KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 136 : KEMARAHAN SEORANG PRIA


__ADS_3

"Aku tidak peduli apapun alasanmu, selama kau berani membunuh orang-orang yang aku lindungi maka kau harus siap untuk mati juga", kata Madam Sha dengan aura pembunuhan yang kuat, ia terus menebas Kaisar Racun di bawah kemarahan miliknya.


Kaisar Racun juga mulai membentuk 2 belati berwarna hitam suram memakai racun miliknya, ketika pedang dan belati mereka saling bertabrakan maka Kaisar Racun juga berkata dengan tekad membunuh "Kalau begitu kau juga bisa mati, bersama orang-orang yang kau lindungi!".


2 orang yang memiliki kekuatan Kaisar Martial tingkat 9 itu saling bertarung, setiap kali mereka menggerakkan pedang mereka maka seluruh Dunia Kaisar bergetar yang menunjukkan seberapa menakutkannya kekuatan mereka.


...----------------...


Di sisi lain, Shi Yan yang sudah lepas dari tangan Kaisar Es dengan melarikan diri ketika Kaisar Es masih belum sadar mulai berlari menuju Rena.


Jika itu pedang normal maka pedang itu pasti tidak bisa melukai Rena yang memiliki tubuh pedang, namun pedang yang dilempar Kaisar Racun terbuat dari racun yang ia miliki sepenuhnya. Oleh karena itu, pedang milik Kaisar Racun bisa dikatakan sebagai bukan pedang, melainkan tumpukan racun yang membentuk benda tajam, jadi hal ini bisa membunuh Rena yang memiliki Tubuh Pedang tanpa masalah.


Pada awalnya ia melompat-lompat sebab kaki dan tangannya masih teringat, namun ketika ikatan pada kaki dan tangannya sudah terlepas maka Shi Yan mulai berlari.


Sebelum tubuh Rena yang jatuh dari langit mendarat ke tanah, Shi Yan sudah menangkapnya.


"Rena! Sadarlah! Dimana cincin penyimpanan milikmu, pasti ada obat disana bukan? Pasti ada sesuatu yang bisa menghapuskan racun dan menyembuhkan luka bukan?", kata Shi Yan sambil menangis dengan panik, ia mencoba mengambil obat dari cincin penyimpanan di tangan Rena. Sedangkan cincin penyimpanan milik Shi Yan, itu sudah diambil sejak ia di tangkap Kaisar Es.


Ketika Shi Yan sibuk mencari obat di cincin penyimpanan Rena, maka Rena membuka matanya dengan kesulitan. Ia mengulurkan tangannya untuk memegang wajah Shi Yan, ada senyum lembut di wajahnya "Seorang pria tidak seharusnya menangis, kau harus selalu kuat, bagaimanapun kau adalah Tetua Kaisar Zodiak yang dipercaya oleh Tuan Myro".


Rena memuntahkan seteguk darah lagi, kali ini darah yang dimuntahkan Rena berwarna hitam yang menunjukkan bahwa seluruh tubuhnya sudah terkena oleh racun.

__ADS_1


"Jangan berbicara lagi, aku sedang mencari obat untukmu! Aku tidak akan menangis lagi, oleh karena itu kau tidak boleh mati", kata Shi Yan dengan panik, ia mencoba menghapus air mata di wajahnya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya terus mencari obat di cincin penyimpanan Rena.


Setelah menemukan obat pemulihan terbaik dan pembersih racun, Shi Yan membiarkan Rena memakannya tanpa ragu. Tapi tidak peduli apa yang ia lakukan, keadaan Rena tidak semakin membaik, bahkan Shi Yan dapat menemukan bahwa Rena semakin melemah.


"Bertahanlah! Kau pasti sembuh! Aku tahu, kita harus kembali ke Sekte Zodiak secepat mungkin, di sana pasti ada obat yang bisa menyembuhkan mu! Myro mungkin juga sudah kembali, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh Myro, ia pasti bisa menyembuhkan mu", kata Shi Yan yang berdiri sambil membawa tubuh Rena di tangannya.


Rena masih tersenyum dengan lembut, ia memegang tangan Shi Yang untuk menghentikan dirinya "Shi Yan, kau sendiri pasti sudah tahu bahwa aku tidak mungkin bisa bertahan lagi. Jantungku sudah hancur, selain itu racun mematikan sudah menyebar di seluruh tubuhku, bahkan Tuan Myro sekalipun tidak bisa melakukan apapun lagi".


Shi Yan menggelengkan kepalanya dengan panik "Tidak, kau pasti tidak akan mati! Pasti ada yang bisa menyembuhkan mu di dunia ini!".


Melihat Shi Yan yang keras kepala mencoba membohongi dirinya sendiri, Rena tidak membujuknya lebih banyak lagi "Shi Yan, terima kasih atas semua perlakukan mu selama ini. Di saat semua orang menganggap ku sebagai budak ataupun benda, kau memperlakukanku sebagai manusia, kau menganggap ku sebagai keluargamu. Maaf, karena aku tidak bisa melindungi mu, maaf karena aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu--".


Rena perlahan-lahan menutup matanya dengan lemah, ia menghembuskan nafas terakhirnya.


