
Rangda mengangkat kepalanya untuk menemukan Myro yang berdiri sombong di atas langit, berbeda jauh dari Rangda yang dipenuhi oleh darah di reruntuhan bangunan ini.
Walaupun dirinya tidak bisa mati dengan bantuan dari perisai hitam yang menutupi seluruh dunia ini, tapi ia masih merasakan sakit dari setiap luka yang ia terima. Oleh karena itu pukulan Myro barusan memberi Rangda rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, Rangda belum pernah mendapatkan serangan yang lebih sakit dari pukulan palu Myro hingga membuat seluruh tulang ataupun organnya hancur.
Rangda menggertakkan giginya untuk menahan rasa sakit dari tubuhnya yang sedang memulihkan diri, ia menatap tajam ke arah Myro dengan sikap seakan-akan pukulan Myro tadi sama sekali tidak memberikan rasa sakit apapun pada dirinya.
"Apakah kau pikir semuanya akan berjalan semudah itu? Bukankah lebih tepat bagi kita untuk melihat, apakah aku yang akan gila lebih dulu atau kekuatanmu akan habis lebih dulu? Jika kekuatanmu habis maka itu waktunya bagiku untuk membayar semua tindakanmu ini!", kata Rangda tersenyum kejam, nampaknya ia sudah membayangkan dirinya yang membalas dendam pada Myro.
Myro tidak marah akibat perkataan Rangda, bahkan ia sedikit tersenyum "Kalau begitu aku akan membuatmu kecewa sebab jawabannya sudah jelas, kekuatanku tidak akan habis!".
Sebelum Rangda bisa memberikan jawaban apapun, Myro mengayunkan palu peraknya ke arah Rangda.
"Booooom!".
Suara ledakan yang keras menggetarkan seluruh kota, pukulan palu Myro lagi-lagi tepat mengenai Rangda yang menghancurkan seluruh tubuhnya.
Tapi kali ini Myro tidak berhenti sampai disitu, ia terus mengangkat palu peraknya dan memukul Rangda tanpa henti.
"Brak! Brak! Brak! Brak! Brak!".
Suara pukulan palu terus terdengar yang menggetarkan seluruh kota, baik itu pasukan Myro maupun Rangda maka mereka tidak berani mendekati tempat ini sebab mereka tahu bahwa selama mereka berani mendekat, maka mereka harus siap untuk mati.
Setelah terus memukul hingga tidak diketahui berapa kali ia memukul, Myro akhirnya menghentikan palunya.
Asap putih akibat ledakan membuat Myro tidak bisa melihat keadaan Rangda sehingga Myro harus menunggu sampai seluruh asap putih menghilang.
__ADS_1
Ketika asap putih ledakan menghilang sepenuhnya, sosok Rangda yang berbaring di tanah dengan seluruh tubuh dipenuhi darah akhirnya terlihat.
Mungkin karena Myro yang memukulnya terlalu banyak serta cepat sehingga kemampuan pemulihan perisai hitam di atas langit tidak bisa mengikuti.
Myro yang ada di langit mendarat di samping Rangda untuk melihat keadaannya dengan lebih jelas.
Sebagian besar tulang pada tubuh Rangda masih patah dan belum pulih, bahkan sebagian besar organnya masih hancur. Namun apa yang membuat Myro paling tertarik bukanlah hal itu, melainkan Rangda yang masih hidup setelah berada di keadaan yang sangat buruk seperti ini. Kaisar sekalipun pasti mati apabila memiliki keadaan yang sama.
"Hebat, ilmu hitam milikmu benar-benar menakutkan! Tidak peduli seberapa buruk keadaanmu, kau masih bisa hidup setelah semua luka ini, aku Myro belajar banyak hari ini dari kemampuan ilmu hitam milikmu", kata Myro yang tersenyum, Myro benar-benar merasa senang karena sudah mendapatkan banyak pengetahuan baru.
"Kau iblis, percaya atau tidak, aku pasti akan membunuhmu! Hahahahaha, tidak peduli apa yang kau lakukan maka aku tidak pernah kalah, pasti akan ada kesempatan dimana kau lelah. Selama waktu itu tiba, maka itu akan menjadi hari kematian mu!", kata Rangda tersenyum gila, walaupun merasakan sakit di seluruh tubuhnya tapi ia masih memiliki keyakinan untuk menang selama perisai hitam di atas langit membantunya.
Mendengar perkataan Rangda, Myro tidak bisa untuk tidak menatap ke arah langit sebelum berkata "Aku harus mengakui bahwa kau memiliki mental yang kuat, nampaknya kau bisa menang dari Barongan bukanlah tanpa alasan, apabila terus seperti ini maka memang ada kemungkinan besar bahwa aku akan kelelahan lebih dulu sebelum kau menjadi gila. Tetapi kau membuat sebuah kesalahan perhitungan terbesar, kau berpikir bahwa aku tidak bisa menghancurkan perisai di langit yang merupakan kesalahan terbesar di rencana mu!".
