
Anak laki-laki yang berbaring di tanah akibat pukulan Myro mencoba untuk berdiri, namun ia segera memuntahkan seteguk darah yang menunjukkan bahwa luka pukulan Myro pada dirinya sama sekali tidak ringan.
Myro tidak memperdulikan ia yang memuntahkan seteguk darah sedikitpun, Myro hanya berjalan mendekatinya sambil berkata dengan tidak peduli "Dimana kakakmu Kilon? Bukanlah tempat ini adalah Rumah Bela Diri? Kenapa tidak ada seorangpun murid yang berlatih disini? Atau kalian sudah tutup karena kalian menolak rencana perubahan rumah modern milik pemerintah dunia? Nampaknya orang-orang juga menolak untuk berlatih di tempat yang menentang pemerintah dunia".
Anak laki-laki itu melihat Myro dengan tajam, walaupun ia merasa seluruh tulangnya patah tapi sifat keras kepala dapat terlihat melalui matanya "Siapa kau? Kenapa mencari kakakku? Pencuri pasti tidak akan mencari kakakku, apa tujuanmu kesini? Apakah kau orang yang dikirim Kaisar Teknologi? Kalau begitu beritahu tuan mu bahwa kakakku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan wanita itu, bukankah sudah cukup untuk membuat Rumah Bela Diri kami tutup? Kenapa kalian belum berhenti menganggu kami? Apakah ketika kami semua mati, kalian baru akan berhenti?".
"Nak, kau sepertinya salah paham disini!", kata Myro "Aku datang kesini bukan atas kiriman Kaisar Teknologi atau apapun, aku hanya memiliki sesuatu yang harus dibicarakan dengan kakakmu".
Ketika anak laki-laki itu akan mengatakan sesuatu lagi, sebuah teriakan pria yang sudah cukup tua datang dari rumah utama tempat ini "Kilon, kau pikir apa yang sedang kau lakukan sekarang? Itu hanya seorang wanita, apakah kau tidak keberatan melihat seluruh keluargamu hancur hanya untuk seorang wanita? Kaisar Teknologi sudah membenci kita yang menentangnya sejak awal, jika kau berusaha menemui Hiria lagi maka Kaisar Teknologi akan memakai alasan ini untuk menghancurkan kita semua!".
"Apa yang ayah bicarakan? Hiria tidak setuju terhadap pernikahan ini, Kaisar Teknologi menggunakan kekuatan dan kekuasaannya untuk membuat Hiria menyerah! Sebagai seorang pria, sebagai teman Hiria sejak kecil, maka bagaimana aku bisa duduk diam melihat dirinya menghancurkan hidupnya sendiri? Bukankah ayah sendiri juga tahu bahwa semua wanita yang bersama Kaisar Teknologi tidak pernah berakhir baik, bahkan wanita yang paling lama bertahan bersama Kaisar Teknologi hanya sebulan, setelah itu Kaisar Teknologi merubahnya menjadi robot! Apakah ayah tidak keberatan apabila Hiria berakhir sama? Hiria sudah seperti keluarga kita sendiri, apakah ayah tidak mengaggapnya sebagai anak juga?", teriak suara pria yang masih cukup muda.
"Kilon, keadaan kali ini berbeda! Jika kau bertindak bodoh maka ibu dan adikmu mungkin akan menjadi target juga! Aku tidak keberatan mati sendiri, namun apabila ibu dan adikmu juga menjadi target pembunuhan maka aku tidak akan setuju! Lagipula Hiria mungkin beruntung, ada kemungkinan bahwa Kaisar Teknologi memperlakukannya dengan baik. Apalagi orang tua Hiria juga sudah setuju, jadi kenapa kita yang hanya tetangga sejak kecil harus repot-repot membantunya?", jawab suara pria tua itu lagi yang sepertinya adalah ayah Kilon.
"Ayah, bukankah kau dulu adalah orang berani yang melawan Kaisar Teknologi? Bahkan di saat semua orang menyerah, kau masih berdiri melawannya dengan berani! Sekarang dimana semua keberanian itu? Apakah ayah sudah menjadi takut dengan Kaisar Teknologi?", tanya Kilon lagi.
