
"Kalau begitu biarkan aku pergi bersama kalian! Bagaimanapun Myro dan Cesi tidak terlalu mengenal tentang hutan ini, dengan bantuan ku maka kalian bisa menemukan para Centaur serta petarung Amazon jauh lebih cepat", kata Pona yang berencana untuk membantu Myro menjadi penunjuk jalan.
Myro tidak langsung setuju melainkan menatap Zion terlebih dulu, lagipula Zion adalah ayah Pona sehingga Myro membutuhkan izin darinya terlebih dulu sebelum membawa Pona. Sejak keberadaan Yura yang merupakan anak angkat Myro, maka Myro juga merasakan seberapa besar kepedulian seorang ayah terhadap anaknya. Oleh karena itu, Myro menjadi lebih memperhatikan perasaan Zion jika masalah itu berhubungan dengan Pona.
Zion mengangguk kepada Myro "Biarkan Pona ikut bersama anda, walaupun Pona baru beberapa tahun menjadi pemburu dan belum ahli untuk menangkan seekor mangsa pun, tapi ia memiliki ingatan yang sangat tajam sehingga ia sangat cocok untuk memimpin jalan".
Melihat bahwa Zion sudah memberikan izinnya, Myro tidak banyak bicara lagi "Kalau begitu maka Pona bisa menunjukkan jalannya, sedangkan Cindaku dan Zion akan mencari tambahan pasukan harimau dan manusia".
Setelah semua orang setuju untuk bertemu di kota milik Anto ini lagi 3 hari kemudian, mereka semua pergi ke arah yang berbeda-beda sebab tujuan mereka juga tidak sama.
"Myro, aku rasa lebih baik kita menemui Petarung Amazon lebih dulu daripada Centaur sebab lokasi desa petarung Amazon jauh lebih dekat yaitu masih berada di hutan ini. Sedangkan desa Centaur terletak di antara pegunungan, mereka di sebut sebagai 4 penguasa hutan bukan karena mereka tinggal di hutan melainkan mereka berburu di hutan setiap harinya yang membuat mereka juga mendapatkan julukan tersebut", kata Pona menjelaskan.
Myro mengangguk "Baiklah, ayo pergi menemui para petarung Amazon dulu, aku tidak keberatan tentang siapa yang harus ditemui lebih dulu".
Saat sudah mendapatkan persetujuan dari Myro maka Pona berjalan di depan untuk memimpin Myro dan Cesi melewati jalan di hutan-hutan, meskipun ada banyak sekali hewan yang ganas di hutan ini tetapi mereka tidak berani mendekati Myro dan yang lainnya sebab mereka tahu bahwa selama mereka berani menyerang, maka mereka pasti mati. Terutama Myro yang membuat mereka merasakan kematian paling besar, jadi para hewan akan melarikan diri saat mereka menemukan Myro dan yang lainnya.
Pada awalnya mereka masih bisa melihat matahari walaupun berada di hutan, tapi perlahan-lahan cahaya matahari menjadi semakin hilang ketika Pona membawa mereka semakin jauh menuju hutan, lebih tepatnya jumlah pohon di sekitar menjadi lebih banyak yang membuat cahaya matahari menjadi tertutupi oleh dedaunan pada pohon.
Ketika sudah berjalan selama beberapa saat, Pona mengambil sebuah pedang yang cukup besar sebelum berkata "Berhati-hatilah, di depan kita terdapat beberapa rumput yang sudah terlalu tinggi. Jika kalian tidak berhati-hati maka akan ada ular ataupun mahluk aneh lainnya yang bersembunyi di rumput ini akan menggigit kalian, jadi perhatikan setiap langkah kalian".
Setelah itu Pona memimpin di depan dan memotong rumput-rumput itu agar membuka jalan bagi mereka untuk lewat, Myro harus mengakui bahwa tanpa bantuan Pona maka mereka mungkin harus menghabiskan lebih banyak waktu lagi untuk menemukan para petarung Amazon ini. Meskipun Myro dan Cesi bisa terbang, ada banyak pepohonan disini sehingga mereka tidak bisa menemukan apa yang ada di balik pepohonan melalui langit.
Berjalan selama beberapa saat, Myro memberikan peringatan "Berhenti!".
