KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 96 : MANUSIA HARIMAU


__ADS_3

"Paman Zion, masalah pengembangan desa aku serahkan padamu, selama kau tidak melakukan sesuatu yang mengganggu ku atau berencana untuk membunuhku maka aku tidak tertarik untuk ikut mengelola masalah desa ini", kata Myro yang terus menatap daerah sekitarnya.


Lalu mata Myro berhenti di sebuah arah kegelapan hutan, wajah Myro menjadi sedikit suram menatap ke arah tersebut.


"Tuan Myro, apakah ada masalah?", Zion yang baru akan pergi setelah mendapatkan izin dari Myro untuk mengelola desa segera berhenti sebab ia menemukan wajah Myro yang berubah.


Myro menunjuk ke sebuah arah di hutan dan berkata "Zion, tempat apa itu?".


Zion menatap ke arah jari Myro menunjuk dan hanya menemukan pepohonan "Tuan Myro, bukankah itu hutan?".


Myro menggelengkan kepalanya "Kau pikir aku bodoh? Aku tahu bahwa itu hutan, maksudku apakah kau tahu kelompok yang tinggal di sana?".


Zion merasa aneh terhadap perkataan Myro, tapi ia mulai berpikir keras untuk menjawab pertanyaan ini "Aku yakin bahwa seharusnya tidak ada kelompok manusia apapun yang tinggal ke arah sana di dekat kita, aku tidak tahu jika jaraknya cukup jauh".


Pona yang berada di samping Zion langsung mengingatkan "Ayah, bukankah para harimau tinggal di sana? Nampaknya para pemburu sering menemukan ratusan harimau berkumpul di arah tersebut, bahkan ayah sendiri juga pernah melihatnya kan?".


"Harimau? Apakah kalian pernah membunuh harimau di sana?", kata Myro dengan wajah yang semakin suram.


Zion cukup terkejut terhadap pertanyaan Myro seakan-akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi, walaupun begitu Zion yang bingung masih menjawab penuh kehati-hatian "Kami belum pernah memburu harimau, bagaimanapun kami tidak memakan daging harimau. Oleh karena itu, kami selalu berusaha menjauhi daerah itu jika berencana pergi berburu. Tunggu dulu! Berbicara tentang harimau di sana maka aku mengingat sesuatu, beberapa bulan yang lalu, para pemburu kita pergi untuk mencari mangsa di hutan".


"Setelah mencari selama beberapa jam maka mereka menemukan sebuah kelinci dan mulai memburunya, tapi sebuah harimau muncul dari balik pohon dan mengambil kelinci yang sudah terluka dan kesulitan berjalan oleh serangan para pemburu. Hal ini membuat para pemburu menjadi marah, jadi mereka bekerja sama untuk membunuh harimau tersebut".


"Akibat tindakan mereka, 2 pemburu mati namun mereka berhasil membawa kembali mayat harimau itu. Sekarang seharusnya tidak ada lagi mayat harimau ini kecuali kulit milik harimau tersebut yang dipakai oleh kakek Jerk sebelum mati sebagai jubah miliknya".


Myro menarik nafas dan berkata penuh ketegasan ketika mendengar cerita Zion itu "Beritahu seluruh penduduk desa untuk membangun tembok secepat mungkin, paling tidak buat pagar kayu yang cukup besar agar para harimau tidak bisa melewatinya dengan mudah".


Zion yang masih bingung akan bertanya sesuatu lagi, tapi Myro berkata dengan tegas lagi "Cepat! Kita tidak memiliki waktu lagi".

__ADS_1


Zion yang masih bingung hanya bisa mengikuti perkataan Myro, ia berlari untuk memanggil para penduduk desa serta membuat tembok tersebut.


Myro menatap kembali ke arah hutan itu dan berkata dipikirannya "Nampaknya ini menjadi cukup merepotkan, jika memakai Taurus maka masalah ini pasti mudah untuk diselesaikan, tapi Taurus merupakan senjata rahasia yang harus dipakai ketika keadaan paling buruk. Oleh karena itu, aku hanya bisa menyelesaikan masalah ini tanpa bantuan Taurus!".


...----------------...


Di sisi lain hutan, lebih tepatnya cukup jauh dari desa dimana Myro berada, namun lokasinya tepat ke arah Myro menunjuk sebelumnya.


Ratusan harimau sedang berkumpul di sebuah lapangan yang cukup terbuka pada hutan tersebut, beberapa dari mereka berbaring di tanah untuk tidur dan beberapa harimau lagi sibuk memakan makan siang mereka.


Di antara ratusan harimau ini, ada seekor harimau yang aneh yaitu harimau yang sedang berbaring di atas harimau lain.


Harimau ini tidak berdiri memakai 4 kaki seperti harimau lainnya, melainkan ia berdiri seperti manusia, bisa dikatakan bahwa ia manusia setengah harimau.


