
Para kepala desa yang lain terkejut terhadap sikap dingin Zion, bagaimanapun Zion yang mereka tahu selalu bersikap ramah meskipun orang lain mengejeknya, oleh karena itu mereka segera membeku akibat terkejut dengan Zion yang tiba-tiba marah.
Kepala desa paling muda itu adalah yang kembali sadar lebih dulu, setelah itu wajahnya memerah karena marah dan malu.
Sebagai kepala desa termuda dan paling baru, ia sering diremehkan oleh orang lain sehingga ia harus bersikap ganas dan tegas agar kepala desa yang lain menghormatinya. Tapi kali ini Zion yang selalu bersikap ramah memarahi dirinya, apabila berita ini menyebar dan ia sama sekali tidak melawan maka dirinya pasti diejek oleh kepala desa yang lain.
Jadi kepala desa muda itu memukul meja dengan keras sambil menunjuk Zion "Beraninya kau bersikap seperti itu! Zion, biar aku beritahu kepadamu bahwa aku sejak awal sudah meragukan perkataan mu! Kepala desamu Jerk tiba-tiba mati, lalu sekarang kau berkata bahwa seluruh penduduk desa sudah mati, bukankah ini terlalu aneh? Kemungkinan besar kau membawa kami kesini bukan untuk mengalahkan Rangda, tapi kau menjebak kami agar dibunuh oleh Rangda".
"Kau pasti bekerja sama dengan Rangda untuk membunuh kami dan menjadi pemimpin manusia, bahkan tuan Anto juga terjebak oleh rencana mu itu! Walaupun kau bisa menipu orang lain dengan senyum ramah itu, namun kau tidak bisa menipuku! Aku sudah melihat wajahku sepenuhnya yang ada di balik topeng ramah tersebut!".
Zion menatap kepala desa muda ini dengan dingin "Aku sudah memberitahumu sebelumnya, apabila kalian tidak percaya ataupun menganggap ku menjebak kalian maka kalian bisa pergi, Tuan Myro sama sekali tidak membutuhkan orang-orang yang tidak berguna".
"Kau-- Aku akan membunuhmu sekarang sebagai pengkhianat yang berpihak pada Rangda!", teriak kepala desa muda itu yang menebas pedangnya menuju Zion.
Ia memiliki kekuatan Transcendent tingkat 1 juga yang membuat Zion sedikit tidak siap terhadap tebasan pedangnya, lagipula Zion tidak akan pernah berpikir bahwa kepala desa baru ini akan begitu gila hingga berani membunuhnya. Sebagai wakil Jerk sebelumnya, Zion yang memiliki sikap ramah berteman dekat dengan kepala desa yang lain, hal ini membuat Zion tidak pernah berpikir bahwa akan ada kepala desa yang mencoba membunuhnya.
Kepala desa yang lain juga terkejut, meskipun mereka memang meragukan Zion juga atas kematian Jerk dan penduduk desa, tapi mereka tidak sampai berencana untuk membunuh Zion sebab semua orang berteman dekat. Belum lagi mereka sama-sama pengikut Barongan.
Sudah terlambat untuk menghentikan kepala desa muda itu, saat pedang kepala desa muda akan menebas kepala Zion maka sebuah tangan langsung menghentikan pedang tersebut.
"Brak!".
__ADS_1
Seluruh orang kembali terkejut sebab mereka melihat pedang kepala desa baru itu dihentikan oleh sebuah tangan kosong, mereka memang bisa menghentikan pedang kepala desa baru ini tapi tidak ada yang bisa menghentikannya dengan tangan kosong kecuali siap tangan mereka di tebas.
Zion yang terkejut menatap ke arah orang yang menghentikan pedang itu, sebuah senyuman muncul di wajah Zion "Tuan, akhirnya anda datang!".
Sosok yang datang itu tidak lain adalah Myro bersama Cesi, Pona, Penthesilea dan para petarung Amazon yang lain.
Myro menatap Zion sambil sedikit tersenyum "Zion, nampaknya aku sudah membuatmu kerepotan".
Mendengar hal tersebut, Zion segera membungkuk hormat kepada Myro "Tuanku, saya dengan senang hati melakukan tugas yang anda berikan, ini sama sekali tidak merepotkan".
Myro mengangguk dan melihat ke arah kepala desa baru itu dengan dingin "Aku tidak tahu siapa yang memberimu keberanian untuk membunuh pengikut ku!".
