KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 212 : PERTEMUAN SECARA KEBETULAN


__ADS_3

"Diriku-- Tidak, lebih tepatnya Gristi, semuanya aku serahkan kepadamu!", kata Madam Sha tersenyum lembut.


Tanpa ragu sedikitpun, Madam Sha memakai Rune Waktu di tangannya, lalu ia menutup matanya sebab ia tahu bahwa waktunya sudah habis. Madam Sha tentunya sudah menggunakan Rune Waktu cukup banyak sehingga ia tidak terlalu terkejut, tapi kali ini berbeda dari sebelumnya.


Madam Sha menggerakkan kekuatan Rune Waktu agar memindahkan roh miliknya ke tubuh Gristi yang sudah kehilangan jiwa aslinya, Madam Sha sudah sangat ahli memakai Rune Waktu ini sehingga ia bisa berpindah ke tubuh Gristi tanpa masalah.


Saat semua persiapan sudah selesai, Madam Sha sudah siap bahwa dirinya akan kembali menjadi anak-anak lagi, namun kali ini ia harus berada di tubuh Gristi.


Ia merasa seluruh kesadarannya mulai menghilang.


Tidak diketahui berapa lama waktu berlalu, Madam Sha yang merasa seperti berada di tengah kegelapan akhirnya bisa menemukan sebuah sinar cahaya yang terang.


Waktu sinar cahaya itu mendekati dirinya, Madam Sha tahu bahwa ia akan kembali ke masa lalu sebagai Gristi.


Madam Sha membuka matanya dan menemukan bahwa ia sedang menatap langit biru, ia mengalihkan penglihatannya ke arah kiri serta kanan untuk menemukan bahwa ia berada di tengah taman bunga yang sangat luas.


Taman bunga tersebut memiliki ukuran yang sangat besar serta bunga berwarna-warni yang ada di sekitar, Madam Sha yang berbaring di tengah taman bunga tersebut segera duduk penuh kebingungan.


"Dimana aku? Bukankah aku sekarang seharusnya menjadi Gristi? Aku tidak yakin ada taman bunga secantik ini di kota asal tempat tinggal Gristi, bagaimanapun aku sudah melihat bahwa kota tempat ia tinggal hanyalah sebuah kota kecil yang tidak terlalu maju. Oleh karena itu, ini pasti bukan kota tempat Gristi tinggal", kata Madam Sha yang berdiri dengan bingung.


Ia berusaha mengamati tubuhnya baik itu tangan ataupun kakinya untuk menemukan bahwa ia masih berada di tubuhnya sendiri yaitu tubuh Sha Rein, walaupun tidak bisa melihat wajahnya secara langsung tapi Rein tahu hanya melalui tangan dan kakinya bahwa ia masih berada di tubuh lamanya.

__ADS_1


"Apakah gagal? Tidak, seharusnya Rune Waktu tidak akan gagal seperti ini, lagipula aku sudah menggunakannya ribuan kali dan selalu berhasil", kata Rein yang menolak bahwa Rune Waktu gagal, menurutnya kemungkinan Rune Waktu gagal sangatlah kecil.


Karena tidak bisa memikirkan alasannya, Rein memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman bunga ini. Lagipula tidak ada gunanya untuk terus berpikir jika tidak mengetahui jawabannya, lebih baik mencari petunjuk yang ada di sekitarnya untuk mencari tahu jawaban dari semua pertanyaan yang ia miliki.


Rein mulai berjalan di sekitar taman bunga ini selama sejam untuk menemukan bahwa ia tidak menemukan apapun selain bunga, tidak peduli kemana ia melihat maka ia hanya bisa menemukan bunga.


Ketika Rein berpikir bahwa tempat ini mungkin hanyalah taman bunga tanpa akhir, sebuah rumah kayu kecil terlihat di antara tumpukan bunga ini.


Walaupun rumah kayu itu sangat kecil hingga sulit terlihat, Rein yang memiliki mata tajam bisa menemukannya di tengah tumpukan bunga tersebut.


Rein berlari ke arah taman bunga itu tanpa ragu, ia tidak memikirkan apakah rumah itu adalah jebakan atau tempat persembunyian monster, lagipula tidak ada jalan lain untuk pergi dari taman bunga ini.


Ketika Rein baru tiba di depan rumah tersebut, ia melihat sosok seorang pria yang duduk di halaman kayu rumah tersebut sambil mengamati bunga-bunga yang ada di sekitarnya.


Semakin Rein dekat dari pria tersebut maka langkahnya semakin melambat sampai akhirnya ia berhenti sepenuhnya, seluruh tubuh Rein bergetar dengan hebat saat ini.