__ADS_1
Baik itu Pona ataupun Cesi berhenti berjalan dan melihat Myro penuh kebingungan, mereka tidak tahu kenapa Myro memberitahu mereka untuk berhenti secara tiba-tiba.
"Mereka mendekat", kata Myro mengingatkan.
Bersamaan dengan perkataan Myro, Cesi juga sudah mulai merasakan keberadaan puluhan orang yang bergerak cepat di antara pohon-pohon dan mendekati mereka. Sejak ia menjadi Saint King tingkat tinggi maka kemampuan merasakan keberadaan musuh milik Cesi menjadi lebih kuat.
Tidak lama kemudian, puluhan prajurit ini mengepung mereka, suara seorang wanita terdengar "Siapa kalian? Apakah kalian tidak tahu bahwa ini adalah wilayah hutan petarung Amazon? Siapapun yang tidak mendapatkan izin maka mereka tidak bisa datang ke tempat ini, kecuali mereka sudah siap untuk mati!".
Myro menggerakkan kepalanya sedikit untuk menemukan puluhan petarung wanita yang bersembunyi di balik pepohonan, walaupun mereka sudah berusaha bersembunyi sebaik mungkin namun Myro dapat menemukan keberadaan mereka dengan sangat jelas.
Cesi sudah menarik pedangnya dan bersiap untuk bertarung, lagipula musuh kecil seperti ini sama sekali tidak perlu merepotkan Myro, ia sendirian sudah lebih dari cukup.
Di antara puluhan musuh di sekitar, hanya pemimpinnya yang memiliki kekuatan Saint tingkat tinggi sehingga Cesi seharusnya bisa menang tanpa masalah.
Myro menarik pedangnya dan api segera mengalir di seluruh pedang Myro, pedang Myro merupakan artefak pedang Vermilion yang ia dapatkan ketika masih di dunia Gott, oleh karena itu pedang ini sama sekali bukan roh.
"Teknik Pedang Vermilion tahap 3, Vermilion membakar Langit", kata Myro yang menebas pedangnya ke depan.
Di bawah tatapan terkejut Pona dan petarung Amazon, sosok burung Vermilion raksasa terbentuk dari tebasan pedang Myro.
"Apa itu?".
"Burung api? Aku belum pernah mendengar tentang burung seperti ini?".
__ADS_1
"Penyihir! Pria ini pasti penyihir sama seperti Rangda yang bisa memanggil iblis memakai ilmu hitam miliknya!".
Para petarung Amazon itu menjadi panik, bagaimanapun mereka belum pernah melihat roh yang membuat mereka sama sekali tidak mengetahui tentang burung Vermilion.
Meskipun burung Vermilion yang Myro bentuk ini bukanlah roh, tapi kekuatannya tidak bisa diremehkan.
Burung Vermilion berteriak ke arah langit, setelah itu ia mengepakkan sayapnya yang membuat seluruh hutan terbakar.
"Panas! Panas! Api ini membakar ku, bantu aku! Bantu aku untuk memadamkan api ini!".
"Apa? Gawat, hutannya terbakar! Pemimpin, apa yang harus kita lakukan?".
"Pemimpin, apinya terlalu kuat! Jika terus seperti ini maka api tidak hanya akan membakar hutan, namun desa kita juga akan terbakar".
Para petarung Amazon menjadi semakin panik, pemimpin mereka hanya bisa menggertakkan giginya dan berkata "Kita mundur lebih dulu dan memanggil kepala suku untuk menentukan tindakan kita selanjutnya untuk menghadapi masalah ini".
Myro menemukan bahwa petarung Amazon berusaha melarikan diri di tengah api yang membakar hutan ini.
Meskipun para petarung Amazon ini semuanya adalah wanita, Myro tidak akan menahan dirinya "Apakah kalian pikir bisa pergi dengan mudah?".
Ketika Myro akan bergerak untuk menakuti mereka lagi, bagaimanapun Myro datang kesini untuk bekerja sama dengan para petarung Amazon, bukan membunuh mereka.
Sebuah teriakan seorang wanita terdengar "Siapa yang berani membakar hutan petarung Amazon kami, aku Penthesilea pasti akan membuat siapapun yang berani membakar hutan kami menyesal!".
__ADS_1