
Husk tidak bisa untuk tidak berdiri, ia berkata dengan ragu "Aku merasa aku sangat berterima kasih kepada pria muda ini, tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Aku akan mencoba bertanya pada pria muda ini dulu".
Husk melangkah maju untuk mendekati pria muda tersebut, tapi ketika ia dan Kilon berkedip di waktu yang sama maka mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan, pria itu hilang dari tempatnya tadi.
Kilon gemetar ketakutan, manusia seharusnya tidak bisa langsung melarikan diri tanpa bersuara hanya dengan waktu kedipan mata orang lain "Ayah, apakah jangan-jangan pria tadi itu adalah hantu? Aku sudah memikirkannya sejak awal, rumah bela diri kita sudah sangat tua sehingga tidak aneh apabila ada hantu disini".
"Jangan bodoh, hantu tidak akan meninggalkan pedang untuk kita", kata Husk yang menemukan bahwa tempat dimana Myro berdiri sebelumnya terdapat sebuah pedang.
Husk berjalan mendekati pedang tersebut untuk menemukan sebuah surat disana, Husk membuka surat tersebut yang menuliskan bahwa pedang ini diberikan kepada mereka.
Walaupun itu hanya pedang rank 1 tingkat rendah, tapi di dunia tanpa kultivasi ini maka pedang rank 1 tingkat rendah sudah sangat berharga.
...----------------...
Di sebuah perusahaan besar yang terletak pada kota kecil ini, ketika sebagian besar pegawai sudah pergi sebab hari sudah mendekati malam, masih ada 2 orang yang sibuk bekerja disana.
Pegawai wanita itu sudah menyelesaikan pekerjaannya sehingga ia mematikan komputer di depannya dan membawa semua benda yang ia butuhkan ke tasnya, ia membawa tas tersebut dan berencana kembali ke rumahnya juga.
Melihat pegawai pria yang masih sibuk bekerja, pegawai wanita itu mendekati "Turse, apakah kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu? Apabila kau akan menyelesaikannya sebentar lagi maka aku bisa menunggumu, ayo pergi mencari makan malam lagi sebelum kembali ke rumah".
Turse mengangguk "Sebentar lagi aku menyelesaikan pekerjaanku, tunggu sebentar, Cesi!".
Pegawai wanita yang bernama Cesi itu mengangguk, ia mencari kursi kosong di dekat Turse sebelum duduk disana untuk menunggu.
Ketika Cesi siap mengambil hpnya untuk bermain game sambil menunggu Turse ia terkejut menemukan seorang pria muda dengan rambut hitam pendek berdiri di pintu depan ruangan kantor mereka sambil tersenyum.
Pada awalnya Cesi berencana untuk berteriak ketakutan, bagaimanpun sebagian besar pegawai di perusahaan ini sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Oleh karena itu, orang yang berdiri di depan pintu sambil tersenyum ini hanya bisa orang aneh atau hantu.
Tetapi ketika Cesi akan berteriak, ia menemukan dirinya tidak bisa berteriak sebab ia sedang menangis, air mata benar-benar jatuh dari wajahnya.
__ADS_1
Mendengar suara Cesi yang menangis, Turse yang sibuk bekerja terkejut.
Ia meninggalkan pekerjaannya untuk menatap ke arah Cesi, ia menemukan Cesi duduk membeku di tempat sambil menangis, ia terus menatap ke arah pintu depan kantor.
Turse menatap ke arah pintu depan kantor juga untuk menemukan sosok pria muda itu, apa yang mengejutkan adalah dirinya menangis seperti Cesi.
Apabila di tanya maka Turse tidak bisa menjawab alasan kenapa dirinya menangis, namun sebuah hal yang pasti yaitu Turse merasa sangat berterima kasih dan sedih terhadap sosok pria muda ini.
Ketika Cesi dan Turse baru akan berdiri sambil menghapus air mata, mereka terkejut menemukan bahwa sosok pria muda itu sudah tidak ada disana lagi. Padahal mereka hanya menggunakan beberapa detik untuk menghapus air mata mereka, namun sosok pria muda itu sudah tidak ada lagi.
...----------------...
Di sebuah villa yang cukup mewah di kota kecil, sebuah mobil Limosin hitam muncul di taman villa tersebut dan berhenti di depan pintu villa.