Suara teriakan 2 orang itu menjadi diam sebentar, sebelum suara ayah Kilon yang menghela nafas dengan sedih terdengar "Ya, ayah takut! Sejak ayah bersama kalian dan memiliki keluarga, maka ayah takut kehilangan kalian, bahkan ayah sedikit menyesal telah melawan Kaisar Teknologi di masa lalu. Kilon, menyerahlah untuk Hiria agar ibu dan adikmu bisa hidup dengan damai, bukankah masih ada banyak wanita lain di dunia ini? Ayah akan membantumu mencarinya".
__ADS_1
Tiba-tiba suara marah serta sedih Kilon kembali terdengar "Aku dulu sangat menghormati dan mengagumi ayah, di antara semua orang maka hanya ayah yang selalu berani dan tidak pernah merasa takut. Tapi-- Tapi sekarang--".
Sebelum bisa menyelesaikan kata-katanya, suara langkah kaki terdengar.
Myro dan adik Kilon menemukan bahwa pintu rumah utama terbuka, sosok Kilon yang masih muda berlari pergi dari rumahnya sambil menangis, ia berteriak "Aku tidak perlu bantuan ayah, aku akan pergi untuk membantu Hiria sendirian. Aku bukan orang penakut seperti ayah, walaupun harus melawan Kaisar Teknologi sekalipun, aku tidak akan pernah takut".
"Kilon!", teriakan ayah Kilon terdengar namun segera terdengar suara jatuh.
Mendengar suara jatuh itu, adik Kilon yang baru berdiri untuk mengejar Kilon berteriak dengan panik "Ayah!".
Adik Kilon pergi kembali ke rumah dan tidak memperhatikan Myro lagi, menurutnya keadaan ayahnya jauh lebih penting daripada Myro.
Myro melihat sedikit apa yang terjadi melalui celah pintu yang terbuka.
Saat ini di depan mata Myro, ia menemukan seorang pria tua berusia sekitar 40 tahun yang duduk di tanah dengan wajah putih sedangkan ada seorang wanita yang terlihat sama dengan usia pria tua itu membantunya berdiri.
Myro mengenal pria dan wanita ini, meskipun mereka tidak pernah bertemu sebelumnya namun Myro tahu bahwa mereka adalah ayah dan ibu Kilon.
__ADS_1
Sekarang mata Myro bergerak menuju kaki ayah Kilon, lebih tepatnya di sana sudah tidak ada lagi kaki melainkan sebuah kaki kayu yang dipakai oleh para bajak laut. Oleh karena itu, ketika ayah Kilon berusaha mengejar anaknya yang pergi maka ia terjatuh.
"Ayah, apa kau tidak apa-apa?", tanya adik Kilon dengan khawatir.
Ibu Kilon tidak mengatakan apapun, namun dari wajahnya maka ia terlihat sangat khawatir.
Ayah Kilon melambaikan tangannya dengan senyum pahit "Aku tidak apa-apa, hanya sedikit terjatuh. Dimana Kilon, kita harus mengejarnya!".
"Ayah, kakak sudah pergi dari tadi, hampir tidak mungkin untuk mengetahui kemana kakak pergi", kata adik Kilon menjelaskan.
Mendengarkan perkataan adik Kilon, ayah Kilon hanya bisa menghela nafas dengan berat dan menutupi kepalanya memakai tangan "Aku benar-benar seorang ayah yang buruk".
Ibu Kilon yang selalu diam akhirnya angkat bicara "Husk, ini bukan salahmu! Kau sudah bukan dirimu saat muda dulu, apalagi kau melakukan semua ini untuk aku dan seluruh keluarga kita, jadi jangan merasa bersalah. Aku yakin Kilon hanya sedikit marah, lagipula Hiria yang sudah bersamanya sejak kecil di bawa pergi oleh Kaisar Teknologi, setelah beberapa hari maka Kilon pasti kembali. Aku yakin ia tidak akan bertindak bodoh untuk melawan Kaisar Teknologi, setidaknya ia pasti menyadari bahwa dirinya sama sekali bukan lawan Kaisar Teknologi".
Husk yang merupakan ayah Kilon mengangguk "Aku harap begitu, bukankah acara pernikahannya seminggu lagi? Jika Kilon tidak kembali selama seminggu ini, maka aku harus--".
Husk segera menghentikan kata-katanya, ia kembali berdiri dan mengambil sebuah pedang di sudut ruangan.
__ADS_1
Melihat gerakan suaminya, istri Husk bertanya dengan khawatir "Husk, ada apa?".
Husk tidak menjawab pertanyaan istrinya, melainkan ia menatap ke arah pintu rumah ini "Siapa yang ada di sana?".