Setelah mengatakan hal tersebut, kepala desa baru itu mencoba menarik pedangnya dari tangan Myro, tapi ia baru menyadari bahwa pedangnya sama sekali tidak bisa bergerak sedikitpun dari tangan Myro.
"Apakah kau juga berencana untuk membunuhku? Sangat berani! Kalau begitu kau bisa mati dulu", kata Myro yang segera memukul kepala pria tersebut.
"Brak!".
Kepala pria itu langsung pecah, dihadapan kekuatan Jendral Martial tingkat 9 Myro maka kekuatan Transcendent kepala desa baru itu sama sekali bukan lawan.
Wajah seluruh kepala desa yang lain berubah menjadi ketakutan, walaupun mereka tidak tahu apakah Myro bisa mengalahkan Rangda atau tidak, tapi mereka tahu bahwa Myro bisa membunuh mereka dengan mudah.
__ADS_1
Myro melepas pedang milik kepala desa baru yang sudah mati itu, tubuh tanpa kepala miliknya jatuh ke tanah.
Setelah melakukan semua itu, Myro melihat ke arah kepala desa yang lain "Aku akan mengatakannya kepada kalian, apabila kalian tidak percaya maka kalian bisa pergi dari sini! Jika kalian berencana membunuhku atau pengikut ku, tubuh pria ini bisa menjadi contoh bagi kalian tentang apa yang terjadi apabila kalian melakukannya. Lebih baik berpikirlah dengan cerdas, apakah kalian tidak keberatan untuk tinggal di hutan ini selamanya dan terus takut akan serangan Rangda? Apakah kalian tidak tertarik untuk menyelesaikan tujuan Barongan yaitu mengalahkan Rangda? Aku tidak peduli apakah kalian ikut atau tidak sebab kekurangan beberapa orang dari kalian tidak akan mempengaruhi kemenangan ataupun kekalahan di medan perang, apalagi pasukan ku bukan hanya kalian. Tidakkah kalian lihat para pasukan harimau, Centaur dan petarung Amazon yang jauh lebih kuat, setia dan berani daripada kalian semua? Oleh karena itu, aku tidak keberatan meskipun kalian tidak ikut perang ini".
Tanpa menunggu jawab mereka, Myro berjalan pergi menuju ke arah kota.
Ketika Myro baru melewati gerbang kota, ia langsung dikepung oleh puluhan ribu orang.
Di sisi kanan Myro adalah Cindaku yang memimpin para harimau sedangkan yang di sebelah kiri Myro adalah 2 Centaur yang menemui Myro di desa petarung Amazon bersama ribuan pasukan Centaur.
Cindaku berlutut di depan Myro "Tuanku, saya sudah membawa 10.000 harimau dan siap untuk mengikuti tuan bertarung melawan Rangda!".
Para Centaur ikut berlutut di waktu yang sama "Tuanku, 20.000 pasukan pCentaur akan setia mengikuti tuan, kami siap menemani tuan melawan Rangda walaupun itu berarti menuju kematian sekalipun".
Penthesilea yang ada di belakang Myro memimpin para petarung Amazon yang ia bawa untuk berlutut "Tuanku, saya bersama 17.000 petarung Amazon memberikan kesetiaannya kepada tuan, kami akan menjadi perisai ataupun pedang tuan untuk melawan Rangda".
Tidak lama kemudian, Zion datang membawa setengah dari pasukan manusia yang masih memutuskan untuk mengikuti Myro, sedangkan setengah yang lain maka mereka menolak untuk mengikuti Myro. Lebih tepatnya sebagian besar dari mereka tidak percaya bahwa Myro bisa mengalahkan Rangda, bagaimanapun Barongan sekalipun belum tentu bisa mengalahkan Rangda, apalagi Myro.
"Tuanku, Zion membawa 8000 pasukan manusia untuk memberikan kesetiaannya kepada tuan, kami siap mengikuti tuan untuk mengalahkan Rangda", teriak Zion yang memimpin pasukan manusia untuk berlutut.
Myro menatap ke arah dimana istana Rangda berada, walaupun ditutupi oleh hutan dan perkotaan maka Myro masih bisa melihat istananya dengan jelas "Angkat senjata kalian, perang akan segera di mulai!".
__ADS_1