KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 269 : RASA TERIMA KASIH


__ADS_3

"Kaisar Zodiak, Myro Aras?", gumam Ark dengan aneh sebab ada banyak orang yang mengaku sebagai Kaisar Zodiak. Di antaranya adalah 3 Myro yang tiba-tiba menghilang barusan, mereka juga mengaku sebagai Kaisar Zodiak.


Oleh karena itu, Ark mengamati orang di depannya ini dengan hati-hati. Wajah Ark berubah menjadi aneh ketika ia sudah merasakan kekuatan orang di depannya ini "Tidak ada kekuatan? Kenapa orang yang tidak memiliki kekuatan apapun sepertimu bisa ada disini? Nak, apakah kau kebetulan berada di medan pertarungan sehingga saat aku membuka dunia ini maka kau juga ikut terbawa kesini?".


"Kalau benar begitu maka aku hanya bisa mengatakan bahwa kau kurang beruntung, tidak peduli siapapun itu, sejak kau sudah berada di tempat ini maka kau harus mati".


Setelah itu, Ark mengulurkan tangannya untuk mengambil pria di depannya ini.


Ark sekarang sedang berpikir bagaimana cara membunuh pria di depannya ini, bagaimanapun ia sedang marah akibat hilangnya 3 Myro secara tiba-tiba, jadi ia berpikir untuk membuat pria di depannya ini kesakitan agar sebagain rasa marahnya menghilang.


Namun sebelum tangan Ark bisa menyentuh pria itu, sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Senyuman pria itu sudah lama menghilang, saat ini wajahnya sangat dingin seperti es yang jauh berbeda dari wajah ia sebelumnya.


Ketika tangan Ark akan menyentuh dirinya, pria itu menghindar ke samping lalu menarik pedang di tangannya.


"Slash!".


Ark mendengar suara tebasan pedang tapi ia tidak bisa melihat tebasan pedang itu sama sekali.


Saat Ark sudah kembali sadar, ia menemukan tangannya yang akan menyentuh pria di depannya ini segera lepas.


Ark membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya, ia terkejut bahwa dirinya tidak bisa melihat gerakan pria ini yang menebas tangannya, hal ini menunjukkan bahwa gerakan pria di depannya ini sangat cepat hingga ia tidak bisa melihatnya sedikitpun.


"Aku terkejut, ternyata masih ada orang yang berani menyebutku dengan sebutan nak di dunia ini. Kau tahu, di masa lalu semua orang tidak berani berdiri di depanku, kau yang aku biarkan untuk berdiri di depanku ini sudah merupakan sebuah kehormatan", kata pria itu dengan dingin "Tebasan tadi untuk jiwa diriku yang sudah tinggal di aliran waktu selama miliaran tahun".

__ADS_1


Ark masih terkejut dengan kecepatan gerakan pria di depannya ini, namun pria itu kembali bergetar. Ia menarik pedangnya lagi, namun Ark tidak bisa melihat gerakan tebasan pedangnya sedikitpun.


"Slash!".


Kali ini tangan kiri Ark yang lepas dari tubuhnya, ia sudah kehilangan 2 tangannya hanya dengan waktu beberapa detik, masalahnya Ark sama sekali tidak mengerti kenapa ia tidak bisa menyadari gerakan pria di depannya ini sedikitpun.


"Tebasan tadi adalah untuk diriku yang jahat, kau sudah membunuh wanita yang ia anggap sebagai ibu! Kau tahu, wanita yang dianggap sebagai ibu oleh diriku yang jahat, berarti aku menganggapnya sebagai ibu juga! Kau harus membayar harganya untuk tindakan bodoh yang sudah kau lakukan!", kata pria itu semakin tersenyum dingin.


Ark sudah kembali sadar, ia tahu bahwa sekarang hal yang paling penting bukan melihat gerakan tebasan pedang pria di depannya ini melainkan ia harus melarikan diri. Pria di depannya ini sangat menakutkan, setidaknya Ark tahu bahwa kekuatan pria ini bukan tanpa kekuatan seperti yang ia rasakan, nampaknya pria ini menyembunyikan kekuatan miliknya.


Tanpa ragu sedikitpun, Ark melompat mundur dengan cepat, ia harus menjaga jarak dari pria ini lalu memikirkan cara untuk membunuhnya.