Tidak peduli seberapa lama waktu berlalu, bahkan miliaran tahun sekalipun, Rein pasti tidak akan bisa melupakan sosok yang sedang duduk di halaman rumah kayu tersebut.


Sosok pria ini merupakan sosok yang selalu diingat Rein, ia mengulangi waktu berkali-kali hingga hampir putus asa, semuanya Rein lakukan untuk orang ini.


Rein menutup mulutnya dengan tangan gemetar, air mata jatuh dari wajahnya dan ia berkata penuh keraguan "Guru--".

__ADS_1


Sosok pria yang duduk di halaman itu juga terkejut, ia berbalik untuk menunjukkan bahwa wajahnya sangat mirip dengan Myro kecuali ia terlihat lebih tua.


Pria tersebut menatap Rein, pada awalnya ia memiliki wajah terkejut tapi langsung digantikan oleh senyuman lembut "Lama tidak bertemu, murid ku Rein! Bukankah guru sudah memperingatkan mu dari awal bahwa tidak peduli seberapa banyak kau mengulang waktu, orang yang seharusnya mati belum tentu bisa tetap hidup. Apabila kau masih keras kepala maka kau mungkin mengalami rasa sakit serta putus asa yang hampir membunuh dirimu sendiri, bukankah guru sudah pernah mengingatkanmu mengenai hal tersebut?".


Air mata kali ini jatuh dari wajah Rein tanpa henti, ternyata orang di depannya benar-benar gurunya.


Walaupun tidak mengerti kenapa gurunya bisa ada disini, Rein melangkah maju dan memeluk Myro seperti anak kecil "Guru, bukankah aku juga sudah memberitahu anda bahwa tidak peduli seberapa lama aku harus mengulang waktu, jika itu untuk guru maka Rein tidak akan ragu!".


Melihat sikap Rein yang memeluknya seperti anak kecil, Myro memegang kepala Rein dengan lembut seperti seorang ayah "Kau sudah mengalami sesuatu yang sangat berat selama ini, Rein!".


Rein menggelengkan kepalanya dengan cepat "Tidak, ketika aku bertemu lagi dengan guru maka rasanya semua rasa sakit dan putus asa itu sudah terbayarkan".


"Kita bisa bertemu lagi disini, apakah ini takdir? Atau mungkin kebetulan? Tidak peduli apapun alasannya, kau tidak memiliki banyak waktu untuk tetap disini Rein. Kau masih harus kembali ke dunia, bukan tetap berada di aliran waktu bersamaku", kata Myro yang mengingatkan Rein.


"Tidak, selama aku bersama guru maka aku tidak keberatan! Rein tidak keberatan harus tinggal di taman bunga ini setiap harinya, apabila Rein bisa bersama guru", kata Rein menolak dengan tegas.


"Tapi guru tidak bisa membiarkan kau melakukan hal tersebut", kata Myro "Apalagi guru yang ada di depanmu ini hanyalah sosok jiwa tanpa tubuh maupun roh Zodiak. Seiring berjalannya waktu, sosok jiwa guru ini pasti akan mati dimakan oleh aliran waktu".


Rein yang baru melepas pelukannya pada Myro langsung menjadi sedih mendengar hal tersebut, padahal ia berpikir bahwa ia akhirnya bisa tinggal bersama Myro disini mulai hari ini, selama bersama Myro maka Rein tidak keberatan untuk tinggal di taman bunga yang kosong ini.


Namun setelah mengetahui bahwa Myro ini hanyalah jiwanya dan bisa hilang seiring waktu, Rein tahu bahwa dirinya harus berjuang lagi.

__ADS_1


Rein menarik nafasnya dan menekan rasa kecewa tersebut, bagaimanapun ia sudah mengalami banyak rasa kecewa dan putus asa berkali-kali sehingga ia kembali normal dengan cepat "Guru, apa yang harus Rein lakukan agar guru bisa tetap hidup?".


Myro memegang wajahnya yang sudah cukup tua tersebut sambil berpikir, lalu berkata "Guru tidak tahu cara pastinya, bagaimanapun guru belum pernah mengulangi waktu agar orang lain bisa tetap hidup. Tetapi guru bisa mengajarimu kemampuan terkuat guru, selama kau mempelajari itu maka guru yakin kemungkinan kau berhasil kali ini bisa menjadi lebih besar, apalagi diri guru yang jahat pasti akan terkejut mengetahui bahwa kau memiliki kemampuan ini. Selain itu, kau juga harus memberitahukan kemampuan ini kepada diri guru yang asli, apa yang akan guru ajarkan kepadamu adalah Aliran Pedang Zodiak, teknik pedang terkuat dari semua kemampuan yang pernah guru pelajari dan buat!".


__ADS_2