KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 64 : KEKUATAN TERAKHIR


__ADS_3

Mendengar perkataan Libra, Myro segera berdiri secepat mungkin "Kita harus pergi dar sini secepat mungkin! Zhi Li, Yura, apakah kalian sudah selesai menyerap harta kalian?".


Zhi Li berdiri cepat "Guru, Zhi Li sudah selesai dan siap pergi kapanpun!".


Myro menatap Zhi Li sedikit terkejut sebab nampaknya Zhi Li sudah membuka roh baru.


Zhi Li sudah memiliki roh ratu semut, ratu laba-laba dan Arachne, meskipun 2 roh Zhi Li bukan roh suci tapi itu sudah sangat baik. Belum lagi ia masih memiliki roh suci Arachne, oleh karena itu Zhi Li memiliki roh ke 4 yang sedikit mengejutkan Myro. Bagaimanapun kekuatan kultivasi Zhi Li sudah menjadi berkali-kali, namun ia belum memiliki roh baru sehingga Myro sebelumnya berpikir bahwa roh Zhi Li sudah habis.


Meskipun tahu Zhi Li sudah memiliki roh baru namun Myro tidak banyak bertanya, ia menatap ke arah Yura yang baru berdiri.


"Ayah, ibu, Yura sudah siap pergi kapanpun!",, kata Yura sedikit bersemangat, lagipula orang tua Yura sudah meninggalkan banyak buku untuknya di menara ini tentang dunia. Tapi Yura selalu berada di menara yang membuat ia penuh rasa penasaran akan dunia, hal ini membuatnya sangat bersemangat.


"Yura, panggil Tiamat! Biarkan ia membawa kita pergi dari menara ini!", kata Myro.


Meskipun Yura terlihat seperti anak-anak, ia juga sudah menjadi Jendral Martial seperti Zhi Li dan Myro sebab menyerap 2 roh suci ikut meningkatkan kultivasinya. Jadi Tiamat yang merupakan roh suci dari Jendral Martial pasti tidak lemah, setidaknya tidak ada masalah untuk pergi dari sini.


Myro juga memiliki alasan lain yaitu menilai roh Tiamat agar Myro bisa mengajari Yura masalah kelebihan serta kekurangan dari roh tersebut.


"Baik ayah!", jawab Yura sebelum berkata lagi "Kakak Tiamat, bisakah kau membantu Yura pergi dari sini?".


Sosok wanita cantik yang memiliki rambut hitam panjang muncul di belakang Yura, ia memiliki wajah sombong serta penuh kebanggan "Aku Tiamat yang dikenal sebagai pembawa bencana dan kau memberitahuku untuk menjadi seperti kendaraan mu?".

__ADS_1


Yura menatap Tiamat dengan mata lebarnya, bahkan dapat dilihat bahwa mata Yura sedikit berair seakan-akan ia akan menangis.


Melihat wajah Yura, wajah sombong Tiamat langsung menghilang "Jika itu orang lain maka tidak mungkin! Namun apabila itu perkataan Nona Yura maka aku tidak bisa menolak, lagipula Nona Yura merupakan tuanku dan ibu Nona Yura adalah tuanku sebelumnya. Tiamat tidak akan pernah mengecewakan Nona Yura".


Setelah itu, sosok Tiamat berubah menjadi seekor naga yang memiliki besar lebih dari 10 meter.


Naga ini memiliki sisik hitam yang sangat gelap serta ia membuka sayap naga hita raksasanya, aura seorang wanita cantik sekarang benar-benar berubah menjadi menakutkan sejak ia berubah menjadi naga.


"Nona Yura, cepat naik sebelum menara ini hancur sepenuhnya! Jika terjadi sesuatu pada Nona Yura maka Tiamat pasti tidak bisa menerimanya", kata Tiamat yang suaranya sudah berubah menjadi suara naga bencana, ada tekanan yang sangat menakutkan dari setiap kata yang ia bicarakan.


Walaupun Tiamat menjadi sangat menakutkan, Yura berlari tanpa ragu ke atas Tiamat "Terima kasih, kakak Tiamat! Ayah, ibu, ayo cepat naik! Menara ini sudah hampir hancur!".


Myro dan Zhi Li langsung naik ke atas Tiamat tersebut, meskipun Tiamat sedikit tidak senang namun 2 orang yang baik merupakan orang tua Yura sekarang sehingga ia bisa menerimanya. Jika itu orang tidak dikenal, Tiamat pasti tidak akan pernah mengizinkan seseorang naik ke atasnya. Sebagai naga yang ditakuti sebagai pembawa bencana, Tiamat bukanlah orang yang membiarkan orang lain duduk di atas dirinya.


