
Penthesilea dan para petarung Amazon sekarang sedang sibuk, lebih tepatnya Penthesilea membiarkan para petarung Amazon untuk membawa tungku terbaik mereka menuju rumahnya.
Lebih tepatnya mereka hanya memiliki 1 tungku obat di desa ini, bagaimanapun para petarung Amazon tidak terlalu sering membuat obat memakai tungku sehingga mereka tidak terlalu membutuhkan banyak tungku.
Ketika sebuah tungku perunggu muncul di depan Myro yang sedang menunggu di rumah Penthesilea, wajah Myro sedikit suram.
"Tungku apa ini? Apakah kalian tidak pernah merawatnya? Di antara semua tungku yang aku pernah lihat, tungku ini memiliki keadaan paling buruk. Aku tidak tahu apakah tungku ini bisa menahan panas dari pembuatan obat yang aku lakukan", kata Myro sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap keadaan tungku ini.
Mendengar hal tersebut, Penthesilea hanya bisa berkata dengan malu "Tuan, tungku ini merupakan milik ahli pengobatan desa beberapa tahun yang lalu, namun sejak ia sudah mati maka tidak ada lagi yang merawat tungku ini, lebih tepatnya tidak ada lagi seorangpun yang menggunakan tungku ini sehingga menjadi seperti ini".
Myro hanya bisa menggelengkan kepalanya sedikit "Nampaknya tidak ada pilihan lain, aku rasa tungku ini masih bisa digunakan selama aku menahan sedikit kekuatan api milikku agar tungku ini tidak hancur".
Karena Myro sudah kembali ke kamar Penthesilea maka Cesi bisa melihat semua hal yang terjadi, ia menatap Myro dengan aneh "Apakah kau bisa melakukan alkemis?".
Cesi ragu terhadap kemampuan alkemis Myro, lagipula sebagian kultivator kuat tidak memiliki kemampuan alkemis sebab mereka terlalu memusatkan perhatian mereka pada meningkatkan kemampuan mereka yang membuat mereka tidak pernah berlatih untuk membuat obat.
Myro memutar matanya "Aku tidak memerlukan kau percaya padaku atau tidak, bagaimanapun aku tidak akan membagikan pil yang aku buat kepadamu. Baiklah, kalian semua bisa pergi dulu dari ruangan ini selama aku membuat obat agar tidak menggangu".
Meskipun masih ragu terhadap kemampuan Myro, Cesi masih pergi dari ruangan tersebut bersama Pona, Penthesilea, dan para petarung Amazon yang lain.
Ketika semua orang sudah pergi, sosok Taurus muncul di ruangan tersebut "Tuan, apakah kau yakin untuk mencoba menggunakan kemampuan alkemis milikmu lagi? Di dunia sebelumnya, tuan tidak sering memakai kemampuan alkemis. Apakah tuan benar-benar bisa membuat pil memakai bunga 1000 cahaya yang beracun itu? Apabila ada kesalahan, racun pada bunga mungkin akan menyerang balik tuan".
Myro sedang menyiapkan bahan-bahan lainnya dari cincin penyimpanan, untuk membuat pil dari bunga 1000 cahaya ini maka harus digabungkan bersama beberapa bahan yang lain.
__ADS_1
"Taurus, aku tidak sering memakai kemampuan alkemis di kehidupan sebelumnya bukan karena aku tidak bisa memakai kemampuan alkemis, melainkan ada tetua alkemis di Sekte Zodiak sehingga aku tidak perlu repot-repot untuk membuat obat sendiri yang menghabiskan banyak waktu", kata Myro tersenyum percaya diri, ia membuka tutup tungku tersebut "Aku akan tunjukkan kepadaku sekarang, kemampuan milikku".
Lalu Myro mulai melempar semua bahan-bahan tambahan yang dibutuhkan bersama dengan Bunga 1000 Cahaya.
ia menutup kembali tungku tersebut sebelum memunculkan sebuah api dari tangannya, api di tangan Myro memiliki bentuk seperti Burung Vermilion sebab Myro memiliki roh zirah Vermilion. Walaupun roh tidak bisa digunakan di dunia ini, tapi Myro masih bisa menggunakan kemampuan seperti api Vermilion.
Myro melempar api tersebut ke tungku dan mulai membakarnya, api Vermilion segera membakar tungku tersebut.
