KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 241 : PERGI


__ADS_3

Pada pagi hari, Zhi Li bangun pagi-pagi sekali dengan wajah penuh semangat, bagaimanapun ia sudah lama tidak bertemu Myro sehingga ia sangat senang bertemu dengan Myro lagi.


Pada awalnya Myro pergi selama setahun dan berada di sekte ini kurang dari sehari sebelum pergi lagi, oleh karena itu Zhi Li merasa sangat senang saat Myro kembali kesini lagi.


Ia dengan cepat bangun dan membuat sarapan untuk dirinya sendiri, Myro serta Tiamat.


Ketika Zhi Li sedang sibuk memasak, sosok Yura muncul di dapur sambil berkata dengan wajah baru bangun tidur "Ibu, kenapa kau sudah membuat sarapan pagi-pagi seperti ini? Apakah ada sesuatu yang penting hari ini?".


Sebagai ibu dan anak walaupun tidak sedarah, Zhi Li dan Yura tinggal bersama. Lagipula rumah setiap tetua sangat besar, bahkan terlalu besar bagi seseorang untuk tinggal sendirian di rumah seperti ini. Jadi hal ini yang membuat para tetua membiarkan pelayan datang ke rumah mereka baik itu untuk membersihkan rumah ataupun menyiapkan makanan dan masalah sehari-hari lainnya.


Tetapi Zhi Li sama sekali tidak tertarik mencari pelayan untuk melakukan semua ini, baik itu memasak ataupun bersih-bersih maka Zhi Li melakukannya sendiri.


Terutama masalah memasak sebab Zhi Li pernah mendengar bahwa untuk menarik perhatian seorang pria, maka harus menarik perhatian perutnya dulu. Hal ini membuat Zhi Li semakin semangat untuk belajar memasak, padahal sebagian besar kultivator sama sekali tidak tertarik untuk mempelajari hal itu.


Kultivator hanya perlu memasak makanan mereka tanpa memikirkan mengenai rasa, jadi hampir semua kultivator tidak belajar memasak.


Zhi Li meletakkan semua sarapan Yura di atas meja sebelum berkata "Bersihkan wajahmu, setelah itu maka kau baru boleh sarapan. Aku dengar kau memiliki kelas pelajaran pertarungan pagi ini? Jangan sampai meninggalkan kelas lagi hanya karena lawan mu lebih lama, bagiamanapun ayah sangat mementingkan latihan mu".


"Aku mengerti!", kata Yura mengangguk tegas, lalu ia menemukan bahwa Zhi Li membawa sebuah kotak makan bersamanya dan akan pergi dari sini.


Yura bukan orang bodoh, ia langsung mengerti kenapa Zhi Li tiba-tiba sudah membuat sarapan sepagi ini "Ibu, meskipun ayah dan ibu belum benar-benar bersama tapi kalian sudah sangat dekat. Bahkan ibu membuat sarapan dan membawanya ke ayah pagi-pagi seperti ini, nampaknya tidak lama lagi kalian akan menikah".


"Apa yang kau katakan pagi-pagi seperti ini!", kata Zhi Li dengan wajah malu "Cepat habiskan sarapan mu dan pergi ke kelas, jangan sampai telat".

__ADS_1


Setelah itu Zhi Li pergi dari tempat ini, ia takut membuat Myro menunggu terlalu lama.


Sepanjang jalan menuju rumah Myro, Zhi Li tersenyum senang.


Baik itu tetua ataupun murid yang lewat sepanjang jalan sedikit terkejut sebab senyum di wajahnya Zhi Li sekarang menunjukkan bahwa ia sedang sangat senang, sebagian besar murid ataupun tetua baru ini sama sekali tidak mengetahui tentang Myro. Bagaimanapun Myro sudah lama tidak berada di sekte, hal ini membuat mereka lebih menganggap Zhi Li sebagai pemimpin sekte.


Oleh karena itu, mereka sedikit terkejut menemukan Zhi Li yang selalu tegas terlihat sangat senang hari ini.


Walaupun begitu tidak ada seorangpun yang berani bertanya, mereka hanya berdiri di samping agar tidak menganggu jalan Zhi Li.


