
"Jika ada manusia yang memiliki sifat seperti yang kau sebutkan tadi, maka dia adalah manusia berhati iblis."
"Kau sudah melihatku membunuh ratusan manusia, bahkan menyerap energinya. Bukankah aku termasuk manusia berhati iblis yang layak juga disingkirkan?"
“Semua yang kau lakukan itu terjadi karena kau biasa bersama iblis sehingga kau menganggap apa yang kau lakukan biasa saja, Sehingga aku yakin, walau sebelumnya kau berhati iblis, kau bisa berubah."
"Darimana keyakinan mu?"
"Dari firasatku, karena aku merasa kau dekat denganku. Ikutlah denganku!"
"Untuk apa aku mengikutimu? Orang yang selama ini aku anggap sebagai orang tuaku saja ternyata hanya ingin memanfaatkan tubuhku saja."
"Aku akan menjagamu, menyayangimu seperti cucuku sendiri, maukah kau menjadi cucuku?" Kakek Han Yu kemudian melipat kakinya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah bocah kecil itu.
“Apakah kakek ini benar-benar mau menerimaku dan menyayangiku? Atau juga akan memanfaatkan tubuhku?” Batin Wang Yong bergejolak karena masih sulit menerima ajakan Kakek Han Yu. Baginya orang yang selama ini bersamanya saja menghianatinya apalagi kakek yang baru dikenalnya dan sudah mengetahui kondisi tubuhnya.
Kakek Han Yu menatap mata Wang Yong, Wang Yong pun membalas tatapan itu dengan penuh pengharapan. Kakek Han Yu merasa Wang Yong tidak mempercayainya.
“Percayalah, Kakek akan benar-benar menyayangimu!”
Tanpa berfikir lama bocah itu menganggukkan kepalanya. Dia yakin pernyataan kakek-kakek di depannya dari hati yang paling dalam.
Dia mempercayainya karena pernyataan kakek-kakek itu saat ketemu dengan Jenderal Wang Sui dan dari tatapan matanya yang penuh kasih sayang.
Bocah itu membandingkan tatapan Kakek Han Yu dengan tatapan raja iblis yang selama ini dianggap sebagai ayahnya.
Jika tatapan Kakek Han Yu penuh dengan pengharapan, kepercayaan dan kasih sayang maka tatapan raja iblis penuh dengan ketamakan dan kemarahan.
__ADS_1
Seketika Kakek Han Yu memeluk erat bocah kecil yang bernama Wang Yong itu. Wang Yong hanya diam terpaku, dia masih tak percaya ada orang yang benar-benar percaya padanya bisa berubah. Bahkan orang itu mau menjadikan dirinya seorang cucu.
Air mata Wang Yong mengalir sangat deras, dia pun membalas pelukan Kakek Han Yu dengan pelukan yang lebih erat. Dia menyandarkan kepalanya ke pundak Kakek Han Yu. Wang Yong benar benar merasakan kasih sayang yang begitu dalam dari pelukan Kakek Han Yu.
Setelah seper empat jam, Kakek Han Yu mengendorkan pelukannya, diangkat kepalanya Wang Yong kemudian dia mengusap air matanya juga air mata Wang Yong. Matanya kemudian menatap mata Wang Yong, senyum merekah dia berikan kepada Wang Yong.
"Siapa namamu?"
"Namaku Wang Yong. Margaku sama dengan marga raja iblis. Jika dia bukan ayahku dan merawatku karena ingin menggunakan ragaku, kemungkinan besar kedua orang tuaku telah dibunuhnya." Wang Yong kembali meneteskan air mata, dia yakin orang tuanya telah dibunuh oleh raja iblis mengingat kekejamannya selama ini. Raja iblis tak punya rasa belas kasih kepada siapapun walaupun itu anaknya sendiri.
"Kita lupakan nama lamamu. Sekarang kau telah menjadi cucuku, mulai sekarang nama mu adalah Han Lian An!" Kakek Han Yu kembali memeluk cucu barunya itu, dia benar-benar merasa bahagia memiliki cucu yang didam-idamkan selama ini walaupun bukan cucu kandungnya.
