja? Kenapa harus membakar semua hutan ini? ini sungguh berbahaya lagi pula aku sangat sulit mengendalikan api hitam dalam skala besar” Hana menjelaskan karena ia tidak mau
“Menelan sampan mengeluarkan kapal”.
Juli mengaruk garukkan kepalanya, “Begini Hana, kau bakar saja semampu mu, karena Bunga Jarom Sisat tidak akan menembakkan jarumnya pada makhluk yang menginjak bumi, artinya dia hanya menembak makhluk terbang saja, jadi mudahkan, dan aku akan membantumu mengutip semua kristal hijau nantinya, hahaha” Juli tertawa senang melihat kebingungan Hana yang bercampur jengkel.
Hana bangun dari tempat duduk seraya menghentakkan kaki kesal, “Sial! Selalu misi bunuh diri, Oya senior, kulihat kamu begitu bersemangat memburu Bunga Jarom Sisat, boleh ku tahu berapa levelnya?” Hana penasaran karena ia bisa melihat bunga misterius ini juga besar walaupun tidak sebesar Janeng Iblis.
“Level 4, sepertinya aku hanya membutuhkan 600 kristalnya saja di tambah dengan 1 kristal level 5 ini aku rasa bisa sembuh total” Juli menatap mata Hana dengan penuh keyakinan.
Hana sangat gembira mendengarnya, “Kalau itu dapat menyembuhkan mu, aku akan membakar hutan ini hingga habis!” tekad Hana mulai mengeluarkan cahaya aura tenaga dalam yang berwarna emas.
__ADS_1
“Baiklah Hana! Ayo mulai memanen!”
**