KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 25 : HASIL PERTARUNGAN


__ADS_3

Bersamaan dengan teriakan kemenangan tetua tertua Sekte Beruang Tanah, sebuah teriakan ikut terdengar "Peperangan sudah berakhir, diberitahukan kembali kepada seluruh orang yang masih bertarung bahwa peperangan ini sudah berakhir, letakkan semua senjata kalian kembali! Jika ada yang masih bertarung maka kami tidak akan duduk diam sebagai penengah, semua peperangan ini sudah berakhir!".


Mendengar teriakan itu, tetua tertua semakin tersenyum penuh kemenangan sambil memegang bendera di tangannya "Hahahahaha, dengan kecerdasanku maka sekte kami masih bisa menang! Mereka berpikir bahwa memiliki roh suci zodiak sudah cukup untuk membuat mereka menang, tapi dihadapan kecerdasanku maka semua itu tidak berguna!".


Sebelum tetua tertua bisa senang lebih lama lagi, suara penengah itu kembali terdengar "Peperangan kali ini sudah berakhir, pemenangnya adalah Sekte Zodiak! Berdasarkan persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya, seluruh Sekte Beruang Tanah akan menjadi milik Sekte Zodiak, baik itu gelar sekte tingkat 9, bangunan sekte, senjata, buku teknik, sumber daya, hingga para murid. Semua hal itu yang menjadi milik Sekte Beruang Tanah akan diberikan kepada Sekte Zodiak, jika ditemukan walaupun hanya sedikit dari barang-barang yang seharusnya diberikan maka Sekte Beruang Tanah akan menjadi musuh Kelompok Pelindung Sekte kami!".


"Brak!".


Bendera di tangan tetua tertua jatuh ke tanah. Senyum di wajah tetua tertua membeku, ia tidak pernah berpikir bahwa dirinya kalah, padahal bendera milik musuh sudah berada di tangannya saat ini.


"Tidak mungkin! Pasti ada kesalahan disini! Penengah, aku sudah mendapatkan bendera milik musuh! Seharusnya aku adalah orang yang menang", teriak tetua tertua tidak menerima, ia berlari ke seorang penengah dari Kelompok Pelindung Sekte terdekat untuk menjelaskan hal ini.


Melihat tangan tetua tertua yang menarik-narik pakaiannya, wajah penengah itu menjadi jijik, belum lagi tetua tertua ini merupakan orang yang kalah serta tidak memiliki jabatan apa-apa lagi.


Oleh karena itu, penengah itu memukul tangan tetua tertua yang menarik pakaiannya sebelum berkata "Kami tidak mungkin salah, patriak Sekte Zodiak sudah mendapatkan bendera milik kalian dan membunuh patriak kalian. Aku sarankan lebih baik perhatikan dulu baik-baik bendera yang sudah kau dapatkan, sebelum dirimu menyalahkan kami".


Tetua tertua jatuh ke tanah akibat pukulan itu, tapi ia tidak peduli rasa sakit akibat pukulan tersebut. Ia berlari menuju bendera yang ia dapatkan sebelumnya untuk melihat bahwa bendera itu benar-benar palsu, ini hanya sebuah bendera putih tanpa lambang apapun.


"Penipuan! Mereka memakai cara tidak adil! Mereka mungkin membawa pergi bendera itu dari tempat pertarungan ini, dimana penengah! Berikan keadilan dan periksa keberadaan bendera musuh, mereka pasti melakukan sesuatu yang melanggar pertarungan", teriak tetua tertua.


Tapi para penengah tidak melakukan apapun, mereka hanya menatapnya penuh rasa jijik sebab mereka tahu bahwa tetua tertua ini sama sekali tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka kalah.

__ADS_1


Tidak ada yang menjawabnya membuat tetua tertua semakin marah, ia menunjuk ke arah Capricorn sambil berteriak "Kambing! Kalian pasti membawa bendera itu pergi dari area pertarungan ini! Kalian melanggar peraturan, apabila kalian memiliki keberanian maka bertarung lah dengan adil! Atau mungkin seekor kambing sama sekali tidak mengerti keadilan milik manusia?".


