Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi 2
Episode 28. Kelompok Husen Vs Siluman Bangkai


__ADS_3

Di Depan Istana Misterius


Husen dan kelompoknya sedang diserang oleh Siluman Bangkai biasanya siluman ini jarang keluar siang hari namun setelah kekalahannya semalam kini siluman ini membawa ratusan anggotanya untuk menyerang kembali.


Ciat! Ciat!


Ughh.. Ughh..


“Ayo serang!”


"Pertahankan posisi jangan biarkan mereka menerobos"


Terdengar berbagai teriakkan perintah dalam pertempuran berkecamuk, Husen dan Bomo menerjang maju dibarisan terdepan mereka berdua bagaikan dua ekor singa yang terus mengamuk menebas para Siluman Bangkai dengan penuh kemarahan.


Trang! Tring! Trang! Tring!


"Putaran Pedang Ganda"


Groooaaarrr!!


Suara aungan para Siluman Bangkai terus terdengar mengisi ruang udara, isyarat untuk memanggil Siluman Bangkai lain agar terus berdatangan dari berbagai tempat.


Dengan gerakan cepat Siluman Bangkai menyerang mencakar dengan ganas hingga membuat Kelompok Husen semakin terpojok.


Yuyun dan Ruyu telah penuh luka cakar disekujur tubuhnya kini mereka berdua bertahan dibarisan paling belakang dekat dengan pintu terowongan masuk kedalam istana misterius. mereka berdua lebih banyak memanah jarak jauh menggunakan busur untuk mendukung penyerangan husen dan bomo di barisan depannya.


Sementara Dolah, Mija, dan Risa, mereka bertiga bertempur habis-habisan dibarisan tengah dengan menggunakan pedang selama beberapa jam tidak henti-hentinya.


"SERANG!”


“Dolah pertahanan sisi kanan, aku akan mempertahankan sisi kirinya, dan kau Risa pertahanan posisi tengah! Jangan biarkan mereka menghancurkan pertahanan kita" terdengar teriakan Mija memberi perintah dalam perang yang berkecamuk.


"Risa berhati-hatilah, wilayah tengah rata-rata Siluman berpangkat Kuning" teriak Dolah mengingatkan.


GROOARR!!


Aungan seekor Siluman Bangkai mencabik cabik bahu Risa, "Aaaaakkk!! Baik!!" Jawab Risa menahan serangan cakar Siluman Bangkai dalam menahan rasa sakit.


ROOAAR!!!


Siluman terus menerkam teriakan demi teriakan terdengar, cakaran tajam terus menghujam ke tubuh mereka, namun mereka tetap bertempur dengan gagah berani layaknya singa-singa perkasa, sehingga di barisan tengah telah banyak Siluman Bangkai berhasil dilumpuhkan, akan tetapi mereka pun harus membayar dengan harga yang tidak sedikit.


“Ayo pertahankan posisi” Teriak Yuyun dari barisan belakang, ia terus memanah siluman bangkai yang seolah-olah tiada habisnya.


Swus swus swus


Rooaarr!!


Risa terlihat sangat kelelahan namun ia masih terus menerobos mengamuk dengan jurus pedangnya yang terlihat indah, teriakan jurusnya sesekali terdengar jelas diantara berkecamuk perang.


“Tarian Pedang Bidadari”

__ADS_1


Hiat! Hiat!


Wuusss Wuusss


Gerakan pedang indah Risa mampu menebas dua leher Siluman Bangkai dengan cepat sekaligus dan ia terus menerobos maju merobohkan siluman-siluman lainnya.


Trang! Tring!


Groooaarr!!


Dolah sempat kagum melihat kehebatan jurus Risa yang kian hari kian maju bila dibandingkan teman-teman lainnya,


“Aku tidak menduga.. Semakin Risa marah ia semakin nekat dan gerakannya juga semakin cepat, ini luar biasa, sepertinya Majikan Lembah Seribu Warna telah memiliki penerusnya” gumam Dolah mulai menerjang maju tidak mau kalah dengan Risa.


Sying!


“Tebasan Sepasang Pedang Rajawali!


Hiak! Hiak!


Bruss Bruss Bruss


Tebasan pedangnya tidak kalah hebat dari Risa namun itu masih belum cukup dibandingkan Jumlah Siluman bangkai yang terus berdatangan dari segala arah dan semakin menggila.


“Bagaimana ini? Sepertinya mereka tidak habis-habisnya” teriak Mija semakin melemah dan lelah.


Hal itu juga dapat dirasakan oleh Bomo, “Ada apa ini! Sepertinya mereka memiliki dendam yang sangat mendalam terhadap kita, kalau begini terus kita tidak bisa bertahan dari mereka” Bomo juga telah lelah dan kehabisan tenaga dalam, namun begitu ia tatap nekat menerjang maju.


Husen telah penuh cakaran di sekujur tubuh dan nasibnya sangat mengenaskan karena dari semalam ia terus mendapatkan luka serius sehingga hanya bisa bertahan di belakang Bomo, walaupun begitu ia terlihat terus bertarung mengamuk bagai singa tua ganas diantara kepungan siluman bangkai.


