
Miliaran pedang milik Rena benar-benar jatuh dengan keras ke tanah, ada banyak sekali monster bayangan yang ikut mati akibat serangan pedang ini.
Walaupun begitu, kemampuan Ren menggerakkan pedangnya memang sangat hebat. Dari miliaran pedang ini, tidak ada 1 pedang pun yang mengenai rekannya, semua pedang itu hanya menusuk musuh Myro yaitu pasukan monster bayangan milik Ark.
Orang-orang di sekitar tidak bisa untuk tidak kagum melihat semua itu, bahkan Kaisar Harem ataupun Kaisar Pedang Darah juga terkejut sebab mereka dapat merasakan dengan jelas seberapa menakutkannya serangan miliaran pedang ini.
Shi Yan yang berhasil menghindar tepat waktu membersihkan keringat dingin di wajahnya, jika ia tidak menghindar tadi maka miliaran pedang ini kemungkinan besar juga mengenai dirinya.
"Rena, apakah kau berpikir ini tidak terlalu berlebihan? Jika ada kesalahan tadi dan aku terlambat menghindar tepat waktu, aku mungkin benar-benar terbunuh oleh pedangmu", kata Shi Yan tersenyum pahit.
Mendengar perkataan Shi Yan, wajah Rena yang sedingin es segera meleleh dengan cepat. Ia menatap Shi Yan dengan senyum malu, sama sekali tidak ada jejak permaisuri pedang lagi pada dirinya "Maaf Shi Yan, aku sedikit lupa menahan diri sebab sudah lama tidak kembali ke Dunia Kaisar dan bertarung melawan musuh kuat lagi. Bagaimanapun di tempat kita berlatih sebelumnya, semua monster disana sudah terlalu lemah hingga tidak bisa membuatku memakai seluruh kekuatanku lagi".
"Tetapi aku melakukan serangan ini bukan tanpa alasan, aku tahu bahwa Shi Yan pasti bisa menghindarinya. Sekalipun terjadi kesalahan dan Shi Yan lupa menghindar, selama kau masih bergabung dengan Ganesha maka pedang ini pasti tidak membunuhmu. Paling banyak itu hanya membuatmu tidak bisa bergerak dari tempat tidur selama sebulan".
Rena berkata berbaring di tempat tidur seperti hal yang ringan, namun Shi Yan gemetar ketakutan, apakah sebuah kesalahan membiarkan Rena berlatih menjadi semakin kuat selama hampir setahun ini? Mungkinkah Rena menjadi lebih kejam sejak menjadi kuat?
"Rena, kau sedang becanda bukan?", tanya Shi Yan memastikan.
"Aku memang bercanda", kata Rena sambil tersenyum ramah "Tapi jika kau berani mencari wanita lain di belakangku, mungkin pedangku tidak akan bercanda lagi".
Shi Yan semakin berkeringat dingin, hari ini ia menentukan tekadnya bahwa ia tidak akan mencari wanita lain selain Rena. Meskipun dari awal Shi Yan memang sudah setia, tetapi senyum di wajah Rena membuat Shi Yan semakin menetapkan tekadnya.
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku tahu bahwa Shi Yan merupakan seorang pria hebat sehingga tidak aneh ia mencoba mencari wanita lain. Tetapi apabila saat itu tiba, kau harus memberitahuku lebih dulu", kata Rena tetap tersenyum, tapi di mata Shi Yan maka senyum Rena ini sangat menakutkan.
"Aku pasti tidak mencari wanita lain lagi, aku Shi Yan adalah orang yang setia, bukan seperti Myro!", kata Shi Yan dengan panik, ia merupakan teman dekat Myro seperti Sun Wu sehingga di sebagian besar waktu maka Shi Yan tidak memanggil Myro sebagai patriak.
Merasakan 2 tatapan tajam menuju ke arah dirinya, Myro yang sudah bergabung dengan Myro yang lain sekalipun masih memiliki kesadaran sisi baik Myro sehingga ia berkata "Shi Gemuk, kenapa kau tiba-tiba menarik ku ke masalah yang kau miliki? Jangan jadikan aku contoh buruk. Selain itu, aku sebenarnya tidak tertarik untuk menganggu waktu suami istri kalian, masalah pertarungan belum selesai".
