
Myro membaca gulungan itu, meskipun tulisan pada gulungan itu sama sekali tidak banyak tapi Myro membutuhkan waktu beberapa jam sebelum menutup matanya dan memikirkan semua yang ia baca lagi.
Perlahan-lahan Myro membuka matanya lagi, lalu ia tertawa keras sambil berkata "Apakah ini sebuah tantangan untukku? Pada akhirnya siapa yang berpikir bahwa aku sudah bergerak di bawah tangan orang lain selama ini, diriku benar-benar sangat menakutkan! Baiklah, aku Myro dengan senang hati menerima tantangan ini!".
Setelah itu, api Leo muncul dari tangan Myro dan membakar gulungan itu.
Myro benar-benar membakarnya tanpa jejak lagi, walaupun ia masih bisa mempelajari Teknik Pedang Zodiak dari gulungan ini, namun Myro masih memutuskan untuk membakarnya. Menurut Myro, menjaga kerahasian gulungan tersebut masih puluhan kali lebih penting daripada mempelajari Teknik Pedang Zodiak yang ada disana.
Ketika sudah memastikan bahwa gulungan itu terbakar tanpa jejak, Myro melepaskan energinya untuk memanggil Gristi.
Myro tidak berencana mengumpulkan banyak orang melainkan ia hanya memanggil Gristi alasan Myro memilih Gristi adalah ia sudah hidup sangat lama sehingga Gristi pasti bisa melakukan tugas yang Myro berikan dengan baik.
Tidak lama kemudian, sosok Gristi muncul di ruangan ini.
Ia berlutut di depan Myro sebelum berkata "Gristi senang melihat tuan kembali tanpa luka sedikitpun, lagipula Ark adalah sosok yang sangat licik sehingga Gristi takut sesuatu terjadi pada tuan".
Myro duduk di dekat meja sambil berkata "Maaf harus memanggilmu malam-malam seperti ini, apakah aku menganggu mu?".
Gristi menggelengkan kepalanya tanpa ragu "Bukankah tuan hanya memanggilku? Itu sama sekali tidak menganggu, aku sudah berjuang mengulangi waktu berkali-kali sehingga hal kecil seperti ini tidak akan bisa menganggu ku. Tetapi tuan belum pernah memanggilku pada malam hari seperti ini, apakah ada masalah? Selama itu tugas yang tuan berikan maka Gristi akan melakukannya tanpa ragu".
Myro tidak membuang waktu lagi dan langsung mengatakannya "Gristi, aku memiliki tugas untukmu, kau harus melakukan-- Apakah kau bisa melakukannya?".
Mendengarkan tugas yang diberikan oleh Myro, Gristi sedikit bingung sebab ia tidak mengerti tujuan dari tugas itu. Myro seharusnya tidak perlu repot-repot memanggilnya hanya untuk melakukan tugas ini, Myro cukup menggunakan energinya sedikit agar bisa menyelesaikan tugas ini sendiri.
Namun Gristi tidak bertanya lebih banyak, ia tahu bahwa ia hanya perlu menyelesaikan tugas ini bukan mengetahui tujuannya "Tuan, Gristi pasti menyelesaikan tugas ini sebaik mungkin!".
__ADS_1
Myro mengangguk, ia berdiri dari kursinya sebelum berjalan menuju jendela yang saat ini terdapat bulan di langit malam.
"Gristi, terima kasih atas perjuanganmu selama ini. Sebagai gurumu maka aku sama sekali tidak bisa membalas semua itu, baik kerja keras yang kau lakukan hingga menjadi putus asa ataupun kau yang bangkit berkali-kali dari keputusasaan itu. Aku sama sekali tidak bisa membayar semuanya, oleh karena itu aku hanya bisa mengatakan terima kasih", kata Myro yang menatap ke arah langit malam melalui jendela tersebut.
Gristi yang baru akan pergi untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Myro segera menghentikan langkahnya, ia menatap Myro dengan bingung "Tuan, kenapa anda berbicara seakan-akan kita tidak bisa bertemu lagi? Gristi mungkin sudah banyak sekali gagal untuk membuat tuan tetap hidup, tapi kali ini pasti berhasil! Walaupun kali ini gagal sekalipun, Gristi akan mengulangi waktu sebanyak mungkin untuk membantu tuan! Jadi jangan berkata seperti kita tidak bisa bertemu lagi!".
Myro berbalik untuk berhadapan langsung dengan Gristi, ada senyuman sedih di wajah Myro "Gristi, pada akhirnya semua makhluk hidup akan mati, kau seharusnya tahu masalah ini dengan lebih jelas daripada diriku".
