
Wajah Taurus sangat dingin sekarang, di matanya memiliki aura membunuh yang sangat kuat, Taurus hanya memiliki wajah seperti ini jika itu berhubungan dengan hidup tuannya.
Apa yang membuat Taurus bertekad membunuh ini yaitu suara teriakan orang-orang di sekitar ruangan ini "Bakar! Bakar rumah ini! Pria itu pasti Genderuwo, sejak ia bangun maka seluruh wilayah kita menjadi seperti ini! Semua ini pasti tindakannya!".
"Tempat kita yang dulunya sangat tertib dan damai perlahan-lahan berubah! Baik itu pencurian, pembunuhan, dan semua hal aneh lainnya terjadi pada tempay kita! Semua ini pasti tindakan Genderuwo! Apalagi sejak orang aneh ini datang maka semua ini terjadi, apakah ini kebetulan? Tidak! Ini karena ia Genderuwo, bakar rumahnya dan kembalikan tempat kita menjadi damai!".
"Semua ini pasti tindakan Zion! Aku sudah curiga pada dirinya dari dulu! Ia memakai Genderuwo untuk membunuh kakek Jerk dan menjadi pemimpin berikutnya, sangat kejam dan licik! Padahal kakek Jerk sudah banyak membantunya selama ini, tapi ini yang Zion berikan sebagai bayarannya? Bakar! Bakar Zion juga!".
Taurus yang berada di ruangan Myro menatap dari jendela ruangan tersebut, Taurus dapat menemukan banyak sekali obor di tangan para penduduk ini baik pria ataupun wanita, orang yang sudah tua ataupun anak-anak.
Wajah semua orang dipenuhi kemarahan, bahkan anak-anak gemetar ketakutan memeluk orang tua mereka. Jerk sudah mati, oleh karena itu para penduduk takut mereka akan menjadi yang berikutnya. Apalagi ini merupakan tindakan Genderuwo, para penduduk takut bahwa anak mereka menjadi korban berikutnya.
"Lempar obor kalian dan bakar rumah ini, hanya dengan cara itu maka tempat kita bisa kembali damai! Pencurian dan pembunuhan yang tidak meninggalkan jejak sama sekali tidak mungkin dilakukan oleh manusia, ini pasti tindakan Genderuwo! Jangan ragu!", teriak seorang pria yang memimpin para penduduk ini, ia mengangkat obor di tangannya dan melemparkan obor tersebut ke rumah Myro paling awal.
Pria ini melakukan hal tersebut agar semua penduduk yang masih ragu menghilangkan keraguan mereka, lagipula Zion cukup dipercaya oleh para penduduk yang membuat mereka kesulitan untuk mengubah keyakinan penduduk. Jadi mereka hanya bisa membangkitkan kemarahan dan ketakutan penduduk agar Zion menjadi buruk di mata mereka.
Ketika obor tersebut akan mengenai rumah dimana Myro berada, Taurus memutuskan untuk bergerak.
Tugas yang diberikan Myro merupakan hal yang harus ia lakukan, siapapun yang berani melukai tuannya harus mati. Taurus sudah memutuskan untuk membunuh seluruh penduduk ini, walaupun tindakan ini cukup berlebihan tapi untuk Myro maka Taurus tidak akan ragu.
Sebelum Taurus bisa bergerak, sosok Zion muncul lebih dulu dan memukul obor yang sudah di lempar tersebut.
"Brak!".
Obor itu terlempar sejauh puluhan meter dari rumah dimana Myro berada, sosok Zion yang dipenuhi keringat terlihat di depan semua orang.
Zion tidak pernah berpikir bahwa selama ia mencoba mencari penjahatnya di hutan, orang-orang yang membenci dirinya membujuk para penduduk untuk membakar rumah ini.
Untungnya ia datang tepat waktu, jika tidak maka rumah ini pasti terbakar dengan mudah sebab rumah ini terbuat dari kayu sepenuhnya.
__ADS_1
Zion menghapus keringat di wajahnya, ia datang ke tempat ini dengan kecepatan penuhnya karena takut terlambat. Ia menunjuk ke arah pria yang memimpin serta menipu para penduduk ini dengan penuh kemarahan "Leru, apakah kau sudah gila? kau pikir apa yang sudah kau lakukan? Kau hampir membunuh manusia yang merupakan kultivator sama seperti kita! Bahkan kau menipu para penduduk juga, apakah kau sudah tidak memiliki kebaikan lagi pada dirimu? Apakah kekuasaan itu jauh lebih penting bagimu? Kalau begitu dengar ini baik-baik, aku tidak tertarik untuk menjadi pengganti Kakek Jerk, kau bisa mengambil jabatannya! Oleh karena itu, hentikan semua tindakan dirimu ini!".
Leru yang memimpin para penduduk untuk menyerang tempat dimana Myro berada memiliki wajah suram, ia tahu bahwa dirinya tidak bisa mengaku tentang semua kebenaran tindakannya. Walaupun Zion menyerah sekalipun, selama ia mengaku maka kepercayaan para penduduk pada dirinya akan menghilang.
Hal ini membuat Leru kembali menunjuk Zion penuh kemarahan "Kau bilang aku mencoba menipu semua orang? Bukankah selama ini kau yang selalu melakukan hal tersebut? Kau selalu bersikap seakan-akan kau orang yang baik, tapi sebenarnya kau memelihara banyak tuyul dan Genderuwo! Kau selalu mengatakan bahwa tindakan pencurian dan pembunuhan baru-baru ini bukan tindakan Genderuwo, lalu siapa lagi yang bisa melakukan semua itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun?".