Saat terbang, Tiamat membuka mulutnya dan menembak sebuah api hitam menuju langit.


"Booooom!".


Sebuah ledakan besar terdengar, langit yang ditabrak oleh lubang hitam itu hancur serta menunjukkan lubang yang sangat besar, Tiamat membuat jalannya sendiri untuk pergi dari Menara Mille Mundi.


Tanpa ragu sedikitpun, Tiamat terbang melewati lubang tersebut, mereka akhirnya benar-benar pergi dari Menara Mille Mundi.

__ADS_1


Di Menara Mille Mundi pada lantai bagian atas, terdapat seorang pria tua dengan rambut putih serta tubuh yang sangat kurus sedang duduk di sana.


Pria tua tersebut memakai jubah hitam serta tubuhnya terlihat sangat kurus, sama sekali tidak ada daging pada tubuhnya sebab hanya terlihat tulang serta kulitnya.


Pria tua itu membuka matanya perlahan-lahan sebelum menatap atap tempat dimana ia berada sekarang, lebih tepatnya ia sedang menatap Yura yang baru terbang bersama Myro dan yang lainnya "Akhirnya Yura bisa pergi dari penjara ini, temanku! Kalian berhasil! Semua pengorbanan kita akhirnya terbayarkan! Kaisar Monster, Kaisar Ular, sekarang aku juga sudah mulai kehabisan waktu milikku!".


Pria tersebut berdiri sebelum menatap Myro yang ada di samping Yura, Myro sepertinya juga menyadari bahwa ia sedang menatapnya sehingga Myro menatap balik pria tua tersebut sambil tersenyum ramah.


Pria tua itu sedikit terkejut sebelum berkata "Anak ini benar-benar berbakat, dengan kekuatan Jendral Martial maka ia bisa merasakan keberadaan ku. Sekarang aku mengerti kenapa 2 temanku memberikan anak mereka padanya, ia benar-benar memiliki bakat serta sifat yang baik, setidaknya aku tahu bahwa ia tidak akan membuang Yura. Waktuku juga sudah hampir habis, kalau begitu aku akan gunakan waktu terakhirku untuk membantu anak itu".


Mata pria tua tersebut bersinar, ia menatap Myro memakai mata cahaya miliknya.


Perlahan-lahan masa lalu Myro terlihat di seluruh mata pria tua tersebut, pria tua itu menjadi sangat terkejut "Apa? Anak ini memiliki semua roh zodiak? Selain itu ada bagian dari tubuhnya yang terpecah? Aku mengeri, kalau begitu aku sudah memutuskan untuk memakai kekuatan terakhirku untuk membantu anak ini menekan sisi jahat dirinya yang terpecah".


Myro juga menyadari bahwa pria tua tersebut melihat masa lalunya sedikit, tapi Myro tidak menghentikan pria tua tersebut sebab Myro tahu bahwa pria itu memiliki tujuan baik kepada Myro. Selain itu, alasan utama Myro membiarkan pria tua itu melihat masa lalunya adalah karena pria tua tersebut hanya memiliki waktu hidup paling lama sejam lagi, oleh karena itu Myro tidak khawatir pria tua itu akan membuka masa lalunya.


Pria tua tersebut perlahan-lahan mengangkat tangannya, ia menutup matanya.


Pada awalnya pria tua tersebut hanya melihat kegelapan akibat menutup matanya, setelah itu ia akhirnya dapat melihat sebuah segel raksasa muncul di depan dirinya. Lebih tepatnya lokasi segel ini jauh dari pria tua ini, namun kekuatannya membuat pria tua ini bisa menemukan serta menatap segel raksasa ini dengan sangat jelas.


Ketika menatap segel tersebut, wajah pria tua ini menjadi suram sebab ia menemukan banyak retakan pada segel ini.

__ADS_1


Pria tua itu bergumam "Segel yang dibuat belum selesai sepenuhnya, jika tidak ada yang berubah maka segel ini hanya bisa menahan sisi jahat anak itu kurang dari setahun, bahkan hanya beberapa bulan kemudian maka segel ini mungkin akan berakhir".


Lalu pria tua tersebut tersenyum, energi yang kuat mengalir dari tangannya serta matanya dipenuhi oleh tekad "Aku rasa tidak masalah, lagipula tujuanku menemukan segel ini yaitu untuk membantu anak itu sebagai bayaran karena sudah menerima dan akan merawat Yura sebagai anaknya sendiri. Aku akan mencoba untuk menyelesaikan segel ini sepenuhnya, aku pasti membuat segel ini selesai sepenuhnya sehingga tidak akan bisa dihancurkan paling tidak selama setahun!".


__ADS_2