Zhi Li tidak memperdulikan tatapan orang di sekitarnya, ia sampai ke rumah Myro dengan waktu kurang dari 5 menit.


Saat membuka pintu rumah Myro, Zhi Li menemukan lampu masih mati.


Tidak ada jawaban apapun dari kamar itu, Zhi Li mencoba mengetuk selama 5 kali sebelum memutuskan untuk membuka pintu tersebut.


Ketika pintu kamar tersebut dibuka, Zhi Li menemukan bahwa kamar ini masih sangat bersih yang menunjukkan bahwa Myro tidak beristirahat disini tadi malam "Apakah guru ada di ruang kerjanya?".


Zhi Li memutuskan untuk pergi ke ruang kerja Myro, tapi masih tidak ada jawaban saat Zhi Li mengetuk pintu ruang kerja Myro tersebut.


Karena Myro tidak pernah melarang Zhi Li untuk membuka ruang kerjanya baik itu kemarin malam atau hari lainnya, Zhi Li memutuskan untuk membuka pintu ruang kerja itu dan memeriksa keberadaan Myro.


Ruang kerja ini juga masih sangat bersih, nampaknya Myro juga tidak berada disini semalam.

__ADS_1


Waktu Zhi Li berencana menutup pintu ruang kerja ini dan mencari Myro di tempat lain, Zhi Li menyadari terdapat sebuah kertas yang ada di atas meja ruang kerja tersebut.


Zhi Li berjalan mengambil kertas tersebut dan mulai membaca tulisan pada kertas tersebut.


"Aku memiliki hal penting yang harus dilakukan, jadi aku kembali pergi untuk sementara waktu. Jangan khawatirkan aku, tetap kelola Sekte Zodiak seperti sebelumnya bahkan jika aku tidak ada".


Zhi Li sangat mengenal tulisan Myro sehingga ia yakin bahwa surat ini tidak dipalsukan, melainkan ini surat dari Myro asli.


Zhi Li melipat surat itu dan menyimpan di kantongnya, Myro memang sering pergi secara tiba-tiba namun kali ini Myro tidak memberitahu siapapun masalah kepergiannya, ia hanya meletakkan sebuah surat yang tidak pernah Myro lakukan sebelumnya.


Zhi Li melihat ke arah jendela dengan rasa khawatir "Kenapa aku memiliki firasat buruk terhadap guru?".


Wajah Zhi Li pada awalnya terlihat sangat khawatir, tapi ia dengan cepat menggelengkan kepalanya lagi sambil berkata "Tidak guru pasti tidak mengalami masalah apapun sebab guru adalah sosok terkuat! Apa yang perlu aku lakukan hanyalah kembali bekerja sampai guru kembali lagi, seperti guru yang sudah pergi selama setahun, aku yakin kali ini guru pasti kembali lagi juga!".


Sebenarnya saat ini Zhi Li hanya berusaha menekan rasa khawatirnya dengan mengatakan semua itu, padahal Zhi Li selalu merasa memiliki firasat buruk bahwa sesuatu akan terjadi pada Myro.


...----------------...


Di Dunia Kaisar, terdapat sebuah kota raksasa yang sudah berubah menjadi reruntuhan tanpa seorangpun yang tinggal disini.


Dulunya kota ini merupakan wilayah yang sangat makmur di Dunia Kaisar, tapi perlahan-lahan kota ini ditinggalkan akibat hilangnya sumber daya tambang di tempat ini.


Oleh karena itu, kota besar yang dulunya sangat hidup berubah menjadi tanah kematian dimana tidak ada seorangpun yang tinggal disini, kota ini hanya memiliki rumah-rumah yang sudah ditinggalkan hingga menjadi reruntuhan yang tidak terawat sedikitpun.

__ADS_1


Saat ini ada sosok seorang pria yang berjalan di kota yang sudah menjadi reruntuhan ini, pria itu melihat ke arah kiri dan kanan sambil berkata "Tidak peduli berapa kali pun aku melihat kota ini, pada akhirnya kota ini masih merupakan kota yang mati tanpa seorangpun yang tinggal, benar-benar sangat cocok dijadikan sebagai tempat pertarungan besar!".


__ADS_2