Myro mengendalikan api pada tungku dengan hati-hati sebab untuk membuat pil, maka yang paling penting adalah api.
Apabila api terlalu lemah maka pil akan gagal terbuat, hal tersebut juga terjadi apabila api terlalu kuat yang menyebabkan pil akan terbakar menjadi hitam.
Myro terus mengendalikan api yang sesuai di bawah tungku itu selama beberapa jam, bahkan keringat mulai jatuh dari wajah Myro.
Taurus yang menonton dari samping serta bertugas untuk menjaga Myro selama ia sibuk membuat pil merasa sedikit bingung, ia berpikir untuk membantu Myro yang berkeringat akibat sibuk mengendalikan api tersebut, tapi Taurus tahu bahwa dirinya hanya akan menganggu yang membuat ia tetap berdiri diam di tempatnya.
Suara ledakan yang ringan terdengar dari tungku tersebut, namun Myro masih tidak menghentikan api miliknya, bahkan Myro memperkuat api tersebut.
suara ledakan pada tungku terus menjadi semakin kuat, tungku itu juga mulai bergetar dengan hebat akibat ledakan tersebut. Setelah itu retakan mulai terbentuk pada tungku perunggu tersebut yang perlahan-lahan terus melebar.
Taurus menjadi sedikit khawatir menatap semua itu, lagipula tungku itu terlihat akan meledak kapanpun.
"Booooom!".
__ADS_1
Sebuah ledakan yang keras terdengar, tungku perunggu itu akhirnya tidak bisa menahan ledakan tersebut lagi dan hancur sepenuhnya.
Asap hitam menyebar ke seluruh ruangan yang membuat Taurus tidak bisa mengetahui apa yang terjadi.
"Tuan, apakah anda tidak apa-apa? Apakah anda gagal?", kata Taurus yang berusaha membersihkan asap hitam di sekitarnya.
Taurus merasa bahwa Myro kemungkinan besar gagal, lagipula alkemis hanya akan meledakkan tungku nya jika mereka gagal membuat pil.
Ketika asap hitam itu menghilang, sosok Myro akhirnya terlihat di depan mata Taurus lagi.
Myro berdiri diam di tempatnya sambil menatap sesuatu yang ada di tangannya.
"Tuan, apakah kau tidak terluka? Anda tidak perlu terlihat sedih seperti itu, semua orang bisa gagal sehingga tuan hanya perlu melakukan yang terbaik untuk ke depannya agar tidak gagal lagi", kata Taurus yang berpikir bahwa Myro merasa tertekan atas kegagalannya, lagipula Myro tiba-tiba menjadi diam yang membuat Taurus semakin yakin.
Myro berbalik untuk menatap Taurus sambil memutar matanya, sebagian wajah Myro sedikit berwarna hitam akibat ledakan tersebut namun masih ada senyuman di wajahnya.
"Siapa yang bilang aku gagal? Biarkan benda di tanganku ini menjawab pertanyaan mu!", kata Myro yang membuka tangannya.
Taurus melihat bahwa ada 3 buah pil di tangan Myro, pil itu memiliki bentuk seperti sebuah bunga dengan sinar yang aneh di sekitarnya.
"Tuan, anda benar-benar berhasil membuat Pil Bunga 1000 Cahaya? Tunggu, jika tuan berhasil maka kenapa tungku milik tuan tadi meledak?", tanya Taurus dengan bingung.
"Tungku itu sudah terlalu rapuh dan tidak terawat yang membuat ia tidak bisa menahan kekuatan dari pembuatan pil tersebut", kata Myro menjelaskan "Untungnya tungku itu bisa menahan hingga pil ini selesai, oleh karena itu aku bisa meningkatkan kekuatanku lagi memakai 3 pil ini, benar-benar sebuah keuntungan untuk datang ke desa petarung Amazon ini".
__ADS_1
Taurus segera berkata "Tuan, anda bisa menyerap pil itu sekarang, aku akan berjaga-jaga di ruangan ini agar tidak ada yang menganggu tuan".
Myro mengangguk, ia harus memiliki kekuatan sebanyak mungkin sebelum melawan Rangda, paling tidak jarak kekuatan Myro tidak boleh terlalu jauh dari tingkat Raja Martial yang kemungkinan besar menjadi tingkat kultivasi Rangda yang sekarang.