
Myro yang masih terbang di langit mendengar teriakan kemenangan dari orang-orang di belakangnya, Myro berbalik dan mengarahkan matanya ke tanah untuk menemukan rekan-rekannya yang sudah berteriak senang di tanah, bahkan ada di antara mereka yang sudah menangis akibat terlalu senang.
Bagaimanapun monster bayangan milik Ark memiliki kekuatan yang sangat menakutkan, beberapa dari mereka berpikir bahwa mereka mungkin mati hari ini.
Namun siapa yang berpikir bahwa mereka masih tetap hidup, selain itu mereka juga bisa membunuh Ark yang membuat mereka senang hingga menangis.
Myro yang melihat semua itu tidak menghentikan rekan-rekannya ini dari merasa senang, ia juga tidak bisa merasakan keberadaan Ark yang berarti bahwa pertarungan sudah berakhir, mereka akhirnya menang sehingga tidak ada salahnya untuk merasa senang sedikit.
Myro yang terbang di atas langit terbang mendarat di dekat rekan-rekannya ini.
Zhi Li, Gristi, Turse, Cesi, Karter, Husk, Lanzar, Shi Yan, dan hampir semua orang yang sudah mengenal Myro sejak lama bergegas mendekati Myro.
Melihat semua orang bergegas mendekati dirinya, Myro sedikit tersenyum.
Sebelumnya mereka tidak bisa berbicara sebab mereka harus melawan Ark, oleh karena itu ini adalah waktu yang tepat untuk kembali berbicara.
Zhi Li yang mendekati Myro lebih dulu sedikit membungkuk "Guru, senang melihat anda tidak apa-apa".
Myro mengamati Zhi Li di depannya sebelum berkata "Aku yakin bahwa kau pasti sudah menyadari bahwa aku adalah orang yang berbeda dari sosok yang kau sebut sebagai guru, kau memiliki pengamatan yang tajam sehingga kau seharusnya bisa menyadarinya hal tersebut. Aku tidak keberatan jika kau tidak menganggap ku sebagai guru lagi, lagipula Myro berharap kau bisa bebas menentukan pilihanmu sendiri, tidak harus tetap bersamaku".
Zhi Li mengangkat kepalanya untuk menatap Myro dengan tegas "Aku memang bisa merasakan perbedaan pada guru, walaupun begitu aku juga bisa merasakan bahwa sosok guru yang aku kenal juga tidak berubah, oleh karena itu perasaan Zhi Li masih tidak berubah! Bukankah pada akhirnya guru masih tetap guru?".
Myro sedikit menggelengkan kepalanya, tapi ada senyuman di wajahnya "Kau benar-benar murid yang keras kepala".
__ADS_1
Shi Yan yang mendekati Myro segera melompat dan memeluk Myro, hal ini membuat Myro memukul Shi Yan secara langsung untuk membuatnya sedikit menjauh. Mereka disini sama-sama pria sehingga sangat aneh jika mereka berpelukan, apalagi Shi Yan hampir melompat untuk memeluk Myro.
Dihentikan oleh Myro, Shi Yan hanya bisa tersenyum pahit "Apakah kau masih marah karena kami mencoba menipumu, Myro?".
"Aku memukulmu bukan karena aku marah mengenai masalah ini, tapi sebab kau hampir memelukku! Lihat dirimu baik-baik, aku masih pria normal!", kata Myro tegas.
Shi Yan memegang kepalanya sambil tersenyum malu "Maaf, aku terlalu bersemangat hingga sedikit lupa masalah ini".
Wajah tegas Myro kembali berubah menjadi senyuman, lagipula ia sudah cukup lama berteman dengan Shi Yan. Di pengulangan waktu selama miliaran tahu, ada banyak kejadian dimana Myro membawa Shi Yan untuk berkultivasi, oleh karena itu ia bersama Shi Yan dan Sun Wu merupakan teman dekat.
"Shi Yan, Rena, Lars, setelah semua masalah disini selesai serta kita kembali ke Sekte Zodiak maka kalian harus menceritakan tentang apa yang sebenarnya kalian lakukan selama setahun ini", kata Myro.
3 orang itu saling menatap dan mengangguk setuju "Dimengerti, patriak!".