"Apakah aku membiarkanmu lari?", kata pria itu yang melangkahkan 1 kakinya ke depan, ia menarik pedangnya kembali.


Kali ini tidak ada tubuh Ark yang lepas, namun di tengah tubuhnya terdapat sebuah lubang yang sangat besar, lubang pada tubuhnya itu berasal dari tusukan pedang.


"Tusukan pedang ini adalah untuk diriku yang baik! Bukankah kau sudah merencanakan untuk merebut tubuh kami? Kalau begitu biarkan aku menunjukkan seberapa bodoh pikiranmu itu!", kata pria itu.


Aura di seluruh tubuh pria itu meledak, Ark merupakan pusat target dari tekanan aura milik pria ini.


Dihadapan aura milik pria ini, Ark merasa dirinya seperti semut di depan sebuah gunung. Tidak peduli apa yang ia lakukan, maka ia tidak akan pernah melewati gunung ini.


Pria itu menarik pedangnya lagi sambil berkata "Terima kasih, jiwa diriku yang tertinggal di aliran waktu, diriku yang jahat, dan diriku yang baik, tanpa bantuan serta kerja keras kalian maka aku tidak bisa langsung menjadi Kaisar seperti yang terjadi pada diriku sekarang. Tanpa kekuatan Kaisar ini maka cukup sulit untuk mengalahkan Ark, oleh karena itu sebagai ganti rasa terima kasihku maka aku akan membunuh Ark untuk kalian. Bukan hanya itu, aku pasti menjaga orang-orang yang berharga bagi kalian, lagipula keluarga kalian juga keluargaku! Perasaan kalian adalah perasaanku juga, mulai hari ini semua perasaan kalian sudah membentuk diriku".


"Tebasan Malam tanpa Akhir tahap Terakhir, Malam Kehampaan!", teriak pria itu yang menebas pedangnya menuju Ark.

__ADS_1


Ark yang mencoba melarikan diri tiba-tiba berhenti, lebih tepatnya seluruh waktu seakan-akan berhenti, baik itu Ark ataupun monster di sekitarnya sama sekali tidak bisa bergerak.


Tetapi di tengah-tengah semua orang tidak bisa bergerak, pria itu masih bisa menebas pedangnya dengan cepat menuju Ark.


"Slash!".


Waktu kembali bergerak, Ark yang baru mencoba mundur untuk menjaga jarak menemukan bahwa tubuhnya terbang. Lebih tepatnya bukan tubuhnya yang terbang, melainkan kepalanya yang terbang meninggalkan tubuhnya, pria itu menebas leher Ark.


Setelah kepala Ark lepas dari tubuhnya, sebuah lubang dimensi yang sangat kuat muncul dan menarik tubuh beserta kepala Ark.


Dihadapan kekuatan tarikan dari lubang dimensi ini yang lebih cocok disebut sebagai lubang kehampaan, tubuh dan kepala Ark di serap oleh lubang kehampaan itu.


Ketika tubuh dan kepala Ark sudah di tarik oleh lubang kehampaan, pria itu menutup kembali pedangnya di wadah pedang yang ada pada pinggangnya.


Bersamaan dengan pedang pria itu yang sudah kembali ke wadahnya, lubang kehampaan kembali menutup.


"Baiklah, sekarang waktunya untuk mencari cara pergi dari tempat ini", kata pria itu sambil menatap ke arah sekitar.


Ternyata para monster bayangan Ark masih ada di sekitar, mereka saling menatap dengan bingung sebab Ark juga ikut menghilang sekarang.


Melihat bahwa para monster ini masih ada, wajah pria itu menjadi dingin "Nampaknya memang tidak mudah membunuh Ark itu, bagaimanapun Bayangan yang sudah menjadi Kaisar Martial tingkat 8 memang sangat merepotkan".


Jauh di belakang para monster bayangan ini, tumpukan bayangan kembali berkumpul dan Ark kembali terbentuk.


Ia melihat ke arah pria itu sambil berteriak "Sebenarnya siapa kau? Kenapa kau bisa memiliki kekuatan sekuat itu? Seharusnya aku bisa mengenal orang kuat seperti dirimu!".

__ADS_1


__ADS_2