“Han Lian An, nama yang sangat indah.” Wang Yong bergumam dan terselip senyum dengan sedikit uraian air mata bahagia.
Han Lian An juga kembali memeluk erat Kakek barunya. Kesedihan kehilangan orang tua sedikit terobati dengan kehadiran seorang kakek yang menyayanginya dengan sepenuh hati. Hatinya benar-benar bahagia mendapat bertemu orang yang sangat baik padanya. Dia juga sangat senang mendapatkan nama baru yang sangat disukainya.
"Baik kakek, namun …." Han Lian An gak berani mengutarakan keinginannya, dia hanya memainkan kedua tangannya.
"Ada apa An er?" Kakek Han penasaran perkataan cucunya.
"Itu kek …." Han Lian An masih belum berani mengutarakan keinginannya. Bagaimanapun dia baru saja menjadi cucu Kakek Han Yu sehingga membuatnya malu untuk meminta sesuatu.
"Katakanlah!" Kakek Han Yu memberi sedikit penekanan agar Han Lian An berani mengutarakan keinginan atau pendapatnya.
"Apakah Kakek akan mengabulkannya?"
"Jika Kakek bisa mengabulkannya dan selama itu demi kebaikan, kakek akan berusaha mengabulkannya."
__ADS_1
"Janji?"
"Iya kakek janji".
Merasa yakin tidak akan mendapatkan kemarahan atas permintaannya, Han Lian An akhirnya menyampaikan keinginannya.
"Kakek, bolehkah aku menyerap energi qi mayat dari para mayat itu?"
"Tentu saja boleh, mereka adalah para iblis yang kejam, tidak layak mendapatkan penghormatan setelah kematiannya."
Senyum mengembang di bibir Han Lian An, keinginan yang dikiranya akan membuat kemarahan Kakek Han Yu ternyata tidak sesuai dugaannya.
Han Lian An kemudian mendekat ke arah mayat yang tergeletak di sekitarnya. Dia kemudian mengambil sikap duduk dengan posisi lotus. Han Lian An kembali mulai membentuk array pelahap energi qi.
Array pelahap qi kemudian menyerap energi para mayat. Energi yang terkumpul membentuk sebuah bola energi. Han Lian An kemudian memasukkan ke tubuhnya dan menyalurkan ke dantiannya melalui meridian dan mulai menyerap energi qi mayat agar bisa digunakannya untuk menaikkan kultivasinya.
"Pyar." Banyaknya energi yang diserap dari para mayat membuat kultivasinya naik tingkat menjadi ranah penguatan qi tahap 2. Suatu pencapaian yang luar biasa pada anak yang berumur 8 tahun.
Kakek Han Yu yang sejak awal memperhatikannya geleng-geleng kepala, merasa tidak percaya, cucunya yang masih sangat muda sudah berada di ranah penguatan qi tahap dua.
Manusia normal bisa mencapai ranah penguatan qi biasanya setelah berumur 18 tahun. Kakek Han Yu merasa beruntung tidak membunuh bocah yang menjadi tuan muda bangsa Iblis itu. Kakek Han Yu juga semakin bangga karena bocah yang luar biasa itu sekarang menjadi cucunya.
Kakek Han Yu berjalan memunguti cincin ruang seluruh prajurit Iblis termasuk milik Jenderal Wang Sui. Dari seluruh cincin ruang, milik Jenderal Wang Sui yang isinya paling berharga, cukup banyak koin emas tersimpan di dalamnya. Ada juga beberapa artefak berharga dan tanaman herbal yang sudah kering.
“Lumayan juga kekayaan jenderal ini, pastinya dia adalah seorang jenderal dengan kekuasaan yang cukup tinggi. Sebaiknya segera kubawa An er pulang dan menghapus jejak aura biar sulit dideteksi oleh kerajaan iblis.”
Setelah beberapa jam berusaha menstabilkan energi yang diserapnya, Han Lian An membuka matanya, senyumnya terkembang karena berhasil naik tingkat menjadi kultivator ranah pendekar bumi. Dia kemudian menoleh ke arah kakek Han Yu.
__ADS_1
"Selamat An er, luar biasa kau bisa menembus penguatan qi tahap 2 di umur yang masih sangat muda."