"Rena! Kau pasti bercanda kan? Rena! Jangan pergi! Rena!", teriak Shi Yan mencoba membangunkan Rena, tapi tidak peduli seberapa keras Shi Yan mencoba maka Rena tidak pernah membuka matanya.


Ganesha yang ada di tubuh Shi Yan menghela nafas dengan sedih "Tuan, ia sudah mati!".


Shi Yan tidak berbicara selama beberapa saat, ia hanya meletakkan tubuh Rena di tanah dengan lembut dan duduk di sana sambil tidak berbicara apapun.


Melihat tuannya yang menjadi diam, Ganesha langsung khawatir "Tuan, apakah kau tidak apa-apa? Kau tidak menjadi gila bukan?".

__ADS_1


Ketika seluruh tempat menjadi diam akibat kematian Rena, suara tawa segera terdengar.


"Hahahahaha, aku hidup! Ini adalah akibat bagi mereka yang berani melawan Kaisar! Wanita gila itu akhirnya mati, hahahahaha! Siapa yang memberitahunya untuk melawanku? Sekarang ia merasakan sendiri akibatnya!", kata Kaisar Es tertawa gila, ia berhasil melarikan diri dar kematian yang membuatnya sangat senang.


Ganesha yang mendengar semua itu memiliki wajah suram "Orang gila ini, ia beruntung Kaisar Racun ada disini, jika tidak maka dirinya pasti sudah mati!".


Shi Yan yang selalu diam sejak kematian Rena kembali membuka mulutnya "Ganesha, apakah kau bisa membunuh Kaisar Es?".


Ganesha sangat terkejut mendengar perkataan Shi Yan, ia berkata dengan ragu "Tuan, aku tidak akan berbohong padamu, bakat milikmu jauh lebih lemah daripada Rena. Tidak mungkin bisa menang melawan Kaisar dengan kekuatanmu sekarang, kecuali kau siap membayar harganya dengan hidupmu. Meskipun memakai hidupmu sekalipun, aku hanya yakin bisa menang sebanyak 50%, perbedaan kekuatan milikmu dan Kaisar sangat jauh".


Shi Yan masih berkata dengan tegas "Apakah aku memiliki kemungkinan untuk membunuh Kaisar Es jika membayarnya dengan hidupku?".


Ganesha semakin terkejut dengan perkataan Shi Yan, ia berkata dengan ragu "Tuan, kau tidak berpikir untuk mati bersama Kaisar Es bukan? Selama anda melarikan diri dar sini dengan bantuan Madam Sha dan berlatih beberapa tahun lagi, kau mungkin bisa membalas dendam kepada Kaisar Es tanpa harus mati, ini adalah cara membalas dendam terbaik".


"Ganesha!", Shi Yan yang masih duduk di samping mayat Rena berteriak penuh kemarahan "Sebagai seorang pria, bagaimana mungkin aku bisa melarikan diri saat wanitaku mati oleh musuh untuk membawa diriku pergi! Bahkan jika aku bisa melarikan diri dari sini, aku tidak akan bisa menjadi Kaisar lagi, kejadian hari ini pasti akan menjadi iblis di hatiku yang menganggu kultivasi milikku. Ganesha, apakah kau takut mati? Apakah Ganesha yang sangat sombong dan berani, sekarang sudah takut mati?".


Ganesha tidak marah terhadap ejekan Shi Yan, ia hanya berdiri dan berkata dengan tegas "Tuan, aku Ganesha tidak takut mati! Meskipun aku selalu berusaha untuk terus hidup dengan memakai tubuh manusia seperti yang aku lakukan pada tuan dulu, namun aku Ganesha tidak takut untuk mati di tengah pertarungan. Namun sebagai roh milik tuan, aku tidak tertarik untuk melihat tuan mati, lebih tepatnya semua roh pasti mengusahakan tuannya untuk hidup. Sejak bersama tuan, Ganesha sudah banyak belajar tentang ikatan, pertemanan dan keluarga, Ganesha sudah menganggap tuan sebagai keluarganya sendiri. Oleh karena itu, jika bisa Ganesha tidak tertarik untuk melihat tuan mati".


"Namun apa yang tuan katakan benar, jika tuan melarikan diri dari sini maka sebagai pria, kejadian hari ini pasti menjadi iblis di hati tuan yang mengganggu kultivasi tuan di masa depan. Kalau begitu, Ganesha akan bertanya kepada tuan lagi untuk memastikan. Apakah tuan sudah siap mati? Walaupun tuan gagal membunuh Kaisar Es sekalipun, apakah tuan sudah siap mati?".


Shi Yan memegang wajah Rena dengan lembut, lalu ia melepaskan tangannya dan berdiri, ada ketegasan di wajah Shi Yan "Ganesha, aku siap! Ayo kita tunjukkan, kemarahan kita! Ayo buat Kaisar Es membayar atas semua tindakan yang ia lakukan selama ini!".

__ADS_1


Ganesha yang ada di bentuk roh juga mulai berdiri, ada senyum lebar di wajahnya "Aku mengerti tuanku, ayo kita getarkan seluruh Dunia Kaisar! Ayo kita tunjukkan kepada dunia, kekuatan terakhir dari Shi Yan dan Ganesha!".


__ADS_2