KEMBALINYA SANG KAISAR

KEMBALINYA SANG KAISAR
BAB 156 : TAURUS ORB


__ADS_3

Mereka terus berjalan sampai tiba di akhir lorong ini yaitu sebuah ruangan dengan cahaya yang berkilau dari balik ruangan tersebut.


Setelah melihat semua yang ada di balik lorong ini dengan jelas, Myro menemukan tumpukan emas, mungkin ada sekitar ribuan emas batangan disini. Bukan hanya itu, baik itu permata, berlian ataupun semua benda yang bernilai banyak uang ada di ruangan ini.


Bagaimanapun Dunia Teknologi hampir mirip seperti bumi yaitu sebagian besar orang tidak memiliki kultivasi, lebih tepatnya Kaisar Teknologi melarang siapapun untuk berkultivasi kecuali para pengikut dan prajurit miliknya. Oleh karena itu, benda seperti emas, perak, berlian, dan permata yang tidak berharga di Dunia Kaisar sebab tidak bisa membantu kultivasi sedikitpun, namun ada banyak orang yang mencarinya di Dunia Teknologi ini. Bahkan banyak kultivator di dunia ini menganggap emas dan yang lainnya juga berharga sebagai mata uang, padahal benda ini hanya benda berkilau yang tidak membantu meningkatkan kekuatan, kristal kultivasi puluhan kali lebih berharga dari benda ini.


Myro menatap semua sinar dari emas ini dengan tidak tertarik, di mata Myro semua emas ini tidak jauh berbeda dari batu yaitu sama-sama tidak memiliki nilai kultivasi.


Di sisi lain, Verki memilki mata yang berkilau saat melihat semua batas emas ini, jika bukan karena ada Myro di sampingnya maka ia pasti melompat menuju tumpukan emas itu tanpa ragu.


Melihat sikap Verki, Myro sedikit menggelengkan kepalanya "Tidak perlu menahan diri, apabila kau tertarik maka kau bisa mengambil emas itu, aku sama sekali tidak tertarik".


Mendengar perkataan Myro, Verki tidak berani mengambil 1 pun emas di ruangan ini "Semua harta ini milik tuan, saya Verki tidak berani mengambilnya. Walaupun bagi tuan benda ini tidak berguna, tetapi saya tahu dengan posisi saya. Saya sekarang secara tidak langsung adalah tahanan tuan, saya tidak seharusnya mengambil benda milik tuan".


Myro sedikit tersenyum terhadap sikap Verki yang sadar akan posisinya sekarang, tidak dibutakan oleh emas yang ada di depannya "Ada yang berkata bahwa semakin cerdas seseorang maka semakin cepat juga mereka mati, tapi di beberapa keadaan maka orang-orang cerdas bisa hidup lebih lama. Gorf, bawa kami ke tempat harta sebenarnya, aku yakin batangan emas ini bukan harta terbaik milikmu bukan?".


Gorf tersenyum pahit mendengar perkataan Myro, meskipun ia merasa marah karena Myro bisa mengetahui bahwa ia masih menyimpan harta yang lain tapi ia masih harus membawa Myro untuk mengambil harta yang sudah ia simpan dengan kerja keras, padahal ia sampai menggelapkan harta tersebut dari Kaisar Teknologi untuk dirinya sendiri "Tuan benar-benar memiliki mata yang tajam, Kaisar Teknologi juga tidak pernah tertarik pada harta seperti emas ini, aku menyimpan harta yang sebenarnya di sudut paling jauh ruangan ini".


Mereka terus berjalan hingga tiba di sudut ruangan, ruangan ini tidak berkilau seperti ruangan tempat dimana emas berada sebelumnya, bahkan bisa dikatakan cukup redup serta ada banyak tumbuhan dan obat aneh yang di simpan dengan hati-hati di ruangan ini.

__ADS_1


Meskipun harta di ruangan ini tidak berkilau seperti ruangan sebelumnya, Myro bisa berkata dengan percaya diri bahwa harta Disni ribuan kali lebih berharga daripada batangan emas itu.


Walaupun begitu, masih belum ada harta yang menarik perhatian Myro. Sejak menjadi Raja Martial tingkat 4 maka harta yang berguna bagi Myro menjadi semakin kecil, apalagi saat ia menjadi Kaisar Martial nanti maka hampir 90% harta yang ada di dunia tidak lagi berguna untuk meningkatkan kultivasinya.


Ketika Myro terus berjalan di ruangan ini, akhirnya ia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.


