KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 133 : KEKUATAN


__ADS_3

Melihat Rena yang menjadi diam, Kaisar Es tersenyum penuh kemenangan.


Kaisar Es bukanlah orang yang adil, oleh karena itu ia tidak peduli tentang cara ia bertarung, apa yang paling penting adalah dirinya bisa menang. Hal ini membuat Kaisar Racun tidak peduli, walaupun ia harus memakai cara licik seperti ini untuk menag dari Rena.


Bukan berarti Kaisar Es tidak bisa menang melawan Rena apabila bertarung secara adil, lagipula kultivasi mereka berbeda sangat jauh.


Tetapi Kaisar Es adalah orang yang sangat berhati-hati, terutama sejak tangannya hilang dan matinya Kaisar Iblis. Jadi Kaisar Es tidak berani terlalu meremehkan Rena, ia akan memakai berbagai cara agar kemenangan miliknya bisa dipastikan sejak awal.


"Hahahahaha, kau terlihat sangat sombong sebelumnya, namun sekarang kau sama sekali tidak berani menyerang ku. Kalau begitu kembalikan seluruh roh pedang milikku, jika semua roh pedangmu masih berada di langit maka kau masih bisa menyerang ku ketika aku memiliki celah", kata Kaisar Es sangat berhati-hati, ia tidak akan memberikan Rena sedikitpun kesempatan untuk menang.


"Kaisar Es! Apakah kau tidak malu memiliki gelar seorang Kaisar!", teriak Shi Yan dengan marah, walaupun seluruh tubuhnya diikat dan berlutut di depan Kaisar Es, dirinya sama sekali tidak takut "Kau seorang pria, takut melawan wanita yang memiliki kultivasi lebih lemah darimu, bahkan kau memakai cara seperti ini untuk menang. Orang sepertimu tidak cocok menjadi Kaisar, hanya mereka yang benar-benar hebat dan berani baru bisa menjadi Kaisar!".


"Orang-orang hebat dan berani baru bisa menjadi Kaisar?", kata Kaisar Es tersenyum mengejek "Kau tahu, aku bisa menjadi Kaisar seperti sekarang ini dengan memakai banyak cara licik serta kejam, bahkan aku sudah membunuh banyak sekali orang berani dan hebat memakai cara seperti ini untuk menjadi Kaisar. Jadi kau yang salah paham disini, seorang Kaisar bukanlah mereka yang berani dan kuat, tapi mereka yang bisa mengalahkan semua musuh mereka dan naik ke puncak. Tidak peduli apakah mereka jahat ataupun baik, selama kau bisa terus menang maka kau bisa menjadi Kaisar!".


Shi Yan menggertakkan giginya, ia benar-benar dibuat marah oleh Kaisar Es ini, tapi Shi Yan tahu bahwa tidak peduli seberapa marah dirinya maka semua itu tidak berguna sebab Kaisar Es tidak akan terpengaruh oleh ejekannya.


"Rena, kenapa kau datang kesini? Bukankah aku sudah bilang untuk tidak pernah datang membantuku kecuali Myro sudah kembali?", teriak Shi Yan.


Rena yang masih terbang di atas langit mulai menarik kembali miliaran pedang miliknya, lalu ia sedikit menghela nafas "Shi Yan, sampai kapan kita harus menunggu Tuan Myro kembali? Tuan Myro sudah menghilang selama 9 bulan dan belum ada kabar sedikitpun darinya, lalu aku harus menunggu berapa lama lagi untuk Tuan Myro kembali? Jika terlalu lama maka sesuatu mungkin terjadi padamu!".

__ADS_1


"Aku sudah bilang padamu sebelumnya bahwa sejak aku di tangkap maka aku sudah siap untuk mati, jadi aku sama sekali tidak membutuhkan bantuan mu, pergilah!", teriak Shi Yan.


"Kau mungkin sudah siap mati, tapi aku tidak siap untuk melihatmu mati!", teriak Rena keras kepala "Kaisar Es, aku sudah mengembalikan semua roh pedang milikku, kembalikan Shi Yan sekaran juga! Kau bisa menggunakan ku sebagai tahanan, bukankah aku jauh lebih berisiko untuk membunuhmu daripada Shi Yan? Lebih baik bagimu untuk menangkap ku bukan?".


Kaisar Es yang sedang memegang Shi Yan agar tidak melarikan diri segera menjadi diam, ia berpikir sebentar sebelum mengangguk "Kau benar, menangkap mu memang jauh lebih baik".