Bersamaan dengan Myro, sosok Ark kembali muncul dari miliaran pedang tersebut dan mencoba melarikan diri lagi.
Seluruh tubuh Ark sudah ditutupi oleh uap yang menunjukkan bahwa ia sudah terluka berat, meskipun begitu Ark masih mencoba melarikan diri dengan keras kepala.
Sebagai bayangan maka Ark membutuhkan tubuh untuk bertahan hidup lama, tanpa tubuh Myro maka Ark sekalipun seharusnya tidak bisa hidup lama.
Meskipun tubuh yang dibentuk memakai cara itu hanya sementara dan tidak bisa berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan Ark, setidaknya tubuh yang dibentuk dari miliaran tubuh orang yang masih hidup bisa membuat Ark hidup selama 10 bulan hingga 1 tahun.
Ia memang tidak bisa meningkatkan kekuatannya dengan tubuh sementara, tapi ia masih bisa memulihkan lukanya dan mencoba membalas dendam lagi.
Saat Ark mencoba melarikan diri, sosok seorang wanita jatuh dari langit menuju ke arah dirinya.
Wanita itu mengangkat tombak api di tangannya sambil menusuk ke arah Ark "Tombak Penghancur Dunia tahap 3, Ledakan Gunung Berapi".
Api yang sangat panas muncul dari tombak tersebut dan jatuh menuju Ark.
__ADS_1
"Booooom!".
Lava yang sangat panas meledak dari tanah ketika tombak api itu menusuk Ark, lava panas itu terbang ke langit dan menyebar ke sekitar seakan-akan ada sebuah gunung berapi yang meletus, masalahnya lava dan lahar yang meledak kali ini lebih panas daripada lava gunung berapi.
Beberapa lava bergerak menuju ke arah monster dan berusaha membakar mereka, tapi ada beberapa lava yang jatuh menuju pasukan rekan Myro.
Tanpa perlu Myro bertindak, Karter dan Husk sudah bergerak lebih dulu, mereka mengangkat tangan mereka untuk membuat perisai yang melindungi pasukan Myro. Sedangkan para monster itu, Karter ataupun Husk tidak peduli sebab mereka adalah musuh. Semakin banyak dari monster itu yang mati, maka akan semakin menguntungkan juga bagi mereka untuk pertarungan berikutnya.
Setelah ledakan lava itu menghilang, sosok seorang wanita yang berdiri di atas tombaknya terlihat.
Di sekitar tombak yang menusuk tanah itu terdapat kolam lava yang sangat panas, wanita itu berdiri di atas tombaknya sambil berteriak "Dunia Kaisar, aku kembali! Sudah lama sejak aku tidak melihat Dunia Kaisar, mungkin sekitar 1 bulan? Tunggu, itu sepertinya tidak lama!".
Shi Yan yang sudah terbang ke langit untuk melindungi Rena dari Lava, walaupun Rena sudah menjadi lebih kuat bahkan kekuatan Rena mungkin di atas Shi Yan, namun Shi Yan selalu merasa bahwa sebagai pria maka ia yang harusnya melindungi Rena.
Rena juga tidak keberatan akan hal itu, kecuali serangan itu bisa membunuh Shi Yan maka Rena tidak akan menghentikan Shi Yan untuk melindunginya.
Shi Yan yang menghentikan lava itu dengan tubuh emas milik Ganesha tidak bisa untuk tidak berteriak "Cesi, bukankah ini terlalu berlebihan? Kau mungkin membunuh rekanmu sendiri, jangan melakukan ledakan gila seperti itu lagi!".
Ternyata wanita dengan tombak api itu adalah Cesi, ia sudah memakai zirah pedang Ares pada tubuhnya yang menunjukkan bahwa ia sudah bergabung dengan rohnya, alasan ini yang membuat apinya sangat kuat.
Cesi tersenyum tidak peduli "Bukankah tidak ada yang terluka karena api ku barusan? Maka itu berarti tidak apa-apa! Aku hanya sedikit bersemangat untuk kembali ke Dunia Kaisar!".
__ADS_1