KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 153 : MEMBAKAR


__ADS_3

Mendengar perkataan Myro, pemimpin itu segera menjadi ragu-ragu "Tuan, bagaimana jika saya hanya menunjukkan alamat Villa Gorf kepada anda?".


Myro mendekatkan pedangnya tanpa ragu ke leher pemimpin tersebut dan berkata dengan dingin "Kau pikir aku bodoh? Jika aku melepaskan mu maka kau pasti melaporkan kejadian ini kepada Gorf atau bahkan Kaisar Teknologi!".


"Tuan! Saya tidak berani!", kata pemimpin itu yang semakin gemetar ketakutan sebab ia bisa merasakan rasa sakit dari goresan pedang Myro yang ada di lehernya "Apabila saya ikut bersama anda maka Gorf ataupun Kaisar Teknologi pasti mengetahui bahwa aku berkhianat, selama mereka mengetahui itu maka tidak ada lagi tempat untuk saya hidup! Mereka pasti membunuhku!".


"Nampaknya kau salah paham disini", kata Myro tidak peduli atas hidup dan mati orang ini "Jika kau tidak membawaku ke villa Gorf maka kau pasti mati sekarang, namun selama kau membawaku ke sana maka ada kemungkinan Gorf ataupun Kaisar Teknologi tidak membunuhmu, bagaimanapun ketika Gorf mati maka ia tidak bisa melaporkan pengkhianatan mu ke Kaisar Teknologi. Pilihlah, mati sekarang atau memiliki kemungkinan hidup?".


Pemimpin itu berpikir dengan cepat, meskipun ia tidak percaya Myro bisa mengalahkan Gorf ataupun Kaisar Teknologi, namun ia hanya bisa mengikuti perkataan Myro. Seperti yang Myro katakan tadi, apabila ia menolak maka dirinya pasti mati sekarang juga, tetapi jika ia menerimanya dan Myro kalah maka Gorf ataupun Kaisar Teknologi kemungkinan membesar pasti memburunya sampai mati. Oleh karena itu, saat mengetahui bahwa Myro sudah kalah nanti maka ia harus melarikan diri secepat mungkin, dengan cara tersebut maka ia memiliki kemungkinan untuk bertahan hidup.


Setelah memikirkan hal tersebut, pemimpin itu menarik nafasnya dan menjadi tegas "Saya setuju membawa tuan ke sana, jadi biarkan saya tetap hidup".


Myro kembali menyimpan pedangnya, sebuah senyum ramah kembali muncul di wajah Myro "Sangat cerdas! Kau membuat pilihan yang tepat, kalau begitu mulailah berjalan dan bawa aku menemui Gorf! Tunggu dulu, sepertinya aku belum tahu namamu".


Pemimpin itu berdiri sangat kesulitan sebab seluruh kakinya bergetar akibat masih ketakutan terhadap Myro, ia bergetar dengan mulut gemetar "Tuan bisa memanggil saya Verki, saya merupakan kapten penjaga penginapan ini dan ditunjuk langsung oleh Gorf".


Myro mengangguk, Verki mulai berjalan pergi dari ruangan ini untuk membawa Myro. Tapi sebelum mereka pergi, Verki membersihkan ruangan itu dulu agar terlihat tidak ada masalah, terutama mayat serta darah yang ada di sekitar ruangan ini.

__ADS_1


Lagipula semua pegawai di penginapan ini merupakan kaki dan tangan Gorf seperti dirinya sebelum bertemu dengan Myro, oleh karena itu ia harus membersihkan semua jejak ini agar tidak membuat kecurigaan oleh pegawai di penginapan ini serta melaporkannya ke Gorf.


Setelah semuanya pergi, Verki kembali membawa Myro ke meja depan, di sana kali ini bukan hanya terdapat robot melainkan seorang wanita dengan senyum ramah "Tuan Verki, bagaimana? Apakah tugas yang diberikan Tuan Gorf sudah selesai?".


Walaupun terlihat ramah, wanita di meja depan itu menatap Verki dengan curiga, lagipula Verki sebelumnya datang membawa banyak orang tapi ketika sudah dari kamar Myro maka hanya tinggal ia sendirian bersama Myro yang seharusnya menjadi target Verki.


