
Myro berdiri sambil menatap para penduduk desa yang sedang membangun pagar kayu di sekitar desa, Myro tahu bahwa sudah tidak ada lagi waktu untuk membantu tembok batu. Oleh karena itu, pagar kayu merupakan pilihan terbaik untuk melindungi desa.
Bagaimanapun hanya mereka yang berada di atas Transcendent yang bisa terbang, sedangkan sebagian besar penduduk desa ini hanyalah kekuatan Soul Wandering ke bawah, bahkan bisa dikatakan bahwa kekuatan Pona juga cukup kuat di desa ini. Jadi Myro tahu bahwa kekuatan harimau selain pemimpinnya pasti tidak jauh berbeda dari penduduk desa, jadi lebih baik untuk membuat pagar kayu yang bisa menghalangi para harimau tersebut.
Walaupun sebagian besar penduduk bingung tapi mereka tidak mengatakan apapun dan hanya terus bekerja, bagaimanapun ini merupakan tugas yang diberikan Myro, orang terkuat di desa saat ini.
Dengan adanya perlindungan Myro maka kemungkinan mereka menang dari Rangda menjadi lebih besar, hal ini membuat mereka menganggap Myro sebagai pemimpin mereka.
Ketika Myro terus menatap para penduduk yang bekerja ini, Cesi berjalan mendekati Myro.
Sosok dirinya yang terluka sudah pulih sepenuhnya, tangan yang sebelumnya patah sudah kembali normal lagi. Selain itu kekuatan Cesi sudah kembali menjadi Saint tingkat rendah, keberadaannya pasti sangat membantu di perang ini.
Meskipun Myro yakin bisa mengalahkan pemimpin musuh, tapi Myro tidak bisa menjaga penduduk desa di waktu yang sama, sedangkan Taurus merupakan senjata rahasia Myro yang belum boleh bergerak sekaran. Jadi Cesi merupakan pilihan terbaik untuk melakukan hal tersebut, setidaknya Saint tingkat rendah sudah lebih dari cukup untuk melindungi para penduduk desa.
Cesi yang baru datang menatap Myro penuh kebencian, tapi ia menyembunyikan kebencian di matanya secepat mungkin agar tidak terlihat oleh Myro "Apa yang kalian lakukan?".
Myro sedikit tersenyum sebab ia bisa menemukan kebencian di mata Cesi sebelumnya, meskipun begitu Myro sama sekali tidak keberatan sebab siapapun yang ditipu untuk minum racun pasti akan merasa marah seperti Cesi "Apakah kau tidak melihat? Kami sedang membangun pagar?"
"Pagar?", kata Cesi dengan aneh, ia menatap para penduduk yang membuat pagar kayu dengan bagian atas yang tajam untuk menusuk para harimau yang mencoba melompat "Apakah kalian bodoh? Pagar seperti ini dapat hancur dengan mudah oleh sekali pukulan kultivator tingkat Soul Wandering sekalipun".
"Apabila itu hanya pagar kayu normal maka apa yang kau katakan sama sekali tidak salah, namun ini bukan pagar kayu normal", kata Myro yang tidak menjelaskan lebih banyak lagi.
Cesi menatap ke arah pagar kayu tersebut lagi untuk menemukan beberapa penduduk yang memasang berbagai kertas dengan tulisan di sekitar pagar kayu itu "Rune?".
Ternyata di sekitar pagar kayu yang dibuat ini, mereka memasang rune yang merupakan sebuah kertas dengan beberapa mantra, rune ini bisa memperkuat suatu benda mati atau hidup, bahkan master rune bisa membuat sebuah perisai tidak terlihat yang sangat kuat.
__ADS_1
"Apakah kau yang membuat semua rune ini?*, tanya Cesi menatap Myro dengan mata penasaran.
Myro sedikit mengangguk "Karena bahan dan waktu yang kurang maka aku hanya bisa membuat rune yang sedikit memperkuat pagar tersebut, tapi seharusnya rune ini sudah cukup untuk menahan para harimau tersebut".
"Tunggu! Kau membuat semua persiapan ini hanya untuk melawan harimau? Bukankah dengan kekuatan Saint King milikmu maka kau bisa membunuh semua harimau itu?", tanya Cesi kembali bingung.
"Jika itu hanya harimau normal maka aku tidak perlu melakukannya, tetapi kali ini berbeda. Apakah kau pernah mendengar tentang Cindaku?", tanya Myro.
