
Perlahan-lahan sosok seorang wanita muncul di depan Myro dan yang lainnya, wanita ini memiliki rambut hitam panjang serta topi aneh yang terbuat dari bulu seperti topi kepala suku.
Ia memegang tombak di tangan kanannya, dari ukuran tombak itu maka ia membawa tombak ringan yang tidak akan menganggu kecepatan miliknya.
Wanita bernama Penthesilea itu menatap Myro dan yang lainnya dengan dingin "Katakan, siapa di antara kalian yang berani membakar hutan ini?".
"Kepala suku!", para petarung Amazon yang sebelumnya berusaha melarikan diri langsung berdiri di belakang Penthesilea dengan senang, menurut mereka selama ada Penthesilea disini maka mereka tidak akan kalah.
Pemimpin petarung Amazon itu menunjuk ke arah Myro "Kepala suku, pria itu yang membakar hutan ini! Ia memanggil seekor burung api aneh dari pedangnya yang bisa membakar seluruh hutan hanya dengan mengepakkan sayapnya".
"Burung api?", berbeda dari para petarung Amazon yang lain, Penthesilea jauh lebih memiliki pengetahuan yang membuat ia tahu bahwa tidak semua orang bisa memunculkan monster melalui senjata mereka. Hanya orang-orang yang sangat kuat serta memiliki senjata artefak yang bisa melakukannya, oleh karena itu ia mengamati Myro lagi dengan hati-hati.
Semakin lama ia mengamati Myro maka wajah Penthesilea menjadi semakin suram sebab ia tidak bisa merasakan kekuatan Myro sedikitpun, padahal ia sudah memiliki kekuatan Saint King tingkat tinggi namun ia tidak bisa menilai kekuatan yang dimiliki oleh Myro.
Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan Myro lebih kuat darinya, jadi Penthesilea bertanya dengan sopan "Tuan ini, aku rasa kita sama sekali tidak memiliki permusuhan atau apapun, apabila tuan memiliki dendam terhadap petarung Amazon maka tuan bisa mengatakannya, selama aku bisa membantu untuk menyelesaikan dendam tuan maka aku pasti membantumu. Apabila tuan tidak memadamkan api yang membakar hutan ini maka seluruh petarung Amazon bisa mati, bukankah tuan tidak memiliki dendam yang begitu besar hingga harus membunuh seluruh petarung Amazon?".
Myro menggelengkan kepalanya "Aku datang kesini memang bukan karena memiliki dendam kepada kalian, tapi aku tidak bisa mematikan api yang membakar hutan tanpa syarat".
"Katakan, selama aku bisa melakukannya maka aku akan setuju terhadap syarat tuan", kata Penthesilea masih dengan hormat, lagipula tidak aneh untuk menghormati yang lebih kuat.
"Aku membutuhkan kerja sama petarung Amazon untuk melawan Rangda, bukankah kalian petarung Amazon juga sudah lelah untuk tinggal di hutan akibat tekanan Rangda? Kalau begitu jadilah pengikut ku, aku akan membawa kalian pergi dari hutan ini dan kalian tidak perlu tinggal di dunia ini dengan rasa takut terhadap Rangda lagi", kata Myro.
__ADS_1
"Aku menolak", jawab Penthesilea tanpa keraguan sedikitpun, lalu ia mengangkat tombaknya untuk bertarung "Tanpa kekuatan yang cukup maka tidak mungkin untuk menang melawan Rangda, jika aku membawa petarung Amazon untuk membantumu maka ketika tuan kalah maka seluruh petarung Amazon akan dibunuh oleh Rangda. Karena hal ini, aku tidak bisa membawa petarung Amazon tanpa bukti yang cukup! Buktikan kepadaku bahwa kekuatanmu melebihi Rangda, tunjukkan bahwa kau bisa mengalahkan Rangda!".
Myro tidak terkejut terhadap perkataan Penthesilea, bagaimanapun sebagai seorang pemimpin maka ia harus berhati-hati agar seluruh anggota yang ia pimpin tidak mati. Oleh karena itu, Penthesilea tidak bisa setuju untuk mengikuti Myro tanpa bukti bahwa Myro bisa menang.
"Baiklah, aku akan menunjukkan buktinya kepadamu, bahwa aku bisa menang dari Rangda", kata Myro tersenyum percaya diri.
Perlahan-lahan tubuh Myro terbang tinggi menuju langit, semua orang menatap ke arah Myro dengan penasaran. Bahkan Cesi sekalipun sama sekali tidak tahu bagaimana cara Myro meyakinkan Penthesilea dan para petarung Amazon ini, lagipula mereka tidak terlalu saling mengenal sehingga Cesi juga sangat penasaran terhadap cara Myro.