Saat sosok manusia harimau itu akan tidur, ia tiba-tiba membuka matanya dan menatap ke sebuah arah dengan dingin.


Perlahan-lahan pada arah yang mereka tatap itu, sosok seorang nenek tua dengan wajah yang sangat buruk serta taring di mulutnya muncul


Aura kegelapan yang sangat kuat dapat dirasakan dari tubuh nenek ini, beberapa harimau yang lebih lemah segera kehilangan kesadaran akibat tekanan aura tersebut.


Melihat rekan mereka yang jatuh, harimau yang lain menjadi marah.


Mereka bergerak dengan hati-hati menuju wanita tua itu, siap untuk menyerangnya.


"Cindaku, apakah kau akan membiarkan semua pengikut harimau milikmu mati di tanganku? Apabila kau tidak keberatan maka aku akan melakukannya", kata nenek itu dengan senyum dingin.


"Berhenti!", teriak manusia harimau yang merupakan cindaku tersebut.

__ADS_1


Cindaku berdiri dari tubuh harimau yang ia jadikan sebagai tempat tidur, ia berjalan menuju wanita tua itu seperti seorang manusia "Rangda, kenapa kau datang kesini? Apakah kau tidak tahu bahwa manusia dan harimau seharusnya tidak saling menganggu! Selama ada yang berusaha menganggu batas antara harimau dan manusia ini maka mereka akan menjadi lawan ku, meskipun dirimu jauh lebih kuat dariku".


Ternyata nenek ini merupakan Rangda sang ratu iblis.


Rangda tidak marah terhadap perkataan Cindaku, bahkan ia tersenyum yang menunjukkan taring pada mulutnya "Cindaku, manusia setengah harimau yang menjaga batas antara manusia dan harimau agar tidak saling menganggu, hanya sosok-sosok tertentu yang bisa menjadi Cindaku. Selama kau menjadi Cindaku maka baik itu dari segi kekuatan dan kecepatan maka manusia lain tidak bisa melawan mu lagi, tapi sosok kuat seperti dirimu sama sekali tidak pernah tertarik terhadap kekuasaan di dunia manusia".


Cindaku menatap Randa dengan dingin "Berhenti berbicara hal yang tidak perlu, katakan tujuanmu! Jika kau terus mengatakan hal yang tidak penting maka aku pasti membuatmu menyesal".


Rangda masih tersenyum "Aku datang kesini untuk memberimu sebuah kabar, bukankah seekor harimau dari kelompok mu sudah tidak kembali selama beberapa bulan?".


Aura yang kuat muncul dari tubuh Cindaku, ia menatap Rangda penuh tekad membunuh "Rangda, apakah kau yang melakukan semua itu? Apakah kau berencana melanggar batas bahwa manusia dan harimau seharusnya tidak saling menganggu?".


"Bukan itu, aku tidak melakukan hal ini", kata Rangda yang mengulurkan tangannya ke depan, aura ilmu hitam yang sangat kuat dapat dirasakan di seluruh tangannya dan sebuah cermin muncul di depan semua orang.


Cermin itu tidak lain menunjukkan kelompok pemburu dari desa Zion yang sedang membunuh harimau, wajah Cindaku menjadi sangat dingin ketika melihat semua yang ada pada cermin tersebut.


Setelah semua kejadian selesai dan cermin kembali menghilang, Cindaku hanya berkata "Rangda, apakah kau berusaha membuat para harimau kami dan pengikut Barongan yang masih hidup saling membunuh sehingga kau bisa membunuh kami secara bersamaan dan menguasai dunia ini sepenuhnya?".


"Salah paham, salah paham", kata Rangda yang menggelengkan kepalanya "Aku datang kesini hanya untuk memberitahumu, sedangkan tindakan yang akan kau lakukan ke depannya maka itu bukan urusanku lagi. Kali ini tujuanku sudah selesai, aku pergi dulu".


Kabut hitam menutupi seluruh tubuh Rangda, lalu sosoknya menghilang tanpa jejak seakan-akan ia tidak pernah ada di sana.


Seluruh harimau yang lain menatap Cindaku, meskipun mereka marah atas kematian teman mereka tapi mereka tidak berani bertindak tanpa izin Cindaku.


Cindaku mengangkat kepalanya, matanya sekarang sudah marah yang dipenuhi aura membunuh "Pergi, kita akan menghancurkan seluruh orang yang ada di desa itu! Balas dendam untuk rekan kita! Graaaaa!".


"Graaaaa!".

__ADS_1


Auman harimau terdengar di seluruh hutan, ratusan harimau dipimpin oleh Cindaku berlari dengan cepat menuju ke arah desa dimana Myro berada saat ini.


__ADS_2