KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 103 : MENEMUI ANTO


__ADS_3

Cesi berdiri di depan pintu kamar Myro dengan bingung, awalnya ia sedang mengikuti Myro berjalan, tapi Myro tiba-tiba memberitahunya untuk tidak mengganggunya dan menunggu di depan pintu. Cesi sama sekali tidak tahu apa yang sedang dilakukan Myro, apa yang ia tahu hanyalah Myro yang mengatakan bahwa ia sedang melakukan persiapan untuk berjaga-jaga saat bertemu Anto nanti. Lagipula mereka tidak tahu seberapa kuat musuh yang akan dilawan ini, oleh karena itu tidak ada salahnya untuk membuat persiapan lebih.


"Cesi, kenapa kau masih disini? Ayahku dan semua penduduk sudah menunggu kalian! Tunggu, dimana Myro?", teriak Pona yang baru menemukan Cesi.


Cesi bisa melihat bahwa seluruh wajah Pona dipenuhi oleh keringat, nampaknya ia berusaha sangat keras untuk mencari mereka.


Meskipun merasa bersalah pada Pona karena membuatnya repot-repot mencari mereka, Cesi hanya bisa berkata penuh kepahitan "Aku menunggu Myro disini, ia dari tadi terus berada di ruangannya dan belum menunjukkan dirinya lagi".


"Apa yang Myro lakukan? Apakah ada masalah dengan lukanya lagi?", kata Pona dengan penasaran serta khawatir.


Cesi hanya bisa menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu, Myro hanya memberitahuku untuk menunggu disini dan jangan mengganggunya. Kemungkinan besar Myro sedang mempersiapkan sesuatu sebelum datang menemui Anto".


Pona segera menggelengkan kepalanya "Kalian tidak perlu mempersiapkan hadiah untuk bertemu Pemimpin Anto! Bagaimanapun Pemimpin Anto bukanlah orang yang peduli terhadap hal-hal seperti itu".


Cesi tidak bisa berkata-kata lagi sebab Myro sebenarnya bukan menyiapkan hadiah melainkan sedang menyiapkan serangan untuk mengalahkan atau bahkan membunuh Anto.


Sebelum Cesi bisa menjelaskan lebih banyak lagi, pintu ruangan tersebut terbuka.


"Ayo pergi", kata Myro yang sedang meletakkan pedang di pinggangnya menyadari bahwa Pona juga ada disini "Kenapa kau juga datang kesini?".


Pona berkata dengan tidak senang "Seluruh orang sudah menunggu, tidak baik membuat Pemimpin Anto menunggu. Bagaimanapun semua orang sangat menghormati Pemimpin Anto sehingga mereka sangat marah terhadap Myro yang telat, bahkan beberapa dari penduduk kota memberikan saran untuk meninggalkanmu. Mereka merasa tidak membawa kalian jauh lebih baik daripada membuat Pemimpin Anto menunggu, aku yang khawatir kalian tidak bisa mendapatkan kesempatan pergi ke danau penyembuhan, jadi aku memberitahu mereka untuk menunggu selama aku memanggil kalian".

__ADS_1


"Kelompok badut", kata Myro tidak peduli, di matanya maka para penduduk desa ini sama sekali bukan lawannya. Walaupun mereka tidak menunggu Myro sekalipun, ia tidak peduli.


"Jangan marah, ayo pergi!", kata Pona yang menarik Myro bersama Cesi dan mencoba membujuk Myro agar tidak marah terhadap sikap penduduk desa.


Di tengah jalan, Myro tidak bisa untuk tidak bertanya "Bagaimana dengan Cindaku? Apakah kalian sudah memberitahunya?".


Pona mengangguk "Seluruh luka Cindaku sudah sembuh, nampaknya kemampuan penyembuhan milik Cindaku memang sangat kuat. Selain itu, ia hanya bertanya apakah Myro ikut sebelum setuju untuk ikut juga. Myro, kau harus berhati-hati, mungkin Cindaku memiliki rencana balas dendam kepadamu".


Myro hanya sedikit mengangguk terhadap peringatan Pona sebab Myro tahu alasan kenapa Cindaku menunggu Myro ikut sebelum memutuskan untuk ikut juga, selain itu Cindaku sudah sembuh bukan karena penyembuhan miliknya yang kuat, melainkan obat yang diberikan oleh Myro. Walaupun Myro memberikan Cindaku racun, tapi obat tersebut memang merupakan obat penyembuhan juga.


