KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 45 : PERJUANGAN TERAKHIR


__ADS_3

Lars merasa tubuhnya jatuh ke tanah tanpa bisa bergerak sedikitpun, peluru yang ditembakkan oleh Libra benar-benar bukan peluru normal.


Melihat Lars yang jatuh, Libra menurunkan senjata api di tangannya sambil tersenyum "Makan anak itu, jangan sampai gagal lagi kali ini".


Setelah itu Libra berbalik untuk kembali ke tambang, semakin lama ia disini maka akan semakin besar kemungkinan Myro kembali ke sekte. Oleh karena itu, ia harus kembali ke sekte secepat mungkin sebelum Myro datang, selama Myro tiba disini maka tidak akan ada lagi kesempatan baginya untuk melarikan diri sebab ia tidak bisa melawan banyak roh zodiak sendirian.


Lars merasa matanya semakin pudar, semua yang ia tatap di depannya perlahan-lahan menghilang dan kegelapan memenuhi seluruh matanya.


...----------------...


Di Dunia Gott, Lars sudah selesai melakukan balas dendam miliknya baik itu dendamnya pada Fred, Teres ataupun orang-orang yang sudah membunuh seluruh keluarganya.


Meskipun begitu, Lars tidak merasa senang setelah membunuh semua orang tersenyum.


Ketika dendam Lars sudah berakhir, ia berdiri di tengah-tengah mayat orang-orang yang membunuh keluarganya.


Seluruh tubuh Lars dipenuhi oleh darah, baik itu zirah ataupun pedangnya sudah berwarna merah sepenuhnya.


Lars menatap langit dengan sangat kosong, tidak ada yang tahu apa yang ia pikirkan.


"Ada apa? Apakah kau tidak merasa senang sudah membalas dendam? Bukankah ini tujuanmu dari dulu sehingga membuatmu menjual semuanya kepadaku? Sekarang tujuanmu sudah selesai, kenapa kau tidak terlihat senang?", kata Myro yang datang ke sampingnya tersenyum tidak peduli, Myro memutuskan untuk menemani Lars balas dendam karena Myro tahu bahwa Lars pasti akan menjadi seperti itu.


"Tuan, semuanya sangat berbeda dari apa yang aku pikirkan. Pada awalnya aku berpikir bahwa selama aku selesai membalas dendam, aku pasti merasa senang serta terbebas dari semua beban di hatiku ini. Tapi nyatanya, beban pada tubuhku memang sudah menghilang, di sisi lain aku juga merasa menjadi kosong. Seakan-akan kebebasan dari dendam ini membuatku kehilangan tujuan hidupku", kata Lars terus menatap langit, dari suaranya maka seseorang bisa mendengarkan kesedihan dan kebingungan.


Myro menggelengkan kepalanya sebelum berbalik untuk memberikan Lars waktu sendirian "Kau merasa kosong sebab hanya tinggal kau sendiri sekarang. Keluargamu, tunangan mu, semuanya sudah mati! Dulu dendam merupakan tujuan kau tetap bertahan hidup, sekarang semua alasan itu sudah hilang! Tapi kehilangan tujuan bukan berarti kau tidak perlu hidup lagi, tetaplah hidup untuk menemukan tujuan baru. Jika kau memiliki kebingungan atau kehilangan arah, kau bisa bergantung padaku. Mungkin aku memang tuan mu, tapi di dunia ini maka hanya diriku yang bisa kau anggap sebagai keluarga sebab aku adalah orang yang paling dekat bagimu saat ini, aku juga tidak keberatan menganggap mu sebagai keluarga ku".

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi, Myro berjalan pergi. Lars yang sekarang paling membutuhkan waktu untuk sendirian.


"Keluarga?", kata Lars membuka matanya lebar-lebar, ia merasa tidak ada salahnya untuk mencari tujuan hidup baru.


Meskipun perkataan Myro tidak bisa menutup semua kekosongan pada dirinya, Lars setidaknya masih memiliki alasan untuk tetap hidup.


Sejak waktu itu, Myro selalu memberikan banyak tugas kepada Lars agar kekosongan pada dirinya segera terlupakan.


Selama waktu ini mereka juga menjadi semakin dekat, bahkan Lars sudah menganggap Myro sebagai kakaknya sendiri. Myro memang selalu terlihat dingin dan tidak peduli, tapi Lars tahu sangat jelas bahwa Myro sebenarnya orang baik yang peduli pada orang-orang di sekitarnya, walaupun Myro sangat membenci pengkhianat.


Dengan bantuan Myro, Lars perlahan-lahan melangkah maju dari kekosongan pada dirinya, membantu Myro ke puncak dunia adalah tujuan baru hidupnya yang menutup semua kekosongan pada dirinya.


