
Ketika Cancer sedang disibukkan oleh Capricorn, Lars duduk di level 4 dari tambang. Ia sudah menjaga tambang seja Myro pergi, sebagai tetua tempat ini maka Lars akan menjaga tambang setiap harinya dan hanya mendapatkan liburan sebulan sekali.
Lars duduk di level 4 dan menatap tambang yang kosong ini "Setiap kali waktunya makan siang, tambang ini memang terasa sangat kosong. Apakah aku juga harus makan makanan yang sudah aku siapkan? Lagipula para murid seharusnya tidak akan kembali sebelum waktunya makan siang selesai".
Setelah berpikir sebentar, Lars mengambil kotak makan siang miliknya. Ia sudah menjaga tambang selama beberapa hari yang membuat ia tahu bahwa para murid tidak akan ada di tambang sebab mereka harus kembali ke sekte untuk makan siang.
Ketika Lars membuka makan siangnya dan akan mulai makan, sebuah suara wanita muncul dari belakangnya "Kau makan siang disini sendirian? Apakah kau tidak merasa bosan?".
"Siapa itu?", Lars langsung berbalik akibat terkejut, ia sama sekali tidak bisa merasakan keberadaan siapapun sebelumnya sehingga kemunculan wanita ini sangat mengejutkan.
Saat Lars menatap orang yang datang, rasa hati-hati hilang dari wajahnya "Ternyata Nona Libra, kenapa anda repot-repot datang kesini? Apakah tuan memiliki tugas yang harus saya lakukan?".
Orang yang memanggil Lars barusan adalah Libra yang memakai pakaian pelayannya, Libra tersenyum sopan sebelum berkata "Tidak ada masala apapun, tuan hanya memberitahuku untuk datang ke sekte dan melakukan pemeriksaan apabila musuh menyerang lagi".
Wajah Lars langsung membeku, ia tidak percaya terhadap Libra yang tersenyum. Bagaimanapun ia sudah pernah melihat Libra, tapi setiap kali Lars bertemu Libra maka wajahnya pasti akan sangat datar, lebih tepatnya Libra tidak pernah tersenyum maupun marah yang hampir seperti robot.
Tiba-tiba firasat buruk muncul di hati Lars, lagipula Myro sudah memperingatkan mereka sebelumnya agar tidak terlalu mempercayai para zodiak kecuali Myro bersama mereka. Apalagi Libra yang ada di depannya sangat aneh, Libra tidak mungkin tersenyum.
Walaupun ia sudah tahu ada keanehan, Lars masih tersenyum sopan sedangkan tangannya yang lain bergerak secara diam-diam untuk mengambil pedang di belakang tubuhnya "Ternyata tuan mengirim Nona Libra kesini untuk memeriksa, kalau begitu saya akan melaporkan bahwa tidak ada yang aneh pada tambang ini, semuanya berjalan normal tanpa masala sedikitpun".
"Apakah semuanya benar-benar berjalan normal?", kata Libra masih tersenyum pada Lars, tetapi senyum itu membuat Lars merasa sangat dingin "Jika tidak ada yang aneh disini maka aku akan bertanya padamu, kenapa kau harus mencoba mengambil pedang milikmu? Bukankah kau sudah menyadari ada yang aneh disini?".
Wajah Lars berubah sebab dirinya sudah ketahuan, Lars mengambil pedangnya tanpa ragu sebelum melemparkan pedang itu kepada Libra, ia memakai banyak sekali energi untuk melemparkan pedang tersebut.
__ADS_1
Setelah melakukan itu maka Lars tidak lagi menyerang Libra, ia tahu bahwa dirinya tidak akan bisa menang.
Jadi sebuah sayap malaikat putih muncul di belakang Lars, ia melakukan penggabungan bersama roh suci malaikat miliknya sebelum berbalik serta terbang pergi dari tempat ini secepat mungkin.
Kecepatan Lars sangat cepat sebab roh malaikat merupakan bagian dari roh yang memiliki kemampuan terbang tercepat.
"Brak!".
Libra memukul pedang Lars yang akan menusuknya dengan mudah, padahal Lars memakai banyak sekali energi pada pedang itu tapi Libra menghentikannya seakan-akan itu hanyalah sebuah serangga kecil.