"Jangan tertipu olehnya, meskipun Rena lebih kuat dariku namun aku jauh lebih penting untuk Myro. Kau menangkap kami bertujuan untuk membalas dendam pada Myro kan? Kalau begitu menangkap ku merupakan pilihan yang paling tepat!", teriak Shi Yan mencoba mempengaruhi Kaisar Es.


"Tutup mulutmu, Shi Yan", teriak Rena yang ada di atas langit "Walaupun kau lebih penting bagi Myro, tapi kekuatanku jauh di atas mu. Bahkan ancaman yang aku berikan kepada kalian para Kaisar tidak lebih lemah daripada Myro, jika aku memiliki beberapa waktu lagi maka aku pasti menjadi Kaisar, oleh karena itu menangkap ku jauh lebih baik sebab aku lebih mengancam posisi Kaisar kalian!".


Melihat Rena dan Shi Yan yang saling bertarung untuk menjadi tahanan, Kaisar Es sedikit tidak bisa berkata-kata, ia baru melihat ada orang yang berusaha menjadi tahanan orang lain hingga harus bertarung mulut dengan rekannya sendiri.


Sejak memutuskan untuk melawan Kaisar Es, Rena sudah siap memakai banyak cara untuk mengalahkannya, bahkan ia sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk yaitu mati.


Alasan Rena tidak memberitahukan tujuannya pada Zhi Li dan yang lainnya adalah ia tidak tertarik menarik teman-temannya menuju kematian, belum lagi lawan mereka kali ini adalah Kaisar Es yang merupakan bagian dari 5 Kaisar.


Lalu Rena juga tidak mencari bantuan dari Kaisar Harem ataupun Madam Sha karena mereka tidak terlalu saling mengenal, selain itu lokasi Sekte Harem terletak jauh dari Sekte Zodiak yang membuat Rena perlu terbang selama lebih dari 3 hari untuk bisa sampai ke Sekte Harem, sedangkan Kaisar Es hanya memberinya kesempatan berpikir selama 3 hari sebelum membunuh Shi Yan. Apabila itu mencari bantuan Madam Sha maka Rena tidak tahu keberadaan Madam Sha, bagaimanapun Madam Sha selalu sangat tersembunyi yang membuat orang-orang tidak bisa mengetahui keberadaannya.


Oleh karena itu, Rena memutuskan untuk datang kesini sendiri. Meskipun dirinya akan mati, paling tidak ia bisa membebaskan Shi Yan dan tidak membuat rekannya yang lain di Sekte Zodiak ikut mati disini karena tindakannya untuk membebaskan Shi Yan, belum lagi Myro yang selalu melindungi mereka tidak ada disini.

__ADS_1


Rena perlahan-lahan menutup matanya sedikit.


...----------------...


Ketika Myro baru menguasai Dunia Gott selama beberapa bulan dan sedang memperkuat kekuasaannya di sana, Rena diam-diam menemui Myro di ruang patriak.


Myro sedang duduk di kursi kerja patriak sedangkan Rena duduk di samping, ia belum berbicara sebab menunggu Myro menyelesaikan pekerjaannya lebih dulu.


Setelah beberapa saat, Myro meletakkan alat tulisnya dan mengambil teh di atas meja "Kenapa kau kesini? Kau hampir tidak pernah datang menemui ku tanpa membawa Shi Yan".


Rena menarik nafasnya dan berkata penuh ketegasan "Tuan Myro, ajarkan kepadaku cara menjadi kuat!".


Myro yang baru sudah minum berbicara dengan sedikit tertarik "Cara menjadi kuat? Selama kau terus berkultivasi maka kau bisa terus menjadi kuat, kenapa kau masih bertanya tentang ini?".


"Tuan Myro, apakah anda memiliki teknik yang membuatku bisa mengalahkan semua musuhku? Jika anda memilikinya maka biarkan aku mempelajarinya", kata Rena yang menundukkan kepalanya.


Myro menatap Rena dengan hati-hati "Kenapa kau tiba-tiba tertarik untuk menjadi lebih kuat? Apakah kau mencari kekayaan? Atau harta?".


"Tuan Myro, aku membutuhkan kekuatan untuk melindungi Shi Yan dan yang lainnya. Aku dulunya adalah seorang budak yang dibantu oleh Shi Yan, selama waktu itu maka aku juga belajar bahwa kebebasan hanya bisa didapatkan dengan kekuatan kita sendiri. Oleh karena itu, aku harus berusaha menjadi kuat agar hal tersebut tidak terjadi lagi padaku, Shi Yan, atau seluruh orang di Sekte Zodiak yang sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri. Kalian sudah memperlakukan aku dengan baik, paling tidak aku membutuhkan kekuatan untuk melindungi dan membalas semua kebaikan kalian!".

__ADS_1


__ADS_2