Myro berjalan ke sudut ruangan dan menemukan sebuah bola seukuran genggaman tangan di sudut ruangan itu, bola tersebut memiliki warna hitam akibat tertutup oleh debu.


Gorf berjalan mendekati Myro yang mengambil bola itu dengan aneh "Tuan, benda itu merupakan batu aneh yang di temukan oleh seseorang di sebuah danau".


"Batu ini bukan batu aneh, melainkan Taurus Orb. Apakah kau tahu manfaat batu ini?", kata Myro yang terus menatap batu tersebut.


Mendengar jawaban Gorf, Myro memutar matanya "Kenapa kau membeli batu yang tidak diketahui kegunaannya? Apakah kau memiliki terlalu banyak uang hingga membeli batu secara sembarangan tanpa tahu manfaatnya?".


Gorf menggelengkan kepalanya "Aku membelinya bukan tanpa alasan, walaupun batu itu tidak memiliki kegunaan namun ia sama sekali tidak bisa dihancurkan. Kaisar Teknologi sudah mencoba memukul batu tersebut, tapi batu itu masih tidak memiliki retakan apapun. Aku sebelumnya berpikir untuk mengubah baru ini menjadi baju zirah, tapi karena tidak bisa dilelehkan maka pada akhirnya aku tidak bisa membuat baju zirah memakai batu ini".


Myro tidak mengatakan apapun lagi, ia hanya menatap batu itu lebih lama sebelum akhirnya memastikan tentang fungsi batu ini.


Tanpa ragu sedikitpun, Myro menarik pedangnya dan menusuk jantung Gorf.

__ADS_1


"Slab".


Gorf memuntahkan seteguk darah, ia melihat Myro penuh rasa tidak percaya "Kenapa? Padahal aku sudah membawamu menuju ke ruang harta ini!".


Baik itu Gorf ataupun Verki terkejut terhadap tindakan Myro yang tiba-tiba ini, terutama Verki yang ikut menjadi ketakutan. Jika Myro membunuh Gorf yang sudah menyerah dan membantunya, tidak menutup kemungkinan bahwa Myro akan membunuh dirinya juga.


Myro tersenyum dingin terhadap wajah terkejut Gorf "Kau pikir aku tidak tahu? Kaisar Teknologi memberimu sebuah kertas rune yang hanya bisa dipakai apabila keadaan gawat. Selama kau menggunakan kertas rune itu, maka Kaisar Teknologi tahu bahwa kau sedang berada di krisis hidup dan mati dan akan segera datang membantu. Apakah aku benar?".


"Bagaimana kau bisa tahu--", sebelum bisa menyelesaikan kata-katanya, tubuh Gorf yang sudah tertusuk di jantungnya jatuh berbaring di tanah dan mati. Jika itu Kaisar Martial yang lain maka mereka pasti tidak bisa mati semudah itu, tapi Gorf hanya Kaisar Martial palsu sehingga sekali tusukan di jantung sudah cukup untuk membunuhnya.


Myro menyimpan pedangnya dan berjalan pergi dari sini "Verki, ayo pergi! Sebelum Kaisar Teknologi datang kesini!".


Verki yang terkejut kembali sadar, ia langsung mengikuti Myro sambil bertanya "Tuan, kalau kau tahu bahwa Gorf sudah memakai kertas rune, kenapa kau tidak membunuhnya dari awal?".


"Kaisar Teknologi pasti tidak bisa datang kesini dengan waktu cepat, bagaimanapun jarak istana miliknya jauh dari tempat ini. Oleh karena itu, daripada langsung membunuh Gorf, kenapa tidak membiarkan ia menunjukkan ruang hartanya lebih dulu? Bagaimanapun kertas rune itu juga akan aktif sendiri apabila Gorf mati, jadi pada akhirnya Kaisar Teknologi pasti juga akan menyadarinya. Meskipun begitu, kertas rune itu hanya bisa menyampaikan bahwa Gorf berada di krisis hidup dan mati, kertas rune itu tidak bisa memberitahu bahwa kita adalah yang membunuhnya. Pada akhirnya, Kaisar Teknologi masih tidak bisa menangkap kita".


Verki sedikit terkejut, ternyata Myro sudah memikirkan ini dari awal.


Myro tidak memperdulikan Verki lagi, ia melihat Taurus Orb di tangannya sambil tersenyum "Setelah pernah mendapatkan Heart of Sea, sekarang aku mendapatkan Taurus Orb! Benar-benar keberuntungan yang sangat baik!".

__ADS_1


__ADS_2