Sosok seorang pria berusia sekitar 30 tahun turun dari mobil tersebut dengan seorang pengawal yang membukakan pintunya.
Pria itu berjalan dan membuka pintu villa tersebut, pada waktu yang sama maka seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun yang sedikit mirip dengan pria itu berlari dan melompat ke arah pria tersebut.
"Ayah!", teriak anak laki-laki tersebut penuh semangat.
Wajah dingin pria tersebut berubah menjadi lembut, ia memeluk putranya itu sambil berkata "Bagaimana sekolah hari ini? Apakah menyenangkan?".
"Ya, sangat menyenangkan! Aku memiliki banyak teman di sekolah!", kata anak laki-laki itu.
Ketika pria tersebut berencana bertanya lebih banyak lagi, seorang wanita yang merupakan ibu dari anak tersebut berjalan mendekat dari dapur villa "Apakah kau sudah kembali, Feka? Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu, kau mengatakan bahwa makanan buatan ku lebih baik daripada koki paling terkenal sekalipun, oleh karena itu aku membuatkan makan malam untukmu".
"Benarkah? Masakan buatan istriku, Monica adalah yang yang terbaik di dunia! Ayo pergi, ayah sudah lapar", kata Feka tersenyum.
3 keluarga itu pergi ke ruang makan, mereka duduk di meja yang tidak terlalu besar. Meskipun Feka menjadi orang kaya, ia tidak membeli meja makan yang besar agar ketika sedang makan, maka keluarganya menjadi lebih dekat.
__ADS_1
Seorang pelayan pria tiba di ruangan itu, ia meletakkan mangkuk-mangkuk yang di atasnya adalah makanan yang sudah disiapkan oleh Monica.
Ketika Feka baru akan makan, pelayan pria yang meletakkan makanan tersebut berkata sambil tersenyum "Feka, Monica, kalian bisa merasa bangga! Di dunia ini, siapa lagi yang bisa dilayani langsung saat makan oleh seorang pemilik tahta?".
Feka dan Monica terkejut sedangkan anak mereka sama sekali tidak mendengarkan perkataan pelayan itu, ia sudah mulai makan.
Tanpa tahu alasannya, Feka dan Monica menangis.
Mereka menatap ke arah pelayan pria berusia sekitar 20 tahun dengan rambut hitam pendek, baik itu Feka dan Monica merasa sangat dekat dan kenal pria ini, bahkan mereka merasa bahwa pria muda ini sudah seperti keluarga mereka sendiri. Namun pada akhirnya mereka tidak bisa mengingat siapa pria muda ini.
Feka bertanya dengan ragu sambil tetap menangis "Siapa kau?".
"Kalian tidak perlu tahu mengenai siapa aku, aku hanya senang melihat kalian sudah hidup dengan baik dan memiliki keluarga seperti ini. Feka, Monica, terima kasih atas bantuan kalian selama ini, semua yang terjadi saat ini sebentar lagi hanya akan menjadi mimpi bagi kalian!", kata pelayan muda itu sambil tersenyum.
"Tunggu!", Feka dan Monica berdiri dari kursinya dan berusaha menghentikan pelayan itu dengan panik.
Tapi pelayan itu langsung bertepuk tangan yang membuat semuanya berubah.
Ketika Feka dan Monica kembali sadar, mereka menemukan bahwa mereka duduk di kursi pada meja makan mereka lagi.
Anak mereka menatap Feka dan Monica dengan bingung "Ayah, ibu, kenapa kalian menangis?".
Feka dan Monica juga terkejut saat menemukan bahwa mereka menangis.
Feka dan Monica menghapus air mata di wajah mereka, tidak peduli seberapa keras mereka mencoba maka mereka menemukan bahwa mereka tidak bisa mengingat apapun. Hanya ada sesuatu yang mereka ketahui, yaitu mereka merasa kehilangan sesuatu yang penting seperti Yura.
Melihat tatapan khawatir anaknya, Feka kembali tersenyum dan menyembunyikan kesedihannya yang ia tidak ketahui alasannya "Ayah dan ibu tidak apa-apa, kami hanya merasa senang karena kau akhirnya sudah mulai sekolah lagi hari ini. Ayo! Ayo lanjut makan lagi!"
3 keluarga ini kembali makan dan mulai melupakan kesedihan tanpa alasan yang mereka rasakan barusan.
__ADS_1