Myro yang sudah terbang cukup jauh di atas langit menatap ke arah sebuah gunung di kejauhan, ia mengangkat pedangnya sebelum berkata "Teknik Pedang Vermilion tahap 4, Vermilion menelan Matahari!".
Perlahan-lahan api yang sangat kuat muncul di seluruh pedang Myro, sosok Burung Vermilion juga terbentuk melalui api pada pedang itu.
Ketika Myro merasa bahwa ia sudah mengalirkan kekuatan yang cukup pada pedang, Myro menebas pedang tersebut ke arah gunung di kejauhan.
Bukan hanya mereka yang terkejut, bahkan Rangda, Cindaku, dan Zion yang ada di kejauhan bisa melihat sosok Burung Vermilion yang menutupi langit itu dengan sangat jelas.
Burung Vermilion terbang ke arah gunung yang menjadi tujuan Myro dan membuka paruhnya.
"Brak!".
Gunung raksasa itu langsung ditelan oleh Vermilion tanpa masalah. Tidak berhenti sampai di situ, Vermilion terus terbang dan memakan gunung di sekitarnya sebelum Myro menariknya lagi.
__ADS_1
Vermilion yang bersinar seperti matahari akhirnya mulai menghilang, Vermilion itu kembali menjadi api yang perlahan-lahan menuju ke arah pedang Myro lagi.
Saat seluruh pedang Vermilion sudah ditarik, maka semua orang bisa melihat dengan jelas puluhan gunung yang menghilang di makan Vermilion.
Seluruh hutan di sekitar gunung itu ikut terbakar akibat tindakan Vermilion, lebih tepatnya lokasi dimana kumpulan gunung itu menghilang berubah menjadi hitam yang menunjukkan bahwa lokasi itu terbakar oleh api.
Myro kembali mendarat di tanah, Penthesilea yang terkejut menilai Myro lagi dengan hati-hati.
Setelah menggunakan kekuatan yang sangat kuat seperti itu, Penthesilea sama sekali tidak melihat keringat pada wajah Myro yang menunjukkan bahwa ia tidak lelah.
Myro berdiri lagi di tempat ia sebelumnya dan bertanya "Bagaimana? Apakah ini sudah cukup untuk menjadi bukti?".
Penthesilea tahu bahwa Myro sama sekali tidak kelelahan akibat memakai kekuatan sebesar itu, hal ini membuat ia yakin bahwa Myro bisa mengalahkan Rangda, setidaknya ada kemungkinan besar bahwa Myro bisa menang.
Tanpa ragu sedikitpun, Penthesilea berlutut di depan Myro "Penthesilea, kepala suku Petarung Amazon saat ini menyerah kepada tuan, bisakah aku tahu nama tuan?".
"Myro Aras, itu namaku!", kata Myro "Kalau begitu maka tujuanku disini sudah selesai. Penthesilea, kau harus mengumpulkan sebanyak mungkin pasukan petarung Amazon milikmu dan berkumpul lagi setelah 3 hari di wilayah yang dulunya milik Anto, 4 penguasa hutan yang lain. Pona, ayo pimpin jalan, sekarang kita akan menemui para Centaur".
"Itu--", mendengar perkataan Myro maka Pona menjadi ragu-ragu, ia tidak tahu harus mengatakan apa terhadap Myro.
Myro yang menyadari sikap aneh Pona segera menyadari sesuatu, Myro kembali menatap pegunungan yang dimakan Vermilion dengan aneh "Pona, sebelumnya kau bilang bahwa para Centaur tinggal di pegunungan bukan?".
__ADS_1
Pona yang ragu hanya bisa mengangguk "Itu benar, gunung yang baru dimakan oleh kekuatan burung api Myro barusan adalah tempat dimana para Centaur berada. Mereka kemungkinan besar sudah mati, walaupun ada beberapa dari mereka yang masih hidup tapi mereka pasti membenci Myro yang memakan desa mereka. Oleh karena itu, Pona rasa tidak ada gunanya mencoba merekrut para Centaur".
Myro tersenyum pahit mendengar hak tersebut, pada awalnya ia memilih gunung tersebut karena ia berpikir bahwa tidak akan ada masalah untuk memakan gunung itu, namun siapa yang akan berpikir bahwa gunung yang dimakan Burung Vermilion adalah tempat tinggal para Centaur.