Wajah Zion menjadi suram, kejadian pencurian dan pembunuhan ini memang sangat aneh, tidak ada sedikitpun jejak yang ditinggalkan.
Tapi Zion yakin bahwa tindakan ini bukanlah dari Myro, setidaknya tidak ada bukti apapun bahwa Myro yang menjadi pelakunya.
"Beri aku waktu, aku pasti bisa menangkap pelaku asli dengan waktu beberapa hari", kata Zion penuh ketegasan.
Para penduduk yang akan membakar rumah tersebut menjadi ragu, bagaimanapun Zion terkenal akan kebaikan serta keramahannya, oleh karena itu para penduduk mulai merasa bahwa tidak ada salahnya memberikan Zion lebih banyak waktu lagi untuk membuktikan.
Leru sekarang memiliki wajah yang suram, ia tidak bisa membiarkan Zion mendapatkan lebih banyak waktu lagi "Waktu? Selama kau mencari pelakunya maka seberapa banyak lagi orang yang akan menjadi korban? Mungkin besok anak-anak dan keluarga kita yang menjadi korbannya! Pelakunya adalah pria yang ada di rumahmu! Kalian semua, apakah kalian siap apabila keluarga kalian menjadi korban Genderuwo berikutnya? Jika tidak maka yang perlu kalian lakukan hanya membakar rumah ini, bakar!".
"Tunggu dulu, bukankah Genderuwo tidak sering membunuh orang lain? Mungkin ada kesalahpahaman disini!".
"Iya, aku mendengar bahwa Genderuwo hanya mencuri anak-anak dan wanita, kalian mungkin salah".
Leru yang melihat beberapa orang masih ragu memutuskan untuk kembali berteriak "Tidak peduli apakah ia Genderuwo atau bukan, semua kejadian buruk ini terjadi sejak ia bangun, pria tidak dikenal ini pasti pelakunya!".
Setelah itu Leru diam-diam memberikan tanda kepada para pendukungnya untuk membakar rumah ini.
Pengaruh Leru tidak kecil di antara orang-orang, lagipula ia merupakan orang ke 3 terkuat disini, hanya Jerk dan Zion yang lebih kuat darinya di tempat ini.
Melihat tanda dari Leru, beberapa pendukungnya mulai mengangkat obor di tangan mereka "Bakar! Bakar rumah ini dan kembalikan kedamaian di tempat kita!".
"Bakar!".
__ADS_1
Ratusan obor mulai terlempar, bahkan sebagian besar penduduk di sekitar hanya ikut-ikutan melempar obor milik mereka tanpa tahu kebenaran.
Wajah Zion berubah, jika itu hanya puluhan obor maka ia bisa mengatasi semuanya. Namun saat ini ada ratusan obor di depannya, ia tidak bisa menghentikan semua obor ini.
Zion memutuskan untuk pergi ke rumah tersebut dan membawa Myro pergi, selama Myro tetap hidup maka tidak masalah jika rumahnya terbakar.
Alasan lain Zion sangat mempercayai Myro yaitu bujukan Pona yang mengatakan dirinya percaya bahwa Myro bukan orang jahat, oleh karena itu Zion sebagai seorang ayah mempercayai perkataan Pona juga.
Ketika Zion akan berbalik untuk mengambil Myro, suara yang ringan terdengar "Tebasan 5 Elemen tipe 1, Tsunami".
Di bawah tatapan semua orang, sebuah pedang menebas ke arah ratusan obor yang terlempar tersebut, sebuah air tsunami yang kuat muncul dari pedang tersebut dan menghancurkan ratusan obor itu.
"Brak!".
Tidak berhenti sampai di situ, air tsunami yang muncul dari tebasan itu mengalir ke para penduduk dan menabrak mereka.
"Apa?".
Para penduduk yang terkejut serta tidak siap ditabrak oleh air tersebut, meskipun air ini tidak sekuat tsunami asli tapi masih cukup kuat untuk membuat sebagian besar penduduk terlempar jauh. Bahkan Leru yang paling kuat di antara para penduduk harus terlempar sejauh puluhan meter sebelum berhenti, tidak ada lagi kesombongan serta keganasan di wajahnya.
"Apa yang kalian lakukan sepagi ini? Kalian berkumpul di depan rumah orang lain pagi-pagi sekali dan berusaha membakarnya? Apakah kalian sudah gila?", sosok seorang pria muncul dari balik pintu ruangan yang sudah terbuka itu.
Mata Zion melebar penuh rasa tidak percaya sebab sosok itu tidak lain adalah Myro.
Myro yang sebelumnya terlihat seperti orang mati dan tidak bisa bergerak, sekarang ia sudah kembali seperti orang normal.
Hampir seluruh luka di tubuhnya sudah menghilang, ia memegang sebuah pedang merah di tangannya dengan senyum mengejek seakan-akan ia sedang menghadapi kumpulan badut.
"Selain Zion, nampaknya kalian semua belum pernah bertemu denganku, kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku", kata Myro yang meletakkan pedangnya di pundak dengan senyum mengejek yang tidak pernah hilang sedikitpun dari wajahnya "Aku Myro Aras, orang yang kalian sebut sebagai Genderuwo, salam kenal semuanya!".
__ADS_1