Cesi berpikir sebentar sebelum mengingat Cindaku dari sebuah buku yang pernah ia baca "Bukankah itu harimau jadi-jadian?".
"Hampir benar, namun belum cukup tepat", kata Myro menjelaskan kepada Cesi, di saat bersamaan Myro juga bertujuan agar para penduduk desa mengerti alasan mereka membangun pagar ini serta bersiap untuk bertarung "Cindaku, ada yang mengatakan bahwa itu merupakan sosok manusia yang memiliki ilmu untuk berubah menjadi harimau setengah manusia serta ilmu ini diwariskan secara turun-temurun, sedangkan beberapa orang lainnya mengatakan bahwa mereka merupakan sosok yang menjaga batas antara manusia dan harimau. Tujuan mereka adalah untuk melindungi jumlah harimau yang semakin berkurang, walaupun tidak ada yang tahu kebenaran asalnya tapi sebuah hal yang pasti".
"Siapapun manusia yang berani membunuh harimau maka itu seperti melanggar batas yang sudah ditetapkan, Cindaku tidak akan duduk diam. Kalian sudah membunuh seekor harimau beberapa bulan yang lalu, mereka pasti akan kembali untuk memburu kalian".
Para penduduk gemetar ketakutan, bahkan Zion tidak bisa untuk tidak menjadi khawatir, ternyata selain Rangda maka ada sosok lain yang cukup kuat juga.
Para penduduk tidak berani membuang waktu lagi, mereka membuat kembali pagar-pagar kayu itu secepat mungkin.
Cesi yang ada di sebelah Myro masih sedikit penasaran "Bukankah itu kejadian sebulan yang lalu? Sampai saat ini Cindaku masih belum datang untuk balas dendam, mungkin ia tidak akan menyerang tempat ini".
"Alasan Cindaku tidak menyerang kemungkinan besar adalah mereka tidak tahu bahwa para penduduk desa lah yang membunuh rekan mereka, bagaimanapun kalian hampir mengambil seluruh mayatnya", kata Myro yang memiliki wajah suram "Tapi jika aku menjadi Rangda maka aku pasti menemui Cindaku untuk menceritakan hal ini, dengan ilmu hitam milik Rangda maka sangat mudah untuk menunjukkan bukti tindakan kalian".
"Selama kalian berperang melawan Cindaku dan saling terluka, maka di saat itu juga Rangda bisa mengambil keuntungan untuk membunuh kalian semua".
"Wanita tua licik!", kata para penduduk desa dengan marah setelah mengetahui pikiran Myro tentang gerakan Rangda.
__ADS_1
Myro menggelengkan kepalanya, menurut Myro tindakan Rangda ini normal sebab selama Myro ada di posisi yang sama maka ia juga akan melakukan hal ini.
Ketika para penduduk desa masih sibuk membangun pagar, suara mengaum terdengar dari kejauhan.
"Graaaaa!".
Perlahan-lahan suara langkah kaki yang sangat banyak terdengar dari hutan, para penduduk wanita, anak-anak dan orang tua segera bersembunyi di rumah sedangkan para pria dewasa mengambil senjata mereka sambil gemetar.
Lagipula suara langkah kaki dan harimau yang mengaum sangatlah menakutkan, mereka merasa diri mereka sama sekali bukan lawan dari para harimau ini.
"Jangan takut! Selama kita bekerja sama maka kita tidak akan kalah!", kata Zion yang berdiri di depan para penduduk desa.
Myro menatap Zion sedikit dan mengerti kenapa Zion bisa mendapatkan banyak dukungan dari penduduk desa, tidak hanya kuat tetapi Zion juga berani untuk bertarung di barisan depan.
"Brak!".
Sosok puluhan harimau muncul dari balik hutan, mereka menyerbu ke arah hutan dengan mata merah yang terlihat sangat ganas.
"Para pemanah, tembak!", teriak Zion.
Ratusan panah mulai ditembakkan oleh para penduduk desa, tapi dihadapan kulit para harimau yang sangat kuat ini maka panah tersebut sama sekali tidak bisa memberi mereka luka yang fatal.
Melihat ada pagar kayu yang cukup tinggi di depan mereka, beberapa harimau mulai melompat.
Harimau yang gagal melompat tinggi langsung menabrak pagar kayu tersebut atau tertusuk di bagian atas pagar kayu yang dibuat menjadi tajam, pagar kayu ini dibuat cukup kuat sehingga dapat membunuh para harimau ini.
__ADS_1
Peperangan kelompok Barongan melawan Cindaku sudah di mulai.