Ketika Myro sudah datang, seluruh penduduk desa menatapnya dengan tidak senang.


Mereka sebelumnya sangat takut dan hormat kepada Myro karena kekuatannya, namun mereka sekarang menjadi percaya diri lagi sebab mereka akan bertemu Anto.


"Lihat Zion, mereka sudah datang! Kalau begitu kita pergi sekarang, tidak baik membuat Pemimpin Anto menunggu", kata seorang pria yang membawa penduduk desa untuk pergi.


Melihat sikap sombong penduduk desa yang lupa diri, Zion hanya bisa tersenyum pahit.


Ia berjalan mendekati Myro, meskipun akan bertemu Anto tapi Myro masih bisa menemukan bahwa Zion masih sangat menghormati Myro.


"Tuan, penduduk desa hanya merasa sedikit bingung akibat Pemimpin Anto yang tiba-tiba berencana menemui mereka, oleh karena itu tuan tidak perlu terlalu marah akibat tindakan mereka. Aku juga akan mencoba menyadarkan penduduk desa nanti", kata Zion hati-hati.

__ADS_1


Myro melambaikan tangannya "Tidak perlu, manusia tidak akan repot-repot untuk dendam terhadap para semut, kecuali semut itu sangat keras kepala menganggu manusia tersebut. Ayo kita juga pergi".


Zion membuang kekhawatirannya setelah mengetahui bahwa Myro tidak marah, jadi mereka mulai berjalan mengikuti para penduduk desa yang ada di depan.


Selama berjalan kaki di hutan dengan banyak pohon ini, Cindaku mendekati Myro "Tuan, anda harus berhati-hati. Tuan pasti sudah tahu bahwa semua ini merupakan jebakan Anto, aku pernah mendengar bahwa Anto memiliki banyak kemampuan aneh sehingga kita harus lebih berhati-hati ketika melawannya".


"Tanpa kau beritahu sekalipun maka aku sudah tahu", kata Myro tidak peduli, ia yakin untuk menang dari Anto, terutama Myro sudah membuat persiapan yang cukup untuk menang.


"Myro, apa yang kau buat di ruangan mu tadi sebelum kita pergi?", tanya Cesi penasaran.


Myro tidak menjawab pertanyaan Cesi, melainkan hanya tersenyum "Kau pasti akan tahu nanti, aku tidak perlu memberitahunya sekarang".


Melihat bahwa Myro tidak berencana untuk menjawab maka Cesi juga berhenti untuk bertanya lebih banyak lagi, ia hanya terus mengikuti Myro diam-diam.


Akhirnya mereka menemukan sebuah gerbang besi raksasa di antara batu-batu yang ada di hutan, ada beberapa penjaga yang berdiri atau duduk di sekitar gerbang besi tersebut.


Melihat kedatangan Myro dan yang lainnya, para penjaga segera menghentikan mereka "Siapa kalian? Walaupun kalian merupakan pengikut Barongan, tanpa izin dari Pemimpin Anto maka kalian tidak boleh datang ke desa pusat ini, bukankah kalian sudah tahu aturannya? Hanya mereka yang paling kuat dan berbakat yang boleh tinggal disini untuk dilatih melawan Rangda".


Pria yang sebelumnya mengejek Myro melangkah maju, ia berkata penuh rasa percaya diri "Kami mendapatkan undangan dari Pemimpin Anto, kami merupakan penduduk desa yang sudah mengalahkan Cindaku. Aku sarankan bagi kalian untuk membuka gerbang ini secepat mungkin, jika Pemimpin Anto tahu bahwa kalian menghalangi tamu maka ia pasti marah".


Para penjaga itu saling menatap sebentar sebelum pemimpin mereka melangkah maju "Kami memang sudah mendapatkan laporan tentang kedatangan kalian, tapi kami masih harus memanggil pemimpin dulu untuk berjaga-jaga. Apabila pemimpin setuju maka kalian bisa lewat, jadi kalian harus menunggu disini dulu, bagaimana?".

__ADS_1


Wajah penduduk desa itu menjadi tidak senang, tapi ia tahu bahwa ini aturan Anto sehingga ia masih berkata dengan sombong "Kalau begitu cepat panggil Pemimpin Anto, beritahu bahwa kami tamu terhormat yang sudah mengalahkan penguasa hutan Cindaku akhirnya tiba!".


__ADS_2