Turse dan Cesi yang mendekati Myro hanya menundukkan kepala mereka tanpa berbicara sedikitpun, lebih tepatnya mereka ragu apakah sosok di depan mereka ini sama seperti Myro jahat yang mereka kenal, atau mungkin lebih seperti Myro baik sebab ia sepertinya sangat dekat dengan Zhi Li dan yang lainnya.
Myro tentunya menyadari keraguan 2 orang ini, jadi Myro mengulurkan tangannya dan memegang kepala Turse dan Cesi dengan lembut "Aku pasti sudah banyak merepotkan kalian, maafkan aku, Turse, Cesi. Kalian bisa mengganggap ku sebagai diriku yang jahat atau mungkin kalian bisa mengganggap diriku yang jahat sudah mati, aku tidak keberatan terhadap apapun keputusan kalian. Namun sebuah hal yang pasti, kalian adalah keluargaku, ketika kalian kesulitan maka kalian bisa datang menemui ku untuk bantuan".
Turse dan Cesi sudah menangis saat ini, bagaimanpun mereka menganggap sosok Myro jahat seperti ayah mereka sendiri.
Tanpa ragu sedikitpun, Turse dan Cesi memeluk Myro sambil menangis "Tuan!".
Melihat 2 orang yang menangis di pelukannya ini, Myro hanya tersenyum dan membiarkan mereka terus memeluknya.
__ADS_1
"Yura juga akan memeluk ayah!", kata Yura yang melompat turun dari Tiamat dan memeluk Myro.
Sekarang ada 3 orang yang memeluk Myro hingga membuat Myro merasa kesulitan untuk bergerak.
Shi Yan yang berada di sisi lain berkata "Tidak adil, aku tidak boleh memeluk tapi mereka boleh!".
Myro memutar matanya terhadap Shi Yan "Kau itu rekanku, sedangkan mereka sudah aku anggap sebagai anakku sendiri! Apakah salah bagi seorang anak laki-laki untuk memeluk ayahnya?".
Setelah 3 orang itu sudah menjadi lebih baik dan melepaskan pelukan mereka, Myro berjalan menuju Karter dan Husk "Apa yang akan kalian lakukan setelah ini? Aku rasa keberadaan 5 Kaisar yang menjaga kekuatan Dunia Kaisar sudah tidak diperlukan lagi".
"Kau benar, Temanku Myro", kata Karter melihat Trei yang ada di sampingnya "Aku memutuskan untuk mencari sebuah desa kecil, di tempat dimana tidak ada seorangpun yang mengetahui identitas kami. Lalu aku bisa tinggal disana sebagai guru bersama semua keluargaku, tanpa peduli lagi terhadap kekuatan ataupun kekuasaan, hanya hidup dengan damai. Meskipun begitu, jika kau menemui masalah suatu hari nanti maka aku pasti datang untuk membantu, bagaimanapun kita sudah menjadi teman".
Myro mengangguk, ia menatap ke arah Husk "Bagaimana dengan Husk?".
Husk berkata tanpa ragu "Aku merasa hidup seperti ini sudah cukup baik, aku akan kembali ke Dunia Pedang Darah dan mengelola dunia itu untuk tuan. Lalu setiap hari aku pasti berusaha menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan keluargaku, kecuali tuan memiliki masalah besar atau memanggilku, maka aku akan tetap di Dunia Pedang Darah".
Myro tidak terkejut terhadap jawaban 2 orang ini, walaupun mereka sama-sama sudah menjadi Kaisar namun Myro tahu bahwa mereka bukan Kaisar yang berambisi seperti Kaisar Racun.
Melainkan Karter dan Husk lebih mirip seperti ayah dan ibu Yura, mereka lebih memilih kehilangan jabatan sebagai Kaisar apabila itu bisa membantu Yura.
Kaisar Dimensi juga seperti itu, ia menggunakan hampir seluruh kekuatan terakhirnya untuk mempertahankan menara tempat dimana Yura berada sampai Myro datang hanya karena ia berteman dengan ayah dan ibu Yura.
Sosok-sosok Kaisar ini adalah sosok yang lebih menghargai keluarga dan rekan mereka dibandingkan kekuatan serta kekuasaan.
__ADS_1
"Pertarungan sekarang sudah berakhir! Semuanya, terima kasih karena sudah datang kesini untuk membantuku!", kata Myro yang menghadap ke semua orang.