Wajah Rangda menjadi ketakutan saat mendengar perkataan Myro, lalu ia menggelengkan kepalanya penuh rasa tidak percaya "Tidak mungkin, kau pasti hanya berusaha menakuti ku agar aku menjadi gila lebih dulu, tapi biar aku beritahu kepadamu bahwa aku tidak semudah itu untuk ditipu! Hahahahaha, jika kau pikir kau bisa menghancurkan perisai hitam di langit mak cobalah, biarkan aku melihatnya!".
"Krak!".
Ada suara retakan dari tubuh Myro, di saat yang sama maka kultivasi Myro yang sebelumnya adalah Jendral Martial tingkat 9 berubah menjadi Raja Martial tingkat 1.
Lebih tepatnya sejak mengambil 3 pil Bunga 1000 Cahaya maka Myro mencapai puncak Jendral Martial tingkat 9, Myro hanya perlu 1 dorongan kecil lagi untuk menjadi Raja Martial.
Untungnya pertarungan melawan Rangda menjadi dorongan terakhir bagi Myro untuk melewati Jendral Martial dan menjadi Raja Martial.
Melihat kekuatan Myro yang meningkat, Rangda masih tidak panik, bahkan senyum di wajahnya yang terluka menjadi semakin bangga "Apakah kau tidak mengerti tentang yang terjadi sekarang? Aku sudah bilang sebelumnya bahwa tidak peduli seberapa banyak kekuatanmu bertambah maka kau masih tidak bisa mengalahkan ku yang mendapatkan dukungan dari perisai hitam, semua yang kau lakukan ini sama sekali tidak berguna! Ini kemenangan ku!".
__ADS_1
"Jika itu orang lain maka semua yang kau katakan mungkin benar!", kata Myro tersenyum ringan "Tapi kau tidak beruntung sebab kau melawan orang yang salah disini. Ini sudah waktunya bagimu muncul, tunjukkan kepada wanita ini maka bagimu, perisai hitam yang selalu ia banggakan tidak jauh berbeda dari kertas".
Perlahan-lahan lingkaran cahaya putih muncul di depan Myro dengan lambang seorang wanita, lalu sosok seorang wanita muncul di depan Myro.
Wanita ini memiliki rambut merah sepundak dengan wajah yang sangat cantik, bahkan Zhi Li dan Gristi sekalipun masih sedikit kalah dibandingkan kecantikan wanita ini.
Wanita itu membuka matanya yang memiliki warna merah cerah, setelah itu sebuah senyuman lembut muncul di wajahnya yang bisa membuat pria manapun meleleh ketika melihat senyuman itu "Tuan Myro, Virgo merasa senang bisa bertemu dengan tuan lagi. Dengan ini maka Virgo kembali setia kepada tuan dan membawa tuan menuju puncak dunia, siapapun yang berani menjadi musuh tuan maka akan menjadi musuh Virgo juga".
Rangda yang masih berbaring di tanah akhirnya sudah memulihkan luka pada tangan kanannya, oleh karena itu Rangda mengerakkan tangan kanannya untuk menunjuk Virgo "Bagaimana mungkin? Aku bisa merasakan bahwa roh milikmu di awal sudah muncul sebelum kau sampai di dunia ini, jadi perisai hitam milikmu sama sekali tidak bisa menghentikannya. Namun roh wanita yang baru muncul ini berbeda, kau memanggilnya sekarang tanpa dihentikan oleh perisai hitam, ini seharusnya tidak mungkin!".
Myro tidak peduli terhadap kebingungan Rangda, ia hanya berkata "Virgo, nampaknya wanita ini sama sekali belum mengerti tentang keadaannya. Kalau begitu kau bisa menunjukkan kepadanya bahwa bagimu, perisai yang selalu ia banggakan itu sebenarnya sangatlah rapuh".
Virgo yang mendengar perkataan Myro segera menatap langit sebelum berkata "Ternyata seperti itu, wanita bodoh ini berusaha menjebak tuan memakai teknik lemah ini".
Virgo menunjuk jarinya ke arah perisai hitam yang ada di atas langit "Hancurlah!".
Sebuah cahaya muncul di jari Virgo yang terbang menuju perisai hitam di atas langit.
"Krak!".
Retakan muncul pada perisai hitam yang terus membesar hingga hancur sepenuhnya.
Baik itu Rangda, Pona, dan Cesi menatap semua itu dengan mata terbuka lebar penuh rasa tidak percaya.
Jika kekuatan Cesi kembali ke Kaisar Martial maka ia memang bisa menghancurkan perisai buatan Rangda, masalahnya roh Myro bisa menghancurkan perisai itu memakai kekuatan Raja Martial, belum lagi roh Myro hanya memakai 1 jari yang menunjukkan bahwa perisai ini sangat mudah dihancurkan baginya.
__ADS_1
Hal ini membuat mereka penasaran, sebenarnya apa kekuatan roh baru milik Myro yaitu Virgo yang bisa menghancurkan perisai buatan Rangda dengan mudah, padahal perisai ini bahkan bisa menahan roh Dewa Perang Ares ataupun roh zodiak milik Myro yang lain.