"Ternyata kau memang menyadari sesuatu yang aneh disini, tapi kenapa kau pergi begitu cepat? Padahal aku sama sekali tidak memberimu izin untuk melarikan diri, oleh karena itu kau tidak bisa pergi! Anak-anak, tangkap dan makan pria tersebut!", teriak Libra yang menunjuk ke arah Lars, tidak ada kepanikan sedikitpun pada wajah Libra seperti dirinya sudah yakin bahwa Lars tidak bisa melarikan diri dari tangannya.
"Brak!".
Monster itu berlari untuk mengejar Lars, tapi Lars sangat cepat serta sudah terbang lari lebih dulu sehingga monster cacing ini tidak akan bisa mengejarnya.
"Cacing bodoh, kau tidak akan bisa menangkapnya apabila kau selambat itu!", kata Libra yang sangat tidak senang terhadap monster cacing ini "Nampaknya tidak ada pilihan lain selain memakai kemampuanku, jika tidak maka cacing bodoh ini pasti tidak akan bisa menangkapnya!".
Sebuah timbangan emas raksasa perlahan-lahan muncul di belakang Libra, lalu sebuah senyum percaya diri muncul di wajahnya "Aku adalah Libra sang Timbangan, lambang dari ketidakadilan karena diriku merupakan timbangan yang berat sebelah!".
Perlahan-lahan timbangan di belakang Libra yang sebelumnya saling seimbang berubah menjadi berat sebelah, bersamaan dengan perubahan timbangan Libra maka perubahan juga terjadi pada Lars dan monster cacing itu.
Lars merasa seluruh tubuhnya sangat berat, bahkan gerakan terbangnya menjadi lebih lambat seakan-akan ada sebuah batu di atas tubuhnya yang membuat ia menjadi lebih lambat.
__ADS_1
Berbeda dari Lars, monster cacing itu bergerak semakin cepat, ia terus mengurangi jaraknya dari Lars dan hanya masalah waktu sebelum Lars akan tertangkap olehnya.
Libra tertawa keras melihat semua yang terjadi "Hahahahaha, lari lah! Lari degan seluruh kekuatan yang kau miliki, jangan sampai aku menangkap mu sebab kau pasti akan menyesal apabila jatuh ke tanganku!".
Libra sekarang ikut berlari bersama monster cacing, bahkan kecepatan lari Libra jauh lebih cepat daripada monster cacing tersebut, padahal Libra sama sekali tidak memakai kekuatan timbangan untuk mempercepat dirinya. Libra hanya memakai kekuatan timbangan untuk mempercepat monster cacing tersebut.
Ketika Lars sudah akan terkejar, ia akhirnya menemukan lubang yang mengarah ke atas yaitu kembali ke sekte.
Senyuman muncul di wajah Lars, ia terbang ke atas tanpa ragu untuk melarikan diri dari tempat ini.
Lars terbang memakai seluruh kekuatannya sampai dirinya sudah sangat dekat dari cahaya terang di akhir jalan ini, artinya jalan kembali ke sekte sudah ada di depan mata. Saat Lars mengulurkan tangannya untuk menangkap cahaya tersebut, sebuah suara tembakan terdengar.
"Dorrrrr!".
Lars memuntahkan seteguk darah, ia menatap ke arah jantungnya yang memiliki lubang akibat tembakan peluru.
Akibat tembakan tersebut, sayap di belakang tubuh Lars sama sekali tidak bisa digerakkan lagi, nampaknya peluru ini tidak sama dengan peluru normal.
Lars yang sudah dekat dari cahaya jatuh kembali ke tanah, ketika ia jatuh maka Lars menemukan bahwa monster cacing itu sudah membuka mulutnya yang dipenuhi gigi tajam, ia sudah siap untuk memakan Lars.
Di samping monster cacing raksasa itu, Libra berdiri sambil memegang sebuah senapan di tangannya, orang yang menembak Lars barusan adalah Libra.
Tubuh Lars yang sudah tidak bisa menggerakkan sayapnya lagi jatuh ke arah mulut cacing raksasa, manusia manapun pasti tidak akan bisa lagi bertahan hidup selama jantung mereka sudah hancur, begitu juga yang terjadi pada Lars saat ini.
__ADS_1