Air mata segera jatuh dari wajah Gristi, jawaban Myro barusan sudah mengatakan bahwa ini mungkin menjadi waktu terakhir mereka bertemu.
"Kenapa? Kenapa anda sangat yakin bahwa diri anda akan mati lagi kali ini? Jika itu benar terjadi sekalipun, aku bisa mengulangi waktu lagi--", kata Gristi dengan marah dan sedih, ia merupakan sosok yang paling berharap agar kali ini Myro bisa berhasil bertahan hidup.
Walaupun ia mati sekalipun, Gristi tidak keberatan selama Myro masih bisa hidup.
Ketika Gristi akan terus marah, Myro melangkah maju lalu memegang kepala Gristi dengan lembut "Aku tahu bahwa kau pasti marah sebab rasa putus asa yang sudah kau rasakan berkali-kali, tapi pada akhirnya ada beberapa hal di dunia ini yang tidak bisa berubah. Gristi, apapun yang terjadi kali ini maka kau tidak boleh mengulang waktu lagi untuk aku, apakah kau bisa melakukannya?*.
"Gristi!", Myro kali ini memiliki wajah tegas, lalu ada kelembutan serta kesedihan di wajah Myro "Bisakah kau melakukan tugas terakhir dari gurumu ini? Apabila aku gagal, kau harus tetap hidup lalu cari jalan mu sendiri. Bukan jalan yang aku ajarkan pada mu, melainkan jalan yang kau pilih sendiri. Apakah kau bisa melakukan tugas terakhir dari gurumu ini?".
"Tidak adil!", kata Gristi yang menutupi wajahnya yang terus menangis "Jika guru berbicara dengan wajah seperti itu, maka bagaimana bisa Gristi menolaknya? Guru sangat tidak adil!".
"Maaf karena sudah membuatmu merasa sedih", kata Myro yang memeluk Gristi.
Saat ini Gristi terus menangis di pelukan Myro, tapi ia berusaha menahan tangisannya sebaik mungkin agar tidak merepotkan Myro juga.
...----------------...
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, hari masih sangat gelap sebab masih membutuhkan waktu beberapa jam lagi sebelum mendekati pagi.
Myro duduk sendirian di ruangannya sedangkan Gristi sudah pergi, ia terus menangis dengan keras lalu ketika ia berhenti menangis maka ia pergi untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Myro.
Saat ini Myro berdiri dari kursinya sambil berkata "Nampaknya sudah waktunya, siapapun yang membuat panggung ini memang sangat gila, diriku memang sangat menakutkan! Ayo kita selesaikan semua ini untuk terakhir kalinya, diriku!".
Myro mengulurkan tangannya yang membentuk tinju ke arah depan.
...----------------...
Di antara aliran waktu, Jiwa Myro duduk di halaman rumah kayu kecilnya dengan penuh semangat "Akhirnya, semua yang sudah dipersiapkan selama miliaran tahun ini selesai! Ini sudah waktunya bagi para aktor untuk naik ke atas panggung, diriku! Tunjukkan penampilan terbaik kalian!".
Jiwa Myro itu mengulurkan tangannya yang membentuk tinju ke arah depan seperti apa yang Myro asli lakukan.
...----------------...
Myro jahat sedang berjalan di sebuah rumah yang hancur, bukan hanya rumah ini melainkan seluruh kota tempat Myro jahat berada juga sudah hancur.
Rumah ini tidak lain merupakan rumah dimana ia tinggal bersama ibu yang sudah mengangkatnya sebagai anak selama 4 tahun, ia melihat semua yang ada di rumah itu dengan sedih sebab semua itu berhubungan dengan masa lalunya bersama ibunya.
Myro jahat menutup matanya sebelum membuka lagi, semua kesedihan itu sudah hilang dan digantikan dengan ketegasan "Ibu, aku pasti tidak akan gagal!".
Myro jahat berbalik lalu pergi dari rumah itu, ia mengangkat kepalanya untuk menatap langit yang sudah mulai gelap "Apakah sudah waktunya untuk panggung terakhir dan paling mewah di seluruh dunia?".
Myro jahat mengulurkan tinjunya ke depan dan berkata "Semua yang sudah aku lakukan selama bertahun-tahun akhirnya selesai, aku pasti tidak akan kalah! Jangan mengecewakan aku, diriku!".
__ADS_1
Walaupun 3 orang itu terpisah dengan jarak yang jauh, bahkan ada di antara mereka yang terletak pada aliran waktu.
Tapi tinju yang mereka ulurkan saat ini seperti benar-benar saling bertemu, 3 tinju itu seakan-akan saling bertabrakan meskipun terpisah jarak yang sangat jauh.