Senyum di wajah Capricorn yang ada di atas kambing menghilang dengan cepat, wajahnya berubah menjadi sedingin es. Capricorn belum pernah menunjukkan wajah ini sebelumnya, lebih tepatnya di depan Myro ataupun zodiak yang lain maka Capricorn pasti akan tersenyum ramah atau menangis seperti anak kecil yang lemah.


Sebelum tetua tertua bisa sadar, sosok Capricorn sudah ada di depan matanya.


Tapi kali ini Capricorn berbeda dari sebelumnya, ada 2 tanduk kambing besar pada kepalanya.


"Brak!".


Aura menakutkan muncul dari seluruh tubuh Capricorn, tekanan itu membuat tetua tertua jatuh terduduk di tanah akibat ketakutan, tetua tertua sama sekali tidak bisa berbicara akibat tekanan ini. Bahkan paman kambing yang selalu terlihat berani sudah duduk di sudut tempat ini, seluruh tubuhnya gemetar sebab aura milik Capricorn.


Aura anak-anak yang selalu ditunjukkan Capricorn sekarang sudah hilang sepenuhnya, saat ini ia terlihat seperti sosok yang memang cocok di sebut sebagai roh suci Zodiak.


Mulut tetua tertua terus bergetar, ia sudah menyesal untuk mengejek Capricorn. Ia berusaha untuk mengatakan sesuatu agar Capricorn membiarkannya hidup, tapi tekanan milik Capricorn sudah membuatnya tidak bisa lagi untuk berbicara.


"Manusia, kau tidak sehebat itu untuk dibunuh langsung oleh tanganku sendiri, lebih baik biarkan paman kambing yang melakukannya", kata Capricorn yang tidak peduli lagi terhadap semut di depannya.


Tanduk di kepalanya menghilang, bersamaan dengan itu maka seluruh aura menakutkan milik Capricorn menghilang juga.


Capricorn kembali tersenyum cerah lagi seperti anak-anak "Paman kambing, kau bisa membunuh orang ini".

__ADS_1


Paman kambing yang ada di sisi lain berdiri dengan cepat, ia takut membuat Capricorn marah. Meskipun begitu, seluruh tubuhnya masih bergetar. Tekanan Capricorn memang menghilang, tapi ia masih tidak bisa melupakan rasa takut akibat tekanan itu.


"Mbeeeee!", paman kambing berteriak penuh kemarahan, ia berlari menuju tetua tertua dan menusuknya memakai tanduk sampai mati.


Menurutnya tetua tertua lah yang membuat Capricorn marah, apabila tetua tertua tidak banyak berbicara sebelumnya maka ia tidak perlu merasakan aura menakutkan milik Capricorn.


Ketika tetua tertua baru terbunuh, Myro dan yang lainnya datang ke tempat tersebut.


"Tuan, kau akhirnya kembali!", teriak Capricorn yang sangat senang atas kedatangan Myro, ia memeluk Myro tanpa sedikitpun aura dari roh suci zodiak lagi.


Myro menatap mayat-mayat yang ada di sekitar sambil mengangguk "Kerja yang baik Capricorn, nampaknya kau berhasil menjaga bendera itu sampai akhir. Aku sebelumnya mendengar dari para penengah bahwa tetua tertua musuh berhasil merebut bendera itu, tapi ternyata bendera itu merupakan bendera palsu. Hal ini membuat beberapa penengah mulai menjadi curiga juga, oleh karena itu dimana kau menyembunyikan bendera itu? Kita harus menunjukkan bahwa kita tidak melanggar peraturan apapun".


"Ini--", Capricorn memegang kepalanya dengan ragu-ragu.


"Apakah kau benar-benar melanggar peraturan?", kata Myro yang menatap Capricorn dengan aneh sebab Myro yakin bahwa Capricorn tidak akan melakukan ini, setidaknya ia tidak pernah melakukan apapun yang merugikan Myro sebelumnya.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain, paman kambing! Kembalikan benderanya!", kata Capricorn memanggil paman kambing.


Bersamaan dengan perkataan Capricorn, paman kambing menggali tanah sebelum duduk di sana.


Melihat gerakan aneh paman kambing, Myro merasakan firasat buruk sehingga ia memutuskan untuk menjauh lebih dulu dari tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2