Disisi lain, Mija bisa melihat pertarungan ini tidak akan bisa dimenangkan mereka, apalagi semuanya telah terluka parah terutama Dolah dan Risa, sementara Siluman bangkai terus berdatangan,


“Kakek Husen! Bomo! Mundur lah! Risa dan Dolah telah terluka parah mereka tidak bisa lagi bertarung aktif!” Teriaknya sambil melindungi Dolah dan Risa yang telah tidak sanggup lagi melakukan penyerangan.


“Bomo! Ayo mundur merapat!” Perintah Husen yang melihat tidak ada peluang lagi untuk bertahan di depan,


“Baiklah!” ucap Bomo sambil terus bertahan perlahan ia mundur, “Husen! Kalau seandainya Hana dan De.. Anak Juli tidak keluar sebentar lagi, maka kita akan berakhir di sini” Teriak Bomo sambil mempertahankan barisan.


GROOAARR!!


Ratusan para siluman menerobos maju, Dolah dan Risa telah tidak mampu lagi bertahan, Yuyun dan Ruyu kini mulai turun tangan bertempur jarak dekat karena anak panah mereka pun telah habis.


“Celaka! Kita tidak menyangka mereka akan datang sebanyak ini, ku kira setelah kekalahan mereka tadi malam mereka tidak berani lagi mencari kita” ujar Ruyu terus menyerang mempertahankan posisinya.


GROOAAR! GROOAAR!


Tiba-tiba terdengar suara raungan ribuan siluman pemakan bangkai pangkat perunggu, sekarang mereka mulai menampakkan diri dari barisan paling belakang para siluman, mereka bahkan menghantam Siluman-siluman Bangkai berpangkat putih yang menghalangi jalan mereka menyerang.


“Gawat! Lihatlah ribuan siluman bangkai perunggu mulai bergerak kita akan berakhir sekarang” Bomo menelan ludah, sementara yang lainnya langsung putus asa begitu melihat jumlah siluman berpangkat perunggu sebanyak itu.


ROOOAAARRR

__ADS_1


Tiba-tiba, sebuah aungan yang lebih menggelegar terdengar dari arah belakang Husen dan Kelompoknya membuat semua mata merekateralihkan kearah sumber suara itu


“Naga Kegelapan”


Suara menggelegar itu berasal dari seekor Naga Kegelapan berapi hitam, Aungan kerasnya membuat semua Siluman Bangkai berhenti bergerak menyerang dengan seketika, kini semua mata tertuju padanya.


“Apa ini?!”


“Sejak kapan dunia muncul Naga Kegelapan?!”


“Naga Api Hitam!”


“Awas Jangan dekat nanti terbakar!”


“Sepertinya ada yang menunggangi”


“Kalau ini musuh maka berakhirlah kita”


Berbagai ungkapan keterkejutan terdengar saat mereka melihat Naga Kegelapan Raksasa berpangkat satu kuning sesuai dengan pangkat pemiliknya yang muncul tiba-tiba di barisan paling belakang rombongan Husen, membuat mereka harus menelan ludah.


Merasakan Husen dan kelompoknya ketakutan, Hana perlahan bangkit berdiri dari atas punggung Naga Kegelapan sehingga terlihat oleh yang lainnya.


“Kakek! Kak Risa! Semuanya!” Panggil Hana menyapa mereka agar tidak ketakutan lagi terhadap Naga Kegelapan miliknya.


“Eh! Itu Hana!”


“Iya! Itu Hana”


“Darimana dia dapat Naga Hitam itu?”


“Pastinya dalam ruang istana misterius ini, habisnya dari mana lagi”


“Hana.. kami bersyukur kau selamat”


Terdengar beragam komentar saat melihat Naga Kegelapan, kini begitu mengetahui naga itu milik Hana mereka menjadi semakin bersemangat untuk melakukan perlawanan terhadap Siluman Bangkai.


Hana mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, “Sekarang! Ayo kita serang!!” Teriak Hana, bersamaan dengan lompatan Naga Kegelapan ke udara.


Wus wus wus wus


GRROOOOAAARR!!


Raungan dahsyat Naga Kegelapan membuat para Siluman Bangkai gemetar hebat yang tadinya mereka bersemangat untuk maju menyerang sekarang mulai terdiam dan bimbang.


“Inilah Naga Kegelapan dalam lagenda” ucap Husen tercengang sampai mulutnya terbuka lebar karena kagum, “Hana berhasil menemukan Naga Mitos.. ini sungguh di luar dugaan ku” ucapnya penuh kagum.


“Hana... Kakak melihat ada harapan besar dunia pada mu.. dik” gumam Risa Juga tidak percaya dengan pandangan matanya,


“Sungguh kau sangat beruntung.. aku bahkan selalu bermimpi untuk bisa terbang tinggi di angkasa.. tapi sepertinya aku tidak bisa menunggang Naga mu untuk menunaikan mimpiku, karena tubuh Naga mu


terbuat dari bara api hitam dan itu sungguh sangat mengerikan dan membakar apapun di sekitarnya” gumam Risa pelan.

__ADS_1


**


__ADS_2