...----------------...


Air mata jatuh dari mata Lars, tapi cacing raksasa itu sama sekali tidak peduli terhadap kesedihan Lars, ia hanya peduli dengan Lars yang menjadi makanannya hari ini.


Ketika Lars sudah selangkah lagi dari mulut cacing raksasa, roh malaikat yang bergabung bersamanya perlahan-lahan mulai melepaskan diri.


Sayap putih malaikat di belakang tubuh Lars menghilang, digantikan oleh sosok malaikat yang merupakan roh milik Lars.


Tanpa membuang waktu lagi, malaikat itu memeluk tubuh Lars sebelum terbang kembali, orang yang terluka adalah Lars dan bukan dirinya. Jadi roh malaikat ini masih bisa terbang.


Menyadari bahwa dirinya kembali terbang, Lars terkejut. Tetapi ia segera menatap sosok roh malaikat yang mulai menghilang menjadi pecahan cahaya ini, bahkan tubuh malaikat itu menjadi sangat pudar "Rapel, kenapa? Apabila kau terus membantuku seperti ini, sosok milikmu akan semakin cepat menghilang!".


Malaikat bernama Rapel itu tersenyum "Tuan, kami para roh ditakdirkan mati bersama tuannya. Oleh karena itu, anda sebentar lagi akan mati maka aku juga pasti mati. Mungkin aku akan mati lebih cepat jika memakai kekuatanku untuk membawa tuan terbang pergi dari tambang ini, tapi setidaknya aku bisa sedikit berguna! Tuan, apabila kehidupan ke 2 benar-benar ada, aku akan dengan senang hati menjadi roh tuan lagi! Aku Rapel pasti akan membuat tuan bertemu tuan Myro sebelum mati agar tuan tidak meninggalkan penyesalan apapun di dunia ini!".

__ADS_1


"Rapel, kau roh yang sangat hebat! Jika benar-benar ada kehidupan ke 2, aku pasti tidak akan menolak dirimu menjadi roh milikku lagi", kata Lars yang sama sekali tidak menolak bantuan Rapel.


Selama Rapel membantunya maka Rapel pasti mati lebih dulu sebelum Lars, tapi Rapel sudah menentukan keputusannya sehingga Lars tidak akan menghentikannya. Belum lagi Rapel melakukan ini untuk memenuhi tujuan Lars sebelum mati, yaitu berpamitan kepada Myro.


"Graaaaa!", monster cacing raksasa sangat marah terhadap Lars yang kembali terbang menjauh, masalahnya cacing ini sama sekali tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikannya.


"Cacing bodoh! Kau masih membiarkan anak itu melarikan diri!", kata Libra yang marah, ia menembak kembali senapannya ke arah Rapel.


"Booooom!".


Peluru yang dipakai Libra kali ini merupakan peluru yang bisa meledak, Rapel terkena sebagian ledakan di sayap bagian kanannya, tapi ia masih menggertakkan gigi dan terus terbang, mereka akhirnya berhasil terbang pergi dari tambang ini.


Melihat Lars yang masih berhasil pergi walaupun dirinya tetap akan mati, wajah Libra menjadi suram sebab sebagai roh zodiak maka ia membiarkan musuh melarikan diri, hal ini sangat memalukan.


"Anak itu beruntung, tapi pada akhirnya ia masih akan mati juga! Paling banyak anak itu bisa hidup selama beberapa menit lagi, lebih baik aku pergi sekarang sebelum tuan Myro datang", kata Libra yang memutuskan untuk melarikan diri secepat mungkin.


...----------------...


Lars akhirnya berhasil melihat kembali Sekte Zodiak, setidaknya di saat-saat sebelum kematian dirinya maka Lars masih bisa melihat sekte yang sudah seperti rumahnya ini.


"Tuan, aku pergi lebih dulu--", kata Rapel yang langsung berhenti sebab tubuhnya sudah menghilang sepenuhnya, Rapel menggunakan kekuatan terakhirnya untuk terbang secepat mungkin agar tidak tertembak oleh Libra.


Dengan hilangnya Rapel, tubuh Lars jatuh ke tanah. Untungnya Rapel tidak terbang terlalu tinggi sebelumnya sehingga Lars tidak terlalu terluka akibat jatuh ini.


Lars yang berbaring di tanah menatap langit biru di depannya, sebuah senyuman muncul di wajah Lars "Setidaknya aku bisa mati di bawah langit biru Sekte Zodiak, jauh lebih baik daripada mati di tambang yang gelap serta dingin tersebut".

__ADS_1


__ADS_2