Oleh karena itu, wanita itu diam-diam berbicara dengan ramah bersama Verki, padahal tangannya yang lain sudah mengambil hp untuk menghubungi Gorf tentang keanehan ini.


Sebelum ia bisa mengambil hp, Verki sudah menarik pedangnya dan menebas kepala wanita itu dan berkata dengan dingin "Semakin banyak kau tahu maka semakin cepat dirimu mati!".


Myro sedikit mengangguk, ia sebenarnya bisa menyimpan semua mayat ke cincin penyimpanan miliknya, tetapi setelah berpikir sebentar maka Myro memiliki ide "Lebih baik kita membakar seluruh penginapan untuk menghilangkan jejak".


Mendengar ide Myro, mata Verki bersinar tapi langsung menjadi redup lagi "Tuan, penginapan ini memiliki ukuran yang sangat besar dan terbuat dari besi khusus, sangat sulit untuk membakar--".


"Booooom!".


Tanpa menunggu perkataan Verki lagi, Myro menebas Pedang Cahaya Matahari yang membuat ledakan besar di tempat ini. Penginapan yang dibuat dari bahan khusus yang tidak mudah terbakar langsung menjadi terbakar dengan sekali tebasan dari Myro, Verki membuka mulutnya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya.

__ADS_1


"Kenapa kau berdiri seperti orang bodoh, ayo pergi dari sini", kata Myro yang berjalan pergi dari penginapan ini.


Verki kembali sadar, ia menatap ke arah penginapan yang terbakar sebelum kembali melihat Myro, kali ini ada sedikit harapan di mata Verki bahwa Myro mungkin bisa mengalahkan Gorf.


Meskipun dirinya seorang Prajurit Martial, Gorf menggunakan alat serta bahan terbaik untuk membuat penginapan ini, hal tersebut yang membuat penginapan ini menjadi yang terbaik di kota dan tidak mudah dihancurkan, bahkan kekuatan penuh Verki tidak bisa menghancurkannya.


Tetapi Myro bisa menghancurkan penginapan ini dengan sekali tebasan, oleh karena itu Verki sekarang memiliki kepercayaan yang besar pada Myro "Tuan, tunggu! Saya akan membawa anda menuju Gorf dan mengalahkannya!".


Kali ini Myro hanya perlu diam, Verki adalah orang yang mencari kendaraan dan Myro hanya perlu mengikutinya. Myro dan Verki pergi dari Penginapan Gorf ketika orang-orang di sana sibuk memadamkan api dan melarikan diri, terutama pelanggan yang tinggal di lantai atas, mereka sangat ketakutan bangunan ini runtuh sebelum mereka bisa lari.


Meskipun tidak berbicara, Myro selalu mengamati Verki secara diam-diam agar siap bergerak kapanpun ia melakukan tindakan bodoh.


Tidak lama kemudian, mobil terbang dimana Myro berada berhenti.


Myro membuka pintu mobil dan turun dari sana untuk menemukan bahwa mereka berada di depan sebuah villa besar, daripada villa maka tempat ini lebih cocok di sebut sebagai istana.


Villa ini memiliki gerbang besi raksasa serta di tutupi oleh tembok batu setinggi 5 meter, Verki yang ada di samping Myro dan baru turun dari membayar biaya mobil tadi menjelaskan "Villa ini memiliki luas seperti sebuah kota, bahkan orang-orang menyebut Villa Gorf sebagai sebuah kota kecil. Selain itu, terdapat puluhan ribu kultivator yang berjaga-jaga di sekitar rumah, ada banyak sekali Prajurit Martial, Jendral Martial, atau bahkan Raja Martial yang menjaga seluruh rumah ini. Selain itu tembok ini memiliki aliran petir yang menjaganya, Prajurit Martial sekalipun bisa mati ketika mengenai aliran petir pada tembok villa ini. Apakah tuan masih yakin untuk menyerang villa ini? Saya sarankan kita kembali dulu dan membuat beberapa persiapan, lebih baik mencari bantuan orang lain yang kuat juga".

__ADS_1


__ADS_2